[OneSpace] New Year Surprise…

proxy-10

It’s the end of December, the beginning of January…
Everyday, Every month, Every years…
With you is always a surprise~

Narin’s dorm, 31 Des 18:00 KST

“Aku pulang…”

Narin masuk kedalam rumahnya dengan lesu sambil dengan susah payah menarik kopernya yang begitu berat. Ia melepaskan sepatunya asal, mencampakkan tasnya begitu saja dilantai, dan menjatuhkan diri diatas sofanya yang empuk.

Eo.. wasseo~” Hyora muncul dari dapur, “Pemanas di kamar onnie rusak, jadi onnie tidur disini semalam. Apa acara tahun barumu menyenangkan??” Hyora duduk mengambil tempat disebrang gadis itu.

Narin mengangguk, “Terlalu menyenangkan justru. Tapi setelah itu, rasanya tulang-tulangku hampir remuk.”

“Memangnya apa saja yang kalian lakukan??”

“Mendaki gunung, bergadang mengamati bintang, lalu mendaki lagi, tidak tidur lagi, ya seperti itulah…” Narin menjawab malas sambil membuka jaket tebalnya.

Narin baru saja pulang dari mendaki gunung Seongju di Chungcheon bersama klub astronominya, Constellation, dalam rangka merayakan acara akhir tahun. Mereka berkemah dan mendaki gunung selama 4hari 3malam. Semua kegiatan yang dilakukan terasa menyenangkan. Di pagi dan siang hari mereka mendaki pelan-pelan sambil menikmati pemandangan alam, dan dimalam harinya mereka mencari tempat beristirahat dan berjaga sepanjang malam mengamati bintang yang tampak sangat jelas dari atas gunung. Tak ada rasa lelah yang terasa saat mendaki. Namun justru saat sudah berada di bus pulang, semuanya mulai datang bersamaan. Tak ada lagi energi yang tersisa. Kepalanya terasa berputar, badannya sakit, dan tulang-tulangnya terasa seperti habis ditabrak bus, kalau kau tahu bagaimana rasanya.

Geurae?? Ahh, irinya jadi anak muda~~” Hyora bergumam.

Narin memutar bola matanya. Semenjak mendapat pekerjaan di butik, Hyora selalu merasa ia sudah tidak lagi muda. Karena menurutnya yang disebut anak muda itu yang bisa pergi keberbagai tempat, bermain dan hangout bersama teman-teman, tidak seperti dirinya. Padahal umurnya dan Narin tidaklah jauh berbeda.

“Ahh, aku merindukan tempat tidurku…” Narin bangkit dari atas sofa dan beranjak ke kamarnya, “Aku tidur dulu onnie..”

“Ya!!Ya!!Ya!! dengar dulu, onnie mau mengatakan sesuatu!!”

Mwoya~??” tanya Narin malas-malasan.

Onnie punya rencana untuk merayakan tahun baru ini..” ucap Hyora penuh semangat. “Kita akan mengadakan surprise party…. Yeahh!!” Hyora bertepuk tangan. Bangga dengan ide miliknya.

Narin diam memandangi Hyora yang tersenyum senang menampilkan eye-smilenya. Tanpa respon apapun, ia masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Hyora yang masih sibuk bertepuk tangan.

“Ya!! Tidak sopan!! Orang tua berbicara tidak didengarkan. Ya!!”

Hyora mengikuti Narin masuk kekamarnya dan memukul paha gadis yang sudah berbaring nyaman diatas tempat tidurnya itu.

“Ya!! Dengarkan aku dulu!”

Onnie… aku benar-benar sangat mengantuk. Tak bisakah kau menceritakan rencana brilianmu itu besok pagi saja?”

“Ya!! Acara tahun baru itukan malam ini. Untuk apa aku menceritakannya padamu besok pagi??”

“Baiklah.. Baiklah.. Aku mendengarkan.” Narin menyerah dan bangkit duduk. “Lalu, apa rencana brilian onnie itu?”

Hyora pun kembali bersemangat, “Onnie punya rencana, bagaimana kalau kita diam-diam membuat acara tahun baru di dorm oppadeul. Jadi waktu mereka pulang nanti, jjajan~…. Surprise, dan kita bisa merayakan tahun baru bersama.” jelas Hyora.

“Apa mereka tak punya jadwal malam ini?” tanya Narin masih tanpa minat. “Bukankah selalu ada acara tahun baru disetiap stasiun tv? Mereka pasti ikut kan?”

