[OneSpace] Makhluk Favorit??

Cute puppy

Aegi-ah~~”

Suara Donghae terdengar dari arah pintu masuk. Narin yang sedang ada didapur mengernyitkan keningnya mendengar panggilan yang baru pertama kali didengarnya itu. Walau rasanya terdengar asing tapi tak ayal membuat Narin tersenyum lebar. Gadis mana yang tak suka dipanggil dengan panggilan seperti itu. Bukankah panggilan itu maksudnya kalau dia seimut dan selucu bayi kecil?

“Disini…” Narin berteriak dari tempatnya, sibuk membersihkan gelas dan piring yang baru saja ia pakai makan siang.

Aegi-ah~~

Donghae memanggil lagi namun saat Narin berbalik dan tersenyum lebar pada Donghae, pemuda itu langsung menunduk, membuka lebar kedua tangannya dan menggendong makhluk kecil putih dan berbulu yang sudah dua minggu ini selalu dimanja Narin. Namun kali ini pemandangan dihadapannya membuat gadis itu mendecak kesal walau dalam hati. Bodoh sekali dia berpikir kalau Donghae sedang memanggilnya.

Aegi-ahhyung-ie wasseo... Kau baik-baik saja kan?” Donghae dengan suara yang dibuat-buat seakan-akan memang sedang berbicara dengan anak kecil, terus memainkan dagu mungil anak anjing itu.

Narin kembali berbalik menghadap bak cuci dan menggosok sendok dan sumpit yang ada  ditangannya dengan kekuatan ekstra. Sudah lebih dua minggu sejak mereka terakhir kali bertemu, sejak ulang tahunnya kemarin dan sejak Donghae menghadiahkan narae padanya. Sejak saat itu setiap kali Donghae menelepon yang ditanyakan selalu tentang makhluk berbulu putih itu. Apa narae sudah makan? Apa dia tidur? Apa dia suka menyalak kencang? Dan sekarang setelah akhirnya mereka bertemu, Donghae bahkan tidak menghampirinya, malah menggendong anak anjing putih itu.

“Yeonng, apa kau sudah melatihnya? Kau tidak lupa membawanya jalan-jalan kan?”

Narin memutar bola matanya, pertanyaan pertama Lee Donghae padanya setelah tak bertemu selama hampir dua minggu membuatnya hanya bisa menggerutu kesal.

Wae~~?” protes Donghae. “Itu harus Yeonng. Kau sudah harus melatihnya sejak kecil, agar dia mau menurutimu. Kau harus mengajarinya duduk, melompat dan lainnya. Kau juga tidak boleh lupa mengajaknya jalan. Dia harus merasakan udara segar setidaknya setengah jam setiap harinya.”

Narin menyilangkan kedua lengannya kedepan dada, benar-benar kesal melihat kekasihnya itu bahkan tak melihat kearahnya saat berbicara. Tapi ini juga bukan hal baru. Terkadang saat menelepon dengan video call, Donghae lebih suka memandangi narae yang menyalak-nyalak didepan ponsel daripada memandangi wajahnya. Dan Narin hanya bisa pasrah dengan tugasnya memegangkan ponsel untuk narae.

Narin bukannya tidak menyukai narae. Tidak. Tentu saja tidak. Memiliki anak anjing kecil seperti narae adalah impian Narin. Dan Narin sangat sangat bahagia saat Donghae memhadiahkannya. Narae membuat rumahnya yang selalu sepi terasa lebih hidup. Jadi tak mungkin Narin tak menyukai narae. Hanya saja narae begitu imut dan lucu hingga apapun yang dilakukannya membuat Donghae tertawa dan selalu ingin memeluknya. Hingga tanpa sadar Narin bersaing mencari perhatian Donghae. Walau pada akhirnya tetap anjing kecil itu yang menang.

“Aku tahu. Aku sudah melakukan semua yang kau suruh untuk makhluk kesayanganmu itu!!” dengus Narin.

