[OneSpace] A Beautiful Birthday…

11 Oktober 2011, dorm 12

Narin memperhatikan gerak-gerik lelaki tampan yang duduk disebelahnya. Donghae sedang menunduk mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi dengan handuk birunya. Narin lalu mengambil handuk tersebut dan menggantikan Donghae melakukannya.

“Donghae-ya..” panggil Narin.

“Mmm??” balas Donghae pelan. Ia sedang menikmati gerakan tangan Narin di kepalanya.

“Kau mengantuk??” tanya Narin.

“Ani..”

“Apa yang kau rasakan saat ini??” tanya Narin lagi. Ada sesuatu yang ingin dibicarakannya dan ia harus tahu dulu bagaimana mood Donghae saat ini. “Apa kau sedang kesal?? Atau kau sedang ada masalah?? Atau ada sesuatu yang sedang kau pikirkan??”

“Ani.. Waeyo??” tanya Donghae sedikit heran. “Aku baik-baik saja. Tidak ada apa-apa”

“Itu artinya kau sedang senang kan hari ini??” Narin memastikan.

“Hmm… bisa dibilang begitu”

“Kalau begitu aku mau minta maaf” ucap Narin.

Donghae mengangkat kepalanya, membuat Narin berhenti mengeringkan rambutnya. “Minta maaf?? Jangan bilang… Jangan bilang kau selingkuh dibelakangku. Jangan bilang kau ternyata menyukai Hyukie, atau Kyunie atau… atau  Teuki Hyung” ucap Donghae dengan wajah horor.

“Ya!! ” Narin memukul kepala Donghae, memaksanya menunduk dan kembali mengeringkan rambutnya. “Berhenti cemburu pada member-mu sendiri. Lagipula, dari dulu aku juga sudah menyukai mereka, dan bukan karena itu aku minta maaf”

Donghae mencibir kesal, “Tch- tak perlu diperjelas, aku tau kau lebih menyukai member lain daripada aku. Lalu untuk apa kau minta maaf??”

“Lusa, aku ada acara study tour bersama teman klub-ku ke Kyungsam” mulai Narin.  Ia mengacak-acak rambut Donghae yang sudah hampir kering lalu meletakkan handuk biru Donghae ke lengan sofa. “Dan kami akan pergi selama 3 hari”

Donghae yang tadinya hendak menyenderkan punggungnya, kembali tegak,”Kyungsam?? 3 hari?? Waa–, ikuuut….” rengek Donghae sambil menarik-narik lengan baju Narin.

Narin menghela nafas, ‘memang susah bicara dengan bocah‘ rutuknya dalam hati. “Tentu saja tidak bisa. Aku bukan sedang liburan dan kau kan punya jadwal. Dan bukan itu yang ingin kubicarakan, jangan terus memotongku”

Donghae mengerucutkan bibirnya lalu menyandar ke sofa sambil memeluk boneka alien kesayangannya, “Lalu??”

“Aku akan pergi lusa. Ini tanggal 11 dan itu artinya aku akan pergi tanggal 13, 14 dan 15 ” jelas Narin.

“Aku tahu, aku kan tidak sebodoh itu. Aku masih bisa menghitung kok”

Narin mencubit hidung Donghae frustasi,”13,14,15. Apa kau tidak marah??”

Donghae menggeleng, “Tidak. Kau kan pergi karena study tour. Aku tentu saja tidak boleh marah kan??” ucapnya bangga seakan-akan sudah menjadi seorang kekasih yang sangat pengertian.

Narin lalu mendekat, menatap Donghae penasaran, “Donghae-ya, tanggal berapa ini??”

“11”

“Bulan??”

“Oktober”

“Lalu ada apa tanggal 15??” tanya Narin.

“Ada apa??” Donghae balik bertanya pada Narin.

Narin menepuk jidatnya sendiri, “Ya Tuhan Lee Donghae. 15 Oktober itu kan ulang tahunmu. Apa kau tidak ingat??”

Donghae mengangkat sebelah alisnya, “Ulang ta– Ah, majyeo..Itu ulang tahunku. Hahaha… Kenapa aku bisa lupa ya??” cengirnya.

Narin menatap Donghae tidak percaya, “Bagaimana bisa kau melupakan ulang tahunmu sendiri?? Kau ini benar-benar luar biasa” cibir Narin. “Jadi sekarang kau mengerti kan?? Aku tidak bisa merayakan ulang tahunmu. Karena aku ada study tour sampai tanggal 15, makanya sekarang aku ingin minta maaf”

Donghae langsung menegakkan badannya lagi, menggeleng keras,”Tidak bisa. Mana boleh begitu. Itu kan ulang tahunku. Kau mana boleh pergi!!!”

“Siapa tadi yang bilang kalau dia tidak akan marah kalau aku pergi??” sindir Narin.

Donghae menggeleng-geleng, “Tapi itu kan sebelum aku ingat kalau itu ulang tahunku. Jangan pergi Yeong, kau tidak boleh pergi. Jebal–” pinta Donghae.

Narin mengusap pipi Donghae pelan, memandangnya sedih. “Tapi aku benar-benar harus pergi. Aku salah satu panitianya. Dan aku harus hadir di sana. Maaf..”

“Apa tidak bisa diundur saja tanggalnya??” Donghae menatap Narin dengan pandangan memohon.

“Tidak bisa, jadwalnya memang sudah ditentukan. Bukan aku yang mengaturnya.”

Donghae menunduk, menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca, “Kau kan tahu kalau itu ulang tahunku yang pertama bersamamu” lirihnya.

