[OneSpace] Hungry~~

hungry copy

“Yeonng… Aku lapar~~” Lee Donghae merengek sambil mengelus-elus perutnya yang six-pack.

Minggu sore yang tenang. Lee Donghae memutuskan bersembunyi di rumah Narin setelah berhasil melarikan diri dari jadwal latihan bersama member Super Junior yang lain untuk persiapan Super Show 5 yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Ia datang dengan harapan Narin tidak sibuk dan bisa menemaninya. Namun Donghae lupa kalau ini adalah hari Minggu.

Dan hari Minggu adalah waktu yang digunakan Narin untuk mengerjakan tugas-tugasnya yang diberikan selama seminggu penuh.

“Yeonng… Aku lapar~~” ulang Donghae.

“Aku sedang sibuk Donghae-ya..” jawab Narin tanpa mengangkat kepala dari tumpukan kertas-kertas dan buku dihadapannya. “Makan saja roti yang ada diatas meja.”

Donghae berjalan kedapur dengan bibir mengerucut. Ia mengambil selai strawberry dari dalam lemari es, sehelai roti dari atas meja dan mengoleskannya. Sesekali matanya mencuri pandang kearah Narin yang matanya seakan-akan sudah menempel pada kertas tugasnya.

Donghae menggigit rotinya, wajahnya tampak benar-benar mengenaskan, seperti orang kelaparan. Ia berjongkok disamping Narin sambil memperhatikan apa yang sedang dikerjakan gadis itu.

“Apa yang kau kerjakan??” tanya Donghae penasaran.

“Paper-ku. Aku harus mengumpulkannya besok.” jawab Narin lagi-lagi tanpa mengangkat kepalanya.

“Apa ada yang bisa kubantu??”

“Cukup duduk tenang dan jangan menggangguku, itu akan sangat membantu. Dan disitu ada kursi kosong, kenapa harus menempel padaku??”

Donghae kembali mengerucutkan bibirnya, “Tapi aku lapar~~ Apa tak ada yang bisa kulakukan agar kau cepat selesai??”

Narin meletakkan pensil mekaniknya dan memandang Donghae, “Tidak. Kecuali kau mau memanggil Kyuhyun oppa kemari membantuku. Atau mungkin Siwon oppa juga boleh.”

Donghae menggaruk pipinya yang tidak gatal. “Err… Kalau itu sepertinya tidak bisa….”

“Wae?? Karena kau baru saja melarikan diri dari jadwal latihan??”

“Bagaimana kau tahu??” tanya Donghae terkejut.

Narin mengacungkan ponsel yang sejak tadi ada didekatnya, “Eunhyuk oppa mengirim pesan, menanyakan apa kau ada bersamaku atau tidak.”

Donghae yang tertangkap basah, tidak tahu menjawab apa dan hanya bisa menyeringai lebar.

“Jangan seperti itu Donghae-ya… Oppadeul bisa-bisa mengira kalau aku yang memaksamu datang dan membuatmu bolos latihan. Mereka bisa saja mengira aku memberi pengaruh jelek padamu.” Omel Narin.

“Tenang saja. Mereka tidak akan berpikiran seperti itu.”

“Tentu saja.” Jawab Narin cepat. “Mana mungkin aku yang manis ini memberimu pengaruh jelek. Kau saja yang malas latihan.”

Donghae mendengus mendengar ucap narsis gadis itu, namun kembali teringat perutnya yang lapar. Sehelai roti yang tadi dimakannya tidak memberi pengaruh apapun. “Yeonng~~ aku benar-benar lapar..”

“Order saja.”

“Aku tidak suka makanan order.”

“Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang memasak??”

Donghae memasang tampang memelas, “Aku mana bisa memasak.”

“Gotjimal!!” Narin berseru. “Bukankah saat Lee Minhyuk datang kau yang memasak untuknya??”

