[Onespace] A So (Not) Romantic Valentine – One

MBC Waiting Room, 10 Feb 2012 22:00 KST

Donghae menatapi ponselnya yang membisu sejak tiga hari yang lalu. Kalaupun berbunyi pasti bukan dari orang yang dia harapkan. Ia gelisah, sudah tiga hari gadis bodoh itu tidak menghubunginya. Tidak pesan, tidak juga telepon. Tapi yang paling membuat Donghae gelisah, gadis jelek itu juga tidak bisa dihubungi. Ponselnya selalu sibuk, dan terkadang di luar jangkauan.

Donghae menggaruk kepalanya gusar. Ia sudah menebak-nebak kemungkinan apa yang membuat seorang Cho Narin marah dan memutuskan untuk tidak menghubunginya. Apa mungkin dia masih marah soal acara We Got Married itu?? Tapi itu kan sudah lama. Mau sampai kapan ia kesal dengan acara virtual itu?? Atau mungkin gadis itu sedang sakit parah sampai-sampai tidak bisa mengangkat telepon?? Donghae bergidik dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Itu tidak mungkin. Hyora pasti akan langsung memberitahunya kalau Narin sakit. Atau mungkin gadis bodoh itu menghilangkan ponselnya? Atau mungkin menjatuhkannya ke dalam bak mandi? Atau jangan-jangan ia lupa dimana meletakannya?? Gadis itu kan cerobohnya tak ada yang menandingi.

“Apa menurutmu setelah kau tatapi seperti itu ponselmu tiba-tiba akan berdering??”

Suara seseorang memaksa Donghae keluar dari lamunannya. Lee Hyukjae, berdiri di belakangnya, dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dada dan wajah yang biasa saja namun terasa sangat menjengkelkan bagi Donghae.

“Pergi. Urusi saja urusanmu, jangan menggangguku.” Donghae mengibaskan tangannya pada Eunhyuk.

“Kenapa harus menunggu?? Kenapa tidak kau saja yang menghubunginya??” tanya Eunhyuk mengabaikan perkataan Donghae.

“Sudah. Tapi tidak pernah diangkat. Selalu saja sibuk. Aissh…Aku hampir gila.” Donghae mengacak-acak rambutnya frustasi.

Eunhyuk segera menahan tangan Donghae, mencegahnya menghancurkan rambutnya lebih jauh. Matanya melirik ke balik bahu Donghae, membuat Donghae juga ikut melirik ke belakang dan langsung mengerti. Disitu berdiri Saeri noona, stylist mereka yang terkenal galak.

“Ya sudah, datangi saja rumahnya.” usul Eunhyuk.

Donghae memicingkan matanya, menatap Eunhyuk kesal. “Apa kau tidak ingat seberapa padat jadwal kita? Belum lagi ditambah jadwalku sendiri??”

Jadwal mereka yang terlalu padat memang selalu menjadi kendala utama untuknya bertemu Narin. Jadwal bersama dengan member Super Junior dan jadwal-jadwal lainnya yang terkadang membuatnya tak sempat bahkan untuk sekedar menelepon.

“Ya sudah, maaf kalau begitu. Tapi tolong jangan tatap aku seakan-akan aku orang yang patut disalahkan karena kau tak bisa bertemu kekasihmu..” ucap Eunhyuk setengah kesal, namun mengerti bagaimana perasaan sahabatnya itu sekarang.

Keduanya menghela nafas panjang, tak tahu apa yang mesti dilakukan. Tiba-tiba Donghae berbalik menatap Eunhyuk, wajahnya tersenyum, memandangi Eunhyuk penuh harap seakan-akan ia baru saja menemukan ide brilian.

“Eunhyuk-ah, ayo cepat telepon Hyora sekarang. Dia pasti tahu segalanya. Dia pasti tahu kenapa Narin tidak mengangkat teleponku..” Donghae menggoyang-goyangkan badan Eunhyuk, tak sabar dengan gerakan sahabatnya itu yang dirasanya terlalu lama untuk sekedar mengambil ponsel dari saku celananya.

Namun reaksi Eunhyuk saat mendengar nama Hyora justru berbeda dengan reaksi Donghae. Ekspresi mukanya langsung berubah kesal.

“Tidak. Tidak. Aku tidak akan menelponnya.” Eunhyuk menggeleng.

Donghae mengerutkan keningnya bingung. “Wae?? Kalian sedang bertengkar?”

“Ya. Aku sedang marah padanya. Bayangkan saja, bagaimana bisa dia memuji-muji Yoochun didepanku?? Apa dia tidak tahu bagaimana perasaanku mendengarnya?” Eunhyuk menjelaskan dengan berapi-api, mengeluarkan perasaannya yang sepertinya sudah lama ia pendam.

“Yoochun?? Mickey Yoochun?? Chunnie??” tanya Donghae berkali-kali memastikan.

Eunhyuk mengangguk dengan bibir yang mengerucut. “Eung…”

“Wah.. Wah.. Aku baru dengar soal ini.” ucap Donghae. “Tapi kau masih lebih baik karena Hyora menyukai member boyband lain, kau tidak tau kan bagaimana rasanya saat kekasihmu menyukai membermu sendiri??”

“Narin menyukai member Super Junior selain dirimu? Nuga??” tanya Eunhyuk penasaran.

Donghae menatap Eunhyuk kesal, “Kau..”

“Aku? Narin menyukaiku??” tanya Eunhyuk tak percaya.

Dengan sangat tidak rela Donghae mengangguk, “Ya. Dia sangat mengidolakanmu. Kau tau kan kalau dia juga menyukai strawberry?” Eunhyuk mengangguk.

“Itu awalnya karena dia mengikutimu. Itu bukti bagaimana dia begitu mengidolakanmu..” lanjut Donghae.