“Tidak. Hari ini hanya tinggal acara dari MBC, dan mereka tidak ikut.”

“Dari mana onnie tahu? Apa onnie melihat jadwal mereka?”

“Ani. Aku membacanya dari blog seorang Elf.”

Narin kembali berbaring dan meraih selimutnya, “Kita pergi nanti malam kan? Itu berarti aku masih bisa tidur.. Mmm~~”

“Eeiiiyyy…. Kita masih harus memasak dan menghias ruangan.”

“Memasak?! Menghias?! Ige mwoya!!” pekik Narin.

Hyora menatap Narin dengan pandangan ‘itu sudah jelas kan?’ sambil mengibaskan rambutnya. “Tentu saja. Tahun baru itu harus banyak makanan dan tentu saja harus meriah, jadi kita harus menghias ruangan, membeli terompet dan lainnya..”

“Onnie.. sejak kapan kau jadi seperti ini?? Apa mungkin 4hari kutinggalkan ada setan yang mencuri jiwamu?? Sejak kapan kau jadi gadis yang suka memasak dan membuat surprise seperti ini??” Narin memicingkan matanya menatap Hyora.

“Nado molla~~ Mungkin karena sudah terlalu lama tidak melihat Lee Hyukjae itu, aku jadi terlalu merindukannya, dan berubah jadi gadis aneh seperti ini…”

“Lihat… Lihat… onnie bahkan tak malu-malu mengakui merindukan Eunhyuk oppa.. Aigoo~~” Narin menggeleng-gelengkan kepalanya, seakan-akan mengatakan ‘aku kecewa dengan onnie’.

“Ya!!!! Jangan banyak bicara. Ayo pergi!!”

***

Suju’s dorm, 31 Des 19:00 KST

“Yeonng!! Diam sebentar. Onnie sedang berusaha menempelkan ini!”

Hyora berteriak dari atas punggung Narin, susah payah mencoba menempelkan pita-pita di dinding dorm 12 yang tanpa penghuni, kecuali ahjumonni yang biasa membereskan dorm.

Hyora dan Narin benar-benar membuat surprise party untuk merayakan tahun baru. Sebenarnya Hyora-lah yang bersemangat, sementara Narin ikut karena terpaksa. Dan sialnya ia harus bertugas menjadi ‘tangga’ agar Hyora bisa menempelkan dekorasi pita-pita norak yang sudah disiapkannya. Dan alasan kenapa ia yang harus menjadi ‘tangga’ adalah karena Hyora lebih tinggi dan punya kaki dan tangan yang lebih panjang dari dirinya. Sungguh alasan yang sangat ‘menyenangkan’ untuk didengar.

“Onnie… Onnie ppalli!! Punggungku sebentar lagi pasti remuk….” Narin merintih.

“Sebentar lagi…” Hyora menempelkan pita terakhir dengan selotip ke dinding.

“Sudah kan??” Narin mengerang, menunggu Hyora turun dari punggungnya.

Hyora menepuk kedua tangannya, “Okey..” Gadis itu berdiri didepan hasil karyanya memeriksa apa ada yang harus diperbaiki atau tidak. Dan tersenyum puas.

“Akhirnya~~” Narin menjatuhkan diri ke atas sofa, kepalanya menempel ke lengan sofa. Matanya terpejam berusaha menuju alam mimpi. Namun sepertinya hari ini Hyora belum puas menyiksanya.

“Yeonng…. Jangan bermalas-malasan. Kita masih harus menyiapkan makanan.” pekik Hyora. Tak ada respon. Narin sama sekali tidak bergerak.

Hyora menggoyang-goyangkan bahu gadis itu, “Yeonng~~”

“Onnie.. aku lelah dan mengantuk. Kenapa harus memasak, kita bisa membelinya saja..”  Narin menggaruk kepalanya frustasi. “Kepalaku pusing, tulang-tulangku sakit, dan punggungku pasti akan retak kalau aku memaksa berdiri .”

“Ohh, jangan berlebihan Yeonng. Ppalli… Ppalli.. Penggorengan sudah menunggumu!!”

