[HyukRaStory] ‘Coz it’s Your Day…

April 3, 2012   10:00 KST, Hyora’s House

“Onnie, kau yakin bisa membuatnya??”

Narin bertanya dengan nada khawatir  pada Hyora yang sejak tadi sudah sibuk membaca  buku resep masakan di meja dapur. Dihadapannya tertata rapi segala macam tepung, gula, krim dan berbagai macam bahan untuk membuat cake.

Hyora mengangkat bahunya, mendesah melihat daftar yang harus dilakukannya. Ia belum pernah membuat cake sebelumnya. Ia memang bisa memasak, tapi untuk kasus membuat cake, itu bukan keahliannya. Kebalikan dengan Narin, yang tidak terlalu mahir memasak, namun bisa mengerti soal masakan pastry.

Molla.., tapi yang terpenting itu usaha kan?? Kalau kita berusaha keras pasti berhasil.” ucapnya berusaha optimis. Ia bangkit bergerak dan meraih apron merah miliknya dan memakainya.

Geuraeyo?? Bukannya yang terpenting itu rasanya ya??” tanya Narin tanpa dosa dari sofa tempatnya duduk.

“Ya!!! Kau menyindirku ya??” Hyora melempar serbet ditangannya ke arah Narin, namun gadis itu mengelak dan tertawa terbahak-bahak.

“Aku bukannya menyindir onnie… Memangnya onnie mau makan kue yang bentuknya berantakan dan rasanya mengerikan tapi dikerjakan dengan usaha yang begitu besar?? Tidak kan??” sambung Narin lagi, kali ini benar-benar menyindir Hyora.

“Ya!!! Jangan membuatku kehilangan kepercayaan diri. Tidak akan mungkin seburuk itu kan??” gumam Hyora ragu. Ia sendiri tidak bisa memastikan bagaimana nantinya cake hasil buatannya ini. Apa nantinya masih bisa disebut ‘cake‘.

“Apa onnie butuh bantuan??” Narin beranjak dari sofanya dan melangkah ke arah konter dapur. Ia menarik buku resep masakan yang sejak tadi ditatapi Hyora dan mulai membacanya satu persatu. Sebenarnya tidak terlalu sulit, ia juga sudah pernah melakukannya. Hanya saja kalau ingin membuat seperti yang Hyora  inginkan, akan sedikit rumit dan butuh ketelitian, karena akan banyak detail di hiasan-hiasannya.

Hyora yang sedang membuka bungkusan krim menggeleng, “Anniya, biar aku saja yang melakukannya. Tugasmu adalah mengawasi, siapa tahu aku melakukan kesalahan.”

“Lagipula kenapa onnie harus membuat ini untuk hadiah?? Ini kan susah. Kenapa tidak yang lain saja, yang lebih simpel dan gampang??”

“Karena aku tak tahu lagi harus memberikan apa untuk ulang tahun orang itu. Ia punya segalanya, dan bisa membeli segalanya…” gumam Hyora lagi. Apa yang tidak bisa dibeli seorang Hallyu Star. Setiap menginginkan sesuatu, ia pasti dengan mudah mendapatkannya.

“Memangnya onnie pikir Hyukkie oppa tidak bisa membeli cake seperti ini?? Ia bahkan tidak perlu mengeluarkan uang. Fans-fansnya pasti akan dengan senang hati mengirimkan untuknya. Yang pasti jauh lebih bagus dan lebih enak dari yang akan onnie buat..”

Arrayoo~~ Tapi setidaknya  aku membuatnya dengan segala usahaku…” balas Hyora optimis. Ia mulai sibuk mencampur berbagai macam tepung dan gula, dan mulai mengaduk-aduknya.

“Hhh- usaha lagi… Apa tidak ada yang lain selain usaha. Memangnya apa bisa buat cake dengan usaha??” Narin menopang dagunya ke meja dapur, menatap ragu ke arah adonan yang dibuat Hyora.

“Ya!!! Bocah kecil. Tolong tutup mulut dan duduk manis saja. Kau hanya diijinkan berkomentar kalau aku melakukan kesalahan..”

Arrasso…” Narin mengangkat tangannya menyerah. “Keundae onnie, apa kalian akan benar-benar merayakannya di taman hiburan??”

Hyora yang sedang sibuk menggaris bawahi list tahap-tahap yang sudah dikerjakannya, mengangguk. “Eung. Dia memaksa. Si bodoh itu, apa dia tidak tahu ini musim dingin?? Kenapa harus di taman hiburan?? Apa tidak ada tempat lain yang lebih hangat??” gerutunya.

Narin mengerutkan keningnya tidak setuju, “Annieyo, di taman hiburan pasti akan sangat romantis. Bayangkan saja onnie kalau Hyukkie oppa menyewa seluruh taman hiburan itu hanya untuk kalian berdua. Lalu kalian bisa naik wahana apa saja tanpa ada orang yang akan mengganggu. Lalu duduk berdua, berpegangan tangan saling menghangatkan. Lalu kemudian onnie diam-diam memberikan surprise cake yang onnie buat ini. Wahh~~ pasti sangat menyenangkan.”

Narin mengucapkannya dengan menerawang. Ia bahkan bersemu merah membayangkan bagaimana romantisnya semua itu. Namun tiba-tiba ekspresinya berubah saat seseorang melintas di kepalanya. “Hhh~ Andai saja si alienbabo itu tidak penakut. Aku pasti akan memaksanya mengajakku ke taman hiburan. Onnie, apa aku boleh ikut??” tanyanya tiba-tiba bersemangat.

Andwe!!” tolak Hyora. “Memangnya apa yang mau kau lakukan disana?? Kalau benar Hyukjae menyewa taman hiburan itu untuk kami berdua, itu artinya kau hanya akan jadi pengganggu jika ikut..”

“Heung… Lalu kapan aku bisa merasakan taman hiburan?? Tak ada yang mau mengajakku kesana!!” rengek Narin. “Apa kita tidak bisa bertukar pasangan saja onnie??”

Hyora yang sedang sibuk memecahkan telur, mendelik, “Shireo.. Kau mungkin memang menyukai Hyukjae-ku, tapi maaf aku sama sekali tidak tertarik dengan alienbabo-mu itu.”

Flashback~~

“Kita  ke taman hiburan saja, bagaimana??”

