[HyukRaStory] It’s Still The End… (Sequel)

Baca juga :

[HyukRaStory] This is The End…

“Apa waktu sudah mengerjakan tugasnya??”

Lelaki yang duduk di sampingku ini menengadah ke langit, kedua tangannya di dalam saku celana, sementara rambutnya yang kini berubah pirang bergerak-gerak dimainkan angin.

Lelaki itu datang. Lee Hyukjae, dia datang. Dia datang dan sekarang ada di hadapanku.

Setelah sekian lama aku mencoba bersahabat dengan waktu, memintanya membantuku membuang semua memoriku, tapi lelaki ini dengan kejamnya datang ke hadapanku, dan duduk di sampingku.

Aku melirik ke arahnya, tak ada satu katapun yang bisa kuucapkan untuk menjawab pertanyaannya, atau mungkin aku sendiri tak tahu jawabannya.

Dia ikut berbalik membuat kami saling bertatapan. Bola mata itu, benarkah itu bola mata yang sama dengan yang dulu begitu kurindukan. Benarkah wajah itu, wajah yang sama dengan yang dulu begitu kusukai. Benarkah dia Lee Hyukjae yang sama yang dulu selalu membuatku bertingkah konyol?? Kenapa aku merasa ada yang hilang?

“Apa sekarang berbicara denganku pun adalah hal yang tidak mungkin??” tanyanya.

Aku menggeleng, “Tidak, hanya saja aku sudah terlalu biasa tanpamu, bahkan melihatmu duduk disampingku seperti sekarang ini, terasa seperti mimpi..”

“Mimpi? Burukkah?”

“Tidak buruk, namun juga tidak indah.” jawabku jujur.

Kami terdiam. Membiarkan kesunyian menemani untuk beberapa saat, membuat suara daun yang dimainkan angin terdengar jelas. Pertengahan musim gugur, daun-daun coklat berjatuhan, menambah indahnya taman.

Memori itu perlahan-lahan muncul. Di taman yang sama, musim gugur yang sama, setahun lalu, aku memilih menyerah dan mengucapkan selamat tinggal padanya. Tak ada pilihan untukku selain kata perpisahan itu. Dan aku harus meyakinkan diri bahwa itulah akhir dari kisahku. Kisah yang hanya ada aku didalamnya, tanpa dirinya.

Dan selamat tinggal yang kuucapkan mengandung arti selamat tinggal yang sebenarnya. Semenjak hari itu tak pernah sekalipun kami bertemu. Tak ada yang pergi kemana-mana. Kami tetap tinggal di kota yang sama. Hanya saja aku mencoba untuk menjauh darinya.

Dan sepertinya nasib membantuku. Tak pernah sekalipun kami bertemu atau sekedar berpapasan. Sepertinya ia juga ikut membantu dalam hal ini. Tak pernah sekalipun ia datang mencariku atau menelponku atau sekedar mengirimiku pesan. Awalnya terasa sangat menyakitkan, membuatku sadar kalau aku tak punya arti apa-apa untuknya. Kepergianku tak memberi dampak apapun padanya. Namun aku harus mengucapkan terima kasih, karena hal ini justru membantuku dalam proses melupakan segala memori tentangnya.

“Aku salah..” ucapnya mengusir kesunyian. “Kupikir selama ini pernyataan cintamu membebaniku, aku baru sadar kalau justru perasaan itu menenangkanku, membuatku tahu ada orang yang menyayangiku.”

Ia memejamkan matanya sambil berbisik, “Kupikir kita tak lebih dari sekedar teman, namun itu kesalahan terbesar yang pernah kubuat..”

Ia membuka matanya dan perlahan menoleh padaku. Sementara aku sekuat tenaga menahan diri untuk tidak ikut menoleh dan memandang matanya.

Ada perasaan kecewa mendengar kata-kata yang keluar dari bibirnya, namun aku memilih untuk tetap diam, berusaha menyalurkan semua perasaanku pada daun-daun yang berserakan di bawah kakiku.

“Tak bisakah aku dimaafkan?” tanyanya lagi, memaksaku keluar dari kebisuanku.

Aku memejamkan mata dan menghela nafas panjang mencoba menghilangkan perasaan berat yang membebani dadaku.

“Tak ada yang perlu dimaafkan.” ucapku berusaha tenang. “Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Kau hanya tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Dan itu bukanlah sebuah kesalahan.”

“Tidak.” ia menggeleng. “Perasaanku sama dengan apa yang kau rasakan, hanya saja aku terlambat menyadarinya..”