***

Suju’s dorm, 31 Des 23:25 KST

“Sebenarnya mereka benar-benar datang atau tidak??!” pekik Narin kesal sambil memukul-mukul boneka alien milik Donghae yang ada di pelukannya. Boneka itu sama dengan boneka yang ada dikamarnya, hanya saja milik Donghae masih lebih baik dari miliknya yang sudah tidak berbentuk lagi. Mungkin karena pemiliknya jarang tidur di tempat tidurnya sendiri. Terlalu sibuk dengan jadwal di luar kota atau diluar negeri.

Narin melirik jam di dinding dorm 12. Hanya tinggal 30 menit sebelum pukul 12 tepat dan lonceng tahun baru berdentang, namun penghuni dorm 12 yang ditunggu-tunggu belum satupun ada yang memunculkan batang hidungnya.

Setelah dipaksa memasak berbagai macam makanan –untuk hampir 15 orang– selama hampir 3 jam oleh Hyora, Narin akhirnya menyerah. Seperti zombie yang sedang nyeri tulang, gadis itu berjalan perlahan-lahan ke sofa di ruang tengah dan menjatuhkan dirinya. Semua persiapan untuk ‘surprise party’ norak yang direncanakan oleh Hyora sudah selesai. Yang tersisa hanya tinggal menunggu orang-orang yang mau diberikan surprise. Namun setelah satu jam menunggu belum ada tanda-tanda kedatangan mereka. Dan yang membuat gadis itu semakin kesal adalah Hyora yang terus sibuk dengan mini tab-nya dan mengabaikan keberadaannya.

“Mwo?? Andwe!!” tiba-tiba Hyora memekik, mengejutkan Narin yang sedang berbaring sambil memejamkan matanya. Ia melirik onnie-nya itu kesal namun tidak berkomentar.

“Andwe!! Andwe!! Mereka mana boleh pergi..” Hyora kembali memekik sambil meratapi entah apa yang muncul di minitab-nya.

“Onnie, ada apa sih??” Narin yang tak sabar lagi akhirnya berkomentar. Namun kali ini Hyora yang tidak berkomentar, masih memandangi minitab-nya ngeri. Narin pun meraih gadget hitam milik Hyora itu dan memandangi entah apa yang membuat onnienya itu tiba-tiba berbicara sendiri seperti orang gila.

“Gotjimal..” kata pertama yang meluncur dari bibir gadis itu. Ia pun mengalihkan pandangannya dari minitab hitam itu dan memandangi Hyora meminta sebuah penjelasan.

Narin kesal setengah mati. Padahal Hyora yang bilang kalau Super Junior tidak ada jadwal hari ini. Dan ia walaupun dengan badan yang hampir remuk rela membantu onnienya itu menyiapkan pesta tahun baru yang sudah direncanakannya. Tapi kenapa sekarang justru ada berita kalau Super Junior M sedang buru-buru dalam perjalanan ke Taiwan untuk acara tahun baru juga. Lalu apa arti semua yang sudah dikerjakannya.

“Onnie juga tidak tau Yeonng… Tadi di blog yang onnie baca katanya mereka tidak ada jadwal hari ini.”

“Lalu bagaimana bisa tiba-tiba muncul foto-foto mereka mau ke Taiwan??” amuk Narin sambil mengacung-acungkan benda hitam itu pada Hyora. “Itu lah mengapa onnie tidak boleh langsung percaya dengan fanaccount yang ada. Seharusnya onnie langsung bertanya pada manager oppa..”

Hyora mengangkat kedua tangannya, “Arrasso… Arrasso.. Onnie yang salah. Jangan mengamuk seperti itu. Kau sangat menakutkan.”

“Aisshh… Padahal aku sudah begitu lelah menyiapkan semuanya. Lalu apa yang mesti kita lakukan dengan semua makanan itu??”

“Kita kan bisa menghabiskannya.” jawab Hyora enteng.

“Menghabiskan porsi untuk 15 orang?? Yang benar saja!!” Narin memijit keningnya yang mulai pusing, mencoba meredam kemarahannya. Mau bagaimanapun ia tak pantas mengamuk pada orang yang lebih tua. “Sudahlah. Aku mau tidur saja. Onnie bangunkan aku besok pagi, kalau kita sudah mau pulang.”

“Kau tidak mau menunggu jam 12??” tanya Hyora.

“Tidak perlu. Jam 12 atau tidak, dirayakan atau tidak,  sama saja. Besok tetap tahun baru. Tidak ada bedanya. Aku tidur onnie.”

Narin berjalan kekamar Donghae sambil menyeret boneka alien dibelakangnya, meninggalkan Hyora yang benar-benar merasa bersalah.

