[RiHyuk Couple] Letters and Song…

Letters and Song

Ini ff kemarin aku buat untuk ngerayain anniversary-nya Rihyuk Couple, en gak nyangka malah dapet juara tiga.🙂
Dan saya dapat poster Mr. Simple.. hehehe.. Thanks to Rihyuk Couple and JinHae couple… Kalo mau lihat ini link-nya,, http://jinhaexy.wordpress.com/2011/11/02/ff-contest-3rd-winner-letters-and-song/

 

Letters and Song…

“Hyung… Hyung… Aku dapat suratnya lagi,” Eunhyuk berteriak-teriak memasuki kamar Leeteuk sambil mengacung-acungkan surat bersampul merah ditangannya, namun saat melihat siapa yang ada didalam ia berhenti lalu membungkuk.

“Ah, Yoonri-ah annyeong” sapanya.

Gadis berambut panjang sebahu itu melirik Leeteuk terlebih dahulu lalu kemudian dengan gugup berdiri dan balik menyapa Eunhyuk, “Nde, Eunhyuk-sunbae annyeonghaseyo..”

Eunhyuk hanya tersenyum dan balas membungkuk lagi, lalu menoleh pada Leeteuk yang sejak tadi hanya duduk manis didepan pianonya. “Hyung, nanti saja aku cerita padamu, setelah kalian selesai.” Ia pun tersenyum lagi pada gadis itu dan berlalu.

***

Eunhyuk menghempaskan diri di tempat tidurnya. Ia mengelus-elus surat bersampul merah yang baru saja diterimanya itu. Surat bersampul merah dengan aroma strawberry yang sangat manis. Aroma yang kau dapat saat kau mencium wangi Strawberry Shortcake. Wangi yang sangat unik. Entah dari mana sang pengirim mendapatkannya tapi yang pasti ia sangat menyukainya. Disudut kanan sampul selalu tertulis nama sang pengirim, Kimmy.

Ia pun bangkit dan mulai membuka pelan-pelan surat yang memang sudah ditunggu-tunggunya itu. Ia tersenyum dan mulai membaca,

Eunhyuk-Oppa, annyeong..

Ini surat kesepuluh yang kukirimkan untukmu, apa kau masih memiliki semuanya?? Atau justru kau sudah membuangnya?? Kuharap tidak.

Bagaimana denganmu hari ini?? Apa kau merasa lelah?? Tentu saja, bodoh sekali aku masih bertanya.

Kalau begitu, pejamkanlah matamu dan bayangkan kau sedang tertidur nyenyak dibawah pohon rindang disebuah padang rumput luas, beratapkan langit biru cerah dan ditemani kicauan burung-burung kecil. Indah sekali, bukan??

Note: In leaves that fall and dance in the wind
In the evening wind that touches my cheek
You are in everything I see, hear and feel

Sudut bibirnya terangkat lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya, mencoba melakukan seperti apa yang tertulis disurat itu. Detik berikutnya ia terduduk dan mengerutkan keningnya. Sepuluh??

Eunhyuk lalu mengeluarkan kotak hitamnya, kotak penuh barang-barang berharga berisi surat-surat dari penggemarnya yang selalu ia simpan semenjak ia mulai debut. Ini sudah kotak kesekian yang ia pakai sebagai tempat penyimpanan, dan yang ini juga tampaknya sudah hampir  penuh, kecuali satu blok khusus untuk surat dari penggemar setianya, Kimmy.

Ia lalu mengambil setumpuk surat yang berwarna sama dan beraroma sama itu, kemudian mulai menghitung. Satu, dua,…, delapan, sembilan, sepuluh. Kali ini ia tersenyum lebar dan merasa lega. Ia memiliki semuanya, kesepuluh surat itu.

Eunhyuk mulai merapikan kembali surat-surat itu. Ia mengambil surat terakhir yang diterimanya lalu mengelus nama sang pengirim. Kimmy. Ia lalu memasukkan kembali surat itu bersama dengan yang lainnya lalu menutup kotak hitamnya.

Kimmy?? Sudah lama ia membayangkan bagaimana sosok seorang ‘Kimmy’ yang menjadi penggemar setianya itu. Kimmy. Bukankah itu nama orang Jepang?? Ia punya banyak sekali penggemar di Jepang. Apa ‘Kimmy’ ini salah satunya??

Tidak. Ia menggeleng. Ia yakin ‘Kimmy’ itu orang Korea atau setidaknya ia tinggal di Korea mengingat ada tulisan Hangul bertuliskan nama perusahaan kertas Korea di belakang amplop yang dipakainya. Atau ‘Kimmy’ itu keturunan Jepang yang tinggal di Korea?? Atau mungkin saja ‘Kimmy’ itu hanyalah sebuah nama samaran.

Aissh.. Eunhyuk menggaruk kepalanya frustasi. Terlalu banyak kemungkinan untuk menebak siapa ‘Kimmy’ ini. Ia lalu berbaring dan memejamkan matanya. Kimmy, Kimmy, Kimmy….

***

Eunhyuk menatap punggung gadis yang sedang menghadap piano itu, Ia juga bisa melihat bagaimana lincahnya jari-jari gadis itu menekan tuts-tuts piano sambil sesekali berhenti dan menuliskan not-not balok di sebuah music sheet.

Bersama dengan Leeteuk, mereka memainkan  nada-nada yang masih random. Entah dimana Leeteuk bertemu dengan gadis itu, Eunhyuk juga tidak tahu. Yang pasti, Eunhyuk cukup mengaguminya. Kim Yoonri, gadis berkulit pucat itu bahkan belum genap 19 tahun namun bakatnya di bidang musik cukup membanggakan. Tak heran Leeteuk mengajaknya menggarap sebuah lagu bersama dengan Donghae.

“Ri-ah, kenapa kau ini??”

Suara Leeteuk membuyarkan lamunan Eunhyuk. Yoonri sedikit membungkuk, meminta maaf,”Mianhae oppa, Aku tidak fokus. Biar aku coba lagi” ucap Yoonri.

Leeteuk lalu berbalik dan menatap Eunhyuk yang sejak tadi duduk di tempat tidurnya,”Eunhyuk-ah, untuk apa sebenarnya kau ada disini?? Tak bisakah kau pergi?? Kami merasa seperti sedang diawasi. Keluarlah dan lakukan sesuatu” usir Leeteuk.

