[OneSpace] Sweet Christmas…

Lee Donghae Cho Narin Sweet Christmas

Narin menghempaskan diri ke tempat tidurnya. Ia kelelahan, setelah dua hari ini bekerja keras mendekorasi rumahnya. Yes, it’s Christmas Day.

Hari pertama ia membantu Hyora, tetangga yang sudah dianggapnya onnie-nya itu mendekor rumahnya. Mereka sudah sepakat untuk saling membantu. Semalam adalah giliran Narin membantu Hyora. Dan hari ini seharusnya giliran Hyora yang membantunya. Tapi belum ada sejam, Narin bahkan belum selesai dengan pohonnya, Hyora dengan wajah memelas

meminta izin pada Narin untuk pergi dengan alasan ada urusan mendadak. Walaupun ia tahu kalau urusan mendadak itu sebenarnya hanyalah bertemu si Monkey oppa, tapi ia tidak sampai hati melarangnya. Jadilah ia sendirian harus bekerja keras membersihkan, menyusun, menarik, menempel, menggunting, membereskan dan segala macam lainnya.

 

Narin berguling-guling diatas tempat tidurnya. Suasana Natal, tapi ia justru merasa kesepian. Sudah dua hari ini tidak ada kabar dari Donghae, dan ia sendiri tidak tahu apa alasannya. Tapi Narin bisa mengerti. Tidak sama dengan orang biasa seperti dirinya yang mendapat libur di hari Natal, kekasihnya itu adalah seorang Hallyu Star, yang justru akan sangat sangat sibuk di akhir-akhir tahun seperti ini. Tapi apakah menelpon saja tak sempat?? Eunhyuk juga seorang Hallyu Star, ia bahkan punya lebih banyak pekerjaan dari Donghae, tapi ia masih sempat menelpon Hyora dan berjanji akan datang malam nanti.

Narin menghela nafas, ia kemudian meraih ponsel putihnya dan menekan speed dial no 7 nya, angka kesukaannya. Ia menunggu beberapa saat, namun tak ada jawaban. Ia pun mencoba lagi, tetap tak ada jawaban. Ia pun akhirnya menyerah dan mencoba menyibukkan diri, browsing tentang Donghae sampai ia berhenti pada sebuah berita.

Lee Donghae mengenakan cincin couple..

Lee Donghae Super Junior terlihat mengenakan cincin di tangan kirinya saat di bandara. Saat diteliti oleh para netizen, mereka mengatakan bahwa cincin yang dipakai pemuda tampan yang sedang mempromosikan film barunya bersama Siwon yang juga member Super Junior itu, terlihat sama dengan cincin yang dipakai oleh Yoona SNSD..

Apakah ini hanya kebetulan saja, ataukah mereka memang sudah benar benar menjadi sepasang kekasih. Kita lihat saja…

Narin mengerucutkan bibirnya membaca berita itu. Ia tidak tahu bagaimana perasaannya. Apakah harus kesal, marah ataukah merasa minder.

Tentu saja, bagaimana tidak. Yoona begitu cantik, sexy dan bodynya sangat bagus. Ia juga humoris dan sangat mudah dekat dengan orang lain. Sementara kalau dibandingkan dengan dirinya….

“Kau pasti sangat senang kan, digosipkan dengan orang secantik dia?? Dan kenapa sih kau masih memakai cincin bodoh itu??” Gadis itu memulai kebiasaan buruknya, berbicara sendiri.

Sebenarnya cincin itu adalah cincin yang dibelinya sebagai oleh-oleh saat ia berlibur di Daegu. Ia membeli beberapa cincin karena mendapat diskon dan memberikannya pada Donghae, Eunhyuk, Yoona, Tiffany dan Sunny. Namun sepertinya hanya Yoona yang menyukai cincin itu, sementara Donghae selalu memakainya karena itu pemberian darinya.

Gadis itu menghela nafas lagi, dan memejamkan matanya..

“Pabo Hae..”

-Sweet Christmas-

Narin membuka matanya dan melirik jam dinding di kamarnya. Jam 6 sore, sudah lama sekali ternyata ia tertidur. Ia melirik ponselnya dan mendengus sebal pada benda putih tak bersalah itu lalu melangkah ke kamar mandi.

Butuh lebih dari setengah jam baginya untuk bersiap-siap. Ia mengeratkan tali boots nya lalu beranjak ke luar. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan keluar, setidaknya ia tidak akan berakhir menyedihkan, menghabiskan malam Natal sendirian seperti orang bodoh yang kesepian.

Ia beranjak ke rumah Hyora dan menemukan Eunhyuk yang sedang mengambil selca dirinya disamping pohon yang ia dekorasi bersama Hyora kemarin.

“Annyeong, monkey oppa….” sapanya.