“Wah… Wah… Bagaimana bisa aku tidak tahu soal hal ini??” ucap Eunhyuk/ Ekspresinya kemudian berubah. “Memang tak ada yang bisa menandingi kharisma seorang Lee Hyukjae.” ucapnya sombong dengan tangan kanan mengangkat sebelah kerah bajunya. “Bahkan kekasih sahabatku sendiri mengagumiku.”

“Jangan banyak bicara. Walaupun dia mengidolakanmu, tapi tetap saja akulah yang dicintainya.”

“Tapi semua kemungkinan itu bisa terjadi kan? Siapa tau saja, awalnya dia hanya mengidolakanku, tapi lama kelamaan—”

“Ya!!! Apa maksudmu hah???” teriak Donghae memotong perkataan Eunhyuk.

“Eeeiii… Aku hanya bercanda. Kau ini sensitip sekali.” ucap Eunhyuk, mendorong bahu Donghae agar kembali duduk, karena memang tanpa sadar sahabatnya itu sudah bangkit berdiri terbawa emosi. “Apa Narin begitu menyukaiku ya?? Sampai-sampai kau setakut ini??” goda Eunhyuk lagi.

Donghae kemudian memicingkan matanya menatap Eunhyuk. “Tutup mulutmu Lee Hyukjae..” desisnya dari balik bibirnya yang terkatup rapat.

“Arrasso… Arrasso..” kekeh Eunhyuk, merasa lucu dengan ekspresi Donghae. “Tapi maaf, aku tetap tidak bisa membantumu.”

Donghae menatap Eunhyuk dengan pandangan memohon, “Hyuk-ah, jebal…” pintanya.

Eunhyuk menggeleng. “Tidak. Aku tidak akan menghubunginya, sampai dia duluan yang menghubungiku. Aku harus menjaga harga diriku sebagai seorang lelaki tampan!!”

“Kumohon…” pinta Donghae lagi.

Eunhyuk kembali menggeleng sambil melepaskan cengkraman tangan Donghae. “Tidak. Mianhae Donghae-ah. Aku benar-benar tidak bisa membantumu kali ini. Dan aku harus pergi sekarang. Aku tidak yakin sanggup bertahan melihat wajah memelasmu yang seperti itu.”

Eunhyuk pun berlari, keluar dari ruang tunggu, meninggalkan Donghae.

“Aissh… Seharusnya kemarin aku menyimpan nomor Hyora yang baru. Oh, kenapa aku tidak memintanya saja pada Eunhyuk, aku sendiri kan bisa menelponnya.. Aissh.. Lee Donghae pabo!!!”

======================================================================================

Cho Narin Apartment, 12 Feb 2012 16:00 KST

Ini sudah hari kelima semenjak Narin tak bisa dihubungi. Dan baru hari ini Donghae punya jadwal kosong walau hanya beberapa jam yang langsung digunakannya untuk menemui gadis itu. Ia bahkan belum sempat meminta nomor Hyora yang baru pada Eunhyuk.

Sesampainya disana, Donghae terpaksa memasukkan sendiri kode rumah Narin. Tak ada yang membukakan pintu meski ia sudah menekan bel berkali-kali. Walaupun ia tahu kode rumah gadis itu, tapi ia memang lebih suka melihat Narin yang muncul dari balik pintu dan menyambutnya. Entah mengapa hal kecil seperti itu terasa sangat menyenangkan bagi Donghae.

Donghae mengerut bingung dengan keadaan rumah yang sepi. Terlalu sepi malahan. Seperti rumah yang sudah ditinggal berhari-hari oleh pemiliknya. Semua tirai tertutup rapat, membuat keadaan rumah menjadi gelap, padahal saat itu masih sore.

Donghae berjalan masuk ke ruang tengah sampai akhirnya matanya tertumbuk pada sebuah notes yang ditempel dilemari es dengan pin berbentuk strawberry.

Donghae bergegas mendekat, dan membaca notes itu secepat yang ia bisa. Ia pun berbalik dan menerobos masuk ke kamar Narin. Donghae membuka lemari pakaian gadis itu dan memicingkan matanya menatap lemari yang separuh kosong itu. Ia menutupnya dan kembali ke dapur. Membaca ulang notes itu perlahan. Ia melirik tanggal yang tertera diatasnya. Itu memang kebiasaan Narin, selalu menyematkan tanggal pada setiap apapun yang ditulisnya.

Tanggal 7 Feb, itu artinya ia sudah pergi hampir seminggu dan Donghae tak tahu apa-apa. Ia bahkan tak tahu kemana gadis itu pergi. Donghae pun mencabut kertas notes itu dari tempatnya dan meremasnya.

“Bocah jelek!!! Berani- beraninya kau!!!”

Hae-hae…
Aku sedang bosan padamu. Jadi aku mau berlibur, siapa tau ada orang asing yang terpesona padaku, yang jauh lebih tampan darimu..

Salam sayang,
Yeong-ie…

======================================================================================

Tsuruga Beach, 13 Feb 2012 16:00 JPN

“Woahhhh…. Daebak!!!! Bada nemse johta!!!!”

Cho Narin berteriak terkagum-kagum sesampainya ia di pantai Tsuruga. Ini memang yang dicari-carinya di liburannya kali ini. Pemandangan pantai yang menakjubkan.

Sudah lama sekali rasanya Narin tidak melihat yang seperti ini. Dua musim panas yang lalu ia sibuk sampai tak bisa kemana-mana. Musim panas kemarin ia sibuk dengan klub astronominya yang mengadakan event, sementara musim panas dua tahun sebelumnya ia sibuk dengan urusan masuk kuliah. Padahal saat ia punya libur seperti sekarang ini, Korea justru sedang musim dingin.

Untung saja ia mendapat voucher liburan dari Yoojin, sahabatnya yang bekerja di jasa travel. Sebenarnya voucher itu miliknya, tapi Yoojin terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan ia takut voucher itu tidak berlaku jika dibiarkan terlalu lama, jadi Yoojin memberikannya pada Narin, walaupun dengan setengah hati. Tapi tak apalah, dia juga sudah terlalu sering ke Jepang.

