[OneSpace] Ice cream in the Rain…

An_ice_cream_under_the_rain_by_Fatima_AlKuwari
You know you shouldn’t yet can’t deny…

Merindukan Lee Donghae sama seperti menginginkan ice-cream di tengah derasnya hujan. Kau tahu tak seharusnya menginginkannya, tapi tak bisa menyangkal akan sangat menyenangkan kalau kau bisa mendapatkannya. Setidaknya seperti itulah yang dirasakan Narin.

Gadis itu menengadahkan tangannya keatas, merasakan tetesan air hujan yang mulai datang dan meluncur turun melalui atap biru perpustakaan tempatnya bekerja part-time. Tak butuh waktu lama, hujan deras pun turun menghentikan langkah orang-orang yang hendak beranjak pulang kerumah. Termasuk langkahnya.

Narin menyukai hujan. Tidak. Coret yang itu. Narin mencintai hujan. Jadi bukan rahasia umum kalau ia tidak berteman dengan benda bernama payung. Payung tak pernah menjadi pengisi kekosongan didalam tas sandangnya. Ia lebih memilih berjalan dibawah titik-titik hujan atau menunggu dan berteduh disuatu tempat kalau hujan yang turun terlalu deras.

Gadis itu melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 9 malam. Tepatnya sudah lebih dari 45 menit semenjak jam bekerjanya berakhir. Mungkin kalau hujannya tidak terlalu deras atau kalau hari belum terlalu malam, Narin dengan senang hati menerobos hujan dan mengejar bis pulang kerumahnya. Tapi hujan yang turun lumayan deras, dan hari sudah cukup larut. Lagipula ini adalah hari-hari terakhir di musim panas, yang biasa mereka sebut Malbok. Siang hari akan terasa sangat panas namun hujan deras pasti turun saat malam, dan udara mulai terasa dingin. Narin tidak ingin mengambil resiko menggigil kedinginan dan berakhir kena flu hingga terpaksa absen dari pekerjaan part-time yang belum lama ia jalani.

Dari tempatnya duduk, Narin memandangi orang-orang yang berjalan melewatinya. Hujan turun semakin deras dan orang-orang juga berlari semakin cepat. Ada yang berjalan berpasangan dengan sebuah payung yang digenggam erat. Ada juga yang berlarian tanpa pelindung apapun. Ekspresi mereka berbeda-beda. Ada yang masih bisa tertawa-tawa senang, ada yang menggerutu sambil membersihkan air hujan yang membasahi pakaian mereka, dan ada juga yang menghentakkan kakinya karena sudah tak sabar menunggu hujan berhenti.

Dan disaat-saat seperti inilah Narin begitu merindukannya. Lee Donghae itu.

Lee Donghae itu… bagaikan ice-cream bagi seorang Cho Narin. Satu cup ice-cream setiap hari bisa mencerahkan harinya. Terlalu banyak bisa membuatnya ketagihan. Tapi tanpa ice-cream sama sekali seakan-akan ada yang mencuri kebahagiaannya. Dan merindukan Lee Donghae sama seperti menginginkan ice-cream ditengah derasnya hujan seperti ini. You know you shouldn’t yet you can’t deny, you want it so bad.

Narin sadar betapa susahnya menemui seorang Lee Donghae dari antara padatnya jadwal dan dari berbagai pasang mata yang mengikuti setiap gerak-geriknya. Itu alasan mengapa Narin bersikeras membuat Donghae berjanji agar tidak menjemputnya pulang dari kerja part-timenya di perpustakaan.

Tapi tak ada yang lebih kau inginkan dimalam seperti ini selain kekasihmu datang menjemput dan membawakan payung untukmu. Sama seperti yang dilakukan kekasih Kyungri onnie satu jam yang lalu atau sama seperti yang dilakukan Kyungsoo saat berlari dengan payung ditangannya demi menjemput kekasihnya yang sudah menunggu.

Narin, sama seperti gadis lainnya, juga ingin merasakan hal-hal kecil namun romantis seperti itu.

Narin menggelengkan kepalanya, tak ingin berharap terlalu banyak. Karena bagaimanapun Lee Donghae tetaplah ice-cream untuknya. Terlalu menginginkannya bisa membuat ketagihan. Dan ketagihan bukanlah hal yang baik.

Gadis itu memandangi hujan yang mulai mereda walau hanya sedikit. Ia tersenyum teringat bagaimana ia begitu menginginkan satu cup ice-cream siang tadi, saat matahari begitu menyengat. Ia bahkan sampai mengupload foto satu cup ice-cream strawberry di akun SNS-nya demi menahan seleranya. Mau bagaimana lagi, ia sedang bekerja, bagaimana caranya ia bisa mendapatkan ice-cream.