“Ya!! Jangan memanggilku seperti itu. Sama sekali tidak enak didengar!!” protes Eunhyuk.

Narin hanya mengangkat bahunya dan memeluk Eunhyuk. “Merry Christmas oppa..”

Eunhyuk ikut tersenyum dan membalas pelukan gadis itu, “Gomawo, kau juga Merry Christmas..”

Narin lalu melepaskan pelukannya dan mengulurkan tangannya pada Eunhyuk, “Apa tak ada hadiah untukku??”

“Tidak.” jawab Eunhyuk singkat.

Gadis itu mencibir pada Eunhyuk, “Tch-pelit sekali. Apa gaji seorang Hallyu Star tidak cukup untuk sekedar membeli sebuah hadiah?? Kalau kau seperti ini aku tidak akan merestuimu jadi kakak iparku!!”

“Kakak ipar??” Eunhyuk tersenyum lebar dengan mata yang berbinar-binar. “Arraso, aku akan mengirimkan hadiahmu besok. Kau tunggu saja..”

“Hehehe.. Gomawo oppa. Aku tunggu besok di depan pintu rumahku..” ucap Narin senang.

“Ya!! Jangan tertipu hanya dengan satu kata ‘kakak ipar’ Lee Hyukjae. Kau ini gampang sekali tertipu tampang sok innocent-nya” Hyora keluar dari dapur sambil mengomel.

“Kau mau pergi Yeong??” tanyanya saat melihat Narin yang sudah rapi.

“Eung..” Narin mengangguk. “Aku ingin berjalan-jalan di sekitar Apgeujong.”

“Bersama Donghae??” tanya Eunhyuk.

“Ani.”

“Bocah itu tidak menelponmu??” Eunhyuk lagi-lagi bertanya. Narin menggeleng.

“Sama sekali tidak??”

Gadis itu menggeleng lagi. Perasaannya kembali suram. “Sudahlah oppa. Jangan membuat malam Natalku bertambah suram hanya karena mengingat si bodoh itu. Aku pergi. Annyeong…

Ia pergi dan menutup pintu namun detik berikutnya membukanya lagi.

“Onnie, Oppa, Jangan berbuat yang tidak-tidak ya selama aku pergi. Annyeong. Merry Christmas..”

“YAA!!”

-Sweet Christmas-

Apgeujong malam itu sungguh semarak. Lampu-lampu jalan dan lampu-lampu pertokoan yang dipasang menambah meriahnya malam. Hiasan-hiasan khas Natal dengan warna-warna hijau dan merah yang mendominasi, pohon, lilin, boneka-boneka Santa dan juga lampu warna -warni yang tak berhenti berkelip membuat semuanya terlihat sangat sangat indah. Dan satu lagi yang menambah indahnya malam itu adalah salju yang menumpuk di sisi-sisi jalan. Putih, bersih dan cantik..

Tapi gadis itu salah besar. Ia mengira akan merasa senang bila sudah melihat semua ini, tapi ternyata tidak. Kerumunan orang yang berjalan-jalan disekitarnya , justru membuatnya merasa sangat kesepian. Ada yang berpasangan, ada yang beramai-ramai bersama teman, tak sedikit juga orang tua yang berjalan-jalan bersama anaknya. Ia merasa terlihat menyedihkan. Seperti orang yang tidak punya siapa-siapa untuk diajak menghabiskan malam ini. Dan memang itulah kenyataannya.

Ia mengeratkan coatnya agar angin nakal tidak menelusup masuk. Salju memang sudah berhenti turun tapi angin yang berhembus mampu menusuk tulang. Gadis itu menarik bibirnya, memaksakan sebuah senyuman. Tak ada gunanya bersedih-sedih, itu hanya akan membuatnya kehilangan kesempatan menikmati pemandangan indah yang ada di depan mata.

Ia kembali berjalan menelusuri setiap etalase pertokoan, berhenti sesekali saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, sampai akhirnya ia benar-benar berhenti di sebuah toko mainan. Sebuah boneka Rudolph, si rusa santa berhidung merah, seperti sedang memanggilnya. Matanya yang besar dan lucu seakan-akan sedang mengedip padanya. Gadis itu tersenyum, namun detik kemudian berubah cemberut. Ia baru ingat kalau ia tidak membawa uang lebih..

“Annyeong Rudolpho…” bisik gadis itu sambil beranjak pergi. Ia berjanji akan kembali besok dan membeli boneka itu. Mudah mudahan saja belum ada orang lain yang membelinya.

Ia kemudian berjalan lagi, sampai akhirnya memilih berhenti untuk duduk di sebuah bangku panjang yang diletakkan dibawah sebuah pohon besar, dari bangku itu ia bisa melihat pohon cemara besar yang dipasang ditengah kota, lengkap dengan hiasan dan lampu kerlap-kerlipnya.