***

Donghae’s room, 01 Jan 05:45 KST

Narin mengerutkan keningnya. Sejak tadi ada yang menepuk-nepuk pipinya dan mengacak-acak rambutnya. Perlahan ia membuka kelopak matanya yang masih terasa begitu berat, mengerjap-ngerjap berusaha menyesuaikan dengan cahaya lampu yang menyilaukan.

“Nng~ apa yang kau lakukan disini??” suara serak yang keluar dari tenggorokan gadis itu, menandakan rasa kantuknya yang belum hilang. Ia memandangi lelaki yang menepuk-nepuk pipinya itu dengan mata yang hanya bisa terbuka setengah.

“Apa maksudmu?? Ini kan kamarku.” jawab lelaki itu dengan wajah jahilnya.

“Eo??” Narin menoleh kekiri dan kekanan, memandangi setiap sudut kamar yang tidak begitu familiar dengannya. Tiba-tiba ia tersadar dan tersentak bangkit dari tidurnya.

“Ah Donghae-ya… Mianhae.. Aku tidak sengaja tertidur di kamarmu. Semalam Hyora onnie memaksaku membuat surprise party untuk merayakan tahun baru, tapi… tapi ternyata kalian tidak datang, dan kami tidak mungkin pulang dengan bus tengah malam, jadi kami harus menunggu pagi, dan aku sangat mengantuk.. dan tertidur di kamarmu.. dan.. dan..” Narin mengucapkannya terlalu cepat sampai terbata-bata.

Lee Donghae, sang pemilik kamar terkekeh melihat ekspresi gadis dihadapannya. “Gwenchanna, nan arrayo… Tidak perlu ketakutan seperti itu. Aku senang melihatmu tertidur di kamarku.”

Narin menundukkan kepala, menyembunyikan pipinya yang memerah. “Tetap saja, tidak seharusnya aku tidur dikamar seorang lelaki…” gumam Narin pelan.

“Mworago??”

“Ani..” Narin bangkit dari tempat tidur dan duduk disebuah bangku single yang ada di kamar itu, menjauh dari Donghae. “Bukankah kalian semalam ke Taiwan, lalu bagaimana bisa sekarang ada disini??”

Donghae mengangkat bahunya, seakan-akan Narin menanyakan sesuatu hal yang bodoh, “Kau tau pesawat kan? Satu jam lagi aku bisa ada di Jepang. Tiga jam lagi aku bisa ada di Thailand. Memangnya apa yang tidak bisa..”

Gadis itu mengangguk membenarkan. “Lalu kapan kalian sampai??”

“Err~ sekitar pukul 3 pagi—“ Donghae melirik jam tangannya, namun Narin segera menarik tangannya, ikut memandangi jam.

“Mwo?? Kalian sampai hampir 3jam yang lalu, dan kau baru sekarang membangunkanku??” pekik Narin. “Wae~~ Kenapa kau tidak langsung membangunkanku??”

Donghae yang terkejut melihat ekspresi Narin yang tiba-tiba berubah, langsung berusaha membela dirinya, “Sejak datang aku sudah membangunkanmu. Saat yang lainnya berpesta, aku juga membangunkanmu, tapi kau sama sekali tidak bergerak. Bahkan saat yang lainnya memainkan terompet dan tertawa-tawa kencang kau sama sekali tidak terganggu.”

Kedua mata Narin justru semakin melebar, “Mwo?? Kalian berpesta dan meninggalkanku sendirian??”

“Aniii…” Donghae mencoba menjelaskan. “Aku sudah membangunkanmu, tapi Hyora bilang kau lelah karena mendaki gunung bersama temanmu, dan member lain bilang sebaiknya aku membiarkanmu istirahat.”

“Itu bukan alasan. Kalau ingin istirahat untuk apa aku datang kemari. Aku rela ikut membantu rencana Hyora onnie karena aku juga ingin merayakan tahun baru bersama kalian. Tega-teganya….”

Donghae mendekati gadis itu, meraih tangannya, “Yeonng… jjinjja… Aku tidak berbohong. Aku benar-benar sudah membangunkanmu. Bahkan aku juga membangunkanmu lagi sebelum mereka semua menghabiskan makanan yang kalian siapkan…”

Narin menarik tangannya, “Kalian menghabiskan semua makanannya??” Donghae mengangguk. “Bahkan aku belum sempat mencicipinya. Aku yang memasak, tapi aku tak bisa mencicipinya.”