“Taman hiburan??” pekik Hyora pada orang diseberang telepon. “Apa tidak ada tempat lain yang lebih menarik??”

“Tapi aku ingin sekali kesana…” rengek Eunhyuk. Lelaki yang menjadi lawan bicara Hyora. “Aku sudah lama sekali tidak kesana. Aku bahkan lupa kapan terakhir kalinya. Jebal Hyora-ya~~” mohon Eunhyuk.

“Sebenarnya berapa umurmu Lee Hyukjae?? Tidak bisakah kau memikirkan tempat lain?? Restoran, cafe, atau tempat lain yang punya penghangat ruangan?? Kau tau kan ini musim apa?? Di taman hiburan mungkin bisa mencapai -17 derajat. Tak ada yang bisa kau lakukan disana selain membeku kedinginan…” bantah Hyora. Ia jelas-jelas tidak menyukai ide Eunhyuk untuk merayakan ulang tahun ke taman hiburan. Ia sendiri tidak begitu menyukai taman hiburan. Baginya itu hanya tempat untuk anak kecil bermain-main.

Dan alasan utama membuatnya menolak karena ia sudah membayangkan merayakan ulang tahun Eunhyuk di restoran. Ia sudah membooking sebuah gaun dengan desain bagus dari butik tempatnya bekerja part time. Ia juga sudah berencana membuat sendiri cake ulang tahun untuk Eunhyuk. Ia bahkan sudah belajar keras memasak berbagai macam cake beberapa hari belakangan ini, agar hasilnya tidak mengecewakan. Ia juga baru saja membeli sepasang high heels cantik dengan warna yang senada dengan gaunnya. Dan permintaan Eunhyuk tentu saja membuatnya frustasi.

Keundae Hyora-ya, tak bisakah kau mengabulkan permintaanku ini. Sekali ini saja, hanya di hari ulang tahunku…” Eunhyuk memohon dari seberang. Nada suaranya yang terdengar begitu memelas membuat Hyora tak bisa mengatakan apapun lagi. Lagipula setelah dipikir-pikir, semua ini kan untuk merayakan ulang tahun Eunhyuk. Apa gunanya memaksa merayakan kalau orang yang berulang tahun sendiri tidak menyukainya.

Arrasso… Kita ke taman hiburan. ” Hyora mengaku kalah. “Kau senang, eh??”

Terdengar sorakan dari seberang, disusul suara tawa yang terdengar sangat bahagia, membuat Hyora mau tak mau ikut tersenyum.

“Hyo~~ Saranghae… Gomawo..”

Nde~~”

***

Jjan~~ ”

Hyora tersenyum menatap hasil karyanya. Tidak seperti yang ia bayangkan, hasilnya justru sangat bagus. Ia menarik kursi di sebelah Narin yang sudah tertidur karena kelelahan menunggu cakenya matang. Hyora menopang wajahnya dengan kedua tangan, mengamati setiap detail cake hasil karyanya itu. Hampir 3 jam berkutat dengan segala macam tepung, gula, krim dan segala macamnya, rasanya memang melelahkan. Tapi semua itu terbayar dengan sebuah cake yang ia rasa cukup bagus.

Namun tak bisa disangkal, keberadaan Narin sangat membantunya. Ia yakin sekali kalau tidak ada Narin yang membantunya, kalau tidak mau dibilang mengomeli, ia tidak akan mungkin berhasil membuatnya. Hyora mengacak-acak rambut gadis yang tertidur disebelahnya itu, sambil tersenyum. “Gomawo…” bisiknya.

Hyora mengambil sebuah kotak kue besar yang sudah ia siapkan sejak semalam. Dengan sangat berhati-hati ia mengangkat cake miliknya itu lalu memasukkannya ke dalam kotak. Ia melakukannya dengan sangat pelan dan berhati-hati sekali. Hyora tidak ingin karakter Eunhyuk yang ia bentuk dengan susah payah sebagai hiasan diatasnya itu bergeser dari tempatnya, atau yang terburuk jatuh dan rusak. Ia butuh waktu 1 jam khusus untuk membuat karakter yang mirip Eunhyuk. Dan untuk orang yang sama sekali tidak ahli dan tidak sabaran seperti dirinya, melakukan sesuatu seperti itu adalah sebuah usaha besar. Dan ia tidak ingin menghancurkannya hanya karena tidak berhati-hati.

“Hhh~~ Lee Hyukjae, ini hanya karena kau sedang berulang tahun..”

***

April 3, 2012   18:30  KST, Hyora’s Room

Hyora menatap kesal pada high heels berwarna kuning gading yang baru saja dibelinya kemarin. Ia juga baru saja membatalkan gaun yang sudah dipesannya. Padahal gaun itu cantik sekali, sesuai dengan seleranya, karena memang ia sendiri yang mendesainnya dibantu dengan beberapa sunbae-nya. Sebenarnya bisa saja ia membelinya dan memakainya untuk acara lain, tapi ia sudah terlanjur kesal dan merelakan gaun itu untuk dijual saja di butik.

Hyora bangkit dan berdiri di depan cermin dan memandangi penampilannya. Sebuah kaus tipis putih, ditambah sebuah vest berwarna pink, dengan luaran sebuah jaket hijau semi army, sebenarnya belum cukup untuk membantunya menghalau udara dingin diluar. Tapi ia tidak ingin memakai tambahan coat lagi, karena itu akan membuatnya terlihat gemuk. Itu sebabnya ia tidak suka berada diluar disaat udara sangat dingin seperti ini. Karena ia tidak ingin kedinginan tapi juga tidak ingin terlihat jelek. Untuk orang yang stylish sepertinya, penampilan sangatlah penting.

Hyora kembali kesal saat matanya melirik sepatu boots yang dipakainya. Andai saja kekasihnya itu tidak seperti anak kecil yang merengek meminta merayakan ulang tahun di taman hiburan, ia pasti saat ini sudah terlihat sangat cantik. Dengan gaun cantik, dan sepatu high heels baru yang senada, ia sudah membayangkan akan makan di restoran mewah berdua saja dengan Eunhyuk. Dengan suasana yang romantis, dan musik slow yang mengalun pelan, mereka akan menghabiskan malam mungkin dengan berdansa. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah buyar. Permintaan yang berulang tahun tetaplah yang harus diutamakan.

