[Onespace] You is Enough…

3c7f70d8342d11e3b9d822000ab5b45b_7

13 Oktober 2013— 22:00

“Yeonng!!!  Apa kau tidak bisa duduk tenang? Kalau seperti itu terus yang ada kau sakit kepala.“ ucap Hyora pada Narin dari tempatnya duduk diseberang meja yang ada diruang tengah dormnya.

Malam itu sehabis menyelesaikan shiftnya bekerja di butik, Hyora kembali ke dormnya hanya untuk menemukan Narin yang sudah mondar-mandir mengelilingi ruang tengahnya. Sambil menggigiti kuku ibu jarinya, gadis itu berkeliling dengan ekspresi wajah orang yang sedang berpikir keras. Tanpa panjang lebar, Hyora sudah tahu pasti permasalahannya adalah Lee Donghae.

“Bagaimana aku bisa duduk tenang? Ulangtahunnya tinggal besok dan aku masih tak tau apa yang bisa kuberikan untukknya.” Jawab Narin frustasi sambil masih terus mondar-mandir di ruang tengah.

15 Oktober hanya tinggal 2 hari lagi. Tidak. Lebih tepatnya hanya tinggal 1 malam lagi. Namun sampai sekarang Narin tak juga bisa memikirkan apapun yang bisa ia berikan sebagai hadiah ulang tahun untuk makhluk favoritnya, Lee Donghae.

Ini memang selalu menjadi masalah besar bagi Narin setiap tahunnya. Karena setiap apapun yang melintas dipikirannya untuk dijadikan hadiah pasti Lee Donghae sudah memilikinya, atau mungkin ia bisa membelinya dengan mudah. Resiko kalau kau punya kekasih seorang Hallyu Star dengan fans yang tak terhitung, hingga bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan hanya dengan membuka mulutnya.

Hyora, berusaha sebagai onnie yang baik sudah membantunya dengan memberikan berbagai macam ide, namun tetap saja hasilnya nihil.

“Bagaimana kalau kau membuatkannya cake, seperti yang onnie lakukan kemarin untuk Lee Hyukjae itu??” usul Hyora.

Narin memijat-mijat keningnya frustasi, “Aku tidak sempat. Membuat itu tidak mudah. Belum lagi harus membeli bahan-bahannya. Aku tidak mungkin bolos bekerja di perpustakaan untuk membuatkannya cake kan??”

Hyora duduk diatas sofa kesayangannya dan menyandarkan tubuhnnya, “Tapi onnie rasa itu ide yang cukup bagus. Bukankah Donghae suka strawberry cheese cake buatanmu?? Lee Hyukjae yang tidak tahu malu itu saja tidak segan-segan memujimu didepanku.”

Narin mendesah, “Tapi aku benar-benar tidak sempat, Onnie. Aku masih ada tes besok paginya. Setidaknya aku harus belajar. Bagaimana caranya aku membuat cake?”

Hyora memajukan kedua bibirnya, berusaha memikirkan cara lain.“Bagaimana kalau membelinya saja lalu bilang kalau itu buatanmu??”

Narin berhenti sejenak dari aktifitasnya berkeliling dan memikirkan usulan Hyora, namun akhirnya menggeleng, “Andwe. Dia pasti langsung tahu. Mana mungkin cake buatanku bisa seperti cake buatan professional yang dijual di toko?? Yang benar saja..”ucapnya kemudian kembali melangkah.

Hyora hanya bisa memajukan bibirnya lagi dan mencari usulan lain.“Bagaimana kalau memberikannya sebuket bunga??”

Narin memandangi onnie-nya itu tidak percaya,“Kenapa aku harus memberikan bunga pada seorang lelaki?? Bunga itu kan untuk wanita??”

Hyora mengangguk-angguk membenarkan. Ia pun akhirnya menghela nafas, tak punya ide lain. “Kenapa tidak memberinya barang yang simple saja?” tanyanya. Narin berhenti sejenak dengan alis terangkat.

“Eung. Kenapa tidak memberikannya jam? Atau sepatu atau mungkin jaket? Atau barang lainnya yang biasa disukai lelaki?”

