[Drabble] The Sun Fall Into The Sky…

 
aaa copy
Donghae ingin hujan turun malam ini.
Ia tidak menyukai hujan.
Tapi gadis itu…
Gadis itu menyukainya…

“Kenapa kau suka hujan??”

“Apa kau tidak merasa kalau suara hujan itu sangat romantis? Sangat… menarik??”

“Tidak.”

Gadis itu memandang Donghae tidak percaya, “Kenapa tidak Hae??”

“Karena hujan artinya basah dan dingin.” ucap Donghae pelan. “Dan hujan bisa membuatku sakit.”

Donghae merapatkan jaket hijaunya. Kakinya melangkah mundur menghindari tetesan-tetesan air hujan yang terbawa angin mencoba mendekati dirinya. Bibirnya mencebik kesal. Padahal ia sudah berusaha berlindung, tapi tetesan hujan tetap saja membasahi sepatu dan kaki celananya.

Gadis itu tersenyum, sebuah ide nakal tergambar di matanya. Ia melangkah maju dan dengan sengaja memijak genangan air didepannya dengan keras.

Donghae membelalak lebar, tak sempat menghindar saat air kotor itu membasahi baju dan celananya. “Apa yang kau—“

Gadis itu tertawa lebar dibawah hujan. Tangannya menari-nari kegirangan. Donghae terpaksa harus basah kuyup dari atas kebawah demi menarik gadis itu kembali kebawah halte bus tempat mereka berlindung sejak tadi.

Donghae menyesal tak ikut tertawa bersama gadis itu.

 ……

Donghae tak suka orang tahu isi hatinya.
Tapi gadis itu selalu memaksanya bicara.
Gadis itu selalu jadi pendengarnya.

….

“Apa yang sedang kau lakukan Donghae-ya??”

“Tidak ada.”

“Tapi kau sedang menulis.”

“Bukan hal penting.”

“Kenapa kau menulis??”

“Apa salahnya menulis??”

“Karena mungkin, lebih baik mengatakan saja isi hatimu.” ucap gadis itu. “Apa itu sebuah surat??” tanyanya lagi.

“Walaupun ini sebuah surat, ini bukan untukmu. Urus saja urusanmu!”

“Dasar pelit!!” Gadis itu pun berlalu dengan bibir mengerucut.

Donghae benci saat hati dan bibirnya tak sejalan.

 …

Gadis itu sangat menyukai hujan. Itu artinya ia tidak suka matahari.
Tapi entah kenapa senyumnya mengingatkan Donghae pada padang luas penuh bunga chrysan warna-warni yang sedang bermekaran.


Donghae duduk-duduk dibawah pohon besar diatas bukit kecil yang ada dibelakang rumah mereka. Langit cerah, ia ingin menghabiskan waktunya menikmati pemandangan bukit yang indah. Ia mengumpulkan bunga-bunga liar yang tumbuh disekitar tempatnya duduk. Tanpa sadar tangannya bergerak membentuk sebuah rangkaian bunga yang indah. Saat itu terdengar langkah kaki orang yang sedang berlari dan suara nafas yang terengah-engah.

“Hae-ya!!!”

Tanpa berbalik Donghae tahu gadis itulah yang datang.

“Akhirnya aku menemukanmu!!” seru gadis itu. Kedua tangannya bertumpu pada lutut, nafasnya terengah-engah karena berlari menaiki bukit. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?”

“Aku mengikutimu.” Ucap gadis itu tanpa malu-malu, seakan-akan itu adalah hal yang sangat wajar.

“Bodoh..” ucap Donghae.

Gadis itu tidak mendengarkan, karena tiba-tiba saja ia berteriak, mengagetkan Donghae, “Kyaaaaa….”

“Ada apa denganmu? Jangan berte—“

“Hae-ya… cantik sekali. Apa itu untukku??” Gadis itu lagi-lagi tak mendengarkan. Ia justru mengulurkan tangannya pada Donghae sambil memandangi sesuatu yang Donghae pegang dengan mata berbinar-binar. Rangkaian bunga yang tadi dibuatnya.

 “Tidak.”

Perasaan kecewa langsung muncul diwajah gadis itu, tapi hanya sekilas, karena matanya kembali berbinar-binar. “Kalau begitu, apa boleh untukku saja?”