Gadis itu memasang syal ke lehernya saat sebuah kepala muncul di balik pintu kamarnya. Narin, dengan hanya kepalanya saja yang terlihat, karena ia menyembunyikan badannya, tersenyum lebar di balik pintu, terlihat konyol. “Onnie…”

“Wae??” jawab Hyora malas.

“Apa aku benar-benar tidak boleh ikut??” tanya Narin dengan nada memelas.

“Tidak. Kami ini mau berkencan. Bukannya mau jadi babysitter, menjaga anak kecil yang pasti akan hyperaktif saat melihat wahana disana” Hyora melirik ke arah Narin.”Lagipula, tanpa perlu kau ikut, aku saja sudah harus menjaga satu anak kecil berumur 27 tahun.” omel Hyora lagi membayangkan  tampang Eunhyuk yang pasti akan kegirangan saat sampai di taman hiburan nanti.

“Arrasso…” Narin mengalah. “Ini kuncinya, biar nanti aku minta ijin  pada Hae-hae…” Narin mengulurkan sebuah kunci mobil pada Hyora. Kunci mobil Donghae. Beberapa hari yang lalu, lelaki itu datang ke rumah Narin membawa mobilnya, namun Donghae memilih pulang bersama Eunhyuk yang datang untuk menemui Hyora, yang juga membawa mobil.

Gomawo…” Hyora mengambil kunci tersebut. Ia memang berniat meminjam mobil Donghae. Ia tidak bisa membayangkan harus membawa-bawa kotak besar ke taman hiburan naik bus dicuaca sedingin ini. Walaupun sebenarnya ia belum terlalu mahir, tapi kalau untuk perjalanan pendek, ia masih bisa diharapkan.

“Kalau begitu aku pergi dulu Yeonng…”

***

April 3, 2012   21:30  KST, dorm 12

Narin merasa dadanya sesak. Ia baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dorm saat tiba-tiba saja seseorang memeluknya dengan sangat erat. Disebut ‘seseorang’ karena ia sendiri tidak tahu siapa yang memeluknya. Ia tidak sempat melihat wajah orang tersebut.

“Yeonng…. Bogoshippo~~”

Suara itu membuat Narin tersenyum. Hanya dengan mendengar suara itu ia sudah tahu siapa yang memeluknya. “Nado~~” jawabnya, dari balik dada orang yang memeluknya dengan erat itu.

Orang yang memeluknya itu melepaskan pelukan hangatnya, membuat Narin kini bisa melihat wajahnya. Wajah dengan senyum kesukaannya, dan mata teduh yang selalu sukses membuatnya jatuh cinta berulang kali. Mata teduh milik seorang Lee Donghae.

“Tidak terjadi apa-apakan di jalan?? Padahal sudah kubilang, biar aku menjemputmu saja, kenapa kau keras kepala sekali..” Donghae menggerutu tapi tetap dengan senyum lebar yang tidak lepas dari wajahnya. Ia terlalu senang dengan kedatangan gadis disebelahnya itu. Ia menggamit tangan mungil Narin dan menggandeng gadis itu masuk ke dalam.

Didalam ruangan sudah ada Leeteuk, Yesung dan Shindong. Mereka tersenyum saat Narin masuk dan kembali pada kesibukannya masing -masing. Leeteuk dengan ponselnya, Shindong dengan laptopnya dan Yesung dengan komiknya.

Narin berjalan ke arah dapur, dan membuka lemari es untuk mengambil minum, dengan Donghae yang berada hanya beberapa senti dibelakangnya. Pemuda itu tidak mau meninggalkannya walau hanya beberapa menit. Saat Narin melongok kedalam, ia menemukan begitu banyak botol-botol aneh berwarna gelap. Ia berbalik lalu menatap Donghae.

“Apa itu soju?? Apa kalian ingin mengadakan pesta??” tanyanya penasaran.

Donghae menatap botol-botol yang ditunjuk Narin, kemudian bergerak mengambil botol air minum dan menutup pintu lemari es yang masih terbuka. “Itu bukan soju, juga bukan untuk anak kecil yang ingin tahu.” Donghae menjawil hidung gadis didepannya yang sedang menatapnya penasaran menunggu jawaban. Ia menuangkan air kedalam gelas dan memberikannya pada gadis itu, dan menarik tangannya kembali ke ruang depan.

“Itu untuk merayakan ulang tahun Hyukjae nanti..” jelas Donghae setelah keduanya duduk di sofa. “Padahal yang berulang tahun tidak bisa minum itu, kenapa justru hyungdeul membeli itu, pasti  kerjaan si magnae gila itu..” gumam Donghae.

“Kalian ingin mengadakan pesta?? Aku juga ingin ikut kalau begitu.” ucap Narin dengan semangat. Pasti seru, jarang sekali bisa melihat member bisa berkumpul semua. Siapa tahu saja kalau beruntung ia bisa melihat Heechul. Ia sudah lama sekali tidak melihat oppanya yang cantik itu. “Tapi pasti lama sekali kalau harus menunggu Hyukkie oppa pulang..”

“Darimana kau tahu kalau ia akan lama pulang??” kening  Donghae mengerut.

“Hyukkie oppa kan memaksa Hyora onnie merayakan ulang tahun di taman hiburan. Mereka pasti sedang berduaan sekarang. Oh senangnya..” Narin tersenyum membayangkannya. “Oh aku lupa…” ucapnya tiba-tiba “Hae-hae, tadi Hyora onnie meminjam mobilmu, pergi ke taman hiburan.”

“Mobilku?? Hyora memakai mobilku??” pekik Donghae.

Melihat keterkejutan Donghae, membuat Narin seketika merasa bersalah, “Aku yang memberinya ijin. Tidak boleh ya??” tanyanya ragu-ragu.

“Ani… Ani… Boleh. Tentu saja boleh.” ucap Donghae cepat-cepat, saat melihat wajah bersalah Narin. Hanya saja ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya akan mobil kesayangannya itu. Hyora kan belum begitu mahir mengemudi. Bahkan masih jauh dibandingkan dirinya yang juga masih amatir. Tapi tak apalah. Ia kan bisa meminta biaya reparasi pada Eunhyuk kalaupun Hyora merusakkannya. Lumayan, renovasi gratis.