“Tak ada bedanya.” jawabku dingin. “Bagiku semua sudah selesai.”

“Tak bisakah kita memulai kisah yang baru??”

“Kisah apa yang kau maksud??” teriakku marah. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu sekarang. Bagaimana bisa ia berbuat sekejam ini. “Tak pernah ada kisah diantara kita. Yang ada hanya kisahku yang menyedihkan. Yang bahkan tak pantas disebut sebuah kisah!!”

Pertahananku runtuh, akhirnya aku membiarkan air mata mengontrolku. Terlalu berat untukku tetap berpura-pura kuat sementara ia terus mengatakan hal-hal yang menghujamku.

Ia menatap mataku, mencari sesuatu dan aku benci saat tahu ia dengan mudah menemukannya.

“Rasa itu masih ada kan?” tanyanya.

Aku benci pada diriku sendiri yang begitu bodoh, namun aku jauh lebih benci pada lelaki dihadapanku ini. Mengapa ia mengatakan hal seperti itu sekarang? Kenapa saat aku sudah mulai bisa melupakannya? Saat aku sudah mulai bisa tidak merindukannya? Mengapa ia begitu tega menghancurkan kerja kerasku melupakan semua kenangan pahit tentangnya.

Tanpa sadar aku bangkit berdiri, amarahku memuncak. Rasa sakit dan perih bertubi-tubi menyerangku.

“Ada. Masih ada. Selalu ada. Tapi itu tak ada hubungannya denganmu!!” Aku membentaknya kasar sementara air mata semakin deras mengalir.

“Kalau begitu kembalilah….”

Aku memejamkan mata, menghela nafas sebanyak yang aku bisa, mencoba mengeluarkan semua yang membebani dadaku. Yang begitu menyesakkan sampai-sampai bernafas pun terasa begitu sulit.

“Seperti apa sebenarnya aku dimatamu?” bisikku diantara bibir yang terkatup dengan mata masih terpejam rapat. “Orang yang akan pergi saat kau suruh pergi? Yang akan kembali saat kau minta kembali? Serendah itukah aku dimatamu? Semenyedihkan itukah aku?”

Tubuhku bergetar, sementara kedua tanganku mengepal erat. Air mata merembes keluar dari kedua sudut mata yang kupejam rapat.

Sebuah tangan besar menarik pergelangan tanganku sementara tangan lainnya mencoba membuka kepalan tanganku perlahan. Aku membuka mata, Hyukjae, pemuda itu menatap sedih pergelangan tangan yang masih kukepal erat, berusaha membukanya.

“Tidak. Tidak seperti itu. Tidak pernah seperti itu..” lirihnya.

Ada perasaan bersalah yang dalam nampak dari matanya. Aku yakin akan hal ini. Aku bisa merasakan ia sungguh-sungguh menyesal.

Tapi tak ada yang bisa kulakukan. Pertahanan diri yang kubangun sejak ia menyuruhku menyerah membuatku tak lagi punya perasaan. Bagiku selamat tinggal tetaplah selamat tinggal. Tak ada kisah yang bisa dimulai lagi. Akhir tetaplah akhir.

Ia menarik tanganku mengajakku kembali duduk. Ia mengelus pelan tanganku yang kini sudah terbuka dan memerah.

“Hyora-ya… Aku hanya ingin kau tahu..” ucapnya. “Saran—”

Aku menarik tanganku dari genggamannya dan mengangkatnya ke udara membuatnya terdiam.

“Kumohon..” cicitku. “Kumohon jangan ucapkan itu. Kumohon jangan membuatku kembali jatuh ke dalam jurang setelah segala usaha yang kulakukan untuk mendakinya. Kumohon…” Aku memohon padanya, mengiba lebih tepatnya.

Ia memandangku. Pandangan mata itu tampak begitu tersiksa. Seperti ada pisau tak tampak yang sedang menyayatnya perlahan. Seperti seekor anak anjing yang sedang mengiba agar tidak dibuang oleh pemiliknya, Membuatku memiliki hasrat bodoh untuk segera meraihnya, memeluknya dan mendekapnya erat dalam pelukanku.

“Sedalam itulah aku sudah melukaimu?” lirihnya. “Sebesar itukah kesalahan yang kubuat dulu?” tanyanya perlahan, seolah setiap kata yang ia ucapkan menusuk dirinya sendiri.