Donghae mengerutkan keningnya, “Minhyuk?? Lee Minhyuk?? CNBlue? Ottokhe arra??”

“Sukira. Saat mereka jadi guest, Minhyuk bilang setiap kali dia datang ke dorm, kau memasak untuknya.” Jelas Narin. “Sampai-sampai Sungmin oppa cemburu, karena sekalipun kau tak pernah memasak untuknya.”

“Sungmin hyung cemburu??”

“Eo… Kalau kau lihat wajahnya, kau pasti tau kalau dia cemburu berat. Bagaimana bisa kau memasak untuk orang lain, tapi tidak untuk hyungmu sendiri??”

Donghae terdiam, menelaah informasi yang baru diterimanya. Narin memperhatikan raut wajah Donghae dan tersenyum. “Wae?? Kau merasa bersalah sekarang??”

Donghae mengangguk, wajahnya terlihat sendu, membuat senyum Narin semakin lebar namun cepat-cepat ia tutupi. “Kalau kau merasa bersalah, sebagai gantinya kenapa kau tidak memasak saja sekarang?”

Donghae bangkit dari duduknya dengan lesu, “Arrass— Mwo?? Ya!! Kau mempermainkanku?” ucapnya tiba-tiba setelah tersadar.

“Wae?? Aku juga lapar~~” ucap Narin. “Aku lapar, kau lapar. Aku sibuk, kau tidak sibuk. Bukankah itu artinya kau yang harus memasak??” ucap Narin dengan pernyataan penuh logika.

Donghae memajukan bibirnya, “Tapi kan tadi—–“

“Wae??” potong Narin. “Apa kau juga tidak mau memasak untukku?? Apa kau hanya memasak untuk Minhyuk seorang?” Narin memasang tampang terluka, yang tentu saja hanya akting.

“Aissh…” Donghae mengacak rambutnya, berjalan kedapur, tak sempat melihat Narin yang tersenyum penuh kemenangan dibalik punggungnya.

Setengah hati Donghae mengambil sebungkus ramen dari dalam lemari. Tangannya mulai sibuk dengan panci dan merebus air. Sesekali matanya melirik kearah gadis yang sudah berhasil mengelabuinya itu, kemudian bibirnya mulai mengomel panjang. Padahal ia datang karena ingin makan masakan Narin, tapi kenapa sekarang justru dia yang harus memasak untuk bocah tengik itu?

Namun tak lama, sebuah senyuman terkembang diwajahnya. Ramen yang dimasaknya tampak sangat bagus dan menggoda. Tak seharusnya ia meragukan kemampuannya. Ternyata ia punya bakat alami dalam hal memasak. Narin pasti terkejut mencicipi ramen buatannya. Mungkin ia juga harus memasak untuk Sungmin dan member lainnya. Mereka pasti akan sangat senang.

“Jjann~ Ramennya sudah datang. Donghae berseru sambil membawa baskom berisi ramen buatannya dan meletakkannya diatas meja. Narin dengan cepat mendekati Donghae dan duduk didepannya. Donghae membuka tutupnya dan keduanya tersenyum lebar dengan mata berbinar-binar.

“Hmm~~ Massigetta~~” Narin menjilat sumpitnya sambil matanya tak lepas dari mangkuk ramen didepannya.  Narin memasukkan sesuap penuh ramen kedalam mulutnya. Namun 3 detik kemudian ia berhenti mengunyah dan langsung menelan seluruhnya mengeluarkan suara batuk yang tertahan.

“Wae?? Wae?? Tidak enak??” tanya Donghae penasaran.

Narin menyeringai dengan senyum palsu, mengacungkan jempolnya. “Mashitta… Cobalah..”

Donghae memasukkan sejumput penuh mie kedalam mulutnya, namun dalam sekejap langsung memuntahkannya lagi sambil terbatuk hebat, “Kau membohongiku!!!” serunya setelah meneguk segelas air.