Narin yang melihat ekspresi wajah Donghae merasa bersalah”Maaf, aku sudah lancang, tidak meminta ijin padamu dulu..”

Anniya Yeonng… Gwenchanna. Tidak masalah.” Donghae tersenyum mengacak-acak rambut Narin berusaha membuatnya tenang. “Tapi tunggu dulu, kau bilang tadi mereka janjian di taman hiburan??”

“Eung.” Narin mengangguk. “Kalau tidak salah onnie bilang mereka janji bertemu sejak jam 8 tadi. Hyora onnie bahkan sudah berangkat sejak jam tujuh, karena tak ingin terlambat.”

Ah geurae??” Donghae mengecek ponselnya. “Hyung, kau tau dimana Hyukjae??”

Leeteuk yang masih saja sibuk dengan ponselnya, beralih memandang Donghae, “Di kantor SM apa tidak ada?? Tadi katanya dia ada urusan, dan menyuruhku pulang duluan. Ada apa memangnya??”

Donghae tidak menjawab, ia sibuk mencari nomor Eunhyuk di ponselnya. “Ia ada janji dengan Hyora, tapi sepertinya ia melupakannya..” jawab Donghae sambil menunggu panggilannya dijawab, “Ah, Hyuk-ah, neo oddiga??

***

April 3, 2012   20:40  KST, gedung SM Ent.

Eunhyuk berjalan dengan langkah terburu-buru. Ia sudah terlambat 40 menit dari waktu yang  ia janjikan dengan Hyora. Sebenarnya ia sudah ingin pergi sejak tadi, tapi ada beberapa urusan tentang koreografi Super Show yang tak bisa ia tinggalkan begitu saja.

Setelah dengan tergesa-gesa mengepak semua barang-barangnya, Eunhyuk bergegas keluar menuju tempatnya memarkirkan mobil, namun tidak jauh dari lift ia bertemu dengan Sunny dan Tiffany ‘SNSD’.

Oppa… Saengil Chukahamnida” teriak kedua gadis itu serempak. “Oppa, hari ulang tahunmu kan?? Chukaeyo, oppa..” teriak Sunny lagi dengan suaranya yang kencang itu.

Eunhyuk mengangkat jari telunjuknya ke bibir, mengisyaratkan pada kedua gadis itu untuk tidak berisik, namun sayangnya saat itu tak jauh dari mereka, Kangta, Eric ‘Shinhwa‘ dan Dana ‘The Grace’ berdiri membicarakan sesuatu. Ketiganya ikut menoleh saat mendengar teriakan gadis-gadis itu.

“Ya!! Hyukjae-ah. Kau berulangtahun??” tanya Dana yang kemudian berjalan mendekati Eunhyuk, diikuti kedua  lelaki yang tadi bersamanya.

Ah noona, annyeonghaseyo…” Eunhyuk membungkuk, tersenyum setengah hati “Besok. Ulangtahunku masih besok noona..” ucapnya mengelak. Ia tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkannya terjadi. Ia sepertinya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

“Besok?? Itu artinya harus dirayakan malam ini bukan??” Kangta, artis yang disebut-sebut mirip Siwon itu ikut menimpali. “Kalau begitu kau harus mentraktir kami malam ini, bagaimana?? Kalian setuju??”

“SETUJU!!!” Sunny, Tiffany, Dana serempak menjawab dengan semangat. Sementara Eric hanya tersenyum di belakang.

Eunhyuk menatap jam tangannya dengan wajah memelas. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Bagaimana caranya keluar dari situasi ini??

Kangta yang memperhatikan Eunhyuk yang melihat jamnya, bertanya, “Bagaimana Hyukjae-ah?? Apa kau tidak punya waktu?? Apa kau sedang sangat sibuk??”

Anniyo sunbae-nim. Tentu saja aku bisa. Kajja, kemana kita pergi, biar aku yang traktir..” jawab Eunhyuk cepat-cepat. Ia tidak mungkin menolak permintaan sunbae-nya. Tapi disebrang sana, Hyora juga sedang menunggunya..

***

Eunhyuk melirik jam tangannya untuk yang kesekian kalinya. Ia gelisah. Bahkan segelas air pun tak bisa masuk ke tenggorokannya. Ia sudah mencoba menelpon Hyora, tapi tidak ada jawaban. Gadis itu tidak mengangkat ponselnya.

Ia sedang ada di restoran di dekat gedung SM bersama ketiga sunbae dan dua hoobaenya. Mereka asyik menikmati makanan yang tersedia sambil bercerita, sementara Eunhyuk sendiri hanya terdiam menatapi botol air mineralnya.

Otaknya terasa blank. Ia ingin sekali pergi menemui Hyora, tapi tidak bisa. Akan terasa sangat tidak sopan kalau ia pergi begitu saja, sementara sunbae-nya sedang ada didepannya. Sunbae-nya itu pasti akan merasa tidak dihargai. Semua terasa serba salah. Dan tak satupun alasan yang bisa dipikirkannya untuk melarikan diri. Yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana keadaan Hyora disana. Apa gadis itu masih menunggunya. Atau ia sudah menyerah dan pulang. Apa dia sendirian? Apa dia baik-baik saja?

“Hyukjae oppa!! Ada apa denganmu?? Kenapa kau tidak makan?? Apa kau sebenarnya tidak rela mentraktir kami??”

Eunhyuk mendongak menatap Sunny yang bertanya padanya, sementara yang lain juga ikut memandanginya seperti menunggu jawaban.

Ani.. Ani.. Hanya saja aku juga baru selesai makan bersama Teukie hyung saat kalian mengajak tadi. Jadi aku masih sangat kenyang sekarang…” ucapnya berbohong, namun setidaknya yang lain tampak percaya dengan apa yang diucapkannya dan kembali makan.

Ia menatap ke arah luar jendela, salju mulai turun, membuatnya kembali mengkhawatirkan Hyora. Saat kesal, gadis itu terkadang lebih mementingkan egonya daripada apapun. Saat sedang asik dengan pikirannya, teleponnya berdering. Ia meminta ijin pada yang lain dan berjalan menjauh..

Ah, Hyuk-ah, neo oddiga??” Terdengar suara Donghae dari seberang, sesaat setelah ia menempelkan ponsel ke telinganya.