Ia mendesah, duduk diam seperti ini membuat perasaannya kembali suram. Gadis itu pun menyesap cokelat hangat yang tadi sempat dibelinya. Ia mengecek ponselnya. Jam 8 malam, namun tetap tak ada telepon ataupun pesan dari Donghae.

“Hhh- Natal yang sepi…” gumamnya.

Ia memandangi sekitarnya sampai berhenti pada seorang lelaki yang berjalan ke arahnya. Lelaki itu memakai scarf yang menutupi sebagian wajahnya. Ia juga memakai beanie yang menutupi seluruh rambutnya. Saat hampir dekat, gadis itu bisa melihat kalau lelaki itu membawa Rudolpho-nya. Boneka yang tadi ingin sekali dibelinya. Hal ini membuatnya mengerucut kecewa.

“Boleh aku duduk disini??”

-Sweet Christmas-

Donghae berlari-lari kecil di sepanjang Apgeujong. Matanya liar memandang ke kiri dan kanan, ke setiap sudut pertokoan yang dilewatinya, mencari seseorang. Si bocah jelek, yang sejak tadi membuatnya cemas.

Sebelum kemari, ia sempat ke rumah Narin, namun tak menemukan siapa-siapa disana. Membuatnya harus mengganggu Hyora dan Hyukjae yang sedang menikmati malam Natalnya. Dari mereka lah ia tahu kalau gadis bodoh itu sedang berjalan-jalan sendirian di Apgeujong ini.

Sudah dua hari ini ia tidak bisa menghubungi gadis itu. Thanks to Bada yang mencakar-cakar ponselnya dan menjatuhkannya dari atas meja hingga ponselnya mati total. Dan sampai sekarang ia belum memiliki ponsel, jadwalnya terlalu padat untuk pergi membeli sebuah ponsel baru.

Ia cemas. Narin pasti merasa sangat sedih karena tidak ada kabar apapun darinya. Ia juga pasti merasa kesepian, harus melewati malam Natal sendirian. Orang tua gadis itu jauh dari Korea, dan tentu saja Narin tidak akan mungkin tega mengganggu Hyora. Melihat sifatnya, ia pasti lebih memilih sendirian daripada mengganggu orang lain.

Donghae berlari ke belokan pertokoan yang lain, sampai akhirnya berhenti dan tersenyum. Dari tempatnya berdiri sekarang, ia bisa melihat Narin. Gadis itu mengenakan coat coklat dengan scarf hitam yang dipasang tinggi menutupi setengah wajahnya, persis sama seperti yang sedang ia pakai sekarang, sementara rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai begitu saja.

Namun wajah gadis itu terlihat sedih, membuat Donghae merasa bersalah. Narin pastilah iri melihat kerumunan orang yang berjalan-jalan disekelilingnya. Ia juga bisa melihat gadis itu memaksakan sebuah senyuman dan kembali berjalan.

Donghae memutuskan untuk membuntuti gadis itu. Ia juga ikut menyusuri etalase toko dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Ia berhenti setiap kali Narin berhenti dan kembali berjalan saat gadis itu berjalan.

Tiba-tiba Narin berhenti di sebuah toko mainan. Ia tersenyum melihat sesuatu. Donghae memicingkan matanya mencari tahu apa yang membuat gadis itu tersenyum. Donghae ikut tersenyum, ternyata hanya sebuah boneka rusa bisa membuat gadis itu tersenyum selebar itu.

Ini sangat menarik baginya. Mengamati gerak-gerik gadis itu selalu sangat menarik baginya. Kebiasaannya berbicara sendiri, tersenyum kapan saja ia ingin tersenyum, tak peduli dimana ia sedang berada, kebiasaannya mengomeli setiap benda yang ada disekitarnya saat ia tidak punya objek untuk dimarahi, selalu terasa sangat menarik bagi Donghae, membuatnya semakin penasaran pada gadis itu.

Narin merogoh tasnya, namun belum sempat mengeluarkan apapun, ia sudah menutupnya kembali dan wajahnya kini berubah cemberut. Donghae mengerutkan keningnya, setengah mati berharap ia punya kekuatan untuk membaca pikiran gadis itu.

Narin terlihat menghela nafas. Ia membisikkan sesuatu ke etalase toko, melambai pada rusa hidung merah itu dan melangkah pergi.

Donghae pun berlari menghampiri toko tersebut dan ia bisa melihat boneka rusa itu dari dekat. Pantas saja Narin tersenyum selebar itu, boneka itu memang sangat lucu. Matanya yang besar seakan-akan sedang mengatakan sesuatu pada orang yang menatapnya. Ia pun masuk ke toko dan membawa keluar boneka tersebut ditangannya.