Narin memicingkan matanya, menatap Donghae yang hanya bisa memajukan bibirnya, “Igeo jinjja nomuhae!!!”

***

“Eiiiyyy~ Berhenti memasang tampang seperti itu.. Aku kan sudah minta maaf.” Donghae melirik gadis yang sejak tadi memasang tampang cemberut disampingnya. Kedua tangannya menempel pada setir mobil. “Walaupun aku tak tahu kenapa aku harus minta maaf.” gumamnya pelan.

Narin, gadis yang memasang tampang cemberut itu tidak berkomentar, hanya menempelkan wajahnya pada kaca mobil milik Donghae.

“Yeonng… Ini hari pertama di tahun yang baru. Kau tidak seharusnya bertampang jelek seperti itu.” lanjut Donghae lagi, kembali melirik kesamping. Satu tangannya bergerak-gerak mengekspresikan yang diucapkannya. “Kan sudah kubilang, sebagai gantinya aku mengajakmu ke Hangang, ke tempat kesukaanmu dibawah jembatan Gimpo. Kita bisa melihat matahari terbit pertama ditahun yang baru. Pasti sangat menyenangkan..”

Donghae mengerucutkan bibirnya karena tak juga mendapat respon, namun akhirnya gadis itu mengeluarkan suara. “Kau janji??”

“Eo??”

“Kau janji pasti akan menyenangkan??” ulang gadis itu.

“Geurom.” Donghae menjawab dengan penuh percaya diri, memandangi Narin dengan pandangan yang bersinar-sinar. “Kita bisa melihat matahari terbit, bisa bermain salju, membuat orang-orangan. Bukankah itu semua kesukaanmu??”

Narin diam sejenak, mempertimbangkan sesuatu. “Arrasso.. Tapi berhenti menoleh kesamping. Tempelkan matamu ke jalan kalau kau ingin kita benar-benar sampai di Hangang.”

***

Narin hanya bisa menghela nafas panjang melihat siapa yang ditemuinya sesaat setelah turun dari mobil Donghae. Dalam hati ia berjanji lain kali ia tidak akan lagi mempercayai apapun yang dikatakan seorang Lee Donghae.

Tepat dibawah jembatan Gimpo, tempat favorit Narin, tempat ia dan Donghae biasa menghabiskan waktu saat jadwal tidak sibuk, berdiri Lee Hyukjae dengan wajah konyolnya melambai-lambai pada mereka. Dengan senyum sumringah yang membuat matanya hanya seperti sebuah garisan pensil, ia berteriak memanggil-manggil ‘kekasihnya‘, Lee Donghae.

“Donghae-ya!!! Ppalii!!”

Lee Donghae seperti anak kecil yang disodorkan permen berlari dengan semangat, wajah tak kalah sumringah, menuju orang yang memanggilnya, meninggalkan Narin dibelakang tanpa mengucapkan apapun.

Narin bukannya membenci Eunhae, ia justru salah satu fans hardcore-nya Eunhae. Tapi tidak disaat-saat seperti ini. Tidak disaat ia ingin berduaan dengan Donghae. Tidak disaat ia sudah begitu lama tidak bisa mengobrol panjang lebar dengan kekasihnya sendiri. Kalau seperti ini apanya yang menyenangkan? Ia hanya akan menjadi penonton acara ‘lovey-dovey‘ Eunhae. Beruntung sekali masih ada Hyora, Shindong dan Sungmin yang juga ikut datang.

“Donghae-ya, kenapa lama sekali? Mataharinya sebentar lagi muncul.” Lee Hyukjae memulai komplainnya setelah Donghae berada pada jarak dengarnya.

“Salahkan itu putri tidur..” Donghae mengarahkan dagunya ke arah gadis dibelakangnya. “Dia terlalu asik mendengkur sampai tak bisa dibangunkan.”

Bola mata Narin membesar mendengar jawaban dari Donghae, dan ia hanya bisa memajukan bibirnya melihat Lee Hyukjae yang mendecak dengan kedua tangan dipinggang sambil memandangnya, seakan-akan ia bocah nakal yang tak pernah mendengarkan nasehat orang tua.

Eunhyuk melirik jam tangannya, hanya tinggal 5 menit dari waktu seharusnya matahari terbit. Ia melambai ke arah Hyora yang sedang asik mengobrol dengan Shindong dan Sungmin. “Shindong hyung! Sungmin Hyung! Hyo~… Cepat kemari!!”