“Kesayangan kita~” ucap Donghae tak menyadari nada suara Narin. “Aku tak tahu kenapa kau cemberut seperti itu Yeonng? Apa kau tidak lihat wajahnya yang imut ini, eo?” Donghae duduk di lantai dan mengangkat kedua kaki depan narae hingga anjing itu berjinjit dengan kedua kaki belakangnya dan memandangi Narin dengan wajah imut dan innocent, yang membuat Narin semakin gusar.

“Ya sudah, nikmati saja waktu kalian berdua. Aku tidak akan mengganggu.”

Narin meraih dompetnya dari atas meja kemudian berjalan keluar. Gadis itu akhirnya duduk didepan supermarket terdekat sambil menggigiti eskrim strawberry yang ia beli. Perasaannya benar-benar gusar harus cemburu pada seekor anjing. Narin tak habis pikir, bisa-bisanya Donghae mengabaikannya seperti ini. Bahkan saat dirinya keluar rumah tadi, Donghae sama sekali tidak menahannya. Narin bahkan sangsi kalau Lee Donghae itu sadar dirinya pergi. Saat ulangtahunnya kemarin Donghae membuatnya berjanji agar tidak terlalu mencintai narae dan melupakan dirinya. Lihat sekarang, siapa yang terlalu mencintai siapa dan siapa yang melupakan siapa.

Saat kembali kurang lebih tiga puluh menit kemudian, Narin terkejut karena Donghae masih ada di dormnya, tentu saja dengan makhluk putih itu masih dalam gendongannya.

“Dari mana saja?” tanya Donghae, tanpa melirik kearah Narin, karena sibuk tersenyum pada narae yang menyalak dan melonjak-lonjak dalam dekapannya. “Narae merindukanmu~~”

Donghae kemudian mengangkat narae dan mengulurkannya pada Narin, namun gadis itu mengabaikannya dan kembali meneguk susu strawberry yang tadi dibawanya pulang. Donghae memajukan bibirnya dan kembali mengulurkan anak anjing itu pada Narin. “Narae merindukanmu, Yeonng..” ulang Donghae lagi kini dengan bibir tertutup rapat.

“Dia tidak mungkin merindukanku.” gumam Narin pelan, walau tak sepelan yang ia kira karena Donghae kini memandanginya dengan kedua mata melebar. “Dia bahkan tak suka padaku. Dia tak pernah mendengar setiap kali aku menyuruhnya duduk. Dia tidak datang setiap aku memanggilnya, dan dia tidak pernah mau diam setiap aku menggendongnya.” rengek Narin karena terlalu kesal.

“Yeonng, dia menyukaimu. Hanya saja memang perlu waktu. Aku yakin itu.” ucap Donghae. “Kau tahu kan kalau dia sudah tinggal lebih dulu bersamaku sebelum aku membawanya kemari, mungkin karena itu dia lebih dekat padaku. Lagipula aku sudah lama punya anjing peliharaan, jadi aku sudah tahu bagaimana cara menghadapinya.” jelas Donghae dan narae ikut menyalak seakan-akan membenarkan perkataan Donghae.

“Mungkin dia hanya cemburu saat aku memberi perhatian padamu..” ucap Donghae lagi.

Narin mendengus keras, “Hh—Yang benar saja. Kau bahkan tak sekalipun melirik kearahku sepanjang hari ini.” Gadis itu memicingkan matanya galak pada anjing kecil itu saat Donghae menurunkannya ke lantai.

“Itu tidak benar, Yeonng..” ucap Donghae cepat namun Narin tetap mendecak kesal. “Mana mungkin aku tidak melihatmu? Lalu untuk apa aku datang kemari?”

“Entahlah, mungkin untuk melihat makhluk kesayanganmu itu? Bukankah kau selalu menanyakan tentangnya? narae oddieya? Apa dia sudah makan? Apa dia sudah tidur? Apa kau sudah membawanya jalan? narae ini, narae itu..” Narin menggerutu panjang lebar.

“Dia pasti akan terbiasa denganmu..”