Mengingat ice-cream membuat Narin kembali menginginkannya. Kalau ia tidak bisa mendapatkan ‘ice-cream’ yang itu, mungkin ia bisa mendapatkan ice-cream yang ini. Mudah-mudahan saja masih ada toko ice-cream yang buka walau hujan seperti ini. Narin tak mengerti kenapa toko-toko ice-cream harus tutup saat hujan. Makan ice-cream saat hujan sama nikmatnya dengan makan ice-cream di musim panas. Jadi kenapa harus ditutup?

Narin bangkit dari tempatnya duduk dan mengancing rapat-rapat coat hijaunya. Gadis itu menyampirkan tasnya dibahu dan menutup kepalanya, siap menerobos hujan. Ia harus mendapatkan ice-creamnya malam ini. Bagaimanapun caranya. Terlalu banyak mungkin bisa membuatnya ketagihan. Tapi kalau tidak sama sekali, rasanya ia tidak akan bisa tidurnya nyenyak malam ini.

Narin melangkah menuju gerbang, ke ujung tempat dimana masih terlindung atap dan siap berlari saat sebuah mobil Hyundai hitam berhenti didepannya dan menghentikan langkahnya. Sang pemilik mobil membunyikan klakson dua kali lalu membuka jendela gelapnya. Narin hanya terpaku melihat wajah tampan dan mata indah dibalik kemudi yang sedang menyengir lebar padanya.

“Yeonng… cepat masuk. Jangan diam saja. Kau bisa basah kuyup.” Donghae berteriak dari balik setirnya.

Narin masih terdiam ditempatnya, belum percaya saat tiba-tiba objek yang sejak tadi hanya ada dalam halusinasinya kini muncul. “Donghae-ya… Apa yang kau lakukan?? Orang-orang bisa— “ Narin melirik ke kiri dan kanannya, memastikan tidak ada orang yang sedang melihat ke arah mereka.

“Sudah kubilang masuk dulu! Lihat, kau jadi basah kan!!”

Narin pun membuka pintu mobil hitam yang asing baginya itu dan masuk ke dalam. Ia menepuk-nepuk tasnya dari tetesan air yang menempel sementara Donghae menyeka wajah dan poninya dengan handuk kering yang ia dapat dari seat belakang.

“Kenapa kau ada disini??” tanya Narin. Gadis itu membuka ikatan rambutnya dan mengeringkan rambut panjangnya yang lembab.

“Menjemputmu.” Jawab Donghae enteng.

Narin berhenti menggosok rambutnya, “Tapi kan kau sudah berjanji tidak akan datang menjemputku. Bagaimana kalau ada yang melihatmu??”

Donghae hanya tersenyum, “Tenang saja. Ini sedang hujan deras Yeonng. Tidak ada orang berlama-lama di luar. Lagipula aku tidak memakai mobilku kan? Aku meminjam mobil manager hyung untuk berjaga-jaga.”

“Lalu bagaimana kau tahu kalau aku belum pulang??” Narin kembali mengeringkan rambutnya.

“Aku kerumahmu dan menunggumu pulang. Tapi bahkan sudah lewat satu jam, kau tak juga datang. Aku bisa menebak kau pasti tidak bisa pulang karena hujan terlalu deras dan karena kau selalu keras kepala setiap kali aku menyuruhmu membawa payung.”

Narin menoleh, menatap Donghae untuk beberapa lama. Bagaimana bisa pemuda dihadapannya ini menebak hal-hal seperti ini dengan begitu mudahnya? Bagaimana bisa Donghae mengabulkan permintaannya bahkan tanpa perlu ia ucapkan? Bagaimana bisa ada orang yang bisa begitu mengerti dirinya seperti itu?

“Kau… Kau marah Yeonng??” tanya Donghae takut-takut. Dipandangi seperti itu membuatnya gelagapan. Terutama melihat ekspresi Narin yang tak bisa ditebak.

Narin akhirnya menarik kedua sudut bibirnya dan tersenyum. “Tidak. Terima kasih karena kau sudah memutuskan untuk datang.” ucapnya tulus.

“Eh??” Donghae terlalu terkejut mendapat jawaban seperti itu. Ia pikir Narin akan marah. Gadis itu terlalu memikirkan tentang fans-fansnya, walaupun hal itu memang harus dipikirkan. Tapi justru Narin lebih memikirkan hal itu dibanding dengan dirinya sendiri. “Kau yakin?? Kau tidak sedang berpura-pura tersenyum lalu nanti tiba-tiba memukulku kan??”

