[Family] Where’s my Surprise Party??


Donghae bangun dari tempat tidurnya dengan semangat dan melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 10 pagi. Hari ini adalah hari spesial untuknya. Hari yang sudah dinanti-nantikannya. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hari ulang tahun seorang Lee Donghae. Ikan terganteng di muka bumi.

Hari ini ia sangat gembira. Semua member lain sudah berjanji tidak akan melupakan ulang tahunnya lagi setelah insiden kemarin. Ia jadi teringat kejadian menyedihkan itu, kejadian yang membuatnya jadi membenci ulang tahun. Saat itu adalah ulang tahunnya namun sudah lewat pukul 12 malam, tak ada seorang pun yang ingat mengucapkan selamat padanya. Ia mencoba menunggu namun tetap tidak ada, sampai akhirnya hanya Shindong hyung-nya lah yang ingat untuk mengucapkan selamat padanya melalui sebuah pesan singkat. Tapi kali ini pasti berbeda, dan ia yakin akan dapat banyak hadiah hari ini.

Donghae melirik ponselnya, ia yakin semua member pasti sudah mengiriminya ucapan selamat. Ia mengerti kalau semalam mereka tidak mengadakan pesta untuknya tepat jam 12 malam, karena semuanya memang sudah lelah sehabis pulang acara dari Daegu. Tapi saat ia membukanya, tak ada satupun pesan yang masuk dari membernya, yang ada hanyalah pesan dari manager-nya yang mengatakan kalau ia tidak punya jadwal hari ini.

“Apa mereka pun kali ini lupa ya??” pikirnya cemas.

Donghae kemudian mengulum senyum melihat Leeteuk yang sudah tidak ada di tempat tidur.

“Mereka pasti sudah merencanakan sesuatu untukku, mana mungkin Leeteuk hyung sudah bangun sepagi ini” gumamnya.

Ia lalu bangkit dan berjalan keluar. Ia yakin sekali saat ia membuka pintu, pasti akan disambut dengan banner warna-warni bertuliskan ‘Saengil Chukae Uri Donghae’ beserta para member yang dengan hebohnya meniup terompet dan membawakan kue untuknya.

Ia tersenyum senang dan membuka pintu namun tak ada apapun yang menyambutnya. Tak ada terompet seperti yang dibayangkannya, tak ada kue, tak kemeriahan, tak ada apa-apa. Semuanya hening. Ia hanya bisa melihat Leeteuk yang sedang memasak di dapur. Sudah pasti memasak ramen, hanya itu satu-satunya yang bisa dimasak hyungnya itu.

Donghae sedikit kecewa namun tak beberapa ia menyunggingkan senyumnya lagi.

“Aku sudah tahu rencana mereka. Mereka pasti awalnya akan berpura-pura tidak mengingatnya, lalu nanti akhirnya memberika surprise padaku. Baiklah, aku akan mengikuti rencana mereka dan berpura-pura tidak tahu” ucapnya dalam hati.

“Hyung, cepat sekali kau bangun, tidak biasanya??” tanyanya berbasa-basi sambil melirik ramen yang dimasak Leeteuk.

Leeteuk menoleh, “Oh Donghae-ya, kau sudah bangun?? Aku lapar sekali, jadi aku masak ramen saja. Kau mau??” tawar Leeteuk sambil mengaduk-aduk ramennya yang hampir matang.

Donghae mengangguk, “Nde, gomawo Hyung” Ia pun berjalan ke lemari pendingin dan membukanya, memeriksa dari atas ke bawah namun tak menemukan apa yang dicarinya.

“Ahh, mereka pasti menyembunyikan cake yang mereka siapkan untukku di suatu tempat” batinnya senang.

***

Ini sudah pukul 2 siang, itu artinya sudah hampir 3 jam Donghae duduk didepan televisi namun tidak benar-benar menonton. Ia sibuk memperhatikan para member dorm atas yang berlalu lalang didepannya, menunggu mereka memberikan surprise padanya. Sampai pada akhirnya ia tidak tahan. Tidak ada tanda-tanda kalau mereka akan mengadakan surprise untuknya.

“Apa mereka benar-benar lupa?? Apa aku harus memancingnya terlebih dahulu??” gumamnya lagi.

Ia pun beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar menuju dorm bawah. Di ruang tamu hanya ada Sungmin hyung-nya yang sibuk menyetel gitar pinknya. Ia lalu duduk disamping Sungmin, mengambil beberapa musik sheet milik Sungmin dan melihat-lihatnya.

“Hyung, kau sedang tidak ada jadwal??” tanyanya pada Sungmin.

“Ani. Aku libur seharian penuh” jawab Sungmin tanpa menoleh.

Donghae mengangguk, lalu diam-diam melirik Sungmin. Ia sibuk memikirkan bagaimana caranya membuat Sungmin mengucapkan selamat padanya.