“Tidak.”

“Kumohon~~” Gadis itu memohon

“Tidak. Kalau kau mau buat saja sendiri untukmu.”

Donghae memaki dirinya sendiri. Dari tempatnya duduk ia bisa melihat gadis itu memetik bunga-bunga ditengah bukit, sambil bersenandung pelan. Senyum tak pernah hilang dari wajahnya.

 

Donghae ingin langit cerah penuh bintang malam ini.
Gadis itu menyukainya.
Ia…. Juga.

 

“Sampai kapan aku harus duduk disini??” Donghae menggerutu sambil merapatkan jaketnya. Ia tidak tahu kalau gadis itu memaksanya keluar dari rumah hanya untuk duduk di bukit kecil yang ada dibelakang rumah mereka.

“Sebentar lagi. Lihat!!” Gadis itu menunjuk keatas, kea rah langit malam yang penuh bintang. “Bukankah semuanya ini sangat indah? Aku tak bosan-bosan melihatnya. Bukan begitu, Hae-ya?”

“Biasa saja.”

Donghae berbohong. Langit malam ini jelas sangat indah. Bintang-bintang terlihat berpendar dilangit yang luas. Ia juga sangat menyukainya, hanya saja tak ingin mengakuinya.

“Apa kau begitu menyukai langit??”

Gadis itu mengangguk. “Eung. Kau mau tahu alasannya?”

Donghae hanya mengangkat bahunya, berpura-pura tidak terlalu tertarik.

“Karena aku berasal dari sana.”

Donghae menyipitkan matanya, memandang gadis itu tak percaya sambil mendengus, “Kau sedang mendongeng? Kau mau bilang kalau kau itu seorang malaikat atau peri begitu? Atau mungkin alien dari planet lain?”

Gadis itu tertawa kencang, “Dasar Lee Donghae konyol!”

Donghae menaikkan sudut bibirnya, tak suka ditertawakan.

“Kau tahu namaku kan? Cho Narin. Narin.” Gadis itu menekankan saat mengucapkan nama belakangnya. “Narin itu artinya anak dari langit. Itu kenapa aku sangat menyukai langit. Karena aku berasal dari sana.”

Gadis itu terkikik geli mendengar kata-katanya sendiri kemudian tersenyum dan kembali memandangi langit diatasnya.

Donghae menoleh sedikit, dari sudut matanya ia memandangi gadis itu. Matanya yang indah bersinar seperti bintang yang sedang berpendar diatas sana. Wajah manisnya tampak indah ditimpa sinar bulan. Dan gadis itu… gadis itu seakan punya cahaya sendiri yang menarik orang untuk mendekatinya. Mungkin benar gadis itu berasal dari sana. Donghae tersenyum, tanpa sadar termakan ucapan konyol gadis itu.

Gadis itu tiba-tiba berbalik, membuat Donghae dengan cepat menjatuhkan tatapannya pada rumput-rumput dibawah kakinya.

“Apa kau tidak menyukainya, Hae-ya?”

“Eh?”

“Langit itu, apa kau tidak menyukainya?”

“Suka… Aku sangat menyukainya.”

Donghae tak tahu kapan ia bisa mengucapkan kata-kata itu dengan benar.

 

Ada hal yang sangat ingin Donghae ucapkan.
Tapi ia tidak punya keberanian melakukannya.
Tapi gadis itu…
Gadis itu mengucapkannya begitu saja.

 

“Hari ini cerah Donghae-ya. Kau sangat suka matahari bukan? Ayo bermain di bukit.”

“Aku sedang tidak ingin ke bukit.”

“Kalau begitu ayo pergi makan!”

“Aku tidak lapar.”

“Es krim disitu enak. Ayo kesana!”

“Aku tidak haus.”

“Kalau begitu ayo berteduh di pohon besar itu. Disini terik sekali.”

Donghae memalingkan wajahnya. Ia tidak suka setiap kali gadis itu mengeluh karena matahari.

“Tidak. Aku ingin disini saja.” ucap Donghae menarik tangannya dari gadis itu.

“Ayo berlindung saja. Mataharinya terlalu panas hari ini.”