“Aku sedang terjebak disini… Tolong aku Donghae-ah..” jawab Eunhyuk dengan suara memelas. Ia pun kemudian menceritakan seluruh kejadiannya dari awal pada Donghae.

“Kenapa tidak bilang saja kau ada jadwal lain?? Mereka pasti mengerti..” usul Donghae.

“Tapi aku sudah terlanjur bilang aku tidak ada jadwal lagi. Lagipula tidak mungkin aku meninggalkan mereka  begitu saja kan. Mereka kan merayakan ulang tahunku masa aku tidak ada. Mereka pasti akan merasa tersinggung..”

“Tapi Hyora juga menunggumu pabo.. Ia bahkan sudah menunggumu berjam-jam. Bilang saja kau dipanggil manager hyung, ada urusan tentang Super Show. Aku akan menelpon Ryeowook dan Sungmin hyung agar mereka kesana, menggantikanmu. Kebetulan mereka juga sedang ada di SM.”

Ah geurae, gomawo Donghae-ah…”

“Jangan lupa. Saat nanti Ryeowook dan Sungmin hyung datang, kau harus langsung pergi ke taman hiburan. Hyora pasti sudah sangat kesal menunggumu..”

***

April 3, 2012   19:40  KST, Star Avenue, Lotte World.

Hyora tersenyum sesampainya di tempat yang sudah ia dan Eunhyuk janjikan. Ia memang sengaja sampai tiga puluh menit dari waktunya. Ia ingin sembunyi dan memberikan kejutan untuk ikan terinya itu.

Hyora memandang ke sekelilingnya. Ia sudah memarkir mobilnya, mobil Donghae yang dipinjamnya, tepat didekat gerbang masuk, agar ia bisa dengan leluasa mengamati setiap mobil yang keluar masuk. Ia harus berjaga-jaga, Hyora tidak ingin rencananya ini gagal, dan tiba-tiba Eunhyuk sudah didalam dan acara surprise-nya berantakan. Hyora tersenyum sambil memandangi kotak besar berisi cake yang ia buat khusus untuk Eunhyuk. Kotak itu tersembunyi dibawah kursi penumpang mobil Donghae.

“Hhh~~ Lee Hyukjae, ini hanya karena kau sedang berulang tahun..”

***

Hyora membuka pintu mobil dan beranjak keluar. Ia sudah tidak tahan lagi menunggu. Rasanya kalau ia tidak keluar sekarang juga, ia akan kena depresi karena bosan. Ini sudah dua jam sejak ia sampai dan memutuskan untuk menunggu seseorang bernama Lee Hyukjae. Tapi sampai saat ini orang yang bersangkutan belum juga menampakkan batang hidungnya.

Akhirnya gadis itu memilih keluar dan menahan hawa dingin daripada frustasi sendirian didalam. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Ia sudah menghapal letak benda yang ada di mobil Donghae. Foto-foto, cd, kamera, kertas-kertas jadwal, dan benda-benda lainnya.Hyora yakin ia sudah hapal segala bentuk dan warna barang-barang yang ada didalam mobil itu. Ia bahkan sudah selesai membaca seluruh script drama Donghae yang begitu tebal  yang ia dapat di dashboard. Rasa bosan kini berganti menjadi amarah.

Hyora keluar dan memilih satu tempat dimana ia masih bisa mengamati gerbang masuk. Begitu banyak mobil yang keluar masuk, tapi tak ada satupun mobil yang ia kenal. Setiap menit, emosinya semakin menjadi. Lee Hyukjae itu, padahal ia sendiri yang meminta untuk ke taman hiburan. Lalu kemana dia sekarang??

Ia juga sudah memutuskan untuk tidak menelpon Eunhyuk. Kalau menelpon, itu bukan surprise namanya. Lagipula pria itu yang meminta di tempat seperti ini, itu artinya dia HARUS datang, apapun alasannya.

Gadis itu menghembuskan nafas ke tangannya yang hampir membeku. Kekuatannya dalam melawan udara dingin sama parahnya dengan kekasih pemilik mobil yang dipinjamnya sekarang ini. Ia dan Narin punya level yang sama dalam hal melawan dingin. Tapi Donghae tahu dengan jelas akan hal ini, dan ia tidak pernah membiarkan Narin menunggu dirinya lebih dari setengah jam. Sementara Lee Hyukjae itu, menunggunya sejam sudah termasuk dalam golongan cepat.

Hyora menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Kesabarannya sudah hampir mencapai dasarnya. Ia melirik jam tangannya, sudah dua puluh menit lebih dari jam 10 malam. Kalau Lee Hyukjae itu tidak datang lima menit lagi, ia akan pergi. Tidak ada yang namanya ulang tahun. Ia ingin pulang. Kakinya sudah hampir mati rasa, walau berbanding terbalik dengan perasaannya yang mendidih karena amarah.

Gadis itu menghembuskan nafasnya, sudah lewat lima menit dari batasnya. Ia tidak ingin menunggu lagi. Lee Hyukjae itu, tiada maaf baginya. Hyora berjalan ke arah mobil. Saat hendak membuka pintu, seseorang menarik tangannya dan menggenggamnya.

***

Hyora memalingkan wajahnya. Ia sedang sangat marah dan tak berniat menatap wajah lelaki yang duduk disampingnya. Eunhyuk memang akhirnya datang dan meminta maaf berkali-kali padanya dengan memberikan berbagai alasan. Tapi tentu saja Hyora tidak bisa melupakan kemarahannya begitu saja. Ia sudah begitu antusias dengan semuanya namun akhirnya ternyata berantakan begitu saja. Eunhyuk bahkan sudah memohon padanya agar mereka tetap menunggu sampai tengah malam di taman bermain, namun Hyora menolaknya mentah-mentah. Ia sudah tidak berminat lagi. Yang ia inginkan adalah pulang, tidur dan melupakan semua kekesalan dan rasa kecewanya. Namun Eunhyuk akhirnya berhasil memaksanya untuk kembali ke dorm Suju. Pria itu bersikeras memaksa mengendarai mobil Donghae dan meninggalkan mobilnya di taman hiburan, karena Hyora dengan keras kepala tidak ingin naik mobil bersama Eunhyuk.

Hyo~~ Mianhae…” Eunhyuk mengucapkannya dengan wajah memelas.