Ketiganya serempak menoleh dan berjalan mendekat. Mereka memandangi hamparan sungai di hadapan mereka, menunggu matahari benar-benar muncul. Walaupun sudah sering mereka datangi, pesona Hangang tak pernah membuat bosan.

“Ohh!!! Wasseo… Wasseo.. ” Shindong berteriak dari balik scarf tebalnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah timur.

“Jjinjja??! Oddie?? Oddie?? Ohh… wasseo!!” Yang lainnya serempak menyahut bersamaan, menoleh mencari-cari ke arah yang ditunjuk Shindong.

Senyum merekah muncul dari wajah keenam anak muda itu. Mereka terkagum-kagum memandangi pemandangan yang indah dan spesial itu. Sebenarnya memandangi matahari seperti ini adalah tradisi yang seharusnya mereka lakukan di Pantai Pohang, ujung paling timur Korea Selatan. Tapi bisa seperti ini saja rasanya sudah sangat menyenangkan.

Akhirnya setelah matahari sedikit lebih tinggi dan setelah mengambil beberapa foto bersama, mereka mulai berpencar. Hyora tiba-tiba saja sudah pergi menjauh bersama Sungmin. Lupa kalau semalam ia bertingkah menggelikan karena terlalu merindukan Lee Hyukjae. Dengan kamera yang menggantung di leher Hyora, keduanya berjalan keliling mengabadikan keindahan Gimpo Bridge. Shindong sudah asik berbicara lewat ponsel dengan Nari yang pulang ke rumah orangtuanya untuk merayakan tahun baru. Dan hanya tinggal Narin yang terjebak bersama Lee Hyukjae dan Lee Donghae. Eunhae.

“Yeonng, tolong ambilkan fotonya. Aku ingin menguploadnya.” Donghae dengan semangat menyodorkan kamera di tangannya pada Narin, tak memperhatikan wajah gadis itu yang sudah mengkerut kesal.

Keduanya berjalan kesana kemari, mencari tempat yang bagus, berpose dengan puluhan gaya, sementara Narin layaknya seorang fotografer harus mengikuti mereka kemana-mana.

“Donghae-ya…” panggil Narin.

“Mm?”

“Lee Donghae!”

“Mm?”

Narin mendecak melihat kedua makhluk yang sedang berdiri berdempetan, sibuk memilih foto-foto mana saja yang akan mereka upload, mengabaikan Narin. Bahkan gadis itu sudah memanggil-manggil Donghae sejak tadi, tapi yang bersangkutan hanya bergumam tanpa menoleh kearahnya.

Narin pun berjalan meninggalkan sepasang ‘kekasih‘ itu. Ia lebih memilih duduk disebuah batu yang ada didekat situ, mengagumi pemandangan yang ada dihadapannya.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, matanya kembali tertuju pada dua orang yang asik saling melempar salju. Keduanya tertawa-tawa bahagia, seakan-akan dunia milik mereka berdua. Entah mengapa hal ini membuat Narin cemburu. Ia merasa dikalahkan oleh Eunhyuk. Ia pun berdiri dan berjalan mendekati keduanya.

“Donghae-ya!!! Donghae-ya!!!” Narin pun berteriak pada Donghae yang sedang berlari menghindari lemparan salju dari Eunhyuk.

“Eo??” Donghae pun balas berteriak sambil berlari menghampiri Narin.

“Aku bosan.”

“Bosan??” ulang Donghae. “Tentu saja bosan hanya duduk-duduk seperti itu. Kau kan bisa bermain denganku dan Eunhyuk.”

“Ah, lupakan.” Narin berbalik dan pergi menjauh. Donghae hanya memiringkan kepalanya lalu kembali pada Eunhyuk.

Tak mau menyerah, Narin kembali mendatangi Donghae. “Donghae-ya!!!”

“Eo??”

“Dingin~” Narin mengeluarkan puppy eyesnya.

“Dingin??” Donghae bertanya dengan nada khawatir. Dalam hati Narin berteriak kegirangan, ternyata Donghae masih memperhatikannya. “Seharusnya kau mendengarkanku. Bukankah aku tadi sudah menyuruhmu berpakaian tebal??” Donghae mulai membuka syal tebal yang dipakainya. Namun segumpal es salju meluncur mengenai bahunya. Saat Donghae menoleh ternyata Eunhyuk yang melemparnya. Donghae pun segera berlari mengejar Eunhyuk, melupakan apa yang sedang dilakukannya. Namun, beberapa langkah kemudian ia berbalik.