“Tidak. Aku suka disini. Kau tahu kan namaku Lee Donghae. Hae artinya matahari. Aku suka matahari dan aku tidak akan menghindarinya.”

“Apa kau begitu menyukainya??” goda gadis itu. Jari telunjuknya menusuk-nusuk pipi Donghae.

“Geurae. Aku sangat menyukainya. Wae?? Kau tidak suka?? Ya sudah kalau begitu!!” Donghae kembali memalingkan wajahnya kesal.

Gadis itu tertawa renyah, “Konyol. Bukankah aku begitu menyukaimu??”

Donghae benci saat tak tahu bagaimana menyembunyikan wajahnya yang memerah.

 

 -enD-

 

Pertama kalinya bikin ff kayak gini.. Inikah yang disebut drabble??    En saia suka posternya, kiyewoo~~ Butuh waktu yg lebih lama untuk buat poster ketimbang bikin ceritanya.. But, i like it ^^

Eniwey, nama Narin memang berarti a child from the sky dalam bahasa Koreanya. Awalnya untuk membuat karakter kekasih Lee Donghae itu udah terpikir, tapi yg paling susah itu mencari nama yg pas. Saia pengen nama yg belum terlalu sering dipakai di ff orang lain. Ada banyak nama tapi tetap aja gak srek..

Tapi tiba-tiba teringat cewenya Shindong oppa, Nari onnie. En langsung lah muncul nama Narin ditambahi marga Cho karena karakternya yang terkadang berubah kalau dekat Kyu. En cari sana cari sini sangat sulit menemukan nama Narin dipakai di ff, yang ada 1 ato 2 dalam bhsa inggris. Dan diputuskan lah nama Cho Narin sebagai kekasih Lee Donghae.

Beberapa bulan berikutnya, iseng2 nyari arti nama Narin, dan hasilnya bikin kaget karena bisa kebetulan sekali dengan karakter yang kubuat, gadis penyuka segala hal tentang astronomi terutama langit. Mungkin emang jodoh kali ya?? Heheheh… Eniweys ~ Bye…

 

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

 

4 thoughts on “[Drabble] The Sun Fall Into The Sky…

  1. Wuah artinya indah ya
    Aku pikir kamu asal ngarang or comot dimana gtu hahaha
    Tapi knpa cho hahaha

    Karakter hae disini jd cow yg sok cool amat sangat gak pantes
    Kan aslinya csanova gtu
    Sering ngumbar kata love dan badannya eeeerrrrrr
    Trutama badannya tu ckckckck
    Suruh dy pake baju ah ntar masuk angin loh lol

    • Emang pertamanya asal comot, eh gak ding, mirip nama Nari onnie..
      setelah beberapa bulan kemudian baru dapat artinya..
      jadi senang gimana gitchuuu lhoo..

      kenapa cho??
      kan dah dibilang, si Narin berubah kelakuannya kalo udah dekat tuan Cho..
      yang tadinya gadis baek2 en polos, jadi evil en usil berkat ajaran tuan Cho.

      lupakan lee donghae yang suka ngomong I love you sama semua cewek yang ditengoknya…
      dia disini lee donghae yang cakep en cool..

      entah itu, udah aku suruh jangan buka2 baju..
      nti aku nggak mau lagi ngerok’in, dy masih aja ngeyel..
      emang dasar tu ikan jelek..

  2. Hah polos trus berubah usil krn cho
    Pa kbarna dgn nama cho yg lain hahaha

    Tw ich dy sng bgt ngumbar love n beautiful
    Ah g mw cment lbih cz tatut lol
    Klu privat bslah ak kluarin unek2ku
    Kerokin?
    Wkwkwk bkin gmbarna muka ikan ya
    Kan unyu2 tuh

    • Maksudnya, karena mereka sama setannya, jadi samakan aja marganya..
      gitchu lho..

      komen aja lagi onnie, ngapai takut..
      ini kan Haelien Home ku…
      Rumahku, bebas mau ngomong apa juga, gak bakal boleh ada yg larang..
      *kecuali ngomongin yadong *winkwink

      entah tu, ada liat cewek jidat licin aja, langsung bilang I love you..
      i will come to your dream. deelel… Dasar ^^”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s