“Lee Hyukjae, berhenti meminta maaf. Kau justru membuatku semakin kesal. Diam saja dan menyetir dengan benar..” sahut Hyora tanpa memalingkan wajahnya dari jendela mobil, membuat Eunhyuk merengut.

Gadis itu meniup-niup tangannya. Ia masih kedinginan, pemanas mobil belum memberikan efek padanya. Atau mungkin ia yang sedang tidak bisa merasakannya. Eunhyuk yang melihatnya, menarik tangan gadis itu, berniat menghangatkannya, namun Hyora menarik tangannya dengan kasar.

“Jangan coba-coba. Aku sedang sangat marah, kalau kau tidak ingin aku menjambakmu, menjauhlah dariku..” desis Hyora.

“Hyo~~ jangan begitu…” rengek Eunhyuk. “Oh ya, apa tidak ada hadiah untukku??” tanya Eunhyuk dengan senyum lebarnya.

“Masih berani minta hadiah, eh?? Masih untung aku tidak menggigitmu Lee Hyukjae!!”

***

April 3, 2012   23:20 KST, Dorm 12

Onnie wasseo?? Acara kalian menyenangkan??”

Narin menyapa onnie-nya itu yang masuk sesaat setelah ia membukakan pintu, diikuti Eunhyuk di belakangnya. Namun gadis itu hanya mendapat tatapan sengit dari Hyora dan gelengan kepala dari Eunhyuk.

Hyora menutup mulutnya, ia berjalan lurus ke arah Kyuhyun yang sedang duduk di salah satu kursi dapur sambil memegang segelas air. Kyuhyun yang saat itu ingin meminumnya, menatap kaget pada Hyora yang dengan tiba-tiba merampasnya. Gadis itu meminum seluruhnya, satu gelas besar, hanya dalam satu kali teguk. Hyora menghentakkan gelasnya ke atas meja sedikit keras, sehingga menimbulkan suara, dan mengelap bibirnya.

“Maaf oppa, aku sedang sangat haus. Apa aku boleh minta lagi??” tanyanya pada Kyuhyun yang masih menatapnya terkejut. Kyuhyun dengan gerakan kaku menarik sebuah botol dan menuangkan isinya ke dalam gelas Hyora, dan kembali memandangi gadis dihadapannya yang hendak meminum gelas keduanya.

Yesung yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan sempat melihat Kyuhyun menuangkan sebotol soju ke gelas minuman Hyora, berteriak dan berlari merebut gelas itu dari tangannya sebelum Hyora sempat meminumnya.

Ya!! Andwe!!!” pekik Yesung. “Lee Hyora, sejak kapan kau minum?? Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan??”

Kyuhyun menatap Yesung dan Hyora berkali-kali, kemudian seakan tersadar ikut memekik kaget, “Ya Tuhan Lee Hyora, sejak kapan kau minum soju??”

Leeteuk dan Donghae yang sejak tadi berada di kamar, langsung keluar saat mendengar suara ribut-ribut dari dapur. Eunhyuk yang sedang menelpon seorang staff SM untuk mengambil mobilnya tanpa sadar mencampakkan ponselnya dan berlari ke arah dapur, diikuti Narin di belakangnya.

“Ada apa ini?? Kenapa ribut-ribut??” suara Leeteuk.

“Kyu, kenapa berteriak??” suara Donghae.

“Ada apa oppa??” suara Narin.

“Yesung hyung, apa yang terjadi?? Hyo~ gwenchanna??” suara Eunhyuk. Ia bergegas mendekat dan menarik Hyora mendekat padanya. Ia mengamati gadis-nya itu dari atas ke bawah. Tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang berubah, hanya wajahnya yang sedikit memerah.

“Hyora hampir saja minum soju kalau aku tidak menghalanginya. Dan Cho Kyuhyun itu yang memberikannya..” Yesung menunjuk Kyuhyun yang menurutnya menjadi tersangka.

Mwo?? Cho Kyuhyun, Neo….!!”

Kyuhyun mengangkat kedua tangannya sebatas dada, menghadang Eunhyuk yang memandangnya marah dan hendak memukul kepalanya.

“Dengar dulu.. pertama, aku tidak memberikan padanya. Dia yang tiba-tiba saja datang merampas gelas milikku tanpa mengatakan apapun. Dan saat dia meminta lagi, aku begitu tercengang dan tanpa sadar memberikannya, itu artinya aku tidak benar-benar memberikan padanya, itu diluar kesadaranku.” jelas Kyuhyun dengan kekuatan lidahnya, membuat yang mendengarnya mengerutkan kening.

“Dan yang kedua, dia bukan hampir meminumnya. Lebih tepatnya, dia sudah meminumnya. Bahkan menghabiskannya..” ucap Kyuhyun menunjuk gelas besar yang biasa dipakai untuk minum beer, dihadapannya. “Dan efeknya sepertinya sudah mulai kelihatan..” Ia menunjuk gadis yang sejak tadi hanya berdiri diam disamping Eunhyuk.

Namun kali ini gadis itu tak lagi diam. Ia tersenyum lebar, memandangi gelas yang berisi penuh, yang tadi dirampas Yesung dari tangannya dengan penuh hasrat. Ia melepaskan genggaman tangan Eunhyuk dan meraih gelas itu dan hendak meminumnya. Namun Eunhyuk dengan cepat menarik kembali gelas itu, membuatnya mendapat tatapan mematikan dari Hyora.

Gadis itu menarik kerah baju Eunhyuk dan menarik Eunhyuk begitu dekat padanya, hingga wajah mereka hanya bersisa beberapa senti. “Lee Hyukjae, nappeun… Kembalikan itu padaku..”

Eunhyuk tak bisa melakukan apapun. Tangannya sibuk menjaga gelas yang dirampasnya agar isinya tidak berceceran ke lantai. Ia mundur setiap kali Hyora mendekat padanya. “Hyo~~ sadarlah.”

Hyora tersenyum, rasanya ia ingin terus tersenyum. Baru kali ini ia merasakan yang seperti ini. Badannya terasa ringan, dan rasanya semua berputar mengelilinginya. Ia ingin sekali bersandar pada Eunhyuk yang ada didepannya, namun Eunhyuk selalu saja menjauhinya, dan itu membuatnya kesal. Sampai pada akhirnya Eunhyuk tak lagi bisa mundur karena ada tembok yang menghalanginya. Hyora pun cepat-cepat memeluk Eunhyuk dan bersandar penuh padanya.. “Johta…” bisiknya.