Eunhyuk melipat lengannya didepan dada, lalu menyilangkan kakinya dan menggeleng dengan gaya dramatis,”Tidak bisa Hyung. Aku disini memang untuk mengawasi kalian. Lagipula kenapa kalian harus berduaan didalam kamar sih?? Apa kalian tidak tahu kalau itu membuat orang lain curiga?? Kenapa tidak mengerjakannya diluar saja sih??”

Perkataan Eunhyuk membuat Yoonri menunduk dengan wajah memerah sementara Leeteuk mendelik, “Ya!! memangnya kami mau melakukan apa?? Kami mengerjakannya di kamar karena memang pianonya ada dikamar.”protes Leeteuk. “Lagipula apa urusanmu kalau kami berduaan?? Kau cemburu,eh??”

“Nde?? Anniya” Eunhyuk menggeleng keras. “Untuk apa aku cemburu??”

Leeteuk lalu berdiri dan membereskan semua music sheet-nya dari atas piano,”Sudahlah, sudah waktunya Sukira. Ri-ah, kau jadi ikut kan??”

Yoonri mengangguk, “Nde, oppa” sahutnya lalu ikut membereskan tasnya.

Eunhyuk yang tadinya hendak keluar, berhenti lalu berbalik,”Dia ikut ke Sukira??” tanyanya pada Leeteuk.

“Wae?? Kau tidak suka??” tanya Leeteuk defensif. “Kalau kau keberatan, kami bisa pergi berdua dengan mobilku.”

“Anniya, aku hanya bertanya. Kau ini kenapa sih hyung, sensitif sekali. Seperti pacarnya saja.”

Yoonri yang sejak tadi sudah menunduk, kini semakin menunduk, seperti berharap ia menghilang saja, namun Leeteuk justru tersenyum, “Kenapa?? Ada yang salah kalau aku jadi pacarnya??”

Eunhyuk tercekat sambil menutup mulutnya,”Jadi kalian—”

Leeteuk meninggalkan Eunhyuk masih dengan wajah tercengang-nya yang sama sekali tidak keren itu, menarik tangan Yoonri dan membawa gadis itu keluar.

***

Eunhyuk mencibir kesal saat memasuki lobi Sukira. Leeteuk dan gadis itu benar-benar meninggalkannya sendirian. Ia mendengus kesal. Baik hati sekali mereka.

Saat keluar dari lift, ia bisa melihat Leeteuk dan Yoonri sedang mengobrol serius di ruang tunggu. Sukira memang masih 20 menit lagi, saat itu Leeteuk menoleh.

“Oh Eunhyuk-ah, Kau sudah datang?? Ada yang harus kubicarakan dengan Yoon PD, jadi tolong aku, temani Yoonri disini. Ini pertama kalinya ia kemari, jadi mungkin ia masih canggung.”pesan Leeteuk.

Eunhyuk lagi-lagi mencibir, ‘Setelah meninggalkanku sekarang seenaknya saja minta tolong’ gumamnya.

Namun saat itulah Eunhyuk melihatnya, Yoonri dengan tatapan memelas memandang Leeteuk, memohon agar Leeteuk tidak meninggalkannya, sementara Leeteuk balik memandang Yoonri dengan pandangan menenangkan, mengisyaratkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Menepuk-nepuk puncak kepala Yoonri dan berlalu.

Eunhyuk hanya terdiam melihat pemandangan itu, sedikit terluka sebenarnya. Apa ia punya salah pada gadis itu, sampai-sampai berdua dengannya saja gadis itu ketakutan. Padahal Leeteuk kan tidak akan lama.

Ia bisa mengerti kalau Yoonri tidak terlalu dekat dengannya. Berbeda dengan member lain, gadis itu tidak pernah tertawa saat dia ada. Bahasa tubuhnya selalu tampak takut dan gugup. Bahkan gadis yang kadang berkacamata itu tak pernah menatap matanya saat berbicara. Dan yang paling mengherankan lagi, ia bisa jadi sangat pendiam kalau Eunhyuk tiba-tiba ikut bergabung dalam pembicaraan. Awalnya Eunhyuk tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, ia tetap berusaha ramah dan tetap tersenyum seperti biasa, tapi lama kelamaan ia merasa sedikit terusik, atau bisa dibilang sedikit merasa dijauhi. Yang pasti itu sama sekali tidak menyenangkan. Tentu saja kau tidak akan merasa nyaman kalau ada orang yang menghindarimu.

Eunhyuk lalu menatap gadis itu. Ia sedang menunduk memandangi lantai. Entah apa yang sangat menarik dari lantai itu. Eunhyuk pun membuka pintu dan beranjak pergi. Saat menutup pintu, Eunhyuk terdiam beberapa saat. Benarkah yang ia lihat kalau gadis itu sedang tersenyum??

***

Eunhyuk kembali dengan dua gelas coklat panas di tangannya. Dari kejauhan ia bisa melihat Yoonri sedang menggosok-gosok tangannya tampak kedinginan. Ia pun membuka pintu dan masuk. Yoonri yang menyadari kedatangannya langsung menegakkan tubuhnya.

Eunhyuk menyodorkan gelas coklat panas itu lalu duduk disebelahnya. Yoonri menerimanya lalu membungkuk dan mengucapkan terima kasih tanpa mengangkat kepalanya. Eunhyuk pun akhirnya mendesah,”Ya!! Tidak bisakah kau berhenti menunduk?? Apa lehermu tidak sakit?? Tidak ada yang menarik dari lantai itu.”

Yoonri kembali membungkuk dan meminta maaf, namun tetap tidak berani mengangkat kepalanya, membuat Eunhyuk menyerah,”Kenapa kau selalu tampak takut dan gugup bersamaku?? Padahal saat bersama Leeteuk Hyung dan Donghae, kau bisa tertawa. Apa aku punya salah padamu??” tanya Eunhyuk.

Yoonri refleks mengangkat kepalanya dan menatap Eunhyuk, namun detik itu pula ia kembali menunduk seperti menyesal dengan gaya refleksnya, dan menggeleng,” Anniya sunbae. Sunbae sama sekali tidak punya salah apa-apa. Aku hanya—”

“Lalu kenapa kau memperlakukanku berbeda dengan yang lainnya??”potong Eunhyuk.

“Nde??” Yoonri mengerutkan keningnya menatap Eunhyuk, kali ini sepertinya tidak sadar dengan apa yang dilakukannya.