“Tch—pabo..” Narin mendengus. “Aku bilang terima kasih karena kau sudah memutuskan untuk datang menjemputku.”

Donghae menjawab dengan cengiran lebarnya dan mulai menyalakan mesin mobil, “Kau ingin kita membeli ice-cream??”

“Eh??”

“Bukankah siang tadi kau bilang sangat ingin ice-cream? Kita bisa berhenti sebentar dan membelinya.”

“Tidak. Tidak perlu.” jawab Narin.

Donghae memandangi Narin seakan-akan gadis itu sudah gila. Sejak kapan seorang Cho Narin menolak ice-cream. Selama ini selalu Donghae-lah yang melarang gadis itu membelinya. Apa karena sedang hujan? Mustahil. Narin tak pernah tahu kalau ice-cream itu berlawanan kata dengan hujan. Itu tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.

“Wae??” tanya Donghae penasaran.

“Karena aku sudah mendapatkan ice-cream yang kuinginkan.”

-enD-

AnnYeonngiiiiiieeee~~~
Long time no see.. ^_^
Lagi dalam suasana hati ingin beromantis-romantisan bersama abg hae-hae,
dan menyelesaikan ini juga diiringi dengan deras hujan yang turun dan nafsu pengen makan eskrim buavita strawbrry yg mgkin udh hampir sebulan tak lagi mencicipinya..

And a new theme for wp Haelien Home,
maybe I will change the header (not giraffe again) , but later…. *too lazy*

And yesseu,
I MISS YOU ALL…..

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

photocredit:devianart

8 thoughts on “[OneSpace] Ice cream in the Rain…

  1. Ice cream dengan rasa donghae
    Slruuuuuuup yummyyyyyy hahahaha
    Aish mas ikan makin hari makin romantis aja,makin suka deh ma unyuk (loh?)
    Unyuk masih dihatiku sayang kekekeke
    Aku baca twitmu yeong,ada kata tak besuo
    Kamu orang sumatra ya?klu iya sama dung

    • Mauuuuu donkk ice creamnya…..

      Makin romantis plus makin sexy..
      Masa sih masih suka sama unyuk??? Gak percaya ah.. Bukannya unyuk udah lama onnie lempar kelaut?? Kkee~

      Emang yg ngomong besuo cuma org sumatra ya?? O-O *muka polos*

      • Beli dung klu mw ice creamnya hahahaha

        Dan dongdong makin suka topless
        Tu couple bisa gak seh gak sering2 topless
        Makin ngiler neh
        Unyuk udh aku pancing lagi
        Kangen ma dagingnya lol

        Oh daerh lain jg ngomong besuo ya??????
        Ya ampun aku g tw hahaha

      • duitnya doooonkkkk….
        msh mhsiswa bokek….😦

        mas lee dong itu kan pengikut setia lee hyukjae,
        kalo itu myeolchi buka2an, dy juga pasti ikut buka2an..
        nti myeolchi gak pake apapun, dy juga pasti ikutan…
        hahahaha…. ANDWEEEEE!!!!!

        ikan teri??
        bagian mana dari ikan teri yg bisa disebut daging??
        bukannya cuma ada tulang en duri??
        Kyakyakyakya……..

  2. eonnnniiiiii, kenapa manis sekali sih????!!! ><
    Aku kan jadi pgn so sweet-an begitu ama kyuhyun, tapi gak bisa. Hiks..
    Eonni, kecintaan kita sama lho!!! Aku cinta sama hujan dan ice cream juga lho, eon.. *el eonni: gak ada yg nanya -___-
    buat ceritanya, MAAAAANNNNNIIIIISSSSSSSS!!! Semanis wajahku.. Hahahahaha…
    Eonni, ayo sering-sering bikin OneSpace lagi. Aku akan menjadi pembaca setiamu!! cuit cuiw!!

    • Aku?? Manis??
      Kyaaaaaaa….. Kok tau sih??!! *wink*

      Kenapa gk bisa so sweet-an ma kyu?? Langsng tarik aja orgnya masuk kamar.. Hahaha..*yadong mode on*

      Bagus donk kalo sama. Brarti saya masih normal. ^^

      Lho?? Bukannya tadi bilangnya semanis aku yah?? Plin plan nih.. :-C

      Kalo udah bilang harus janji lho.. Beneran sering mampir kesini yah..

      Gomawooo~~~😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s