[Oneshot] Waiting…

.Ill-Be-Waiting-For-You

..

It’s drizzling here…

Where are you… Where are you…

I’m all alone still waiting for you…

 

Hari ini gadis itu memakai syal tebalnya. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai menutupi telinganya yang memerah menahan dingin. Di bangku taman itu ia duduk sendiri. Tempat yang sama, alasan yang sama. Hari ini juga ia akan menunggu. Berharap orang yang ia tunggu memutuskan untuk datang menemuinya hari ini.

Di pipi gadis manis itu tersungging sebuah senyuman. Senyuman yang tak seharusnya muncul di wajahnya. Karena kalau ia berpikir dengan benar, sebenarnya ia tak punya alasan untuk tersenyum.

Hari ini juga ia duduk sendiri, menahan dingin berjam-jam hanya dengan sebuah harapan agar penantiannya tidak sia-sia. Untuk semua alasan itu tidak seharusnya ada sebuah senyuman. Tapi tidak untuknya. Ia bahagia. Menunggu seperti ini masih memberikannya kebahagiaan.

“Apa yang kau lakukan disini??”

Gadis itu tersentak kaget namun dengan cepat tergantikan dengan sebuah senyuman. Gadis itu tersenyum. Suara itu, suara yang ia tunggu. Suara yang ia yakin, walau hanya sedikit, tapi ia yakin akan datang menemuinya hari ini.

Dari balik punggungnya, gadis itu menoleh. Lagi-lagi tersenyum melihat ekspresi yang terpampang diwajah pemuda tampan itu.

Dengan kedua tangan tersimpan di saku celana jeans gelapnya, pemuda itu berdiri canggung beberapa meter dibelakang bangku taman yang diduduki gadis itu. Wajahnya dipalingkan, memandang kesegala arah kecuali kearah gadis itu.

“Kau datang. “ ucap gadis itu lega. Kedua sudut matanya tertarik membentuk eye-smile yang membuat gadis itu terlihat semakin manis.

Pemuda tampan itu menaikkan kedua bahunya, masih bersikeras tidak mau memandang kedepan. “Aku tidak datang menemuimu.”

Gadis itu cepat-cepat menutup mulutnya, berusaha menyembunyikan tawa yang hampir tak bisa ia tahan, membuatnya mengeluarkan suara desis aneh. Entah mengapa ucapan dingin pemuda itu tidak membuatnya terluka, namun  sebaliknya justru membuatnya tertawa.

“Kenapa kau tertawa??” Pemuda tampan itu memalingkan wajahnya, menatap gadis itu dengan menyipitkan matanya. “Aku bilang, aku tidak datang untuk menemuimu.” decaknya.

“Arrayo~.” jawab gadis itu, memilih mengalah.

Pemuda itu berjalan dengan gerakan lambat. Mencari tempat untuk duduk yang sedikit jauh dari gadis itu namun tak menemukannya. Mau tak mau ia pun duduk disamping gadis itu, walaupun masih menjaga jarak.

“Lalu apa yang kau lakukan disini??” ulang pemuda itu dengan suara datar, berusaha terlihat acuh tak acuh.

Gadis itu menatap pemuda tampan disebelahnya seakan-akan mengatakan kalau pertanyaan itu tak seharusnya ditanyakan lagi, walau ia menjawabnya juga, “Menunggumu.”

Pemuda berambut gelap itu mendengus, “Hhh~ apa kau tak punya jawaban lain?”

Gadis manis itu mengangkat kedua bahunya, “Hanya itu yang kupunya.”

Pemuda tampan itu mendesah, tampak seperti menyerah pada gadis keras kepala disampingnya, “Sampai kapan kau berencana menungguku seperti ini??”

“Sampai aku lelah.”

“Apa saat ini kau tidak lelah?”

Bibir gadis itu bergerak ke kiri dan kekanan, mencoba memikirkan sebuah jawaban untuk pertanyaan itu. Ia diam sejenak, mencoba menyelami perasaannya sendiri hingga menemukan jawaban yang ia suka, “Aku sangat lelah. Tapi kupikir aku masih bisa bertahan.”

Pemuda itu menatap mata gadis disampingnya, mencari sebuah jawaban atas pertanyaan yang sampai saat ini tak juga ia mengerti. “Kenapa kau… menungguku??”

“Karena aku mencintaimu.” Jawab gadis itu tanpa ragu.

Satu detik, dua detik, pemuda itu berusaha melawan kesungguhan yang jelas terpancar dari bola mata indah gadis disampingnya. Di detik ketiga ia memalingkan wajahnya. Bola mata itu berusaha meruntuhkan pagar pembatas yang selama ini ia pasang. Tak ada keraguan. Tak ada kepura-puraan.