Eunhyuk menyesap coklat panasnya sambil menghela nafas, “Bagaimana kau memanggil Leeteuk Hyung??”tanyanya.

Yoonri kembali mengerutkan keningnya,”Leeteuk op….pa??” jawabnya ragu.

Eunhyuk mengangguk, “Lalu bagaimana kau memanggil Donghae??”

“Tentu saja Donghae oppa” kali ini Yoonri menjawab mantap.

“Lalu bagaimana kau memanggilku??”

“Eunhyuk sun—”

Yoonri tidak melanjutkan setelah akhirnya sadar apa yang dimaksud Eunhyuk dan kembali menunduk.

“Bukan itu saja. Kau tidak pernah menatapku saat berbicara. Apa kau tidak tahu kalau itu tidak sopan?? Lalu kau selalu tampak takut dan gugup setiap aku ada didekatmu. Sepertinya kau tidak menyukaiku, berbeda sekali saat dengan member lainnya”

Yoonri menggoyang-goyangkan kedua tangannya,”Anniya. Aku tidak bermaksud seperti itu sunbae. Itu hanya.. hanya karena aku belum begitu mengenal sunbae. Ya, itu saja. Hanya karena itu saja” jawab Yoonri gugup.

“Baiklah kalau begitu ayo lebih saling mengenal. Kau harus memanggilku oppa, dan tidak memperlakukanku berbeda dengan yang lain. Janji??” Eunhyuk mengulurkan jari kelingkingnya pada Yoonri.

Yoonri menatap jari Eunhyuk ragu-ragu, terlalu gugup untuk sekedar mengangkat tangannya namun Eunhyuk menarik tangannya dan memaksa Yoonri menautkan jari mereka.

“Jja- Itu artinya kau sudah berjanji padaku, wah tanganmu dingin sekali. Mana sarung tanganmu??”tanya Eunhyuk. Ia menggenggam tangan Yoonri dan meniupnya. Hal ini praktis membuat Yoonri memerah. Gadis itu menarik tangannya namun Eunhyuk malah menahannya.

Eunhyuk merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sarung tangan yang tidak dipakainya dan memakaikannya pada Yoonri. “Pakai ini..”

Yoonri mencoba menolak,”Keundae sunbae, aku–”

“Eeiiy, kau sudah berjanji padaku. Jangan panggil aku sunbae lagi”

“Tapi op-pa, aku punya sarung tangan sendiri” ulangnya sedikit kesusahan saat mengucapkan kata oppa. Yoonri lalu membuka tasnya, mencari sarung tangan miliknya.

Saat itulah Eunhyuk menciumnya. Ia menarik nafas, menghirup wangi yang tiba-tiba saja datang. Ini wangi yang sudah dikenalnya. Wangi yang sangat familiar. Bukankah ini wangi….??

“Apa aku meninggalkannya ya??” gumaman Yoonri membuyarkan lamunan Eunhyuk. “Aku pasti akan mengembalikannya sun-  oppa”

Eunhyuk hanya menatap Yoonri dan mengangguk.

***

Leeteuk, Donghae dan Eunhyuk berjalan masuk ke gedung KBS diikuti Yoonri yang berjalan di belakang. Hari ini ada acara yang harus mereka ikuti sementara Yoonri dipaksa ikut oleh Leeteuk untuk menyelesaikan penggarapan lagu mereka menggunakan waktu senggang sebelum acara dimulai.

“Eunhyuk-ssi ada surat untukmu” panggil resepsionis. Wajah Eunhyuk langsung berubah cerah saat melihat surat yang disodorkan resepsionis itu. Surat merah yang sama yang selama ini ditunggu-tunggunya. Ia berbalik menatap Leeteuk dan Donghae berniat memamerkan surat miliknya, namun yang ia lihat justru Leeteuk dan Donghae yang sedang mengulum senyum menggoda Yoonri sementara yang bersangkutan menunduk dengan wajah memerah.

“Ada apa dengan kalian??” tanyanya. Leeteuk dan Donghae menoleh lalu langsung memasang wajah datar dan serempak menggeleng, “Anniya, surat dari siapa itu?? Orang yang sama??” tanya Leeteuk.

Wajah Eunhyuk kembali cerah,”Lihat Hyung, dia mengirimiku lagi. Itu artinya ini suratnya yang ke-11 untukku.” ujar Eunhyuk tak bisa menyembunyikan binar di matanya. “Kenapa ia selalu menitipkannya ditempat yang tidak pernah kuduga?? Tidakkah kau rasa itu sangat romantis hyung??”

Leeteuk mencibir, “Tch– iri rasanya ada orang yang menyukaimu sampai seperti itu. Aku juga ingin!!” ucap Leeteuk sambil melirik surat di tangan Eunhyuk, “Boleh aku membukanya??”

Eunhyuk refleks menyembunyikan suratnya dibelakang punggungnya, “Andweee.. Ini kan milikku. Hanya aku yang boleh membacanya”

Leeteuk kembali mencibir,”Tch–pelit sekali. Jangan bilang kau sudah cinta pada siapa itu?? err Kimmy??”

Eunhyuk tersenyum lebar menampilkan gigi gusinya yang terkenal itu, “Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta, hyung” ucapnya dengan mata menerawang.

Terdengar suara batuk-batuk dari belakang mereka. Yoonri terbatuk, membuat Donghae mendekatinya lalu memukul-mukul punggungnya pelan sambil tertawa.

Eunhyuk mengerutkan keningnya heran. Kenapa Donghae menertawakan orang yang sedang terbatuk? Ia lalu mendekati Yoonri dan bertanya,”Yoonri-ah, gwenchana??” tanyanya dengan nada khawatir.

Yoonri menggoyangkan tangannya,”Anniya op-pa, gwenchannayo” jawabnya pelan.

Eunhyuk lalu menatap Donghae, “Ya!! Neo waegure?? Orang sakit malah ditertawakan. Tidak berperasaan sekali.” decaknya.

“Sakit??” ulang Donghae lalu menatap Yoonri dengan wajah tetap tersenyum jahil,”Ri-ah, kau sakit??” tanyanya lalu menoleh pada Leeteuk dan serempak tertawa terbahak-bahak.