Sebenarnya Narin sudah mengajak Hyora untuk ikut dengannya, karena voucher itu seharusnya untuk dua orang tapi onnienya itu sedang sibuk dengan pekerjaannya juga dengan tugas akhir kuliahnya. Dan mengajak seorang Lee Donghae adalah pekerjaan yang sia-sia, karena jawabannya sudah bisa ditebak. TIDAK BISA.

Narin berjalan mendekat ke pantai sampai kakinya menyentuh air. Ia menyusuri pantai dengan tangan kanan menggandeng sepatunya, dan tangan kiri sibuk menahan topinya agar tidak dibawa angin.

Langit biru luas tanpa awan diatas kepalanya, laut yang tampak berkilat-kilat ditimpa cahaya matahari juga suara ombak yang datang dan pergi membuatnya tak henti-henti berdecak kagum. Sebenarnya ini sudah pantai keempat yang didatanginya sejak seminggu lalu ia sampai di Jepang, namun entah kenapa ia tak puas-puasnya dengan pemandangan seperti ini.

Bagi seorang Cho Narin pemandangan seperti ini jauh lebih menyenangkan daripada pemandangan gunung ataupun hutan. Ia tidak perduli walaupun kulitnya menghitam atau fakta kalau ia tak bisa berenang atau wajahnya yang tidak pernah tahan dengan sinar matahari karena bisa langsung memerah. Semua itu tak mengurangi kesukaannya dengan pantai. Mungkin itu sedikit persamaannya dengan Donghae.

Narin memilih duduk dibawah sebuah pohon, berteduh sementara waktu dari matahari yang semakin meninggi. Ia tersenyum saat melihat seorang bocah lelaki bertelanjang dada yang bersalto ke air dari sebuah batu rendah. Ia puas sekali dengan liburannya ini. Semua yang ada didepan matanya pasti sangat menarik.

Awalnya Narin pikir ia pasti kesepian dan berencana pulang lebih awal dari batas waktu yang ia punya. Tapi tidak, semuanya menyenangkan. Ia merasa bebas kemana saja ia mau. Tidak ada yang memarahinya menghabiskan uangnya membeli sesuatu yang tidak perlu, yang pasti akan dilakukan Hyora. Tak ada yang melarangnya menikmati es krim kesukaannya sebanyak yang ia mau, yang pasti akan dilakukan Donghae. Atau tak akan ada yang memaksanya berkeliling mall sampai kakinya sakit seperti yang biasa dilakukan Yoojin.

Ia bisa melakukan apa saja. Saat ia ingin tidur, ia akan tidur seharian, dan pergi saat ia ingin berjalan-jalan. Ini menyenangkan, walaupun ia yakin pasti tetap lebih menyenangkan saat ada teman untuk tertawa bersama. Tapi ini sudah cukup untuknya. Ia sudah puas.

Narin melirik kalender di ponselnya. 13 Februari. Itu artinya sudah seminggu dia meninggalkan Korea dan sudah seminggu dia meninggalkan seorang Lee Donghae hanya dengan sebuah notes yang Narin yakin sekali membuat lelaki tampan itu kesal. Dan Narin sendiri punya keyakinan hampir 80% kalau Donghae akan datang mencarinya..

Gadis itu menekan-nekan ponsel layar sentuhnya, mencari nama seseorang.

“Onnie!!!!!!!!!” teriaknya pada orang yang disebrang.

“Ya!! Cho Narin-ssi, aku belum tuli. Tak perlu berteriak sekeras itu!!!” Lee Hyora mengomel di ujung telepon.

“Onnie!!! Kau pasti sangat menyesal tidak ikut. Sangat-sangat menyesal!!” teriak Narin lagi tak memperdulikan omelan Hyora.

Terdengar dengusan di seberang. “Kau sudah mengatakan hal seperti itu lebih dari 10 kali, aku sampai tak berminat untuk iri padamu. Ada apa lagi sekarang, hah??”

“Onnie!! Disini sangat menyenangkan!! Pemandangannya bagus-bagus sekali. Banyak orang-orang asing yang saaaaangat tampan, dan kau tau onnie mereka berkeliaran tanpa memakai baju, dan abs-nya itu onnie…. Wuih, kau tak akan sanggup membayangkannya. Mereka berkeliaran dihadapanku onnie. DIHADAPANKU. Aku sampai heran, bagaimana caranya aku bisa bertahan tanpa mimisan melihat mereka semua!!!”

Narin mengucapkannya hanya dengan satu tarikan nafas membuat orang yang mendengar pasti langsung tau bagaimana excited-nya dia.

“Dan onnie, aku sudah berkenalan dengan tiga orang diantaranya. Ada Nick, Jason dan Seth. Dan kyaaa… Onnie,,, mereka bilang aku sangat lucu. Mereka bahkan meminta nomor ponselku.. Onnie,, rasanya aku ingin pingsan saja!!!!!”

“Cho Narin-ssi, tidak usah membual. Bawakan aku semua bukti-buktinya juga foto-foto abs yang kau bilang mengagumkan itu baru aku percaya semua omonganmu itu.” ucap Hyora skeptis. Narin tahu jelas tentang ketertarikannya dengan sesuatu yang bernama abs. Sebenarnya ia iri, tapi tentu saja, harga diri harus tetap terjaga. Ia tak ingin Narin tahu dan menertawakannya.

“Aku tidak sedang berbohong onnie. Aku pasti akan membuktikannya padamu. Aku punya banyak sekali foto mereka. Aku bahkan hampir menghabiskan 4gb memori kameraku untuk mereka..” jelas Narin masih dengan nada antusiasnya.

“Baiklah bocah, sepertinya kau sedang senang. Tapi tolong jangan lupa kalau kau itu sudah punya kekasih. Aku bertaruh kalau kau belum memberitahu alien babomu itu kalau kau sedang ada di Jepang. Benarkan??”