Aku menarik nafas panjang entah untuk yang keberapa hari ini, dan menghembuskannya lalu menghapus sisa-sisa air mata di pipiku dan tersenyum lebar. Aku menarik kedua tangannya dan menggenggamnya erat setelah sebelumnya menghapus air mata yang juga mengaliri pipi mulusnya. Ya, dia juga menangis.

“Hyukjae-ya, tolong jangan merusak kenangan indahku..” ucapku. Ia mendongak dan menatapku yang sedang memasang senyum lebarku.

“Kau adalah kenangan indahku.” Jari telunjukku menekan dadanya. “Jadi tolong jangan menangis seperti ini, karena itu hanya akan merusak kenangan indahku..”

Ia menaikkan sudut bibirnya, tersenyum miris, “Kenangan? Hanya kenangan?”

“Eung..” aku mengangguk. “Kenangan indah..” tambahku.

Ia menunduk, membuatku tak bisa membaca ekspresinya.

“Tak bisakah aku jadi orang yang selalu ada di dekatmu lagi?” bisiknya. “Tak bisakah aku jadi alasanmu tersenyum lagi? Tak bisakah aku jadi orang yang kau sukai lagi? Lebih dari sekedar kenangan??”

Aku menggeleng, “Terkadang, menjadi kenangan jauh lebih baik. Kau tidak akan pernah pergi dariku. Kau akan selalu ada setiap kali aku ingin mengingatmu.”

“Jadi, itu artinya tetap selamat tinggal??”

“Tetap selamat tinggal..” ulangku mantap.

Aku bangkit dari sisinya, “Kalau begitu, selamat tinggal..” ucapku lalu beranjak pergi. Di langkah yang kesekian, ia memanggilku, membuatku berbalik.

“Biarkan aku mengucapkan ini!!” teriaknya. “Saranghae Lee Hyora… Saranghae.. Saranghae.. ”

Aku tersenyum lalu kembali berbalik dan berjalan. Angin musim gugur menemaniku, memainkan helai rambutku, membuatku kembali tersenyum.

Tak ada kisah yang bisa dimulai atau pun diakhiri. Semuanya tetap sama. Tak ada yang berubah. It’s still The End. Bye, Hyukjae-ya…

-enD-

Ini request-an nya @haenem onnie, yg minta dibuatin sequel si hyukjae yang ngejar2 si hyora..
tapi kenapa saya merasa, kalo si hyora-nya yg masih cinta bgt ya..
Mianhae kalo tidak bagus #failed request

And this is also for Hyora Ahjumma..
This is another oneshot you asked..


And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

 

42 thoughts on “[HyukRaStory] It’s Still The End… (Sequel)

  1. kyaaaaaaaaaaaaa saeng sarangheyooooo
    aku suka sama sequelnya
    *jingkrak jingkrak*
    wlpun mrk gak bersatu : (

    dasar monkey yg 1 nie babo seh
    koq baru sadar klu emang cinta
    aku suka sama krkter hyora yg tegas
    and endingnya wuih coooollllllll
    aku smpe ngebayangin adegannya,pasti keren kekekkekke

    jadi makin cinta ma hyuk
    *cinta mati*
    kamsahamnida yeong
    neomu neomu neomu kamsahae
    *bener gak ya?*
    saranghe^^

    • hehehehehe..
      suka ya?? Sukur deh…
      padahal aku ngerasa yang ini failed…
      soalnya requestnya kan si hyuk-nya yg ngejar2, tapi rasanya kayak si hyora-nya yg masih cinta bgt..

      lah, kemaren ngambek waktu aku manggil si hyuk, monkey,
      ini malah suami sendiri dipanggil monkey.. *geleng-geleng*

      aku juga jadi makin cinta ma hyuk. #buang hae ke laut, abis dia mau selingkuh#

      kamsahamnida juga onnie,,
      udah mau baca punyaku…

      Nb. Yang neomu kamsahae-nya kayaknya bener..
      tapi yang saranghe-nya kurang huruf ‘a’-nya tuch..🙂

      • gak failed koq,siapa yg blg sini aku nasihatin
        *gubrak*
        aku ngerasain feelnya hyuk yang ngejar hyora koq
        *itu menurut aku*
        and buat hyora yang tetep cinta ma hyuk
        aku pikir wajar cz ceritanya hyora memang udah lama cinta ma hyuk kan?
        intinya aku suka ide ceritanya,terutama cast-nya
        cast paling daebak kakakkakka

        abisnya kamu selalu bilang hyuk itu monkey
        jadi lama2 aku ikhlas^^~

        hyaaaa jangan selingkuh dengan hyuk-ku
        tetep setia aja ma hae
        mank dy selingkuh sama siapa?
        yoona ya kakkakkaka
        ups sabar ya yeeoooong
        kamu seret pulang hae aja😛