Donghae kembali berjalan mencari Narin yang sempat hilang dari pandangannya, dan ia menemukan gadis itu sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon rindang. Ia pun mengambil beanie-nya dari dalam tas dan memakainya menutupi seluruh kepalanya. Ia juga mengangkat scarfnya lebih tinggi dan memakai kaca mata hitamnya, lalu berjalan mendekati gadis itu.

Saat jarak mereka sudah dekat, Donghae tak bisa menahan senyumnya. Wajah gadis itu sangat lucu saat melihat boneka yang ia bawa. Wajah itu sama dengan wajah seorang anak kecil yang sedang memohon eskrim pada ibunya, penuh hasrat ingin memiliki dan bibirnya mengerut lucu.

“Boleh aku duduk disini??” tanya Donghae. Ia menaikkan tone suaranya agar Narin tidak langsung mengenalinya.

Narin terlihat terkejut dan melepaskan pandangannya dari boneka itu.

“Y..Yee.. Ahjussi, silahkan saja..” jawabnya.

Kali ini giliran Donghae yang mengerucutkan bibirnya mendengar panggilan itu, ‘Apa ia terlihat seperti seorang ahjussi sekarang??’ pikirnya.

Donghae tersenyum lalu duduk disamping Narin. Ia senang karena Narin mengijinkannya duduk, namun sedikit khawatir dengan kecerobohan gadis itu. Bagaimana kalau tadinya yang datang itu adalah orang jahat. Kenapa gadis itu mempersilahkan begitu saja.. Donghae mengangkat bahunya, memutuskan untuk mengurus hal itu nanti.

“Agassi, apa kau sendirian?? Apa kau tidak punya teman menghabiskan malam ini??” tanya Donghae.

Narin menghela nafasnya, “Ya, seperti itulah kira-kira. Ahjussi, kau juga sendirian??” Narin balik bertanya.

Donghae mengangguk, “Ya, aku juga sendirian. Sebenarnya aku kemari mencari kekasihku. Aku sudah berbuat salah padanya, membiarkannya berjalan-jalan sendirian di malam Natal yang indah ini..”

Narin mengangguk-angguk mengerti, “Aaah, Jadi kau sedang mencari kekasihmu, namun sampai sekarang belum menemukannya, begitu??”

Donghae mengangguk mengiyakan.

Narin terdiam, matanya kini kembali menatapi boneka yang diletakkan Donghae disampingnya. “Ahjussi, apa kau berniat memberikan boneka itu pada kekasihmu?”

Donghae melirik sebentar pada boneka disampingnya lalu kembali menghadap gadis itu, dibalik scarf nya ia tersenyum.

“Nde.. Aku menemukannya di sebuah toko saat sedang mencari. Rusa ini sangat lucu. Aku berniat memberikannya pada kekasihku agar ia tidak marah lagi.”

“Kekasihmu pasti senang sekali menerimanya, Ahjussi” ucap Narin sendu. “Bye-bye Rudolpho…” gumam gadis itu pelan.

“Agassi, boleh aku bertanya sesuatu?”

Narin berbalik menghadap Donghae dan mengangguk.

“Apa kau tidak punya kekasih sampai-sampai harus sendirian di malam indah seperti ini?”

Narin menghembuskan nafasnya mengeluarkan asap dari mulutnya karena suhu yang begitu dingin.

“Ada. Hanya saja ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan menelpon pun ia tidak sempat..”

“Sesibuk itukah? Apa sebenarnya pekerjaannya?”

“Ehhm… Dia itu…” Narin memicingkan matanya menatap Donghae. “Ahjussi, aku akan memberitahukannya padamu, tapi kau harus janji merahasiakannya, yaksok??”

Narin tiba-tiba mengangkat tangan Donghae lalu mengaitkan jari kelingking mereka.

“Y..yee..” Donghae menjawab terbata. Ia refleks menaikkan scarfnya lebih tinggi, takut ketahuan.

“Dia itu seorang Hallyu Star..” ucap Narin.

“Hallyu Star??” Donghae berpura-pura terkejut. “Nuguieyo?? Mungkin saja aku mengenalnya…”

Narin mendekat, membuat Donghae lagi-lagi berpikir bagaimana kalau tadi yang duduk sekarang adalah orang asing, lalu ia membisikkan sesuatu, “Lee Donghae. Super Junior Lee Donghae.”

“Mwo??” Donghae lagi-lagi berakting terkejut.

Narin menggoyang-goyangkan kakinya, mengangguk sambil tersenyum malu-malu.

“Lee Donghae??”

“Ssh– Ahjussi, jangan keras-keras” Narin melirik ke sekelilingnya. “Bagaimana kalau ada yang mendengarnya??”

“Arraso… Mianhae” Donghae mengangguk-angguk mengerti. “Lee Donghae yang tampan itu??”

Narin menutup mulutnya, terkejut. “Ahjussi, kau juga merasa ia tampan?”