“Hehehe… Aku memang sengaja tidak memberitahunya. Biarkan saja dia yang datang mencariku..” cengir Narin.

“Tch– bocah gila. Kadang-kadang kau ini menakutkan ya… Terserah padamu saja. Aku tidak mau ikut campur. Yang pasti jangan mencariku kalau dia mengamuk padamu. Dan jangan minta tolong pada Hyukjae-ku. Dia selalu tersiksa, tak tahu harus membela Donghae oppa atau membelamu setiap kali kalian bertengkar.”

“Arraso onnie. Kau selalu berpura-pura tidak mencintainya padahal sebenarnya kau selalu memperhatikannya.” ledek Narin.

“Diam anak kecil. Itu urusan orang dewasa. Sudah, hati-hati disana. Kau hanya sendiri, dan jangan sampai tersesat. Dan jangan lupa foto-foto untukku.”

“Hehehe… Arrasso onnie… Annyeong…”

======================================================================================

Lee Hyora Apartment , 14 Feb 2012 10:00 KST

“Ada apa?? Bukankah kau sendiri yang bilang tidak akan menemuiku sebelum aku minta maaf padamu? Dan aku tidak merasa sudah melakukannya!!”

Lee Hyora mengomel pada orang yang mengetuk pintu rumahnya pagi itu. Dua orang lelaki tampan sedang berdiri dihadapannya. Lelaki yang lebih tinggi terlihat sangat enggan, seakan-akan ia datang karena terpaksa. Sedangkan lelaki disebelahnya yang sedikit lebih pendek, memasang tampang seperti akan menerkam siapapun yang berani mengganggunya. Kakinya bergoyang-goyang tak sabaran seperti ada yang sedang memburunya.

“Sebenarnya aku juga tidak ingin, tapi karena saat ini harga diriku sedang terancam, jadi terpaksa aku melakukannya.” sahut lelaki yang lebih tinggi yang berdiri lebih dekat dengan Hyora.

Hyora mendengus menatap lelaki itu, kedua tangannya menempel pada pintu yang memang dibukanya hanya sedikit. “Jangan bercanda Lee Hyukjae-ssi. Ini masih pagi, dan aku juga sedang tidak ingin melihatmu sampai kau minta maaf karena sudah marah-marah padaku hanya karena masalah sepele yang sama sekali tidak penting!!”

Wajah lelaki yang dipanggil Lee Hyukjae itu berubah, tampak lelah, seperti tidak punya energi untuk berdebat. “Kita bahas itu nanti saja oke.. Tapi sekarang kau benar-benar harus membantuku. Tapi sebelumnya tak bisakah kami masuk??”

Hyora terdiam. Melihat wajah memelas kekasihnya itu membuatnya tidak tega. Ia juga sedikit takut dengan ekspresi Donghae, lelaki yang berdiri disebelah Eunhyuk, yang tak juga berubah sejak tadi. Ia kemudian membuka pintu rumahnya lebih lebar, mempersilahkan kedua lelaki itu masuk.

“Ada masalah apa sebenarnya?? Dan ada apa dengan wajah itu??” tunjuk Hyora pada Donghae sesaat setelah kedua lelaki itu duduk.

“Hyora-ya, dimana Narin sekarang??” tanya Eunhyuk.

“Narin?? Dia di Jepang.” jawab Hyora santai namun reaksi yang didapatnya membuatnya mundur selangkah dari tempatnya berdiri.

“JEPANG?? Dia di Jepang??” teriak kedua pemuda itu serempak. Hyora mengangguk pelan, sedikit ketakutan.

“Dia sendirian??” tanya Donghae dengan nada tinggi. Hyora kembali mengangguk.

“Gadis gila itu!! Dia bahkan belum pernah keluar Seoul. Berani-beraninya dia pergi ke Jepang sendirian tanpa memberitahuku sama sekali!! Dan ini sudah seminggu!!!” jerit Donghae. “Dimana dia sekarang??”

“Tentu saja di Jepang.” jawab Hyora.

Donghae menggaruk kepalanya gusar, “Aku tahu dia di Jepang, tapi di daerah mana?? Tokyo, Fukuoka, Hokkaido, Kyushu?? Dimana?? Tak mungkin aku harus mencarinya ke seluruh Jepang..”

“Kau akan mencarinya?? Ke Jepang??” tanya Eunhyuk. “Donghae-ah, apa kau lupa? Kita masih punya jadwal besok.”

Donghae melirik jam tangannya. “Jadwal kita siang. Itu artinya aku punya lebih dari 24 jam. Itu sudah cukup untukku mencari gadis gila itu!! Dan Hyora-ya, tugasmu sekarang cari tahu dimana dia!!”

Mendengar nada perintah di suara Donghae membuat Hyora berubah kesal. “Kenapa aku harus melakukannya??”

“Karena kalau kau tidak melakukannya, aku akan—”

“Hyora-ya, kumohon lakukan saja. Kalau kau melakukannya itu artinya kau menolongku.” Eunhyuk memotong perkataan Donghae, ia menggenggam tangan Hyora, memandangnya dengan wajah memelas.

Hyora menghempaskan tangan Eunhyuk kasar, “Kau ini kenapa sih?? Aneh sekali. Apa Donghae oppa mengancammu??”

Eunhyuk mengangguk ragu, “Aku pasti akan memberitahumu soal itu nanti. Tapi tolong bantu Donghae. Sebenarnya ia sangat khawatir. Kau tahu kan kalau Narin sangat payah mengingat jalan dan gampang tersesat. Dan Donghae tidak tahu kabar bocah gila itu sedikit pun sejak seminggu yang lalu. Jadi mengertilah..” bisik Eunhyuk pelan agar Donghae yang sedang sibuk menelpon seseorang untuk membelikannya tiket ke Jepang tidak mendengarnya.