        Nb.saranghae
        udah bener kan?
        kemaren ngetiknya buru2
        *alasan klise*

        yeonggggggg fightinggggggg^^~

      • cast yg paling daebak??
        itu karena cast-nya si myeolchi kan??? *uda tau masuk dibaliknya*

        kalo udah ikhlas, jadi boleh dunk aku lanjut manggil dy si monkey oppa???
        hehehehehehehe *ngakak bareng evil magnae*

        dy mau ikut wgm, dy mau selingkuh sama cewe yg cantiiiik bgt..
        saya kan cemburu….

        berpaling sama hyuk aja ah…
        cuma dy yg bisa bikin aku ketawa ngakak..😄

        buru2 yah?? ^garuk2 dagu^

        Onnnnieee fightttttinggggg!!!!
        Gomawooooooooooo………….🙂

      • wkwkwkkwkwk serius nie cast plg daebak
        cz ada suami ku jd castnya
        sering2 bikin ff pake abang sayang ya,yeong
        *wink wink*

        tetep gak bolehhhhhh
        andweeeeeeeeeeeee
        muka imut gtu masa dpgil monkey terus seh
        TT_____TT
        *evil aku sekep mulutnya*

        oh yg hae mw wgm ma so eun seo itu ya
        *dijelasin pula*
        cantik lho ceweknya,pendiem lg
        minho aja suka wktu di oh my school kakkakakkka
        *evil laugh*

        jgn berpaling ma hyuk ma yg lain aja
        sainganku makin banyak ntar hahahaha
        masih ada shindong koq yg lucu
        yeppa yg ajaib
        kyu yg tampan
        tinggal dipilih dipilih kakkakakkakka

      • kan udah tau aku tuh maksud dari kata2 ‘cast paling daebak’.. 0_____0″
        sering2??? mmm… tapi yang ceritanya menyedihkan aja ya, kan tu muka udah cocok bgt *wink wink balek*

        kenapa gak sekalian aja bilang, dia itu cantik, baek hati, tidak sombong, rajin menabung, dan segalanya..
        kurang lengkap tuh mujinya *lempar pisang bekas enyuk*

        shindong, yesung, kyu??
        gak mau ah,, masih sama2 member..

        bagus langsung cipok Hyun Bin aja..
        Dashyat tuh..!!!
        Hehehe…

      • mianhe aku bodoh
        *pukul kepala*
        koq sad story????
        andweeee
        muka dy tu gak da sedih2nya tapi muka dy itu penuh dengan keceriaan
        *dipopo hyukppa*

        phap pisangnya aku tangkap kakakaka
        aku kan blum knal ma cew itu jd gak bisa muji lbh jauh
        ntar deh aku puji lg klu dah knalan ya^^v

        ya ampun gak ketuaan tuh mw cipok hyunbin kekekeke
        gak dpet haeppa, hyunbin ahjushipun jadi ya hahahahahhahahha

      • iya deh, ngalah aja, dya emank penuh keceriaan…
        daripada ngambek..😄

        mau ngajak berantem nih ceritanya??
        kalo udah kenal ama dy, suruh kenalan juga ama aku ya..
        kutunggu di pengkolan.. (_=_)

        hyunbin mah tua2 gitu masih legit..
        orang cakep mah mau tua juga pasti tetap cakep..
        hihihihih…

      • kyaaaaa koq kesannya kayak terpaksa gitu seh????
        *nangis di dada hyukie*

        noooooo aku cinta damai yeong
        peace ^^v
        pengkolan mana?
        korsel punya pengkolan juga ya hahahhaha
        duh yang cemburu buta
        panas banget ya ma tu cew ckckckkc
        eunso oennie fighting kekekkekke
        *kaburrrrrrrrr*

        legit?
        mank kue lapis kekeke
        makin tua makin jadi ya
        tapi klu dh kakek2 mank tetep cakep????
        *mikir*
        mungkin cakep buat para nenek2 hehehehe
        *mianhe haemonnie*

      • issh, udah gede masih nangis di dada hyukie sih!!
        *lempar hae ke bulan* *rengekrengek sama Teukie*

        saya gak cemburu buta koq..*elapingus*

        Hyunbin mah tiada duanya,,,
        Hyunbin oppa Saranghae ♥
        *dibekep haehae*