Donghae tersenyum lebar, “Tentu saja..” jawabnya mantap.

“Eung, dia memang tampan. Tapi kau tahu Ahjussi, sebenarnya dia itu sedikit bodoh..”

“MWO??”

“Eung..” lanjut Narin. “ Dia bahkan tidak tahu cara memasang player music dari ponsel. Si bodoh itu, benar-benar payah dalam urusan elektronik”

Donghae mengerucut kesal dibalik scarfnya.

“Dan satu lagi, dia itu seorang playboy.”

“Uhuk..”

Donghae terbatuk, Narin pun memukul-mukul punggungnya pelan. “Ahjussi, gwenchanna??”

Donghae mengangkat tangannya, mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja. “Mworago?? Playboy??”

Narin mengangguk. “Dia digosipkan dengan gadis cantik. Kau pasti kenal dengan Yoona SNSD kan ahjussi??” tanya Narin. “Dia digosipkan dengan Yoona hanya karena sebuah cincin jelek “ curhat gadis itu, mengeluarkan isi hatinya.

Donghae mengerutkan keningnya, ‘Yoona?? Cincin??’ Ia pun melirik tangannya yang tertutupi sarung tangan hitam namun langsung mengerti.

“Dia pasti saat ini sedang merayakan Natal bersama anak-anak SM lainnya. Dan si bodoh itu pasti sedang berdekat-dekatan dengan Yoona sekarang. Aissh, bodoh sekali. Kenapa aku mesti cemburu seperti ini. Tapi tentu saja aku cemburu. Yoona itu kan cantik sekali, sementara aku….”

Gadis itu mengoceh panjang lebar pada dirinya sendiri, membuat Donghae terkekeh pelan.

“Kalau begitu Agassi, apa kau punya permintaan malam ini?? Katakan saja.”

“Permintaan??” tanya Narin dengan kerutan di keningnya.

“Eung.. Siapa tau aku bisa mengabulkannya..”

Gadis itu mencibir tidak percaya pada Donghae namun tetap memikirkan permintaannya, “Aku ingin… ah, sudahlah. Kau tidak akan mungkin mengabulkannya ahjussi, itu mustahil!!”

“Sudah. Katakan saja.” desak Donghae. “Siapa tahu saja ada malaikat yang mendengarnya dan mengabulkannya. Kau tau, it’s Christmas Eve.”

Walau tetap tidak percaya, namun gadis itu memejamkan matanya, “Aku ingin Lee Donghae yang super sibuk itu bisa ada disini sekarang dan menghabiskan malam Natal-nya bersamaku..”

Ia kemudian membuka matanya dan menatap Donghae, “Bagaimana ahjussi?? Kau tidak mungkin bisa mengabulkannya kan??” dengus gadis itu. “Kalau begitu sekarang giliranmu saja, apa permintaanmu ahjussi, siapa tau aku bisa mengabulkannya.” Lanjut gadis itu tanpa memberi kesempatan untuk Donghae mengatakan sesuatu.

Donghae mengusap-usap kedua tangannya sambil berpikir, “Hm, permintaanku, aku ingin secepatnya menemukan kekasihku, atau setidaknya bagaimana caranya agar kekasihku bisa menemukan aku disini.”

Narin menggaruk pipinya yang tidak gatal, “Err- ahjussi, sepertinya aku juga tidak bisa mengabulkan permintaanmu..” jawab gadis itu sedikit kecewa. “Tapi….aahhh” Narin menepuk tangannya seperti menemukan sesuatu.

“Ahjussi, mungkin terlalu sulit bagi kekasihmu untuk menemukanmu. Bagaimana kalau kau membuka kacamatamu?? Mungkin itu yang membuatnya sedikit sulit mengenalimu..” saran Narin.

“Kacamata??” ulang Donghae.

“Ya, juga beanie-nya mungkin, dan kalau bisa, turunkan sedikit scarf yang ahjussi pakai, agar wajahnya lebih kelihatan..”

Gadis itu tersenyum senang, berpikir kalau ia sudah menemukan ide yang sangat brilian.

Donghae menunduk, menurunkan scarf-nya sampai ke bawah dagu, dan melepas beanie hitam yang dipakainya lalu mengibas-ngibaskan rambut cokelatnya, dan terakhir melepaskan kacamata hitamnya.

“Seperti ini??”

-Sweet Christmas-

Narin menatap setiap inchi wajah Donghae dengan mata yang semakin melebar setiap detiknya.

“Merry Christmas Rin-ku sayang.” ucap Donghae dengan senyum lebar, namun Narin tidak memberikan reaksi apapun. Ia tetap diam terperangah.

“Agassi, bukankah aku sudah mengabulkan permintaanmu. Kenapa kau hanya diam saja? Dan terima kasih sudah membantuku mengabulkan permintaanku. Berkatmu akhirnya aku bisa menemukan kekasihku yang cantik ini.”