Narin menggeleng keras, “Dia punya puluhan jam, ratusan sepatu dan ribuan jaket dari fansnya, dari sponsor atau yang dia beli sendiri. Dan kalau pun aku membelikan untuknya, aku hanya bisa membelikannya sesuatu yang harganya 100x lebih murah dari yang dia punya.”

Hyora mendesah, lagi-lagi membenarkan. “Geurae. Susah memang kalau kekasihmu seorang Hallyu Star..”

Narin akhirnyaterduduk disamping Hyora sambil memijit-mijit kepalanya yang memang mulai sakit. “Lalu bagaimana nasibku besok?? Apa yang harus kukatakan padanya kalau ia meminta hadiah dariku??”

Hyora menepuk-nepuk punggung Narin, “Maaf Yeonng, onnie tidak bisa membantumu.”

 59198hrthuy4syh

14 Oktober 2013— 21:00

Narin bergegas turun dari bus yang membawanya pulang, kemudian  berlari menuju toko kue terdekat. Malam ini Narin berencana untuk membuat cupcake khusus untuk Donghae. Tidak sepenuhnya membuat, karena ia tak punya waktu lagi untuk membuat adonan dan memanggang dan segala hal lainnya. Ia berniat membeli beberapa cupcake yang sudah jadi di toko kemudian menghiasnya dengan bahan-bahan yang akan ia beli. Ia juga sudah mencari-cari informasi di internet tentang cara-cara menghias cupcake. Tidak mudah, tapi ia harus mencobanya, dan mudah-mudahan saja hasilnya tidak mengecewakan.

Narin tidak tega memberikan Donghae sebuah cake yang ia beli ditoko dan berbohong dengan mengatakan kalau itu buatannya, rasanya seperti mengkhianati Donghae dan sama sekali tanpa usaha. Setidaknya walaupun ia membeli cupcake ini, ia memberikan sedikit usaha untuk menghiasnya. Walau Narin sendiri belum bisa menjamin hasilnya.

Setelah membeli semua bahan yang ia perlukan, Narin pun kembali bergegas, berjalan menuju dormnya. Kalau ia bisa menyelesaikannya lebih cepat, mungkin ia masih punya waktu sedikit untuk mempelajari bahan-bahan untuk tesnya besok.

59198hrthuy4syh

14 Oktober 2013— 23:00

Narin mengigit bibirnya memandangi lima buah cupcake dengan hiasan warna-warni dihadapannya. Setelah berkutat selama kurang lebih dua jam dengan cream warna-warni, dan berusaha membentuk character yang ia inginkan, Narin akhirnya menyelesaikan semua cupcakenya. Tidak terlalu buruk untuk orang yang baru pertama kali mencoba melakukannya, tapi jelas ini tidak seperti yang Narin harapkan. Bagaimana bisa yang seperti ini ia berikan untuk orang yang sedang berulang tahun.

Narin menghela nafas panjang sambil melirik sebuah kertas berisi langkah-langkah menghias cupcake yang tadi sempat ia print. Hasil yang ada diatas mejanya sama sekali berbeda dengan hasil yang ada dikertas itu. Narin mau tak mau mengakui, ini bukanlah pekerjaan yang mudah.

Gadis itu menempelkan kepalanya keatas meja tanpa bersusah payah membersihkan sisa-sisa cream yang menempel dimejanya. Ia mengerang pelan, tak tahu harus melakukan apa lagi. Narin tak ingin membayangkan dirinya besok datang ke dorm Donghae dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya hanya dengan membawa cupcake jelek buatannya. Belum lagi harus membayangkan ekspresi wajah Donghae yang kecewa karena Narin tak punya hadiah apapun untuknya. Gadis itu hanya bisa memejamkan mata dan berusaha untuk berhenti memikirkan hal itu untuk sementara sambil menunggu jam 12 datang dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Lee Donghae-nya.
..
59198hrthuy4syh

Narin terbangun saat merasakan seperti ada orang yang sedang mengamatinya. Ia membuka mata perlahan namun langsung terkesiap dan dengan cepat berusaha mundur dan menjauh saat sadar benar-benar ada orang yang sedang mengamatinya.