Gadis itu tertawa, menertawakan pemuda itu. Tawa yang tak seharusnya muncul setelah kau menyatakan perasaanmu pada orang lain. “Sampai kapan kau akan terbiasa mendengarnya??”

Pemuda itu semakin memalingkan wajahnya. Seharusnya wajah gadis itu yang memerah, tapi kenapa justru pipinya yang memanas? Kenapa gadis itu tampak begitu tulus mengatakannya? Membuatnya tak tahu harus berbuat apa. Jelas ia tidak akan terbiasa mendengarnya.

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu seakan itu bukan apa-apa??”

Gadis itu menyibakkan helaian rambutnya yang tertiup angin menutupi mata. Ia tahu selama ini pemuda itu tak pernah menganggapnya bersungguh-sungguh, “Aku hanya berusaha jujur dengan perasaanku.” Gadis itu meletakkan tangan di dada kanannya, merasakan detak jantungnya. “Aku tidak takut terluka. Aku tidak takut menunggu. Karena kalau aku tidak melakukannya, dan memilih menyerah, aku pasti akan menyesal nantinya.”

Pemuda itu berbalik, memberanikan diri kembali menatap bola mata gadis itu. Bukan kali pertama mereka bertemu seperti ini. Bukan kali pertama mereka melakukan pembicaraan seperti ini. Namun yang membuat pemuda itu tak percaya adalah ketulusan dan kesungguhan yang terpancar dari mata itu tak pernah berubah. Sejak pertama.

“’Gadis gila’, mungkin kau sedang memakiku seperti itu dalam hatimu. Tapi aku tak akan menyerah.” lanjut gadis itu. “Aku tak akan memaksamu. Seperti ini cukup untukku. Karena ini sudah membuatku bahagia. Kau juga harus mencari apa yang membuatmu bahagia.”

Bohong. Itu yang terlintas dipikiran pemuda itu. Kalau gadis itu benar-benar menyukainya, bagaimana mungkin menyuruhnya mencari kebahagiaan lain? Dan bagaimana caranya mencari kebahagiaan lain kalau gadis itu membuatnya gelisah dengan terus menunggunya?

Pemuda itu mendengus tak percaya. Kedua tangannya kembali dimasukkan ke saku celana jeans gelapnya, “Apa menurutmu aku bisa pergi begitu saja? Bagaimana caranya aku tidak memikirkanmu kalau kau seperti ini??”

Senyum gadis itu melebar, rambut panjangnya bergerak-gerak dimainkan angin, ”Itulah alasan kenapa aku masih menunggumu. Karena setiap detik yang kau habiskan untuk memikirkanku menambah satu titik perasaanmu untukku.”

“Jangan bodoh.”

“Aku memang bodoh kalau itu menyangkut tentangmu.” Ucap gadis itu lagi-lagi tanpa ragu. Ia berbalik, menelusuri setiap inchi wajah tampan pemuda itu, mengagumi bola mata indah yang telah membuatnya jatuh cinta. Jatuh… cinta.

Dari awal ia tahu, pemuda itu tak memiliki perasaan apapun padanya. Pemuda itu jelas-jelas menolaknya, dan yang ia lakukan sekarang ini adalah hal terkonyol dan ternekad yang pernah ia lakukan dalam hidupnya. Namun untuk hal nekat dan konyol ini, ia bahagia.

“Jangan takut. Saat nanti kau mulai sadar kalau kebahagiaanmu itu adalah aku. Datanglah ke taman ini. Aku pasti masih menunggumu.”

Pemuda itu menyipitkan mata, tak pernah bisa mengerti dengan jalan pikiran gadis yang terang-terangan mengaku menyukainya itu. “Darimana kau mendapat kepercayaan diri seperti itu??”

“Lihat! Bukankah kau datang? Itu artinya kau mulai memikirkanku. Lalu bagaimana aku tidak percaya diri??”

“Sudah kubilang aku tidak datang menemuimu.!!”

Gadis itu tertawa. Wajah pemuda itu membuatnya geli. Persis seperti wajah anak kecil yang sedang membela diri karena ketahuan sedang berbohong.

“Tenang saja. Aku akan menunggu sampai nantinya kau akan menghabiskan seluruh waktumu memikirkanku.”