Eunhyuk menyipitkan matanya,”Dasar gila.. Sepertinya ada yang aneh disini” gumamnya lalu beranjak meninggalkan Leeteuk dan Donghae yang masih tertawa sementara Yoonri yang entah kenapa wajahnya memerah.

***

Eunhyuk mengambil tempat disebuah sudut yang ada dilantai 5 gedung KBS. Ia sengaja mencari tempat sepi agar tak ada yang bisa mengganggunya. Ia membuka suratnya perlahan dan mulai membacanya.

 Oppa annyeong…

Kau tahu kan kalau ini suratku yang kesebelas?? Kuharap kau tahu.

Oppa, aku punya hadiah untukmu, dan aku hampir menyelesaikannya.  Apa kau mau tahu apa hadiahnya?? Eeitts… masih rahasia oppa.

Mworago?? Kau ingin sebuah petunjuk?? Baiklah, karena aku baik hati, aku akan memberikan petunjuk padamu.

Kalau kau punya semua surat yang kuberikan dan mengingat baik-baik semua note-nya, kau akan tahu jawabannya.

Hehehe.. Annyeong Oppa…

Note : How about you? How about you?
Do you feel the same way? How about you?

Like this, even at the moment when I’m singing this song
I see you…

Eunhyuk tersenyum lebar, surat itu benar-benar membuatnya bertingkah seperti orang gila, tertawa sendiri di tempat sesepi itu. Apalagi mendengar kata hadiah, senyumnya semakin lebar. Ia berjanji setelah sampai di dorm, ia akan membuka kembali semua surat miliknya dan membaca kembali note-nya. Ada apa sebenarnya dengan note itu??

Hadiah?? Hadiah apa kira-kira yang akan diberikan untuknya?? Apa sebenarnya yang disiapkan penggemar setianya itu untuknya atau apakah fans-nya itu berencana menunjukkan dirinya?? Entahlah.. Eunhyuk menggeleng. Ia menyentuh sampul surat dan menyentuh nama pengirimnya –kebiasaan barunya belakangan ini– . Eunhyuk memejamkan matanya dan mendesah. Kimmy-ssi, nuguseyo??

***

Eunhyuk menyimpan suratnya ke dalam tas lalu berjalan menuju lift, saat ia sedang menunggu pintu terbuka, dari belokan sebelah kanannya muncul Yoonri. Gadis itu berjalan kearahnya sambil menunduk, sibuk membaca brosur di tangannya. Setelah sampai didepan Eunhyuk, gadis itu mendongak dan seketika matanya melebar.

“Eunhyuk sun– ah ani Eunhyuk op-pa” ucapnya kaget.

“Nde, Annyeong..”balas Eunhyuk tersenyum.

“Annyeonghaseyo op-pa” ucap Yoonri, masih belum terbiasa dengan panggilan oppa. “A-aku, sepertinya ada yang tertinggal. Ya, sepertinya aku meninggalkan sesuatu. Aku permisi dulu. Annyeongigaseyo op-pa..” Yoonri berbalik hendak pergi namun Eunhyuk menariknya, mencegahnya untuk kabur.

“Eeeiyy, Kau kira aku tak tahu kalau kau mau kabur, eh??” Kau kan sudah berjanji tidak akan takut lagi padaku. Ayo cepat masuk!” Eunhyuk mendorong Yoonri masuk ke dalam lift yang sedang terbuka.

Yoonri menunduk sementara Eunhyuk bersiul. Entah mengapa ia menjadi gugup sejak menyadari kalau mereka hanya berdua didalam lift.

“Op-pa..”panggil Yoonri tiba-tiba.

“Nde??” Dengan terkejut Eunhyuk menjawab. Tak pernah sebelumnya Yoonri yang mengajaknya bicara. Selama ini selalu Eunhyuk yang memulai, itupun hanya dijawab sekedarnya saja.

Yoonri membuka tasnya dan Eunhyuk terkejut. Wangi itu lagi-lagi muncul. Wangi yang belakangan ini menjadi wangi kesukaannya. Yoonri mengeluarkan sesuatu dari tasnya, dan wangi itu semakin kuat tercium.

“Op-pa. Ini sarung tangan milikmu. Aku sudah mencucinya kok. Maaf, baru mengembalikannya sekarang. Gomapseumnida op-pa” ucap Yoonri sambil membungkuk, berterima kasih.

“Sebenarnya kau tak perlu susah-susah mengembalikannya.” Eunhyuk mengambil sarung tangan itu dari Yoonri lalu mencium wanginya. Dan kali ini ia benar-benar terkejut. Tak salah lagi, wangi ini benar-benar wangi yang sama yang keluar setiap kali ia mencium surat merah miliknya.

“Kimmy….”gumamnya

“Mworago??”

Eunhyuk menggeleng, “Ani.. Aniya”

Tiba-tiba saja lift berhenti dan lampu didalamnya mati. Yoonri memekik pelan dan refleks menggenggam erat ujung jaket Eunhyuk.

“Ada apa ini?? Kenapa bisa mati??” tanya Eunhyuk sambil memperhatikan sekelilingnya yang gelap. “Ah majyeo, Aku baru ingat kalau tadi ada pemberitahuan, hari ini ada perbaikan lift,” Eunhyuk menepuk dahinya lalu melirik Yoonri yang berdiri dibelakangnya dengan bantuan sedikit cahaya yang masuk. Ia menarik pinggang gadis itu dan memaksa berdiri disampingnya.

“Gwenchanna?? Kau tidak takut kan??”

“Anniyo, gwenchannayo op-pa” Yoonri menjawab pelan.

Eunhyuk merogoh saku celananya mencari ponsel miliknya, “Aissh, tidak ada sinyal”gerutunya. “Ya!!! Berhenti gemetaran seperti itu. Tidak akan ada apa-apa. Ini tidak akan lama, mungkin hanya 5 atau 10 menit.”sergah Eunhyuk. Ia semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Yoonri.

Saat itu lampu lift kembali menyala dan pintu terbuka. Mereka menarik nafas lega dan berjalan keluar.

“Op-pa” panggil Yoonri.

“Nde??”

Gadis itu melirik tangan Eunhyuk yang masih melingkar di pinggangnya. Eunhyuk cepat-cepat menariknya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Mianhae-”

“Gwenchannayo op-pa”

“Kajja, kuantar kau pulang.”ucap Eunhyuk.