Orang itu menarik pergelangan tangannya membuat Narin membuka mulutnya dan hendak berteriak kencang namun sebelum sempat melakukannya orang itu membekap mulutnya.

“Yeonng…. ini hanya aku, Hei… Hei..”

Narin berhenti meronta saat akhirnya mengenali suara itu. “Donghae-ya..” lirihnya pelan setelah Donghae melepaskan tangannya.

Donghae pun memandangi gadis dihadapannya khawatir, “Kau baik-baik saja, Yeonng? Kenapa kau begitu terkejut seperti itu?”

Narin menggeleng, “Aku baik-baik saja. Mungkin hanya karena tak sadar tertidur disini. Apa kau sudah lama??”

Donghae melirik jam ditangannya, “Hmm… dua jam yang lalu??”

“Dua jam yang lalu??” Narin memekik. “Sudah jam berapa ini sebenarnya?? Donghae-ya~~ kenapa kau tidak membangunkanku?? Lihat, jam 12 sudah lewat.”

“Sekarang sudah lewat jam 2 dan Yeonng… jangan panik seperti itu. Lagipula aku kan bukannya lahir jam 12 malam.”

“Tapi tetap saja, 15 Oktober itu hari ulang tahunmu, itu artinya sepanjang tanggal 15 ini, sejak jam 12 tadi, semuanya adalah milikmu.”

Donghae tertawa pelan, “Jadi, apa kau tertidur disini karena membuatkan itu untukku??” ucapnya sambil menunjuk lima buah cupcake dengan hiasan character warna-warni diatas meja.

Narin terkaget memandangi cupcake buatannya yang ternyata masih ada di atas meja. Ia lupa menyingkirkannya. Tapi itu karena ia tidak menyangka Donghae akan datang malam ini. Narin akhirnya hanya menggangguk malu-malu. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena Donghae memang sudah melihatnya. Tadinya ia sudah berniat untuk memberikannya pada Hyora saja untuk dimakan dan mengikuti kata-kata onnienya itu untuk langsung membeli saja di toko besok pagi-pagi sekali. Tapi sepertinya ia memang belum beruntung.

“Lalu apa itu… aku??” tanya Donghae lagi sambil menunjuk character chibi yang dibuat Narin.

Narin lagi-lagi mengangguk malu melihat hasil karya buatannya. Tadinya ia berniat membuat character chibi itu mirip chibi-nya Donghae yang sedang duduk diatas cupcake. Namun yang ada malah character chibi yang mirip makhluk entah apa yang sedang tergeletak tak berdaya diatas cupcake, karena tak juga bisa duduk tegak berapa kalipun Narin membenarkannya.

Donghae kembali tertawa pelan, kemudian mengambil beberapa lembar tissue dari atas buffet dan mulai membersihkan rambut Narin dari cream warna-warni yang menempel, begitu juga dengan yang ada di pipinya. Senyuman tak lepas dari wajahnya.

“Kenapa kau terus tertawa??” tanya Narin penasaran.

Donghae mengangkat kedua bahunya, “Kenapa aku tidak boleh tertawa? Aku sedang senang. Tentu aku harus tertawa.”

Narin menyerah dan membiarkan Donghae terus tersenyum, “Apa kau mau kita—??” tanyanya sambil mengacungkan lilin yang tadi sempat ia beli.

Donghae memiringkan kepalanya dan mengangguk sambil lagi-lagi tersenyum, senyum kesukaan Narin.

Narin pun beranjak mengambil pemantik api dan mulai menghidupkan lilin dan menancapkannya perlahan disalah satu cupcake jelek buatannya.

Saengil chukahamnida…

Saengil chukahamnida…

Narin melirik Donghae. Tadinya gadis itu berfikir kalau Donghae akan ikut bernyanyi bersamanya. Namun Donghae hanya diam sambil memandanginya masih dengan senyuman. Narin lagi-lagi mencoba mengabaikannya. Mungkin karena ini ulangtahunnya makanya moodnya sedang sangat bagus.