Namun lagi-lagi ia merasa semuanya berputar dan terhuyung. Saat mendongak, ia tak lagi menemukan wajah Eunhyuk, melainkan sahabatnya, Lee Donghae. Melihat wajah itu membuat Hyora ingin mengeluarkan semua kekesalannya.

“Ah, Lee Donghae… Kau kan sahabat si wajah mesum itu..” ucap Hyora dengan suara lambat dan tak jelas ala orang mabuk. “Bilang padanya jangan terlalu sombong. Jangan karena aku terlalu mencintainya, dia jadi seenaknya membuatku menunggu..”

Eunhyuk yang sempat cemberut saat dikatai ‘wajah mesum’ berubah tersenyum lebar. “Hyung, dia bilang dia mencintaiku. Terlalu mencintaiku..Hyung~~~” pekik Eunhyuk kegirangan pada Leeteuk yang ada disebelahnya.

Leeteuk yang sejak tadi hanya jadi penonton, menjitak kepala Eunhyuk, membuatnya sadar, “Kau kira itu penting sekarang ini. Lihat itu, sebentar lagi Donghae bisa botak kalau kau tidak menarik Hyora darinya.”

Eunhyuk berbalik dan melihat pemandangan yang mengerikan. Hyora yang dengan sepenuh hati menarik-narik rambut Donghae sambil mengeluarkan seluruh kekesalannya, dengan Donghae yang menanggapi dengan teriakan kesakitannya. Sementara Narin dibantu Yesung sibuk menarik tangan Hyora dari rambut Donghae. Sementara si Evil magnae, sibuk menjaga dirinya agar tidak sampai terjatuh dari kursi, karena tertawa terbahak-bahak.

Eunhyuk berlari, ikut membantu Narin melepaskan tangan Hyora dari Donghae, namun ternyata kekuatan gadis itu mengerikan.

“Padahal aku sudah mati-matian membuatkan hadiah untuknya. Bilang padanya, aku sudah menghabiskan waktu berjam-jam membuat surprise untuknya, tapi dia menghancurkannya. Dasar muka mesum!!!” Hyora kembali menarik rambut Donghae sambil mengeluarkan kekesalannya.

“Hadiah?? Dia tidak memberikan apa-apa padaku?? Hadiah apa yang ia maksud?” tanya Eunhyuk.

“Apa onnie belum memberikan hadiahnya pada oppa??” tanya Narin balik. Eunhyuk menggeleng. “Tidak. Dia tidak memberikan apapun.”

“Apa mungkin masih di mobil?? Ah, kurasa onnie masih menyembunyikannya di mobil Hae-hae. Coba oppa cari saja..” usul Narin.

“Ya!!! Tolong acara tanya jawabnya dilanjutkan nanti saja. SEKARANG CEPAT LEPASKAN AKU!!!” teriak Donghae yang sudah sangat tersiksa.

“Ah Hae-hae…. Mianhae.” Narin kembali pada Donghae yang tadi sempat terlupakan, sementara Eunhyuk berlari keluar dorm.

“Ya!!! Lee Hyukjae!!! Kemana kau?? Cepat lepaskan kekasihmu yang ganas ini dariku. Ya!!!” Donghae berteriak memanggil namun Eunhyuk tak menggubrisnya.

Eunhyuk tak berhenti tersenyum lebar sambil menenteng kotak besar ditangannya, hadiah Hyora itu. Walau sepertinya ia sudah bisa menebak apa isinya, karena jelas ketahuan dari wanginya, tetap saja rasa ingin tahunya tak bisa dibendung. Ia berlari agar cepat sampai di lantai 12.

Saat ia kembali, Donghae sudah tak lagi menjadi korban penganiayaan Hyora. Sahabatnya itu duduk di satu sofa dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya sibuk mengelus-elus kepalanya yang pasti terasa sakit, dibantu Narin disebelahnya.

Leeteuk duduk di sofa lain di depan Donghae, menatap khawatir pada dongsaeng kesayangannya itu. Takut kalau sampai Donghae botak, apa yang akan terjadi pada Suju. Sementara Kyuhyun duduk merengut di kursi dapur mendengar ceramah Yesung yang tetap menjadikannya salah satu penyebab semua hal terjadi.

Sementara Hyora yang menjadi pusat perhatian, terduduk kelelahan di satu sudut ruang tamu. Kesadarannya sepertinya sedikit kembali, walau gadis itu masih tersenyum-senyum sendiri.

“Lihat, apa yang Hyora buat untukku..” teriak Eunhyuk agar semua yang ada disitu mendengarnya. Ia membuka kotaknya dan terharu saat membukanya. Ia tak bisa mendeskripsikannya, semuanya terasa begitu cantik. Pas sesuai seleranya. Cake bertingkat tinggi dengan krim putih yang melapisinya. Diatasnya terdapat strawberry kesukaannya dengan warna dan ukuran yang begitu menggiurkan. Di sampingnya terdapat foto dirinya yang memainkan kaca mata hitamnya. Dan di setiap tingkatannya juga disekelilingnya terdapat chibi dirinya dalam berbagai gaya dan warna.

Yesung, Kyuhyun dan Leeteuk yang mendekat, juga ikut terkagum melihatnya. Sementara Donghae yang masih marah, hanya melirik dari tempatnya duduk, dan Narin yang tidak begitu tertarik karena ia sendiri ikut membuatnya.

Kyuhyun menjulurkan tangannya hendak menyentuh namun dengan sigap Eunhyuk memukulnya. “Siapa yang memberimu ijin. Ini hanya untukku. Tidak ada yang boleh menyentuh apalagi memakannya. Hyora membuatkannya khusus untukku..”

Eunhyuk bangkit dan membawa hadiahnya menjauh dari tangan-tangan jahil. Ia mendekati Hyora yang masih mengumpulkan kesadarannya disudut ruangan. Namun karena terlalu bersemangat, ia tidak berhati-hati dan tersandung kakinya sendiri, dan….