Yoonri menggerakkan kedua tangannya, mencoba menolak. “Anniyo op-pa, aku bisa pulang sendiri”

“Sudahlah. Bagaimana bisa dua orang gila itu meninggalkanmu sendiri disini. Apa mereka bilang mau kemana?? Mereka juga tidak memberitahuku”cibir Eunhyuk kesal. Ia juga korban ditinggalkan, bahkan manager hyung-nya pun ikut meninggalkannya.

“Donghae oppa bilang belum makan dari pagi dan ia sangat lapar. Mereka pergi ke restoran seafood bersama manager oppa”

Eunhyuk mengangguk-angguk,”Lalu kenapa kau tidak ikut??”

“Karena aku tidak bisa makan seafood.” jawab Yoonri polos.

“Lalu mereka meninggalkanmu begitu saja??”

“Eung-” Yoonri mengangguk.

“Tch- dasar pria tak bertanggung jawab!!” dengus Eunhyuk.

***

Leeteuk dan Eunhyuk masuk ruang siaran Sukira malam itu. Hari ini bintang tamunya adalah Donghae, namun ia masih dijalan, baru saja menyelesaikan jadwalnya di tempat lain. Sukira juga masih sekitar 30 menit lagi. Eunhyuk duduk di kursi kebanggaannya sebagai seorang DJ. Ia memainkan surat merah miliknya di tangan kanan.

Kapan hadiahnya akan datang?? Kapan fans-nya itu menyelesaikan hadiah untuknya?? Bagaimana cara mengetahui hadiahnya itu datang?? Pertanyaan itu berputar-putar diotaknya.

Kimmy… Kimmy… Kim Yoonri…

Kenapa ia malah memikirkan Kim Yoonri?? Ada apa dengannya??

Kim Yoonri… Ia jadi mengingat kejadian dilift 2 hari yang lalu. Bagaimana Yoonri memegang erat jaketnya. Bagaimana dia memeluk erat pinggang Yoonri sampai-sampai lupa melepaskannya, dan bagaimana ia mengantarkan gadis itu pulang.

Ada apa dengannya sebenarnya?? Tidak biasanya ia cepat dekat dengan seorang wanita, tapi kenapa ia merasa sudah mengenal gadis itu sejak lama?? Lalu wangi itu.. Tanpa sadar Eunhyuk mengangkat tangannya, menghirup aroma dari sarung tangan miliknya. Wanginya terlalu sama dengan wangi surat pemberian Kimmy. Apakah mereka ada hubungan?? Apakah Kimmy itu Yoonri?? Apakah…

“Hyung..” Eunhyuk memanggil Leeteuk mencoba mengalihkan perhatian leadernya itu yang sedang sibuk mengatur cyworld-nya, tapi sepertinya kurang berhasil.

“Mwo??” jawab Leeteuk tanpa berniat menoleh.

“Apa mungkin, Yoori itu orang Jepang?? Atau mungkin… Ia pernah tinggal di Jepang??” tanya Eunhyuk dengan pandangan mata menerawang.

Kali sepertinya berhasil. Leeteuk langsung menoleh padanya,”Wae?? Sepertinya tidak. Ia orang korea asli.”

“Ani. Lupakan.” balas Eunhyuk menyerah. Sepertinya dugaannya itu terlalu dibuat-buat. Tidak mungkin Yoonri itu Kimmy. Itu terlalu memaksa. Tapi wangi itu, sepertinya jarang sekali orang punya wangi seperti itu. Benarkah kalau…

“Tapi mungkin saja ia pernah tinggal di Jepang, mengingat bahasa Jepangnya sangat bagus,”tambah Leeteuk membuyarkan lamunan Eunhyuk.

“Bahasa Jepang Sungmin Hyung juga bagus, walaupun ia tidak pernah tinggal di Jepang” Eunhyuk menyangkal. Ia menolak pemikiran kalau Yoonri adalah Kimmy-nya. Kimmy-nya?? Ia tersenyum mendengar kata ganti milik itu.

“Tidak mungkin..” gumamnya.

“Mworago??” tanya Leeteuk.

“Ani, itu Donghae sudah datang!!”

***

Sukira baru saja selesai, tapi Leeteuk masih punya urusan dengan PD Sukira, membuat Eunhyuk dan Donghae harus menunggu beberapa waktu. Eunhyuk berjalan keluar ruang siaran menuju kamar mandi. Saat berbelok ia mendapati Yoonri yang tengah sibuk sepertinya sedang mencari sesuatu.

“Yoonri-ah, apa yang sedang kau lakukan disini?? Apa Leeteuk hyung menyuruhmu datang lagi??” sapa Eunhyuk setelah jarak mereka sudah cukup dekat.

“Ah annyeonghaseyo op-pa. Bukan Leeteuk oppa tapi Donghae oppa yang menyuruhku datang” jawab Yoonri tapi matanya berkeliling meneliti setiap sudut lantai.

Eunhyuk memperhatikan Yoonri lalu ikut memandangi lantai disekitarnya,”Apa yang kau cari?? Apa kau kehilangan sesuatu??”tanyanya.

“Nde??” Yoonri mengangkat wajahnya, menatap Eunhyuk namun cepat-cepat memalingkan wajahnya. “Eung, sepertinya aku tidak sengaja menjatuhkannya”

“Apa sangat penting?? Benda apa itu, mungkin aku bisa bantu mencari” tawar Eunhyuk sambil berjalan berkeliling, ikut mencari.

“Sangat penting..” gumam Yoonri pelan. “Anniya op-pa gwenchanna. Kau tak perlu bersusah-susah. Biar aku saja. Kalau memang hilang, aku bisa membuatnya lagi.”

“Kau yakin??”

Yoonri mengangguk,”Nde op-pa, aku permisi dulu. Annyeongigaseyo..” Gadis itu berlari meninggalkan Eunhyuk yang hanya bisa menganggkat bahunya.

***

Eunhyuk berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke ruang siarannya. Saat tiba dibelokan, matanya menangkap sesuatu berwarna merah yang terletak di lantai, sedikit tersembunyi karena vas bunga yang diletakkan disisi kiri dan kanan koridor. Ia mendekat untuk mengambilnya dan terkejut.