“Hiks… Hiks…”

Reaksi yang keluar berbeda dengan apa yang diharapkan Donghae. Narin justru menangis membuat Donghae panik seketika.

“Wae? Wae? Waegure? Uljima… Uljima… Yeong…”

Donghae buru-buru menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi gadis itu dengan sarung tangannya.

“Kau bukan Donghae. Kau bukan Donghae. Kembalikan ahjussi tadi. Kembalikan ahjussi yang tadi duduk bersamaku!!” Narin terisak sambil berteriak.

“Aniya… Na Donghae ya Donghae. Lihat baik-baik.”

Gadis itu menggeleng keras, menolak memandang Donghae.

“Kau bukan Donghae. Donghae tidak ada disini. Donghae itu sedang bersenang-senang bersama Yoona.”

“MWORAGO??” pekik Donghae. “Ya!! Lihat baik-baik!!” Donghae mengangkat dagu gadis itu dan menangkupkan wajah mungil Narin di kedua tangannya.

Narin terdiam. Tangannya perlahan terulur menyentuh wajah pemuda di hadapannya. Matanya tak lepas menatap mata bening Donghae.

“Jjinja-ya??”

Donghae hanya tersenyum lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Gadis bodoh.. Kenapa kau tiba-tiba menangis eh?? Kau hampir saja membuatku kena serangan jantung. Kau tau itu bocah jelek..”

Narin melepaskan diri dari pelukan Donghae dan menghapus sisa-sisa air matanya.

“Karena aku takut. Kukira aku sudah gila. Karena tiba-tiba saja di depan mataku seorang ahjussi berubah menjadi dirimu..” jelas Narin masih setengah terisak.

Donghae terkekeh pelan mendengar jawaban konyol itu, “Kau begitu inginnya aku ada disini ya??”

“Ingin tapi tidak ingin.”

Donghae mengerutkan kening, “Jawaban macam apa itu??”

“Karena aku sedang membencimu”

Donghae menarik tangan Narin dan menggenggamnya. “Mianhae.. Aku tak bisa menelponmu karena Bada merusakkan ponselku..”

“Jangan mencari alasan, dan menjadikan Bada sebagai korban.” dengus Narin.

“Aku tidak bohong.. Bada benar-benar merusak ponselku”

Narin menatap Donghae, memastikan, “Baiklah, kalau begitu sekarang lepas cincinnya.”

Donghae mengerutkan keningnya, namun akhirnya mengerti. “Ah waee??” protesnya. “Kenapa harus dilepas? Ini kan pemberian darimu..”

“Narin memicingkan matanya, “Kenapa kau tidak mau melepasnya?? Kau suka ya, digosipkan dengan Yoona?? Tapi, tentu saja, dia kan cantik. Geurae??”

“Aniya.. Ini kan pemberian darimu. Aku suka memakainya, tidak ada hubungannya dengan Yoona..”

“Karena itu pemberian dariku, jadi aku berhak melakukan apapun. Sekarang aku ingin kau melepasnya..” paksa Narin keras kepala.

“Arrasso.. Arrasso..” Donghae menyerah. Ia melepas sarung tangannya, lalu kemudian melepas cincin yang diberikan Narin dan menyimpannya di saku belakangnya.

“Baiklah tuan putri, sekarang kau puas??” ledek Donghae. “Apa masih ada permintaan lain?? Pertama, supaya Lee Donghae bisa ada disini dan menghabiskan malam bersamamu. Kedua, melepas cincin yang kau berikan. Lalu apa masih ada lagi??”

Donghae menghela nafas saat tahu kalau Narin tidak mendengarkannya. Gadis itu justru menarik-narik ujung scarf yang dipakainya sambil menatapi boneka rusa yang sempat dilupakan Donghae.

“Donghae-ya.. Donghae-ya.. Itu artinya rudolpho milikku kan?? Dia untukku kan??” Gadis itu tersenyum lebar, membuat Donghae juga ikut tersenyum.

“Ya, itu milikmu. Kau senang sekarang??” tanya Donghae sambil mengacak-acak rambut gadisnya itu.

“Senang sekali.. Rudolpo annyeong.. Noona ya.. Noona.. “ Narin melambai-lambai pada boneka rusa itu sambil memperkenalkan dirinya.

“Kalau begitu sekarang giliranku kan??”

Narin mengalihkan pandangannya pada Donghae, “Hae-hae juga punya permintaan??” tanyanya dengan wajah polos.

“Tentu saja. Dan kau harus mengabulkannya..”

“Baiklah..” janji Narin.

“Hmm… pertama–” Donghae menggaruk hidungnya, berpikir, “Jangan cemburu lagi dengan gosip apapun tentangku dengan gadis manapun. Dan berhenti menyebutku playboy. Arraso??”