“Tangkap Yeonng!!!” Donghae berteriak sambil melemparkan syal yang sudah dilepaskannya. Narin yang tidak siap pun hanya bisa menggertakkan giginya saat syal itu  mendarat tepat di wajahnya.

Narin memutar otaknya, mencari alasan lain memanggil Donghae. “Donghae-ya!!!!!”

“Eo??”

“Aku lapar!”

“Lapar?? Itulah kenapa saat kubangunkan tadi pagi seharusnya kau bangun. Jangan tidur seperti beruang kutub yang sedang hibernasi. Di dekat sini belum ada toko yang buka. Mungkin satu jam lagi mereka buka. Tunggu saja. Ya! Eunhyuk-ah!!! Berhenti berbuat curang.!! Ya!!!”

Dan Donghae lagi-lagi pergi meninggalkannya. Narin pun menyerah. Ia berjalan pergi mencari tempat yang lebih menarik untuk dilihat. Gadis itu pun duduk-duduk di sebuah batu besar yang terlindung dari tumpukan salju.

Sebenarnya apa yang ia harapkan. Tentu saja ia tidak bisa mengalahkan Eunhyuk. Hal menyenangkan apa yang ia harapkan terjadi kalau Eunhae sudah bertemu? Tak ada yang bisa mengalihkan perhatian keduanya. Bahkan sejak tadi Eunhyuk sama sekali tidak mencari tahu keberadaan Hyora yang entah pergi kemana bersama Sungmin. Bermain bersama Donghae terasa lebih menyenangkan baginya.

Lima belas menit atau mungkin setengah jam kemudian, Narin sendiri tidak tahu, saat ia sedang asik memainkan kerikil-kerikil kecil ditangannya, tiba-tiba saja ada yang melompat tepat dihadapannya.

“Kyaa!!! Gabjagiya!!!” pekik Narin saat tahu ternyata Donghae-lah yang melompat kedepannya. Gadis itu langsung berbalik membuang wajahnya.

“Kau marah?” tanya Donghae.

“Tidak.”

“Kau lapar??”

“Tidak lagi.” jawab Narin tanpa menoleh.

Donghae mengerucutkan bibirnya, “Padahal aku punya sesuatu untukmu, tapi ternyata kau masih marah. Kalau begitu aku pergi saja.” Donghae  hendak berdiri namun berhenti saat Narin mengeluarkan suaranya.

“Apa itu?” tanyanya. Wajahnya masih berpaling, walau sudut matanya melirik Donghae.

“Jjajann…” Donghae melambai-lamabaikan sekotak susu Strawberry didepan Narin. Gadis itu hanya bisa memutar bola matanya, ia mengira Donghae akan memberikannya sesuatu yang lebih baik dari sekotak susu, walaupun begitu ia masih menerimanya.

“Gomawo. Apa ada lagi??”

“Ada.” jawab Donghae. Tapi aku hanya akan memberikannya kalau kau mau tutup mata. Narin yang sedang tidak dalam mood, hanya menurut saja.

“Hana… Dul…. Set…” Donghae menghitung. “Open~”

Narin membuka matanya. Didepannya Donghae mengulurkan tumpukan salju yang dipadatkan berbentuk hati. Lumayan bagus, tidak terlalu besar, tidak juga kecil, namun bentuknya sudah mulai menghilang karena mencair. Narin tidak terlalu terkejut atau tersentuh melihatnya, namun yang membuatnya tak bisa menyembunyikan senyumnya adalah wajah Donghae yang sangat lucu. Lelaki yang biasa terlihat tampan itu, sedang menyengir lebar, membuat pipinya naik dan matanya seperti akan  menutup. Neomu kyeopta.

“Heheheh… Hehhehe..” Donghae terus saja menyengir lebar.

Narin mengulum senyumnya, “Kenapa kau tertawa seperti orang gila??”

“Hehehe… Uri Yeonngie.. Saranghae… Saehaebok manhi baaduseyo… (Selamat tahun baru). Berhenti berwajah masam. Tersenyumlah… Heheheheh…. Hehehehe” Donghae tersenyum semakin lebar, layaknya bocah umur lima tahun. Benar-benar cute, ditambah salju berbentuk hati ditangannya.