Yang ada ditangannya sekarang adalah, surat-nya. Surat yang sama yang selalu diberikan Kimmy-nya. Namun Eunhyuk mengerutkan keningnya bingung. Kenapa suratnya ada dilantai. Apa fans-nya itu berniat membuangnya?? Apa mungkin terjatuh?? Atau memang sengaja diletakkan disini?? Kimmy-nya itu kan selalu meletakkan suratnya ditempat-tempat yan tidak bisa ditebak.

Eunhyuk tersenyum lebar. Bagaimanapun itu miliknya. Dibelakangnya tertera nama Kimmy-nya. Ia mengelus nama itu. Lagi.  Ia kembali mencari tempat sepi, sama seperti yang dilakukannya beberapa hari yang lalu. Ia membuka suratnya lalu membacanya.

Annyeong Eunhyuk oppa,

Aku punya kabar baik untukmu oppa.. Apa kau mau tahu??
Jjajan…. Hadiah untukmu sudah selesai oppa.  Aku butuh waktu yang cukup lama untuk mengerjakannya jadi kuharap kau menyukainya.

Bagaimana?? Apa kau sudah bisa menebaknya oppa?? Apa kau sudah membaca lagi semua note-nya??

Hehe… Apa kau penasaran oppa?? Wajahmu sampai mengerut seperti itu!!  Kalau begitu, tunggu hadiahku datang oppa.. Annyeong,,

Note : Tomorrow again I will see you
Tomorow again I will hear you.

In the music that gently that falls and lands in my ears,

you are there,,,

***

Eunhyuk baru saja hendak membuka pintu ruang tunggu siaran, saat ia mendengar suara seorang gadis menyebut-nyebut namanya. Yoonri.

“Bagaimana ini oppa?? Padahal aku sudah membuatnya sepenuh hati untuk Eunhyuk op-pa!! Bagaimana kalau orang lain menemukannya??” suara panik Yoonri terdengar.

“Ya sudah buat saja lagi, apa susahnya??” kali ini suara Donghae.

“Tapi oppa, setiap surat itu ada maknanya. Kalau aku membuat yang baru pasti tidak akan bisa sama dengan yang kubuat kemarin”

Suara Leeteuk menyahut, sepertinya ia sudah menyelesaikan urusannya. “Ya ampun!! Bukannya sama saja?? Isinya pasti tidak jauh-jauh dari kau yang menyukainya, memujanya, dan segala macam  itu. Tak perlu membuat surat yang romantis, semua orang juga tahu kau sangat menyukainya, Kimmy-ssi”

“Ssh- oppa, jangan memanggilku seperti itu,bagaimana kalau ada yang dengar?? Bagaimana kalau Eunhyuk op-pa mendengarnya??” Gadis itu mencoba berbisik namun masih bisa kedengaran.

“Sudahlah, biarkan saja dia tahu. Mau sampai kapan kau mengiriminya surat-surat merah itu??” ejek Donghae. “Kau sendiri bisa lihat bagaimana senangnya dia setiap menerima suratmu. Itu artinya dia menyukaimu. Kau tinggal mengakuinya, dia pasti akan menerima”

“Tidak akan segampang itu oppa..” desah Yoonri. “Bagaimana kalau ternyata dia marah karena tahu aku sudah membohonginya?? Bagaimana kalau dia membenciku??”

“Mengaku sajalah. Lagipula dia juga sepertinya sudah curiga. Kau tahu dia bertanya padaku, apa kau itu orang Jepang atau pernah tinggal di Jepang, itu artinya dia sudah mulai curiga” Leeteuk mengingat kejadian beberapa hari lalu saat mereka siaran.

“Jjinja oppa?? Ottokhe??”

“Apa kau perlu bantuan?? Mungkin kami bisa menjelaskan padanya”

“Anniyo oppa, biar aku saja. Tapi bagaimana dengan suratku yang hilang??” pekik Yoonri.

“Apa ini surat yang kau maksud??”

***

Yoonri membelalak lebar begitu mendengar suara itu. Ia membeku melihat surat merah yang ada ditangan Eunhyuk. Leeteuk dan Donghae juga sama terkejutnya. Mereka terdiam, memandangi Eunhyuk yang berjalan mendekat.

“Apa ini surat yang kau maksud Yoonri-ssi?? Atau haruskah aku memanggilmu Kimmy??

Eunhyuk mengucapkannya dengan pelan dan tajam. Pandangannya menusuk tepat pada Yoonri, membuatnya terpaku, tidak bisa menjawab.

“Hyuk-ah..”

Panggilan itu membuat Eunhyuk mengalihkan pandangannya, dan Yoonri mengambil kesempatan itu menunduk. Tatapan itu benar-benar membuatnya ketakutan. Ia bahkan tidak sadar kalau sejak tadi ia menahan nafas.

Namun Eunhyuk kembali menatap Yoonri, mengacuhkan panggilan Donghae itu.

“Apa menyenangkan??”

Yoonri menoleh, mengangkat wajahnya, bingung dengan pertanyaan Eunhyuk.

“Apa membohongiku terasa menyenangkan?? Apa melihatku seperti orang bodoh yang melompat-lompat setiap kali mendapat surat darimu sangat menarik Kimmy-ssi??”

Yoonri membeku, lagi dan lagi. Kali ini seperti ada pisau tak tampak yang menyayatnya. Pelan dan dalam. Semua orang yang melihat pasti tahu, pandangan itu penuh luka. Pandangan seseorang yang sudah dikhianati. Terlalu menyakitkan. Dan Yoonri sadar kalau semua itu dialah pelakunya.

“Hyuk-ah, dengar dulu penjelasannya” Leeteuk mencoba berbicara.

“Penjelasan apa yang kau maksud hyung?? Dia bahkan tidak berniat membuka mulutnya.”

“Bagaimana bisa dia menjelaskan kalau kau terus menyudutkannya seperti itu??”cecar Donghae. “Yoonri-ah, katakan sesuatu!!”

“Sudahlah , dia tidak akan bisa mengatakan apapun karena memang semua yang kukatakan ini benar. Untuk apa memaksanya lagi. Gadis sepertinya hanya bisa mempermainkan perasaan orang lain”

Suara sinis Eunhyuk membuat Yoonri semakin menunduk. Ia berharap ia bisa menghilang dari tempat itu. Benar seperti dugaannya, Eunhyuk pasti akan membencinya kalau ia tahu semua ini. Sangat membencinya. Nada suara Eunhyuk menjadi buktinya.