“Sebenarnya aku juga khawatir. Ya sudah aku akan mencobanya..” ucap Hyora pada Eunhyuk. “Tapi kau harus memberitahuku ancaman apa yang Donghae oppa maksud sampai kau ketakutan seperti itu.” ancam Hyora.

“Ehh?? Nd… Nde..” jawab Eunhyuk salah tingkah membuat Hyora curiga namun memilih mengabaikannya untuk sementara.

“Donghae oppa..” panggil Hyora setelah Donghae selesai menelpon. “Aku tak bisa menelponnya, karena nomor yang dipakainya di Jepang terlalu susah dihubungi. Tapi biasanya dia menelponku. Aku akan mencari cara agar dia menelponku sepanjang hari ini. Oppa pergilah, dan beritahu aku nomor yang bisa dihubungi sesampainya oppa disana.”

“Arrasso.. Gomawo Hyora-ya. Aku pergi.” ucap Donghae buru-buru mengambil jaket dan ranselnya dan berlalu pergi meninggalkan dua orang dibelakangnya yang hanya bisa mengangguk.

======================================================================================

Midori Hotel,  14 Feb 2012    11:00  JPN

Cho Narin terbangun dari tidur nyenyaknya di hotel kecil tempatnya menginap. Ia menggeliat, menguap dan akhirnya bangkit sambil meregangkan badannya.

Narin melirik kalender yang diletakkan diatas meja kecil disamping tempat tidurnya. 14 Februari, hari yang spesial bagi sebagian orang, dan ia salah satu diantaranya. Ia juga punya harapan yang sedikit mustahil hari ini. Ia berharap Donghae datang dan mereka bisa merayakan hari Valentine ini berdua, karena ini Valentine pertama untuk mereka. Namun yang menjadi masalah adalah, walaupun Narin punya keyakinan 80% kalau Donghae akan datang mencarinya, tapi Donghae punya kemungkinan 99% tidak bisa datang karena jadwalnya yang padat.

Gadis itu tersenyum setengah hati sambil melirik list yang akan dilakukannya hari ini. Ia sudah membuat daftar tempat-tempat yang akan ia kunjungi hari ini seandainya Donghae benar-benar tidak datang sebelum ia kembali ke Korea besok. Dan soal Valentine, apa boleh buat. Tidak terlalu berharap akan lebih baik untuk kesehatan perasaannya.

Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di Shibuya, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jepang. Rencananya seharian ini ia akan mengunjungi toko-toko yang ada di Shibuya seharian. Ia harus bergegas, ada toko eskrim yang harus didatanginya. Toko itu sedang promosi menu baru. Setidaknya ia bisa mendapat eskrim tanpa harus membayar.

Setelah mendapatkan pesanan eskrimnya, yang tentu saja mengandung unsur strawberry, Narin duduk disalah satu meja kosong yang ada disitu. Toko eskrim itu penuh sekali, orang-orang juga pasti tidak mau ketinggalan. Tidak mungkin ada yang menolak eskrim gratis bukan??

Narin melirik ponselnya yang berkelip-kelip. Ponsel yang disewanya selama ia ada di Jepang. “Yobose—“

“Ya!! Kenapa susah sekali sih menghubungimu?? Apa kau tau sudah berapa kali aku mencoba menelponmu??”

“Ahh onnie—kenapa marah-marah?? Jaringan internasional kan memang susah. Memangnya ada apa sampai onnie menelponku berkali-kali?? Ada masalah??” tanya Narin pada orang yang menelponnya sambil marah-marah. Lee Hyora.

“Ani. Hanya saja…. Neo oddiya??” tanya Hyora.

Narin menyuap sesendok eskrim kedalam mulutnya, “Tentu saja di Jepang.” jawabnya enteng.

”Ya!! Pabo. Aku tahu kau di Jepang. Tapi dimananya??” Tanya Hyora lagi.

“Memangnya kenapa?? Kuberitahu juga onnie tidak akan tahu kan?? Onnie kan belom pernah kemari..” Narin menggulum senyumnya. Meledek orang lain itu memang nikmat.

“Tch- Cho Narin-ssi, jangan terlalu sombong hanya karena kau sedang ada di Jepang.

“Hahaha… Aku hanya bercanda onnie, jangan terlalu sensitif. Hari ini aku berencana berkeliling Shibuya seharian.”

“Shibuya? Kalau begitu kau harus menelponku dan.memberitahuku setiap kali kau masuk ke sebuah toko. Aku juga ingin tahu bagaimana toko-toko disana. Siapa tahu aku juga akan ke Jepang suatu saat nanti.” perintah Hyora.

“Ahh wae~~ onnie, kau tidak tahu ya, kalau menelpon ke luar negri itu mahal?? Aku kan bisa menceritakan padamu nanti saat aku pulang!!” tolak Narin.

Terdengar suara bisik-bisik di seberang, sepertinya Hyora sedang bertengkar dengan seseorang.

“Sudah, lakukan saja. Aku yang akan.membayarnya nanti.”

“Jjinjaro?? Onnie, waegure?? Kau aneh sekali. Tidak biasanya. Kau kan sama pelitnya dengan Eunhyuk oppa.”

“Ya!!! Bocah, tidak perlu meledekku. Yang pasti, ingat telepon aku setiap kau masuk ke toko di.Shibuya atau dimana pun kau berada.”

“Nde… Arrasso onnie. Annyeong—”

Narin menutup ponselnya. Ada yang aneh dengan onnie-nya itu. Hyora paling tidak suka menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan permintaannya tadi itu benar-benar tidak berguna. Narin kan bisa menceritakannya nanti saat pulang dan ia juga punya banyak foto yang nanti bisa ia tunjukkan pada Hyora. Kenapa harus menelpon?? Narin mengangkat bahunya dan kembali pada eskrim strawberry-nya.