Saranghaneun nae Donghae…

Narin tau ada semburat merah di pipinya saat mengucapkan hal itu.

Saengil chukahamnida…

Narin mengisyaratkan Donghae untuk mengucapkan permohonannya terlebih dahulu kemudian meniup lilinnya.

“Apa kau mau mencicipinya??” Narin ragu-ragu bertanya.

“Tidak.”

Hati Narin langsung mencelos. Tapi tentu saja, Donghae tidak mungkin mau mencicipi cupcake jelek seperti itu kan?.

“Tidak sekarang. Aku harus memamerkannya dulu pada Lee Hyukjae dan membuatnya iri. Dia pasti cemburu berat, Hyora mana bisa membuatkan yang seperti ini untuknya.”

“Kau menyukainya??”

“Tentu saja. Menurutmu kenapa dari tadi aku terus tersenyum? Neomu gwiyewoeunde.”

Donghae tersenyum senang, membuat Narin akhirnya bisa bernafas lega dan ikut tersenyum yang sejak tadi tak bisa ia lakukan.

“Lalu?” tanya Donghae.

“Lalu?” Narin balik bertanya.

“Mana hadiah untukku??”

Narin menggigit bibirnya, “Ah itu…” ucapnya pelan. Ia pun berdiri dari posisi duduknya, mendeham sebentar kemudian berputar ditempat, dengan kedua tangan terangkat dikiri dan kanan. “Jajannnn…” ucapnya sambil tersenyum lebar. “Hadiahmu adalah aku.”

Narin berusaha mempertahankan senyuman lebarnya namun akhirnya menyerah saat melihat ekspresi Donghae yang memandanginya dengan wajah tidak berminat.

Narin pun menghela nafas panjang dengan kedua bahu lesu dan kembali duduk. Wajahnya tampak menderita, “Maaf aku tak punya apapun untukmu.”

Narin menunduk namun berusaha melihat ekspresi Donghae dari sudut matanya. “Aku sudah berusaha mencari sesuatu. Tapi kau kan sudah punya semuanya. Aku tak punya apapun dan tak bisa memikirkan apapun yang bisa kuberikan untukmu. Mianhae Donghae-ya…” ucap Narin sedih.

Keduanya terdiam sejenak, hingga terdengar suara tawa Donghae, “Benar aku punya semuanya. Aku punya kau dan aku punya hadiahku.” Ucapnya sambil mengangkat cupcake buatan Narin dikedua tangannya.

“Itu tak pantas disebut hadiah.” Ucap Narin kemudian berusaha meraih cupcake jelek buatannya itu dari tangan Donghae.

Donghae mengelak dan mengangkat kedua kuenya tinggi-tinggi, menjauh dari tangan Narin yang masih berusaha meraihnya. “Apa yang kau lakukan?? Jauhkan tanganmu dari hadiahku. Jangan berani-berani menyentuhnya. Ini milikku. Walaupun kau yg membuatnya ini hak milikku sekarang.”

Narin memandangi Donghae dan hanya bisa tertawa melihat kelakuannya. “Donghae-ya. Aku sedang serius.”

“Eo.. Aku juga sedang serius. Kau tidak boleh menyentuhnya.”

Narin memandangi Donghae lekat, “Apa mungkin ada sesuatu yang sedang kau inginkan?? Sesuatu yang mungkin menurutmu aku bisa membelikannya untukmu?”

“Hmmm….” Donghae mengetuk-ngetukkan jarinya ke dagu. “Isseo..”

Mwoga??”

“Tidak mahal. Malah tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali.” Ucap Donghae lagi.

Narin menaikkan alisnya, “Eh??”

“Cukup kemari dan peluk aku.” Donghae tertawa sambil melebarkan kedua lengannya.

Narin tersenyum lemah kemudian bangkit dari duduknya dan menyambut kedua lengan Donghae yang terbuka untuknya.

“Kau benar-benar tidak marah Donghae-ya??”

“Bagaimana aku bisa marah? Hadiahku sekarang ada dipelukanku.” Donghae memeluk Narin erat sambil mengucapkannya.

Mianhae….”