Keadaan hening. Hyora terbelalak lebar. Leeteuk, Yesung, Kyuhyun, Donghae dan Narin juga ikut menatapi setumpuk krim putih dilantai dengan ekspresi yang sama. Buah strawberry diatasnya menggelinding, sementara krimnya berceceran ke segala arah mengotori lantai. Hiasan-hiasan chibinya juga tergeletak begitu saja, tampak tidak bermakna. Sementara Eunhyuk terdiam dengan posisi aneh. Seperti robot yang tiba-tiba baterainya dicabut paksa.

Hyora merangkak mendekati hasil karyanya yang sudah menjadi sampah tidak berguna itu dengan tatapan horor. Ia berlutut didepan krim-krim itu, berharap kalau semua yang dilihatnya tidaklah benar.

“Padahal aku susah payah membuatnya… Padahal aku mati-matian mengerjakannya… Padahal ini hasil karyaku yang paling bagus….” ucapnya sesenggukan. “Padahal aku…”

Hyora terdiam. Seseorang menutup mulutnya dengan paksa, membuatnya tak lagi bisa berbicara. Matanya terbuka lebar, memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi, sampai akhirnya ia menutup matanya. Ia merasa melayang, namun rasanya berbeda dengan yang ia rasakan tadi. Kali ini rasanya sekelilingnya tidak berputar, semuanya rasanya tampak benar ditempatnya, terasa hangat dan manis. Perasaan yang menyenangkan. Ia bahkan merasa kecewa saat sesuatu yang hangat itu terlepas darinya.

“Mianhae… Apa aku dimaafkan??” ucap Eunhyuk yang menatapnya dengan perasaan yang amat bersalah. Tak ada yang bisa dilakukan Eunhyuk menghentikan suara sesenggukan Hyora. Ia tidak tahan mendengarnya. Suara itu menusuk perasaannya, membuatnya tak bisa memikirkan cara lain.

Narin menggigit tangan Donghae yang menutupi matanya, menghalanginya menatapi pemandangan indah, sementara disampingnya Kyuhyun memukul tangan Yesung yang juga ikut-ikutan menutupi pandangannya. “Oppa.. Onnie.. Hanbeon deo!!” teriak Narin.

Hyora memandangi Narin lalu beralih menatap Eunhyuk sekali lagi. Dan ia menemukan ketulusan didalamnya. Eunhyuk benar-benar merasa bersalah, membuatnya tak bisa untuk tidak luluh dan jatuh pada tatapan itu. Ia mendekat dan mengecup sesuatu yang hangat dan manis yang tadi sempat terlepas darinya. Kali ini memastikan menahannya selama mungkin.

” Lee Hyukjae-ssi, ini hanya karena kau sedang berulang tahun..” bisiknya.

-enD-

This for uri Myeolchi.. Walaupun telat, yang penting selesai..😀

Gak bisa dapat foto cake yang sesuai dengan yang kuinginkan,
jadi pake yang apa adanya aja…

A failed ending, so just ‘maklum’ aja yah…

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

26 thoughts on “[HyukRaStory] ‘Coz it’s Your Day…

  1. hha
    kasian udah bwt susah2 eh malah rusak sama yg ulang taun lgi. Mau ketawa ngakak brng kyu aja hha.. Jadi penonton yg baik kkkk

  2. eaaa…..

    aduh manisnya hyora, tapi eunhyuk nya juga minta ditabokkk…bilang apa kek sama sunbae-hoobae nya. grrrr….

    happy bday anchovy!!!

  3. mwahaha, ngakak bcanya.
    Kasian hyora, d suruh nunggu selama itu, d tengah musim dngin. Hyukjae pabo ._. Kenapa ga bilang ke sunbae n hobaenya kalo ada acara lain. Mereka entar juga ngerti kan.
    Kyuu! Aku padamu*plak*
    mari kita tertawa bhagia diatas kursi. Hahaha!*hae korban tidak langsung*
    oh ya, endingnya it ngapain toh hyukra.nya??*gangeh*

    • Hyukjae bukan pabo, tapi dasar gatel…
      nengok ada hoobae yang bening dikit, lupa ama yg laen..😀

      Gak dapet ya kata-katanya di bagian akhir??
      endingnya itu intinya karena si hyora-nya nangis karena kuenya rusak, si enyuk nyium dia biar dia diem.
      trus pas dibilang narin ‘hanboen doe” , gantian Hyora yang nyium si enyuknya…

      Gitchu lho…
      emank saya gk pande kalo mendeskripsikan sesuatu….😦

  4. yahh. biarpun ultah ny jadi kacau bnget. tp untung akirny sweet >//<
    tp knpa kyu oppa di tutupin mata ny? masih ank kecil ya oppa? wkwk

  5. hahahah dasar eunhyuk memang tukang ceroboh…
    gak bisa bayangin jadi kaya gimma itu cake..hoho
    kasian kyu jadi dimarahin…baru kali ini ni ada yang berani marahin kyu wkwk

    • bayangin aja kue yg betingkat-tingkat penuh krim jatuh ke lantai..
      ya bececeran gtu deh..

      hahha.. epil Kyu dimarahin juga anteng-anteng aja..
      mana dia peduli…

      Sering2 mampir~~😀

  6. paling bkin ngakak waktu haeppa dijambak…kasian sih sbenernya,,,tp mw gmana lagi??? lucuuu,,,apalagi byangin ekspresinya haeppa…trus byangi ekspresi si evil magnae nyang lg ngakak juga…hahahah complete dehhh,,,hehehe

    • aku juga waktu nulis ngakak abis ngebayangin hae-hae menjerit2 karena dijambak…
      gimana mukanya gimana ekspressinya, air matanya keluar karena kesakitan..
      hahahhaha… kejam amat saia..
      hehehehheheh

  7. kasian hyora’a.. udah bkin kue susah”, eh berujung ancur gara” hyuk yg ceroboh @@ klo jdi hyora sama sebelnya kali @@ kkkkk…
    tp ceritanya lucu min..
    ada yg kyu dimarahin segala, hae dijambak rambutnya, trolling lahh xDD wkwkwkwk
    thumbs up btw (y)(y)(y)(y)

    • Pasti sebel lah. Buat cake itu kan gak mudah. –”

      kalo aku paling suka adegan hae dijambak, heheheh *tawaevil*
      aqq pas nulisnya sambil ngebayangin ekspresi haehae kalo lagi dijambak ibu hamil yang lagi mau melahirkann..
      HAhahahahahhahhah…. *maap obat lagi abis*

      (y)(y)(y)(y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s