Narin mengangkat kedua bahunya tak perduli. “Aku hanya menghiburmu.”

Donghae mendorong piringnya menjauh, ”Aku tak mau makan lagi.” Rajuknya dengan bibir maju. Ia pun berguling dilantai sambil menekuk lututnya. Persis seperti anak kecil yang mengamuk karena tidak dibelikan mainan. “Aku tak menyangka punya kekasih yang begitu kejam.” Ucapnya memasang wajah sedih. “Aku kan lapar. Apa sesusah itu memasak untukku??”

Narin meletakkan sumpitnya keatas meja, “Aissh.. arrasso.” Ia pun berjalan kedapur dan mulai mengikat apronnya, mengeluarkan semua bahan-bahan yang diperlukan dari dalam lemari es dan mulai memasak. Narin memutuskan memasak kimchi jigae, masakan yang paling cepat dan mudah.

***

Narin meletakkan dua mangkuk kimchi jigae yang masih mengeluarkan uap panas ke atas meja. Ia memandang Donghae yang tersenyum lebar seperti anak kecil. Bola matanya yang berbinar-binar tak luput dari penglihatan gadis itu.

“Meogo!!”

Donghae menyeringai lebar melihat makanan yang tersaji didepannya. Perutnya yang kelaparan sejak tadi mulai bergejolak, “Yeonng~~ aku tak menyangka punya kekasih yang begitu baik hati sepertimu… Jalmeogoseumnida~~” ucapnya riang.

Narin hanya mendengus, “Tch—beberapa saat tadi kau mengatai ku jahat, tapi setelah melihat makanan sekarang kau memujiku, eh??”

Donghae tak merespon, terlalu sibuk menjejalkan makanan kedalam mulutnya. Narin hanya bisa memutar bola matanya dan ikut makan.

“Donghae-ya…”

“Hmm??”

“Sebenarnya apa yang Minhyuk itu katakan setelah mencicipi masakanmu?? Apa dia bilang enak??”

“Eung.” Donghae mengangguk bangga. “Dia bilang, ‘Gomawo hyung~ Masakanmu enak sekali.”

Narin memandang Donghae tak percaya, “Dia pasti sangat pintar berbohong.” bisiknya.

-enD-

 

Saia sedang galau… Dan cara mengobatinya ya bikin ff gak jelas sambil membayangkan tingkah konyol hae-hae… Jadi selamat membaca ff gak jelas.

And… setelah kemaren si monkey oppa, sekarang giliran itu alien jelek yang ikut-ikutan buka-bukaan..
Actually, I don’t really like it, and his hair too, doesn’t suit my like.. But, what can I say..

En lucu rasanya liat reaksi Sungmin saat tau Donghae memasak untuk orang lain. He’s definitely jealous.. Poor Sungmin oppa!!! **

Bye…

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

6 thoughts on “[OneSpace] Hungry~~

  1. *jitak hae
    Masa minhyuk dimasakin eh hyung nya g pnah
    *poor umin oppa
    Mungkin hae kasian ma minhyuk cz bdannya kecil jd dimasakin deh
    Umin kan dh gede lol

    Hae mw nyaingin unyuk pamer absnya hahaha
    Tatto nya,absnya,rambut kakek2nya sesuatu bgt kkkkkk
    Duuuuuuh nonton eunhae mah rasanya rawrrrrrrrrrr

    • heeh..
      lucu liat mukanya sungmin yg cemburu, kyeopta..
      si hae-hae, kejam amat itu sama hyungnya..

      si minhyuk kecil?? kecilan lagi sungmin dari dia..

      geli2 gimana gitu liat dia buka2 gitu..
      paling gak keren ya rambutnya itu,
      sumpah gak imut bgt tu rambut..
      I love rambut itamnya….

  2. Aigo, Hae-nya childish banget. Itu bibir jangan dimonyong-monyongin Hae, minta dicium itu artinya. Ckckckc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s