 -enD-

Pas nulis ini ngebayangin kalo tu cowo Enyuk oppa..
sambil ngebayangin wajah malu-malunya kalo lagi dekat cewe,
plus muka imutnya kalo lagi ngebantah teukie-teukie.. ^_^ Kyeopta…

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

12 thoughts on “[Oneshot] Waiting…

  1. Aku malah gak ngerti spa tkoh dlm ni crta?
    Biasanya seh dpet byngan dr krkter yg kmu crtain,pst g jauh dr sj
    Tp yg skrg aku g nangkep
    Kmu blg ni unyuk?
    Kok g mesum ya lolz
    Mlah sok cool gtu
    Masmon g cck kyk gtu
    Mlah ak pkir itu hae n narin hahaha
    Hei yeong
    Menunggu itu hal plg gak enak loh
    Bkin tokoh cownya yg nunggu cewna nti ya^^

    • pastilah anak sj…
      kalo gak hae-hae ya monkey oppa..
      cuma dua karakter itu yang biasa aku buat..
      *mas epil satu lagi deng*

      gak nangkep??
      itu karna onnie udah gak punya feel lagi ama monkey oppa..
      dia itu gak cuma otak yadong kok..
      kalo aku perhatikan, enyuk tu kalo soal cinta kayaknya bakal serius juga..
      soalnya dia kan sensitif gitu orangnya..
      onnie liat aja kalo dia lagi sedih gitu, kayaknya keren x gitu..
      *orang sedih kok dibilang keren (?)

      emang… nunggu itu gak enak.
      tapi kalo nunggu org yang udah nemplok di hati pasti dengan senang hati dilakuin..
      asal gak nunggu kelamaan aja..
      hehehehe…😀

      • Yeong,kmna aja kok g publish crta baru?
        Mgkn waktu aku baca crta ini sambil mikir yang lain jadi gtu deh
        *ngeles
        Eeeeh walaupun gak ada feel kyk dulu ke masmon tp aku tetep histeris kmrn liat dy di mubank
        Cuman godaan kyuhyun lebih kuat seh
        Jadi banyak fokus ke kyuhyun and L hahaha
        Godaan brondong lol

        Nunggu yg udah nemplok di hati
        Heeeeem itu seh beda lagi kasusnya
        Klu mmg orang yg ditunggu itu pantes ditunggu n dperjuangkan
        Eh kok jd serius gni kkkkk

      • Gak kemana-mana kok..
        kan kemaren baru publish yang ini..
        sejak kapan aku update cepat-cepat coba?? *ngaciiirr*

        onnie nonton mubank juga??
        wah enaknya…. cuba bisa bilang,, “I’M JEA to the LOUS”

        hahaha..
        onnie yang bikin jadi serius…
        selagi nunggu ada yang nemplok dihati, kenapa gak hunting2 aja dulu sekalian??
        HAHHAHAH…

      • Nontoh hehehe
        Itu jg dadakan aja jln ke gbk
        G dpt tket ya plg deh eh tnyta dpet n happy deh hehehe
        Ss5 yuks?

      • Hhhh~~
        enaknya….

        ss5?? Doain aja ss5 ina akhir2 tahun ini, mungkin aku dapat ijin.
        tapi kalo dalam waktu dekat ini, well bye2 lah..

        dan trnyata gosip2nya, bakal bulan juni ini..
        jadi itu artinya saya harus mengubur dalam2 mimpi untuk nonton super show…
        TT___________TT

      • Aku,temenku,pcrnya adeku jg berdoa moga2 ss5 abis lebaran aja
        Cz aku takut diomelin omma
        Kan baru kemaren nonton masa udah nonton lagi hikshikshiks
        Kasian dompetku :((((((

        Btw donge n masmon houuuuuut bgt yah
        Ooooh abs abs abs heeeeem
        Kyu jg akhrnya sexy dance kyaaaaaaaaaa
        Kmrn sblm ss5,ak dh ngbyngin andai kyu jg sexy dnce kyk wookmin,eunhae
        Eh tnyta jd knytaan hahahaha
        Tinggal yesung neh

      • mudah2 aja lah tuh ss5 masih lama,
        kalo gak mgkin saia gak bakal pernah nonton super show..
        takutnya abis ss5 ini gak bakal ada lagi super show, tp jgn sampe deh..

        kyaaa…
        saya malas liatnya, pada pamer badan semua…
        pada betato lagi, jadi pada mirip anak geng motor..
        hahahaha

  2. ada lanjutannya kn chingu? gak seru ah klo gantung gini? aku hampir aja mu ngbyangin semua mmber haha tp akhirnya mntok di yeye sbelum chingu blang itu eunhyuk…maunya sih yeye hehe tp eunhyuk bleh jg tuh… malu2 kcewenya itu lho…pas deh hehe

    Rahmi SarangheSUJU

    • Gak ada tuh..
      biasa, ini kan oneshot gantung.. biar yang baca aja yang mikir gimana mau lanjutannya, gimana situasi en keadaannya..

      kalo mau mikir mas yeye juga boleh. aq kan gak netapin siapa sebenarnya, cuma karakter yg kupikirkan itu eunhyuk.

      iyakan??.. bayangin wajah eunhyuk yang malu2 gak mau ngaku gitu, pasti pas bgt..😀

      Gomawoyo Rahmi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s