======================================================================================

Donghae berjalan bergegas, setengah berlari sebenarnya. Ia harus cepat, Hyora baru saja memberitahunya kalau Narin sedang ada di Nail Art Shop. Ia tidak ingin seperti sebelum-sebelumnya. Donghae sudah pergi keempat toko seperti yang diberitahu Hyora tapi selalu saja terlambat, dan Narin pasti sudah tidak ada. Disaat seperti ini susah sekali rasanya kalau harus tetap menjaga penyamaran, Donghae jadi tidak leluasa bertanya pada setiap orang yang lewat.

Toko eskrim, Handmade shop, Beer shop dan sekarang Nail Art Shop. Apa sebenarnya yang ada dipikiran.gadis itu? Toko pertama dan kedua masih bisa dimaklumi, tapi Beer Shop?? Untuk apa Narin kesana?? Sejak kapan Narin pergi ke tempat seperti itu?? Mencium bau alkohol saja ia langsung pusing. Dan Nail Art?? Sejak kapan Narin memperhatikan hal-hal seperi itu?? Apakah seminggu tidak bertemu gadis itu tiba-tiba berubah feminim?

Donghae masuk ke toko tersebut, dan berpasang-pasang mata langsung menoleh padanya, yang seluruhnya milik wanita. Donghae pun otomatis menaikkan kacamata dan menurunkan topi hitamnya. Ia menyapu pandangan ke seluruh penjuru toko namun tak menemukan gadis yang dikenalnya. Ia pun beralih pada seorang penjaga toko yang paling dekat dengannya.

“Ah, chogiyo… eh, ani… errr–” ucapnya terbata-bata, lupa kalau ia sedang berada di Jepang.

“Anata wa… eh.. miru eh… Josei kami… nagai..” ucap Donghae lambat-lambat mengingat bahasa Jepangnya yang sangat mengkhawatirkan. “anda… eh… lihat eh… gadis rambut… panjang…”

Gadis penjaga toko itu mengerutkan keningnya bingung, sama sekali tidak mengerti apa yang Donghae ucapkan. Ia pun menggeleng pada Donghae.

Donghae menggaruk belakang kepalanya kesal. Setelah ini ia berjanji akan serius belajar bahasa Jepang dengan Sungmin.

“Eh… Korean.. Girl, long hair…” cobanya lagi kali ini dengan bahasa Inggris yang lumayan dimengertinya.

“Korean girl??” ulang gadis penjaga toko itu. “Ahh.. I see..” ucapnya tersenyum sambil menepukkan tangannya. “She already go, ten minutes ago..”

“Oh.. Thank you..” balas Donghae sambil tersenyum. Ia pun bergegas keluar toko dan menatap liar pada orang-orang yang berlalu-lalang di sekelilingnya. Gadis itu sampai kapan membuatnya cemas seperti ini..

=====================================================================================

Yoyogi Park,  14 Feb 2012    17:00  JPN

Narin duduk di sebuah kursi panjang yang ada di Yoyogi park. Ia kelelahan, entah sudah berapa tempat yang ia kunjungi hari ini. Mulai dari toko eskrim, lalu Handmade shop, ia mendapat banyak barang-barang imut dari toko itu dan ia sangat bersyukur Hyora sedang tidak bersamanya, karena jika tidak, jangan harap Hyora mengizinkannya membeli barang-barang seperti itu. Kemudian ia pergi sebuah Beer Shop. Shibuya terkenal dengan Beer Shop yang menjual berbagai macam beer mulai dari yang local sampai beer import. Entah mengapa ia langsung teringat Kyuhyun, oppanya yang jago minum itu. Setelah itu ia tertarik masuk ke sebuah Nail Art Shop. Ia sama sekali belum pernah mencoba hal yang seperti ini. Selama ini kukunya selalu tampak polos tanpa berwarna, namun kali ini ia ingin sekali mencobanya dan hasilnya tidak terlalu buruk.

Perjalanannya dilanjutkan ke sebuah tempat di dekat statisiun Shibuya, disitu ada sebuah bus peristirahatan. Yang unik adalah bus itu tidak digunakan sebagaimana mestinya sebuah bus, tetapi dijadikan sebuah museum yang menampilkan sejarah-sejarah Shibuya dari masa dulu. Tak lupa ia mengambil banyak foto disitu.

Tak lama perutnya terasa lapar. Ia sebenarnya ingin berhenti disebuah restoran sushi, tapi niatnya kali ini sepertinya harus diurungkannya. Narin alergi cumi, dan ia tidak tahu jenis-jenis sushi mana yang bisa ia makan. Biasanya setiap kali ingin makan sushi, pasti ada Donghae atau Hyora disampingnya yang memilihkan untuknya. Tapi kali ini tidak ada, dan ia tidak ingin mengambil resiko, kulitnya memerah dan sakit perut di negri orang tanpa ada yang bisa dimintai tolong. Jadi Narin memutuskan untuk makan Chicken-katsu di restoran sebelahnya.

Setelah kenyang, ia kembali melanjutkan perjalanannya dan sampai di Hachiko Square di dekat stasiun Shibuya. Di situ terdapat patung Hachiko, seekor anjing yang sangat setia pada tuannya, yang sangat terkenal di Jepang, sampai-sampai pemerintah Jepang membuatkan sebuah patung untuk anjing tersebut, dan beberapa film juga mengangkat kisahnya.

Setelah puas mengambil puluhan foto dengan patung Hachiko, Narin berjalan sedikit lagi sampai akhirnya tiba Yoyogi park, sebuah taman luas yang juga sering dijadikan tempat-tempat festival atau konser musik. Ia memilih sebuah kursi panjang dibawah pohon untuk tempatnya melepas lelah.

Narin pun mengambil ponselnya. Kali ini ia tak lagi lupa untuk menelpon Hyora. Sejak tadi ia selalu lupa untuk memberitahu Hyora seperti yang sudah dijanjikannya. Ia baru ingat sesaat setelah keluar dari toko tersebut. Tapi itu seharusnya bisa dimengerti, karena Narin selalu sibuk memandangi tempat-tempat yang ia kunjungi. Semua tempat-tempat itu sangat menarik perhatiannya karena tentu saja semuanya adalah hal baru untuknya.