Narin mengangguk-angguk, “Baiklah..”

“Jangan hanya baiklah. Kau harus mengingatnya dan menyimpannya dengan benar disini..” Donghae menunjuk pelipis kanan gadis itu.

“Arrassoyoo..”

“Yang kedua, kalau kau sedang kesal atau marah, jangan berjalan-jalan sendirian lagi seperti ini. Kau bisa membuatku mati berdiri. Kau dengar??”

Narin mengangguk-angguk.

“Yang ketiga…”

“Banyak sekali!!!” protes Narin.

Donghae meletakkan jari telunjuknya di bibir, membuat Narin terdiam namun mengerucut sebal.

“Jangan lagi-lagi membiarkan orang asing duduk disebelahmu. Bagaimana kalau tadi dia itu benar-benar seorang ahjussi yang jahat. Kau bahkan tidak mengenalnya, tapi kau berani memegang tangannya dan membisikkan sesuatu padanya..” Donghae bergetar, merinding membayangkan apa yang diucapkannya menjadi kenyataan.

“Tidak semua ahjussi seperti yang kau pikirkan!!” elak Narin.

“Tapi 90% ahjussi yang meminta ijin duduk disebelah gadis yang sedang duduk sendirian, sama dengan ahjussi yang kupikirkan..”

“Yang keempat—“ lanjut Donghae

“Kapan selesainya sih??” dengus Narin sambil melipat tangannya kedepan.

“Dan yang terakhir..” lanjut Donghae.

Ia menunduk dan diam untuk beberapa waktu, membuat Narin penasaran dan menunggu. Ia memperhatikan dengan seksama wajah Donghae yang sedang memejamkan mata.

Dengan gerakan tiba-tiba Donghae membuka matanya dan menatap jauh kedalam mata Narin, membuat gadis itu terpaku, tak bisa mengalihkan pandangannya.

Donghae mulai mendekatinya, membuat jantungnya berdegup mengerikan. Entah mengapa semuanya terasa begitu lambat dan hening. Seperti tidak ada apapun disekitar mereka. Bahkan suara bising kerumunan orang yang sejak tadi menemani mereka tak lagi kedengaran. Ia bergidik saat melihat mata Donghae yang sekarang terasa begitu dekat. Ia memejamkan matanya rapat-rapat. Jangan katakan kalau Donghae ingin…. Tidak.. Bagaimana ini.. Donghae tidak mungkin ingin menciumnya kan.. Bagaimana ini. Bagaimana caranya.. Apa yang harus dilakukan.. Ke kanan kah?? Ke kiri?? Ottokhe?? Ottokhe??

Donghae tersenyum melihat gadis didepannya. Wajah gadis itu mengerut karena matanya yang dipejamkan begitu rapat. Ia pun memejamkan matanya dan bergerak semakin mendekat lalu—-

Narin membeku ditempatnya saat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Wangi parfum Donghae memenuhi setiap ruang udaranya. Ia tidak tahu perasaan apa ini, namun yang pasti ada sesuatu yang aneh yang menelusup masuk dan menjalar di tubuhnya dan ia menyukainya. Ia merasa hangat, seperti tiba-tiba saja ada yang memasang perapian disekitar mereka dan membuat pipinya memerah. Secara natural tubuhnya merileks. Inikah yang namanya ciuman pertama. Indah sekali ternyata. Ini terlalu manis..

Donghae melepaskan dirinya dan memberi jarak beberapa senti antara mereka. Ia kembali tersenyum memandangi gadisnya yang masih terpejam. Ia kembali mendekatkan wajahnya lalu membisikkan sesuatu.

“Yeoong, Natal itu manis ya….”

-Sweet Christmas-

Kyaa… They’re Kisseu…

I’m blushing right now!!!!!

Mianhae kalo feel-nya gak dapet,
saya kagak mahir yang romantis2..

Soal berita yang diatas, saya tahunya sih dari @leli

en punya ide bwt dimasukkin ke cerita..

Eniwey,, MERRY CHRISTMAS

bwd yg merayakan…

And as always

Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove

30 thoughts on “[OneSpace] Sweet Christmas…

  1. mianhe saeng aku hrus jjur,aku gak dapet feelnya bwt yang ini
    wuaaaaaaaaaaa aku jg bingung knpa aku gak ngerasain feelnya : (
    abz kmu masukin crt ttg cincin couple itu seh jd aku bt duluan
    mgkn krn krg romantis kali ya???? i dun know hahahha
    gak ngasih masukan juga aku ya kekekeke
    lebih dpt feelnya klu mrk sling ngecengin,ksanna lucu n romantis >______<

    tp aku tetep suka cara kamu nulis
    pokoknya aku makin suka sama couple ini
    yeoooonggg fightinggggggg
    *berasa akrab*

    • hehehe… mianhae..
      saya masih amatiran..

      lagian ini udah yang paling sweet yang bisa saya buat,,
      lebih dari ini saya kagak pande..

      gomawo..
      saya akan bekerja lebih keras lagi..
      Hwaiting!!!!