Neo… Sekali lagi kau mengucapkannya, aku akan menciummu!!” ancam Donghae.

Namun Donghae tak perlu mengancam karena Narin kemudian mengangkat tubuhnya sedikit dan menarik wajah Donghae mendekat. Kedua mata Donghae terpejam saat bibir lembut Narin mengecup bibirnya untuk beberapa waktu, kemudian melepaskannya.

Mianhae..” ucap gadis itu.

Donghae tersenyum senang, “Itu hadiah yang menyenangkan. Sebenarnya ada berapa banyak hadiah yang kau punya untukku, Yeonng?? Apa ada lagi??”

Narin memukul lengan Donghae pelan membuat Donghae tertawa pelan. “Yeonng… Kau tidak perlu stress memikirkan hadiah apa yang bisa kau belikan untukku. Aku tak butuh barang apapun.“ Donghae kembali memeluk Narin erat. “Yang seperti ini juga bisa disebut hadiah. Begitu juga dengan cupcake-mu. Tak perlu malu, karna aku sangat menyukainya. Kau memikirkan ulang tahunku saja aku sudah senang.”

“Tapi tahun lalu, saat aku berulang tahun kau sampai menghadiahkanku sebuah bintang.” Ucap Narin mengingat hadiah ulang tahun yang diberikan Donghae padanya tahun lalu. Hadiah sebuah bintang, yang sampai kapanpun tidak akan mungkin bisa ia lupakan. “Sementara sekarang aku tak bisa memberikan apapun padamu, membuatku merasa kau itu terlalu baik untukku.”

Aisshh..” Donghae memukul kening gadis itu pelan. “Lupakan hal yang seperti itu. Kau dan aku sama baiknya. Aku menyukaimu karena kau adalah Cho Narin yang baik hati walaupun sedikit galak dan kau menyukaiku karena aku adalah Lee Donghae yang tampan yang punya senyum paling cute yang pernah ada.”

Narin menggeleng, “Tidak. Aku menyukaimu karena kau Lee Donghae punya mata paling indah yang pernah kulihat.”

“Terima kasih atas pujiannya.” Donghae tersenyum lebar. “Hei lihat jam berapa sekarang.” Donghae menunjuk jam dinding di belakang Narin. “Tepat jam segini aku lahir.”

Narin berbalik dan melirik jam dindingnya. “Kau lahir jam 4 pagi?? Geurae?? Pantas saja..”

“Eh??” Donghae menaikkan alisnya. “Apanya yang pantas saja??”

“Kata orang-orang, bayi yang lahir di jam subuh seperti ini pasti anak yang baik.” Jelas Narin.

“Berarti aku anak yang baik??”

Geurom. Lee Donghae adalah anak paling baik yang pernah kukenal.”

Donghae tersenyum lebar sekali, hingga kedua pipinya terangkat tinggi dan matanya hampir membentuk garis lurus. Narin ikut tertawa bersamanya.

“Apa perlu kita menghidupkan lilinnya lagi??” tanya Narin. “Dan menyanyi sekali lagi??”

“Kalau kau tidak keberatan.”

“Tentu saja tidak.” Ucap Narin mantap. “Happy Birthday Lee Donghae.”

-enD-

Nado mianhae Donghae-yaIni dibuat secepat kilat, jadi maaf kalo sama sekali tidak menarik.
But at least, aku sudah membuatnya kan, walaupun sedikit telat… ^^

Dan tentu saja saia tidak tahu jam berapa Lee Donghae lahir. Tanyak emaknya aja tuh di Mokpo, kalo ada yg penasaran..

I love you all chu~~

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

15 thoughts on “[Onespace] You is Enough…

  1. ini manis sekali~~~~ Narin juga udah berani maju duluan buat kissing haha. Donghae seneng banget tuh. dapet cupcake, dapet Narin, dinyanyiin, dicium wuiiiih aku bisa bayangin senyum gajelasnya Donghae disini hahaha

    • Oalah…
      Kalo udh masalah kissing aja, baru dibilang manis.. @@

      Senang dong… Jangankan swnyum gaje, senyum nyengir ala bada juga jangan2 saking senangnya… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s