“Tidak. Dia lebih menyukaimu. Dan kau juga…” Narin berbalik menghindari pandangan Donghae,  “Lebih menyukainya.”

Narin menundukkan wajahnya hanya untuk mendapati makhluk mungil berbulu putih bersih itu sedang tersenyum padanya dengan kedua kaki depan diangkat keatas, meminta perhatiannya. Narin langsung mengangkat anak anjing itu dan menggendongnya. Narae melonjak-lonjak sambil tersenyum dalam pelukannya seakan-akan ingin membantah semua perkataannya tadi.

Melihat itu sebuah senyuman muncul di wajah Donghae, senyuman yang sudah sangat Narin kenal apa maksud dibaliknya, “Apa kau cemburu Yeonng?”

Narin berdeham mengatur suaranya, “Pada seekor anjing? Yang benar saja.” ucapnya seolah-olah tak perduli, walau senyuman Donghae sedikit membuatnya gugup.

Donghae berjalan mendekat dan meraih narae dari pelukan Narin dan meletakkannya ke lantai.

“Apa kau benar-benar berpikir kalau aku tidak memperhatikanmu? Apa kau pikir aku tidak sadar dengan wajah kesalmu setiap kali aku menanyakan tentang narae? Apa kau pikir aku tidak melihat bagaimana imutnya wajahmu saat kesal karena aku merindukan narae?”

Narin berusaha memasang wajah datar dan mengangkat kedua bahunya, “Kau hanya menggodaku.”

Donghae menggeleng pelan. Jari telunjuknya mengangkat dagu Narin dan memaksa gadis itu menatap matanya. “Kau jauh lebih imut dari anjing manapun yang pernah kulihat Yeonng..” Narin mengerang pelan mendengar perbandingan dirinya dengan anjing. “Dan jauh lebih menarik.” gumam Donghae lagi, kemudian menempelkan bibir lembutnya di pipi gadis itu, membuat Narin tak lagi bisa merasakan bulu lembut yang bergerak-gerak dibawah kakinya, “Dan satu-satunya makhluk favoritku…”

-enD-

abis nonton film tentang dogie-dogie di tv kemarin malam, judulnya juga lupa abis nontonnya pun ogah-ogahan..
pengen ganti thema wp, tapi yg gratisan gak da yg cakep..hehehe….

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

12 thoughts on “[OneSpace] Makhluk Favorit??

  1. kakak endingnya kurang greget, kurang romantis! hahaha. tapi lucu ngebayangin Narin cemburu sama anjing. oya maaf lama ga berkunjung kesini. aku beneran lupa alamat wp kakak. dan waktu kakak tadi update twitter dengan judul “we’re closed” aku langsung kesini hihi. kangen juga sama cerita kakak😉 selamat liburan deh kak. oleh-opeh ya~ :p

    • Narin-Donghae emang bukan pasangan romantis lho.. ^^ karena aq psti geli sendiri klo nulis yg romntis2 gt, malah gk jd nulis nti.

      Lain kali jgn lupa ya.. Heuk2… Lgsng di bookmark aja biar jgn lupa..🙂

      Oleh2?? Liburannya ala bokek’ers alias duitnya pun tak memadai.. Hahaa.. Tak pake oleh2..

  2. Narae lucuuuuuu… Jd inget sama anak anjing aku yg baru meninggal 2mggu lalu…hikkssss…

    Ternyata donghae ud sadar yah klo narin itu cemburu?? Hihihihihihi…awas oppa ntar narin ngelirik cowo lain gara2 perhatian km ke dia berkurang….#loh??? Wakakakak
    Semoga mereka makin romantis yahh!!!

    • Wuahh… Kok bisa??
      Psti sedih bgt tu… T.T

      Ya sadar dong.. Si donghae gak sadar tuh, nti klo narin nempel2 ke cowo lain baru dy merengek2..

      Semoga aja.. Tp gak janji. Krna dari awal mereka emg bukan pasangan romantis.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s