Ia menutup ponselnya setelah selesai menelpon Hyora kemudian mengeluarkan kamera digital miliknya dari dalam tas. Setelah puas menertawai sekaligus mengagumi semua foto hasil jepretannya, tanpa sengaja ia melirik ponselnya yang menunjukkan pukul setengah lima sore. Ia pun mendesah.

“Tch—Lee Donghae, kau benar-benar tidak akan datang, eh?? Ya sudah, masih banyak lelaki tampan yang bisa kutemui daripada harus menunggumu..!!”

“Kukira kau sudah tidak ingat lagi pada seseorang bernama Lee Donghae…”

-tbc-

Hehehe… I’m back..
Setelah sekian lama pergi liburan, saya datang lagi…

Buat yang nungguin cerita donghae-narin, mianhaeyo…
Tapi buat yang gak nungguin, yahh– nungguin donk..*slapped*

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

39 thoughts on “[Onespace] A So (Not) Romantic Valentine – One

    • 1 hal yg pertama bikin aku senyum saat baca, muncul pacar pertama ku😄
      Unyuk oppa kuuuuuuuu

      Haeppa selalu digmbarin cengeng mulu,bikin sekali2 dy agak evil dunk
      Aku tau seh dy mank king of tears tp sekali2 imagena evil boleh lah hahahaha
      Nah narin yang berubah jd queen of tears wkkwkwkkwk
      Tapi stlah aku pkir2 kayaknya gak cocok ya
      *evil laugh*

      Ada typo pas hae n hyuk tahu narin di jpang,shrsnya hyora yang ngangguk tp ketulis narin
      *aduh bahasaku, bljar b.indo lagi ah*

      Baca nie ff berasa lagi jalan2 di jpang dah😀😀
      Wuah smpe ke patung hachiko
      Aku pengen banget ke situ
      *mimpi sore hari*
      Kyaaaaaaaaaa endingnya itu donghae oppa
      *jingkrak jingkrak*
      Ooouuuuchhhhhh so romantic
      Jadi inget adngan di he’s beautiful
      Yang yong hwa ngikutin shin hye

      Back to topic
      Aku kesellllll
      Knpa harus tbc disitu seh???????
      Bener2 sklinya da ff eh malah dbikin tbc -_______-
      Pokokknya di tunggu lanjutannya^^
      aku suka aku suka aku suka
      *dora mode on*

      • Pertama kali liat komen onnie, langsung senyum pepsodent…
        Panjang bgt…. Suka… Suka…😀😀😀😀

        Kalo soal enyuk oppa, onnie tenang aja..
        Dia kan biasku yg kedua…
        Aku kan EunHae Shipper…
        Dia pasti sering muncul..

        Pacar pertama??
        Yg kedua, Yesung. Yang ketiga, Siwon. Yang keempat, Seungri..
        Bener gak aku urutannya onnie??o_O

        Nah itu onnie dah jawab sendiri..
        Si hae-hae mana cocok galak2…

        Emank bnyak typo onnie, bwtnya pke hape soalnya…
        Gomawo onnie udah perhatian.. #cipokbasahonnie

        Mudah2an bisa benar2 ke Jepang ya onnie, abis tu tinggal nyebrang sampe di rumah Hae-hae.
        Amiiiinnn…..

        Gomawo…Gomawo..Gomawo… #jingkrak2 ala Eunyuk..

        Lanjutannya??
        Ntar ah, sampe kesalnya si onnie smpe ke ubun2…😛

        Hehe… Annyeong onnie…

      • maap cmment saia kayak curhat ya hahaha
        aku gak suka unyuk deket2 ma ikan
        nanti aku dilupakan😦

        urutannya salah saeng
        itu yg dsbutin cuma selingkuhan koq
        eh iya aku mw nambah lagi
        aku lagi tergila2 sama jay park
        omg btapa kerennya dy muahahahhaha
        aduh tu tato2 kren2 amat seh
        jadi pngen tp syang saia takut jarum😦😦😦

        aku pgen bc ff hae-nya agk mnyebalkan
        cz aku pnah bc ff castna hae, aku suka banget syg g ampe tamat
        authornya g lnjtin lg😦
        jdlnya lets make a baby
        *curhat lagi*

        thanks buat doanya
        mdh2an da malaikat yg nyatet impianku
        pls ya allah krimkan aku ke jpg n korsel kakakkaka
        *amien*😀😀

        WHATTTTTTTTT?
        tgu ampe aku ksel,,,,,,
        jgn gtu donk saeng ntar aku btmbah kriput
        TTTT_________TTTT

      • Koq minta maap seeh~~~
        gak liat tu cengiranku selebar apa??

        tapi aku suuuuukaaaa bgt kalo orang itu dekat2..
        Bikin iri persahabatannya…😦

        Jay park??
        Temenku juga suka dy karena tatonya…
        Tapi dia emank keren kok..

        aku coba buat dia galak, tp gk tau ntah gimana nti jadinya..

        emank siapa yg doain bwt onnie,,
        orang itu doa buat aku kok…
        tpi kalo onnie mau ikut nyempil boleh kok…😛

        tambah keriput??
        berarti sekarang udah keriput donk??
        #KABUURRRRR~~~~~~~~