Tentu saja kata-kata Eunhyuk menyakiti hatinya, tapi entah mengapa ia seperti membenarkannya. Ia memang sudah mempermainkan perasaan orang. Orang yang sangat disukainya, dengan cara membohonginya.

“Hyuk-ah, jaga bicaramu!!”

“Kenapa?? Ada yang salah dengan yang kuucapkan?? Bukankah gadis itu yang sedang bersalah disini?? Kenapa justru aku yang tampak seperti penjahat?? Dan KAU, juga KAU hyung” Eunhyuk menunjuk Donghae dan Leeteuk. “Kalian selama ini tahu semua ini kan?? Tapi kalian hanya diam dan membiarkanku tampak seperti orang bodoh. Tidakkah kalian merasa, kalian sama mengerikannya dengan gadis itu??”

“Lee Hyukjae, tutup mulutmu!!”

“Lupakan saja, aku pergi”

Eunhyuk berjalan, ia menatap Yoonri yang masih membeku lalu keluar dan membanting pintu ruang tunggu.

Yoonri mengusap air matanya yang jatuh. Ia tak sadar kalau ia sejak tadi menangis. Tak ada yang bisa diucapkannya. Sorot mata itu benar-benar membekukannya. Ia ingin sekali berteriak agar Eunhyuk jangan pergi. Namun sekedar menggeleng pun ia tidak mampu. Tidak ada gunanya membela diri, karena ia tahu semua ini adalah salahnya. Ia yang memulai dan ia lah yang harus menanggung semuanya. Eunhyuk tidak akan pernah memaafkannya. Dan ia harus menerima kenyataan pahit, ia tidak akan bisa lagi melihat Eunhyuk, orang selama ini selalu menjadi alasannya untuk tersenyum.

***

Eunhyuk masuk ke kamarnya, lalu berbaring. Ini sudah hari keempat semenjak kejadian itu dan entah mengapa hatinya masih belum berfungsi dengan benar. Ia seringkali merasa sesak setiap melewati ruang tunggu Sukira. Gadis itu juga tidak tampak lagi. Ia tidak pernah lagi ke dorm atau datang ke Sukira bersama Leeteuk atau Donghae. Apa mungkin proyek mereka sudah selesai?? Ia juga tidak tahu.

Ia melirik mejanya dan sedikit kaget saat mendapati sebuah surat merah, namun kali ini sedikit berbeda. Karena surat yang ada ditangannya sekarang itu tampak lebih besar dari biasanya. Ia membuka dan mendapat sebuah CD dan sebuah kertas didalamnya. Ia membuka surat itu dan mulai membaca.

Annyeong oppa,

Ini suratku yang ketiga belas sekaligus suratku yang terakhir. Walaupun aku masih sangat ingin mengirimi mu surat, tapi sepertinya tidak akan mungkin lagi.  Tapi tak apa, bukankah 13 adalah angka kesukaanmu?? Jadi, bagus kan…

 Maafkan aku selama ini membohongimu Oppa. Aku tak pernah bermaksud mempermainkan perasaanmu. Aku hanya ingin menunjukkan perasaanku padamu, namun tak tahu bagaimana caranya. Tentu saja tidak mungkin orang biasa sepertiku menyatakan perasaan pada seorang idola sepertimu. Aku benar kan Oppa??

Dan soal hadiah itu, inilah yang kumaksud. Kuharap kau suka mendengarnya. Lagu ini kubuat sepenuh hatiku, khusus untukmu Oppa. Dan kalau kau menyadarinya, lirik di lagu ini sama dengan note-note yang kutulis di setiap suratku.

Baiklah Oppa, sampai disini. Tak ada lagi yang bisa kukatakan padamu. Walaupun sangat tidak ingin, tapi aku tetap harus mengucapkannya. Bye, Oppa…

-Kim Yoonri-

Eunhyuk mengambil CD itu dan memasangnya di cd player hitam miliknya. Dan lagu itu pun terdengar..

I still hear your voice
I still miss your hands
I still see you
I still feel your warmth

 In leaves that fall and dance in the wind
In the evening wind that touches my cheek
You are in everything I see, hear and feel
How about you? How about you?
Do you feel the same way? How about you?

I stil feel you
Like this, even at the moment when I’m singing this song
I see you
Tomorrow again I will see you
Tomorow again I will hear you

 On that empty chair left by the road
Inside the glass of water that I unconsciously picked up
In the mirrow when I look to see myself
In the music that gently that falls and lands in my ears,
you are there

What should I do? What should I do?
Lalalalala….. Lalalalala….

***

Eunhyuk masuk ke kamar Donghae dan Leeteuk namun hanya ada Donghae di dalam. Dan yang membuatnya terkejut adalah Donghae sedang memasang lagu itu. Lagu yang dibuat Yoonri khusus untuknya.

“Yaa!! Dari mana kau mendapatkan lagu ini??” tanya Eunhyuk membuat Donghae yang sedang membereskan lemari pakaiannya menoleh.

“Wae?? Memangnya aku tidak boleh punya lagu ini??”

“Tapi ini kan—”

“Apa??” tantang Donghae.

“Lupakan,. Mana Yoonri? Gadis itu, kenapa ia tidak pernah kelihatan lagi? Apa proyek kalian sudah selesai??”

“Kenapa tanya-tanya? Bukankah kau sangat membencinya?” ledek Donghae.

“Sudah jangan banyak tanya, jawab saja”

“Aku memaksanya memberikan  lagu itu padaku. Awalnya ia menolak karena ini lagu spesial untuk SESEORANG  yang sangat disukainya.” Donghae menekankan kata seseorang sambil mencibir pada Eunhyuk. “Namun orang itu sangat membencinya karena merasa sudah dibohongi, tapi karena aku terus memaksa jadi ia memberikannya”

Eunhyuk hanya bisa mendengus.

“Kalau aku jadi orang itu, aku pasti akan merasa sangat bahagia ada orang yang menyukaiku sampai seperti itu. Mengirimiku surat dan membuatkanku lagu yang sangat indah. Bukankah orang itu sangat bodoh, eh??” Donghae menambahkan.

“Tutup mulutmu, jangan menceramahiku. bagaimanapun juga aku ini hyungmu bocah. Jadi, dimana gadis itu sekarang??”

“Tch– kalau sudah merasa salah saja, kau menyebut dirimu hyung. Hanya beda beberapa bulan saja” Donghae mengerucutkan bibirnya. “Dia akan pindah!!” lanjut Donghae.