“Hyung..” panggilnya.

“O??” jawab Sungmin masih berkutat dengan gitarnya.

Donghae menggigit bibir bawahnya, ragu-ragu,”Apa… Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku??”

“Apa??”

“Mana aku tahu” jawab Donghae cepat. “Kau yang harus mengatakannya”

Sungmin mengerutkan keningnya, “Apa?? Aku sedang tidak ingin mengatakan apapun padamu. Sudahlah, kau ini aneh sekali. Sana, jangan menggangguku” usir Sungmin.

Donghae mendecak kesal, ia mengacak-acak musik sheet Sungmin lalu kabur, membuat Sungmin berteriak kencang.

“Yaa!! Lee Donghae!!!”

***

Donghae lalu masuk kedalam kamar Yesung. Ia bisa melihat hyung-nya yang aneh itu sedang asyik berbicara dengan Ddangkoma,kura-kuranya, yang jelas-jelas tidak akan mungkin bisa menjawabnya.

Ia duduk ditempat tidur Yesung dan dengan sabar menunggu sampai hyungnya itu menyadari kehadirannya. Setelah hampir setengah jam akhirnya Yesung bosan berbicara dengan kura-kuranya yang bahkan bergerak selangkah pun tidak. Yesung pun berbalik dan mendapati Donghae yang duduk ditempat tidurnya dengan wajah kesal namun penuh harap.

“Yaa– sejak kapan kau ada disitu??” tanya Yesung.

“Sudah hampir setengah jam dan aku sudah melihat segala cara yang hyung lakukan hanya agar kura-kura jelek itu mau bergerak” jelas Donghae.

“Yaa– Ddangkoma tidak  jelek!!”protes Yesung.

Donghae mengibaskan tangannya tidak perduli soal Ddangkoma lalu kembali memasang wajah penuh harap, “Hyung, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku??”

“Apa??”tanya Yesung bingung.

“Katakan saja hyung, apa kau tidak merasa melupakan sesuatu??”

Yesung menggaruk-garuk pipinya , berpikir “Ah, majyeo. Aku ingat sekarang!!”

“Apa?? Apa hyung??” Donghae mengangguk-angguk semangat.

“Aku lupa kalau aku belum memberi makan Ddangkoma, pantas saja ia tidak mau bergerak dari tadi” jawabnya dengan wajah polos.

Donghae tercengang dengan mulut terbuka lalu berteriak frustasi, “Aisssh..”

Ia pun beranjak pergi dari kamar Yesung setelah sebelumnya memukul kandang Ddangkoma, membuat kura-kura, yang memang jelek, itu berlari kepojok dan menyembunyikan diri.

“Yaa!! Lee Donghae!!!”

***

Donghae kemudian mendekati Kyuhyun yang sedang sibuk dengan pspnya. Ia bergelayutan disamping Kyuhyun membuat sang magnae merasa terganggu, “Minggir hyung!!” usirnya.

Donghae tak perduli lalu mulai melancarkan aksinya. “Kyunnie, siapa hyung yang paling kau sayang??” tanya Donghae.

“Teukie hyung-” jawab Kyu cepat tanpa menoleh dari pspnya.

“Lalu??”

“Minnie hyung??”

“Setelah itu??”

“Siwon hyung, Ryeong, Shindong hyung, Si Monkey, lalu—”

“Lalu aku kapan??” rengek Donghae.

“Hahaha” tawa Kyuhyun. “Aku bohong kok hyung, sebenarnya kau nomor 3 setelah Minnie hyung” Kyuhyun menepuk-nepuk puncak kepala Donghae seperti dialah hyungnya.

Donghae kemudian tersenyum lalu mengeluarkan wajah penuh harapnya lagi, ” Lalu, apa kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku??”

“Tidak” jawab Kyuhyun yang sudah kembali sibuk dengan PSPnya.

Donghae mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban super singkat Kyuhyun, “Ayolah Kyu, katakan sesuatu” rengeknya lagi.

“Mengatakan apa??” tanya Kyuhyun.

“Terserah padamu. Ayo cepat katakan” desak Donghae.

Kyuhyun tersenyum, senyum mautnya, senyum yang punya makna tersembunyi “Tapi ada imbalannya, hyung..” ucapnya.

“Apa saja. Kau boleh minta apa saja”

“Kalau begitu, aku mau ipad terbaru milikmu yang diberikan fans beberapa hari yang lalu, bagaimana??” tanya Kyuhyun.

“Ipad yang itu ya??” ucap Donghae ragu-ragu, sedikit tidak ikhlas. Itu kan ipad keluaran terbaru dan ia belum puas memainkannya, tapi terpaksa ia merelakannya.”Hmm.. baiklah. Cepat katakan sekarang”

Kyuhyun lalu menghentikan permainannya dan menatap Donghae, “Hyung, kau bau sekali. Kau belum mandi ya??”