      • hahaha aku juga gak tau knp aku minta maaf
        mungkin saia lagi SADAR klu saia terlalu cerewet dlm comment
        *mulai berpikir

        aku seh suka2 aja mreka dket
        mlah HARUS sama smw mber juga
        pkknya sampe mreka TUA mreka hrs kayak skrg
        tapi yg bkin envy klu hae udh cium2 unyuk
        aku kan jadi MAUUUUUUUUU
        *dicipokbasahunyukoppa

        tapi skrg aku kmbali lagi ke seungri😄
        liat dy di bigshow alive jadi kyk penjnak bom gtu dengan ptngan rmbtna yg pendek
        dy kelihatan sexy,kliatn jd cow dwsa n matang
        gak ada cutenya tapi aku makin cintaaaaaaaaa
        wuaaaaaa bkan brownies lagi
        udah jadi HOT MAN^^

        ayo buat hae jd galak
        fighting

        ya udh klu kmu gak ngedoain
        aku berdoa breng siwon oppa aja
        *geret siwon oppa

        wkwkkwkkwkw lbih banyak kriputnya om teuki drpd saya
        jadi saya kasih tau
        saya amat muda xixiixiixiixixi

      • Gpp, cerewet2 juga, aku suka koq dengarnya…😀

        Kyaaa, sejak kapan hae-hae ku cium-cium unyuk??
        itu hanya kamuflase..
        Andweee…

        Mulai lagi deh, tukang selingkuhnya..
        cow dewasa dan matang??
        sematang apa??

        teuki ahjussi??
        itu orang mana ada keriputnya..
        bintik hitam aja gak ada dimukanya…

      • kan mreka sring mesra2an berdua hahahaha
        tapi lebih mesra bang unyuk sama aku
        *popo unyuk oppa*

        wuahahhahha kan dblang selingkuh itu indah
        slma bang unyuk blum nikahin aku jadi aku bebas berpetualang dung kekeke
        seungri itu sematang cintaku buat unyuk oppa lolololol😄

        om teuki perawatan dimana ya????
        udh muka lbh baby face drpd bang evil
        kaki mulus
        aduh nie cow gak cck dpngil ahjushi
        dy terlalu cute
        kyaaaaaaaaaa
        aku ngiri
        TTT________TTT

  1. Aaaah annyeong eonni…. Comebackmu ini sukses loh ternyata, suka dari awal sampe akhir cerita >.< Kyaaaa
    Ngakak sama suratnya narin, ㅋㅋㅋㅋ
    Tapi kenapa itu tiba tiba tbc eooooon? *gak terima
    Pokoknya lanjutanya cepet! Harus! *maksa
    Ditunggu banget yaa eooon, fighting!!!

    • Annyeong Viraaaa…. #sksd

      Comeback??? Acem music bank aja..😀
      Btw, thanks…

      Lanjutannya sabar yach…
      Soalnya blom pande nulis cepat, msh author abal2..

      Annyeong~~

  2. aigooo~ senangnya jadi narin bisa liburan ke jepang..
    mau dong liburan.. saya sudah muak dengan semua try out yg menggila #curhat dadakan…
    eo, narin kejam banget seminggu tdk memberi kabar apa2 selain pesan singkat yg di tempel di lemari es ckck #poorhae
    oi… narin-ah lanjutannya cepetan yaaaaaaa~ #plakk

    • Hehehe…
      Emank enak jdi dia ya…

      Tp gk prlu ke Jepang, aku jg udh puas liburan#ikutan curhat

      Dy gk kejam kok, cuma agak jahat aja.. :-O

      Lanjutannya lg dlm proses mencari mas ilham..

  3. ahhh.. narin ini mau mau tapi malu yaa.. hehe
    tp bnr dech kasian haeppa hrus muter2 shibudya… aigoo ><
    berasa ky ke jepang bnr'an yaa… hehe

    • Hehehe…
      Aku mau…. Tapi malu….#nyanyi geje..
      Tp kan cewe biasanya emg gtu..🙂

      Mudah2an aja bisa bener2 jlan2 ke Jepang..
      Amin….
      Mudah2an aja pas lagi disana jumpa Hae-hae…
      Ammmmiiiiiiiinnnnnnnnnn…….

    • Nde…
      Annyeong juga…
      El imnida… panggil Yeonng juga bole..

      Bangapseumnida,..
      Ganti username kan?? Kemarin pake yg ini ” iiyda ^^” kan??

  4. donghae frustasi g ketemu narin. .
    apalagi narin ngilanc semakin bikin donghae kyk org gila. .
    dan akhirnya donghae rela nyusul narin ke jepang. .
    so sweet bgt pengorbanan donghae. .
    pengen tau eunhyuk diancam apa sih sama donghae sampe2 mau ketemu hyora padahal kn mereka lg ada masalah. .
    aku kira ini oneshoot eh ternyata tbc. .
    ditunggu deh kelanjutanya. .

  5. nah, it tbc toh, sy kira oneshoot,
    oh ya, lupa*nyodorin hae*
    it si hae sya balikin, huehehe, uda slese sya pinjem*plak*
    ceritanya, selalu dhe lucu, terus…gmana ya,, gt deh*apatoh*
    lanjutannya eo, d tggu x)

    • Kan judulnya ada tulisan -one- pasti ada -two-nya donk…🙂

      Trimakash udah balikin hae-hae.. Tpi koq agak cobel yah??😀

      Gomawo… Lanjutannya silahken…

  6. baca ff ini jadi kaya lagi liburan dijepang, kekeke~ ditunggu lanjutannya ya thor ^^
    annyeong, aku reader baru loh disini~^^

  7. Cieee bang ikan galau. Frustasi nih ceritanya? Kenapa gak gantung diri aja sekalian kayak di tipi tipi Indonesia? #plakkk =,=v

    Eonni, kenapa mesti ada TBC? Aku kira oneshoot -_-

    Aku penasaran nih eon, ancaman Donghae ke Eunhyuk itu apa sampe Eunhyuk takut gitu hahaha. Chapter selanjutnya cepet di post ya eon.

    DAEBAK!!! d^^b

    • Wah, baru kali ini ada yg ngusulin gntng diri…
      Hae-hae, denger gk tuh??#dicekek hae..

      Sekali2 bikin yg ada sambungannya..

      Lanjutannya silahkan dibaca..
      Kelamaan balas komennya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s