“Pindah kemana??”

“Mana aku tahu, keluar negri mungkin” Donghae mengangkat bahunya, menjawab asal. “Yang pasti ia akan memulai kuliahnya, jadi dia harus pindah”

“Kapan?”

“Sekarang!!”

Eunhyuk mendekat lalu menjitak kepala Donghae, “Jangan membohongiku Lee Donghae.”

Donghae mengerucutkan bibirnya kesal, “Ya sudah, kalau tidak percaya. Lihat saja pesannya di ponselku.”

“Aissh…” Eunhyuk mendecak kesal lalu berlari keluar.

“Makanya berhenti bertingkah sok cool, Hyuuung… “ledek Donghae.

***

Yoonri menarik kopernya keluar rumah, namun ia tercekat saat melihat siapa yang ada dihadapannya. Eunhyuk sedang duduk di bangku taman rumahnya. Kedua tangannya terulur di sandaran bangku dengan gaya angkuh.

“Op-pa…?”

“Hai, nona Kimmy. Apa kau berniat kabur setelah apa yang terjadi??” tanya Eunhyuk.

“Apa??”

“Kau bahkan belum meminta maaf padaku. Tidakkah kau merasa kau terlalu kejam??” Eunhyuk berjalan mendekat, lalu berdiri dihadapan Yoonri yang masih terpaku didepan pintu.

“Mianhae op-pa..” Yoonri menunduk.

“Kau sendiri bilang kalau lagu itu spesial untukku, tapi kenapa kau malah memberikannya pada Donghae?? Kau juga terpesona padanya, eh??”

Yoonri mengangkat wajahnya,”Anniyo op-pa, aku hanya–”

“Hanya menyukaiku??” potong Eunhyuk.

Yoonri kembali menunduk namun pelan-pelan mengangguk, membuat Eunhyuk tertawa terbahak-bahak, “Kau benar-benar menyukaiku ya?? Benar kata bocah itu, senang rasanya tahu ada yang benar-benar menyukaimu”

Yoonri semakin menunduk, wajahnya benar-benar memerah.

“Kau sendiri bilang kalau kau menyukaiku, tapi kenapa kau malah ingin pergi?? Kau harus menyelesaikan dulu semua masalah yang sudah  kau mulai. Jadi kau harus tetap tinggal disini. Jangan pergi kemanapun”

“Tapi op-pa..”

“Kau yang membuatku menyukaimu, jadi kau harus bertanggung jawab!!” tegas Eunhyuk.

“Kau.. Kau menyukaiku op-pa??” tanya Yoonri tak percaya, berharap pendengarannya sedang tidak bermasalah.

“Ya, aku menyukaimu. Jadi jangan pergi kemanapun tanpa izinku!!”

Yoonri tersenyum  lebar, semua terasa seperti mimpi baginya. Ia menepuk-nepuk pipinya, memastikan, “Aku sedang tidak bermimpi. Kau benar-benar menyukaiku oppa!!” Ia melonjak-lonjak kegirangan, namun tiba-tiba berhenti “Apa kau takut kehilanganku op-pa kalau aku pergi??” goda Yoonri.

Eunhyuk cepat-cepat menggeleng,”Anni. Aku hanya–”

“Tenang saja oppa, aku tidak akan kemana-mana” potong Eunhyuk. “Aku hanya pindah ke apartemen yang dekat dengan tempat kuliah baruku, sekaligus dekat dengan dorm-mu. Antisipasi kalau-kalau  kau sangat membenciku dan tak ingin melihatku lagi. Jadi setidaknya aku bisa melihatmu dari jauh tanpa perlu kau tahu”

“Aisshh, dasar stalker..” gerutu Eunhyuk.

“Itu tanda bahwa cintaku  padamu sangat besar op-pa. Jadi, apa sekarang aku pacarmu op-pa??” tanya Yoonri to the point.

Eunhyuk tertawa melihat kepolosan gadis itu. Bagaimana bisa seorang gadis yang mengucapkan hal itu??

Eunhyuk lalu tersenyum jahil dan mendekatkan wajahnya pada Yoonri. Ia bisa melihat gadis itu menelan  ludahnya, gugup. Eunhyuk semakin mendekat, dan tak disangka Yoonri malah menutup matanya.. Eunhyuk mengulum senyumnya dan–

“Hey, gadis bodoh. Kau kira aku mau menciummu, eh?? Aku hanya mengambil kotoran diwajahmu..”

Yoonri membuka matanya saat telunjuk Eunhyuk mendorong dahinya.

“Oppa……….” rengek Yoonri malu.

“Hahaha.. Kim Yoonri, aku tahu kau sangat menyukaiku. Tapi tolong jangan pasang wajah mesum sambil menutup mata seperti. Kau kelihatan jelek sekali. Kau tahu itu??”

“LEE HYUKJAE……”

-enD-

 

NB: Lagu diatas adalah penggalan-penggalan lagu Nell yang judulnya Time when I recollect Memories / Gi-eogeul Geonneun Shigan. Lagu ini dinyanyikan Eunhyuk di Sukira saat akan pergi promosi bersama Suju-M…

 

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove,

 

6 thoughts on “[RiHyuk Couple] Letters and Song…

  1. anyeong lian imnida,23 thn
    hadeuh tuanya umur ku,tp aq babyface koq lol
    wuah wuah wuah hyuk oppa sarangheeee
    pantesan mng ffnya,nie keren,crtnya bagus,feelnya dapet
    and hyuk oppa betingkkah so cool,pasti mukanya keren deh kekkee
    hyukppa nie biasku
    aish pokoknya author daebak ^^

    • annyeong…. el imnida.. boleh panggil Yeong juga koq…
      psst.. gak usah disebut2 umurnya..
      Kita semua sama mudanya koq…🙂

      Donghae biasku, tapi gak bisa berpaling dari kharisma seorang Lee Hyukjae..
      kalo Eunhyuk, mau betingkah kayak orang oon juga masih kerek kok, setuju???

      Kamsahamnida.. Sering2 mampir..
      Annyeong../lambailambaibarengHae/

  2. eh? yang ini kayaknya udah aku baca di jinhaexy.wp.com
    tapi lupa udah comment apa belum..hhe
    comment disini aja
    ffnya bagus…
    satu kata…daebakkkkkkkkkkkkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s