Detik itu juga, Narin mengaku kalah. Melihat senyum polos Lee Donghae yang seperti itu, membuatnya langsung melupakan semua kekesalannya. Walau ia tidak ingin mengakui, tapi senyuman polos Donghae mampu membuatnya melupakan segala kelelahan dan pengorbanan yang ia harus lakukan sepanjang malam. Lee Donghae sangat pandai membuat orang memaafkannya. Tanpa ia sadari Narin pun tersenyum lebar.

“Arrasso..” Narin menerima salju hati itu. “Lee Donghae, neo-do saehaebok manhi baaduseyo.. Saranghae..” Keduanya tersenyum dan tertawa-tawa.

Seperti itulah cerita akhir tahun seorang Cho Narin. Penuh warna dan penuh kejutan. Namun semuanya terasa menyenangkan. Namun pertanyaan yang harus ia jawab di tahun baru ini adalah, ‘Bagaimana caranya agar tak lagi terperangkap pada senyum polos seorang Lee Donghae?’

Eniwey, Saehaebok manhi baaduseyo~~~

 -enD-

 Udah sejak kemaren dibuat, tapi gak sempat-sempat dipost.
Walopun begitu, selamat taon baru..
January, bai-bye~~

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

6 thoughts on “[OneSpace] New Year Surprise…

  1. Ya ampuuuuuun telat noooooooooooon
    Ak yg ngbaca aja jd ikut jengkel,kesel, n terutama CEMBURU tingkat tinggi
    Eunhae bnr2 mesra
    Oooooh ngirinya
    Tp aku udh g cmburu ma hae gr2 dy ” mesra” ma unyuk
    Aku udh g da feeling lg ma masmon
    Rasa tu hilang
    *aneh
    Btw akhrnya kmu ngepost ff bru jg
    Tp ak krg stju klu narin gmpg luluh gr2 snyum konyolnya bang ikan
    Aku mwnya dy bs bkin hae cemburu
    *evil smirk

    • telat publish emang, udah lama ngerjainny itu aku…
      Hahaha…. aku cemburu liat orang itu kencan terus b2 tahun baru itu, ngiriiiiii….

      apanya yang aneh?? onnie kan emang dri dulu katanya gak ada feel lagi sama.monkey oppa…

      Siapa yang gak luluh liat senyum imut kayak anak kecil gt?? aq aja yg tdinya bad mood jadi senyum2 sendiri..

      Hae-haekuu~~~~

  2. UNNNNNIEEEEEEEEEE I’M BAAACKKKKKKKK!!!!!! Did u still remember me>///<? ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ sesuai janji aku.. aku bakal ttp jadi pelanggan (?) setia reader ff muuuuu<333 walau ga tepat PAS eon ngerilis(publish) nya sih.. ._.v . Dan aku bakal langsung nibggalin coment setelah baca x))) . ㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎ ff ini dpt bnget eunhae moment nya.. lol .malah aku lebih ngarep ,lebih banyak eunhaenya ketimbang cerita narin sendiri.. #dor . Btw aku rinduuuuu eonnnnn ㅋㅋㅋㅋㅋ byebyee dulu yaaa,aku pamit ke ff eon yg lain xD

    • NDEEEEEEEEEEEE…..
      Seharusnya aku yang nanya gitu.. do you still remember me??
      karna udah gak da lagi yg mau komen disini lagi, saya jadi down en kadang malas ngupdate..
      tapi terima kasih udah mau datang lagi kemari..
      hiksss.. hiksss.. saya jadi terharu…😥

      kalo semuanya tentang Eunhae, ini jadi blog tentang Eunhae couple donk?
      Narinnya mau dikemanain?? #buang ke laut

      okeeeee……
      mampir2 lagi yahhhhhhh……

  3. hyahahaha aku ga mungkin lupain eonn xDD
    yah mungkin krna orng kan mikirnya eon jrng update jdi mrka mikirnya pas kesini mngkin eon blm ngupdate lgi u__u
    aku dtng kemari kalo kangen sama ff eon.. hahaha

    iyasih.__. sekali2 aja.. ok ok? kkkk

    okeeehhhh, mianhe baru dibales lagi ;__;; aku lgi libur kenaikan kelas jdi udh bebas dan pertama onlen,wordpress eon yg pertama aku datenginnn~~!! kyahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s