      • ich sirik aja seh anak kecil kakkaka
        kan dadanya unyuk bidang yeooong
        enak buat tempat nangis
        *pkiran kemana2*
        *lempar hae lagi ke bumi* *tarik teuki ke sora* : D

      • kyaaaaa badan kotak2 gitu dibilang bidang datar ckckkckkc
        tu badan siap jadi papan penggilasan yeong
        sering2 ngintip bang unyuk dunk kekekkekke
        *lempar balik hae ke mokpo*
        *selamatkan unyuk*
        *pindah ke planet*

      • sorry onnie..
        saya gak suka ngintip2..
        saya kan gak yadong kayak si enyuk.. *mukapolos*
        *cari hae di mokpo*
        *lngsg sembelih aja*
        *muka setan*

      • yakin masih polos ?????
        aku gak percayaaaaaa
        gak usah ngintip klu mw liat abs nya unyuk cz dy dengan SUKARELA bakal pamerin tu abs
        *inget ss3*
        aku jelous ktu buttnya dipegang
        andweeeeeeee
        *kepala panas*
        *curcol*

        unyuk bukan kambing,dy gak bisa disembelih
        *ikat unyuk,amankan dikamar*

      • emank, dia emank tukang pamer..

        butt?? apaan tuh??
        kagak ngerti?? *kedipkedippolos*

        bukan dia yg mau kusembelih,
        tapi si makhluk mokpo itu..

      • gak pa-pa dy pamer scr dy punya abs
        kcli buncit truz pamer omg bisa pingsan dh hahhahaha

        serius gak tau butt
        wkwkkwkkwkw kamu boongnya gak meyakinkan ah : D

        lama2 kamu kejam sama si ikan
        kasian hae klu kmu smbelih hahaha
        gmna klu kmu bkin ff ttg hae yg truz kamu teror krn dy ikt wgm
        genrenya horor gmna gtu kakakkaka
        *siap2 nyiksa hae*

      • fighting ya buat ujiannya
        semoga dapat nlai yang bagus n dapet ilmunya,g skedar cm nilainya
        percuma nilai gede tp ilmunya malah gak dapet kekeke
        *mulai merasa jd orang tua*😀
        aza aza fightingggggggggg

        lupakan hae dulu kakakkakaka

  2. huh*narik nafas dlm2
    miris bnget bcanya.
    padahal aku pling ga suka bca yg sad ending. Tpi, yg ini bener2 bikin aku tertarik bwt baca.
    kerennnnn

    • ahhhh,, ahjumma bikin malu lah..🙂
      boom boom pow ?? *jadi teringat enyuk*

      Jiyah, baru tau ya kalo si Hyora itu ada turunan tikusnya??
      Dia kan satu spesies ama Peter Pettigrew.. #lho??

      Gomawoyooooo…. ahjumma…..
      CHU~~~~

    • afterstory??
      jdi aneh donk ntar..
      masa udah sama-sama nolak, terakhirnya malah jadian??..

      tpi kalo dipikir2 bisa juga sih..
      ntar deh, dipikir2 dulu gimana bagusnya..
      *spanduknya simpan dulu buat nanti*

      Gomawooo….🙂

    • ngubek-ngubek hati??
      segitunya….

      jgn suka galau2 ah, gak baek buat kesehatan jantung #lho?

      kelanjutan?? ini kan udah sequel dari cerita yg sebelumnya, masa disambung2 lagi..
      tp entar deh, kalo ada ide dipikirin..🙂

      Annyeonggg reader baru, manggil apa nih??
      sering2 mampir ya….😀

  3. Liat jdulnya aja still the end,, udh ktebak nih pasti mreka ga bakalan balik,
    Wajar kq hyora smpe marah gtu,, hbis hyuk seenaknya aja bs menarik ulur hyora ky gtu,,
    Ff ini bikin nangis,,

  4. Kasian hyukjae.😥
    Sbnrnya berharap mrk bersatu. Tp kalok keadaanya kea gini kenya gamungkin. Kalok dibuat happy emd kesanya jadi maksain.😥
    Okeh gapapa. Ini gapapa. Ini gapapa. Huaaaa si hyukjae jan nangis. Huaaa suami gue lu apain thor. T.T

    • Ga diapa2in, cuma biar tau rasa aja… emng kalo cakep bisa suka hati apa nolak org trus tau2 ngajak jadian??? Hahhhaha

      Emg kalo jadi happy ending kesannya maksain bgt, jadi biarin aja mereka gak jadian. Biar pada jomblo aja smua.. biar hyukjae ama aku ajah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s