      • aku ada saran supaya lebih sweet lagi saeng
        kamu masukin hyukpa disitu,aku akan langsung bilang
        WWWOOOOWWWW SO SWEEETTTTTTT kekekkekekkekeke

        FIGHTINGGGGGGGGGGGGG
        HAPPY NEW YEAR : D

      • oh gosh kamu manggil dy monkey lagi
        mulai desperate deh
        lama2 aku bsa bayangin dy like a monkey lho hiks hiks hiks
        *nangis di pelukan siwon oppa

        drpd psing ma monkey yg ni,mendingan maen sama yeppa z deh
        ^_____^

      • hehehe… mianhae…
        saya cuma merasa kalo panggilan itu imut,
        tidak bermaksud menyinggung…🙂

        pilih eunhyuk, siwon, ato yesung???😄

      • hahaha gwenchana saeng

        wuah klu dsruh plih,aku jg bingung mw plih yg mna kakkakakka
        aku pilih SETIA ma bang sayang
        hyukppa no.1 di hatiku
        *eaaaaa*^^

        wonppa n yeppa sbgai cuci matalah
        anggap z bonus gtu kekekeke

  2. woaaaa~ narin-ssi kocak baget…
    kalo aku sih malah ketawa-ketawa sendiri bacanya #aneh
    padahal kan ini sesi ber-romantis-ria kkkk~ tapi feel yang aku dapet malah beda ckck #tepokjidat
    jadi itu first kiss-nya narin ya? woooaaa~ chukkae donghae-ssi kamu dapet hadiah tambahan #eh?
    ok hwaiting narin-ssi… \^o^/

    • kwak..kwak…
      koq ketawa sih??
      saya kan udah kerja keras buat yg romantis..
      keke.. tapi emank saya blom mahir yg gitu2an /gitu apa??/

      yesseu, it’s they’re first kisseu..
      tapi gak ada sweet-sweetnya./plak/

      hwaiting…
      gomawo .. =b=

  3. Eonni ini cerita manis banget!!! Ehem, kayaknya ini pertama kalinya couple ini melakukan kissing. Benarkah? Ck, Donghae pintar sekali mengambil ciuman pertama Narin tepat ketika malam natal >,< Btw eonn, nama couple ini HaeLien ya? Bener gak sih? Gatau soalnya =,=v

    • gomawoo..gomawooo..

      yes, first kisseu-nya si Narin..
      gak tau kalo dongek-nya.. 0-0

      aku juga mikirnya gitu..
      keren kalo first kiss di malam natal..

      Haelien itu nama blog ini..
      ada hubungannya dengan narin-donghae yang sama2 suka alien..
      sebenarnya ada ceritanya sih,,
      tapi lom siap2 aku bikinnya..

      kalo tentang nama couple ini, aku juga gak tau apa..
      soalnya aku gak suka nama HaeRin gt, soalnya udah banyak bgt..

      ada saran???

  4. Tiap pergantian bulan pasti aja ada gosip YoonHae . .
    Yang inilah, yang itulah . .
    #makananseharihari

    Cieeee ileeeeee . . .
    Narin dapet kisseu dari Hae . .
    #goyangayung

    Hae, jangan lupatuh mukanya ditutupin lagi, ntar kalo ada yang ngeliat, kalian berdua bisa masuk trending topic tuh . .

    Hhahahhh

    • masa sih tiap bulan??
      aku malah baru dua kali denger yg ginian..
      gak terlalu minat soal skandal dia..
      enakkan lihat2 si bada daripada lihat skandal *gakadaurusan*

      hehe.. gomawoo..
      saya memang dapat kisseu ##lho??

      iya juga, malah jadi skandal baru pulak tuh ntar!!!
      hehehe..

      sering2 mampir🙂

  5. Hhi malah jadi dpet ide dari tu cincin padahal aku empet bnget sama tu cincin. Mana sekarang dpake lagi cincinny. Bener2 bkn panas ati.

    • Hehe…
      Sbnarnya antara iya dan tidak dimasukkan ke cerita. Tp gpp deh…

      Oops.. Calem down aja, anggap az kbtulan…
      Blm tentu sama kan cincinnya, dr jauh smw cincin kan sama…
      *alternatif menenangkan diri*

    • Mauuuuu apa nih??
      pasti mau minta yg bagian akhir-nya kan??
      Mau minta Kisseu kan?? *panggilin yesong*

      Gomawoooyoooo..
      jadi blushing dibilang sweet.. #lho?

      Sering2 mampir yah..😀
      Annyeonggg………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s