Dan setelah itu ia mendapat lemparan bantal tepat di wajahnya. Donghae melemparnya dengan bantal kursi dengan sangat keras lalu kabur ke dorm atas.

“Yaa!! Lee Donghae!!! Kau bilang kan terserah mau mengatakan apa saja!!!”

***

“Gwenchana.. Gwenchana… Dia kan memang evil. Mana mungkin ia dengan senang hati mau mengingat ulang tahun hyung-nya.” gumam Donghae. Ia sedang berusaha membesarkan hatinya walaupun sebenarnya ia sedikit was-was. Ia mulai sedikit ragu, apa mungkin kali ini pun para member melupakan ulang tahunnya??

Donghae menggeleng, mengenyahkan pemikiran jelek itu. Ia kemudian masuk kembali ke dorm atas dan melihat Ryeowook yang sedang memasak di dapur. Ia pun mendekat.

“Ryuk-ah..” panggilnya.

“Oh, hyung. Ada apa??” tanya Ryeowoook yang sedang sibuk memotong-motong lobak.

“Ryuk-ah, kau kan biasanya sangat rapi dan teliti, apa kau tidak merasa melupakan sesuatu??” tanya Donghae tanpa basa-basi.

“Melupakan sesuatu?? Oh hyung, tolong ambilkan garpu itu!!” Ryeowook menunjuk sebuah garpu yang ada didekat Donghae. “Sepertinya tidak-“lanjut Ryeowook.

Donghae pun memberikan garpu itu pada Ryeowook, “Masa kau juga tidak ingat sih??” desah Donghae putus asa.

“Tolong yang itu juga hyung” tunjuk Ryeowook pada sebuah telur yang ada diatas meja. “Apa yang harus kuingat hyung??” tanya Ryeowook balik.

“Itu…. Aku….. Kau tau kan… Hari ini–”

“Hyung, tolong kupaskan ini juga ya” potong Ryeowook membuat Donghae tak jadi melanjutkan kata-katanya.

“Aissshh… Shireo” pekik Donghae kesal, ia pun pergi meninggalkan Ryeowook yang mencibir.

“Yaa!!! Hyung, sombong sekali kau ini!!!”

***

Donghae pun beranjak ke ruang tengah, disitu ternyata sudah ada Shindong dan Leeteuk yang sedang menonton tv juga Kyuhyun yang entah sejak kapan naik ke atas. Donghae kemudian berjalan mondar-mandir di depan tv mencari perhatian mereka bertiga. Dan tentu saja yang pertama bersuara adalah si evil magnae, Kyuhyun.

“Yaa!! Lee Donghae, minggir!!” teriaknya, namun setelah itu ia mendapat jitakan dari Leeteuk.

“Dia hyungmu, Kyunnie” ucap Leeteuk, kemudian beralih pada Donghae, “Donghae-ya, kau kan lihat kami sedang menonton, kenapa–??”

Leeteuk tak sempat menyelesaikan kalimatnya, karena Donghae sudah meloncat duduk disebelahnya.

“Hyuung, kau kan hyung kesayanganku. Dan kau juga selalu bilang aku dongsaeng kesayanganmu. Apa kau juga tidak ingat??” tanya Donghae , lagi-lagi dengan wajah penuh harapnya.

“Ingat apa??” tanya Leeteuk penuh tanda tanya.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku hyung?? Kau juga sama sekali tidak ingat??” tanya Donghae bertubi-tubi.

“Hyung, kau ini aneh sekali. Tadi juga kau menanyakan hal itu padaku. Memangnya apa sih maksudmu?? Apa yang harus kami katakan??” Kyuhyun angkat bicara.

Donghae tidak menjawab, malah pergi kesisi Shindong, “Hyung, kau pasti ingat kan?? Kau tidak mungkin melupakannya kan?? Hanya kau satu-satunya kemarin yang mengingatnya. Kau tidak mungkin tidak mengingatnya kali ini kan??. Ayo cepat ucapkan padaku sekarang” rengek Donghae sambil menarik-narik lengan baju Shindong.

“Yaa!! Lee Donghae, ada apa denganmu?? Jangan tarik-tarik bajuku” protes Shindong. “Apa yang kemarin kuingat dan sekarang aku juga harus mengingatnya?? Aku tidak mengerti maksudmu. Jelaskan dengan benar, biar kami mengerti!!” ucap Shindong.

“Kemarin itu, kau.. aku.., hanya kau yang mengirim… mengucapkannya padaku.. Kau tidak ingat hyung??” tanya Donghae benar-benar putus asa.

Saat itu Eunhyuk yang baru saja setelah menyelesaikan jadwalnya, datang sambil berteriak mencari makanan, “Apa kalian punya sesuatu untuk dimakan disini??” teriaknya dari depan, namun yang menyambutnya adalah Donghae dengan wajah yang berapi-api.

“Apa?? Ada apa??” tanya Eunhyuk takut-takut.

“Kau… Lee Hyukjae, kau selalu bilang aku yang paling dekat denganmu.  Jangan bilang kau juga tidak ingat!!!” Donghae menunjuk-nunjuk Eunhyuk tepat diwajahnya, membuat Eunhyuk mundur beberapa langkah.

“Aku?? Ingat apa?? Ada apa??” tanya Eunhyuk terbata-bata.

Donghae masih dengan wajah penuh amarah, “Hari ini.. jadi, kau juga tidak ingat hari apa hari ini, eh?? Oh, demi Tuhan, kalian semua benar-benar kejam. Tak ada satupun dari kalian yang mengingat ulang tahunku. Kalian keterlaluan” teriak Donghae marah. Ia pun berlari masuk ke kamarnya lalu membanting pintunya dengan keras.

Eunhyuk yang masih shock kemudian menatap keempat member-ditambah Ryeowook yang berlari dari dapur setelah mendengar suara teriakan– yang hanya bisa terdiam, “Ada apa dengannya??” tanya Eunhyuk.

Keempatnya menggeleng, lalu Leeteuk beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya dan Donghae diikuti oleh keempat dongsaengnya dibelakang.

Leeteuk mengetuk pintu, “Donghae-ya..” panggilnya namun balasan yang didapatnya adalah suara berdebum keras, sepertinya Donghae melemparkan sesuatu ke arah pintu.

“Donghae-ya, jelaskan dulu baik-baik. Jangan seperti ini. Kalau seperti ini, masalahnya tidak akan selesai” bujuk Leeteuk.

“Shireo– Kalian semua tidak perduli padaku hyung. Ini hari ulang tahunku, tapi kalian lagi-lagi melupakannya. Padahal kalian sudah berjanji padaku, tidak akan melupakannya lagi. Tanggal 15 sudah lewat  hampir 18 jam tapi tak ada satupun dari kalian yang mengucapkan selamat padaku teriak Donghae dari kamar sambil sesekali diselingi dengan isakannya.

“Kami tidak mungkin– Apa?? Ulang tahun??” ulang Leeteuk memastikan.

“Ya, 15 Oktober. Hari ini hari ulang tahunku. Kalian pasti tidak ingat kan?? Kalian semua memang tidak peduli padaku. Tak ada yang ingat ulang tahunku. Padahal aku selalu mengingat ulang tahun kalian. Aku sudah menunggu selama seharian,  tapi tak ada satupun yang mengucapkan selamat padaku. Aku sudah sangat berharap kalian mengadakan surprise party padaku. Tch– Aku benci ulang tahun. Aku benci—”

Leeteuk kemudian menatap keempat dongsaengnya-membiarkan Donghae yang masih sibuk mengomel menumpahkan semua perasaannya– yang kini juga sedang menatapnya, ” Aku yang sudah terlalu tua atau dunia berputar terlalu cepat tanpa aku sadari, bukankah ini masih tanggal 14??” tanya Leeteuk bingung.

Eunhyuk lalu membuka ponselnya dan menatap aplikasi kalender, “Tidak hyung, kau benar. Ini masih tanggal 14″

Ryeowook yang tadi pergi melesat, membawa kalender meja dan menunjukkannya,” Majyeo hyung, tanggal 14″

“Kau benar hyung, tanggal 15 itu masih 6 jam lagi dan rencana surprise party kita juga masih 6 jam lagi.”ucap Shindong meyakinkan.

Mereka berempat lalu menatap pintu dengan ganas, “YAA!! LEE DONGHAE BABO, ULANG TAHUN APA YANG KAU MAKSUD????!!!!!!!!”

-enD-

pic credit:: mbah gugel

Special untuk ulang tahun uri Haehae

wlaopun terlambat ngepost…

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove,


18 thoughts on “[Family] Where’s my Surprise Party??

    • Haiiiiiiiiiiii Ucccciiiiiiiiiiiiiii………….
      Yeong imnida….

      jangan jitak kuat2 ya, ntar makin oon dya-nya..
      kalo gitu jalan2nya sering2 ya,,
      biar terdampar lagi disini..

      Annyeong~~~~

  1. donghae oppa babo….. tnang oppa ntar kyu biar aq yg tabok….. hehehe…..
    tpi bsa2x oppa salah tgl……. ???? itu kan memalukan…. wkwkwkwk

  2. hahahahhahahha….opppaaaaaa….saking maunya dpat surprise party yah, smpe2 g inget tanggall, jd malu sndiri..hahahahah
    sumpah pas haeppa nyadar klo trnyta blm tgl 15 pasti ekspresinya lucu banget dehhh….hhahahah
    dasar ikann…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s