Narin lalu menarik Donghae ke pelukannya, membuat Donghae menyembunyikan wajahnya dibahu Narin,”Aku tahu. Aku juga ingin merayakannya bersamamu. Tapi maaf…”

“Apa kau tak bisa datang sebentar saja?? Kyungsam dan Seoul kan tidak terlalu jauh..” mohon Donghae  dibahu Narin.

Narin mengelus-elus rambut Donghae, merasa bersalah, “Sepertinya tidak bisa. Yoon Sosaeng pasti tidak akan mengijinkan”

“Apa benar-benar tidak bisa??”

Narin menghela nafas, “Maaf..”

Donghae lalu melepaskan pelukannya dan berbalik membelakangi Narin, “Seharusnya tadi kau tidak perlu mengingatkanku. Lebih baik aku lupa, jadi aku tidak perlu sedih seperti ini” bisiknya.

Narin lalu memeluk pinggang Donghae dari belakang,”Tidak boleh begitu. Itu kan hari spesialmu. Kau tidak boleh melupakannya. Lagipula kau kan masih bisa merayakannya bersama member lain”

“Tidak, mereka lebih sering melupakannya”

Narin mengeratkan pelukannya pada Donghae, “Aku yakin mereka pasti mengingatnya”

Donghae menggeleng,”Lupakan. Aku benci ulang tahun”

***

13 Oktober 2011, Penginapan Kyungsam

Narin sedang mengganti baju lapangan yang tadi dipakainya saat ponselnya berkelip-kelip lalu terdengar suara Donghae yang berlagak cute,

‘Rin-rin-ku, alien tampanmu sedang membutuhkan perhatian, ayo diangkat’

Narin memutar bola matanya mendengar nada dering ponselnya itu, pemilik suara  sendiri yang memasang nada itu di ponselnya. Sungguh luar biasa narsis. Narin lalu membuka flip ponselnya dan mengaktifkan loudspeakernya, “Nde??”

“Yeonng, kalian berangkat hari ini kan?? Jam berapa busnya akan pergi??” terdengar suara Donghae dari seberang.

“O, sebentar lagi kami berangkat, hanya tinggal menunggu beberapa orang lagi” sahut Narin sambil mengganti bajunya dengan  yang lebih nyaman. Ia dan teman-teman klubnya baru saja selesai tour lapangan, dan sekarang mereka sudah kembali ke penginapan. Ia berbaring diatas tempat tidur sambil  menunggu teman satu kamarnya selesai mandi.

“Maaf, aku tidak bisa mengantarmu. Acaranya benar-benar tak bisa ditinggal” Suara Donghae terdengar sangat tidak bersemangat, membuat Narin sedikit merasa bersalah.

“Gwenchanna. Aku kan bukannya pergi ke luar negri. Lalu, apa acaranya sudah selesai??” tanyanya. Ia memain-mainkan handuk ditangannya sambil memeriksa jadwalnya hari ini di notes putihnya.

“Sudah” jawab Donghae. “Mmm, Hyungdeul bilang mereka akan mengadakan pesta untukku kalau jadwal mereka selesai cepat. Apa.. apa kau benar-benar tidak bisa datang sebentar saja Yeong??” tanya Donghae dengan nada menyedihkan.

Narin menutup notebooknya lalu menggembungkan pipinya, merasa amat sangat bersalah mendengar nada suara Donghae, “Mianhae, sepertinya tidak akan bisa”

Helaan nafas Donghae terdengar berat, “Ya sudah. Kau hati-hatilah disana. Jangan pergi sendirian, jangan tersesat dan jangan lupa makan”

“Eung, kau juga. Oh, sepertinya kami sudah harus pergi sekarang” ucap Narin.

“Ya sudah, aku tutup du–”

“Oh Donghae-ya. Aku mau bilang sepertinya aku akan sangat sibuk dan tidak bisa sering-sering menelpon. Aku pasti akan langsung menelponmu kalau sedang senggang, O??”

“Ah, geurae?? Arrasso” balas Donghae pelan.

“Hae-ya, mianhae” ucap Narin lagi.

“Mmm, Annyeong”

Narin lalu menatap ponselnya, Donghae ternyata langsung memutus teleponnya. Padahal biasanya dia pasti akan berlama-lama hanya untuk sekedar menutup telepon. Narin lalu memejamkan matanya sambil menghela nafas berat. Ia merasa bersalah sudah berbohong pada Donghae apalagi mendengar betapa sedihnya suara Donghae saat memintanya untuk datang di ulang tahunya. Tapi ia berbohong juga demi Donghae. Dan Narin berharap setelah ini Donghae tidak akan lagi benci ulang tahunnya.

***

14 Oktober 2011  21:40 , dorm 12

Donghae berguling-guling diatas tempat tidurnya. Setelah menyelesaikan jadwalnya sore tadi kini tak ada lagi yang bisa dikerjakannya, dan yang paling menyedihkannya adalah ia hanya sendirian di dorm. Hanya ia dan Ryeowook yang tidak punya jadwal lagi, namun Ryeowook sudah ada janji makan dengan teman-teman drama musikalnya, jadi tinggallah ia sendiri.

Donghae mengambil ponselnya dari atas meja dan menatap sedih pada iphone hitamnya itu. Tak ada telepon sama sekali dari Narin, padahal Narin sudah berjanji akan menelponnya, bahkan sekedar pesan pun tak ada. Ia sudah mencoba menelpon tapi sama sekali tidak diangkat. Sesibuk itukah gadis itu sampai-sampai mengangkat telepon pun tidak sempat??

Donghae menarik nafas berat, melirik jam di dinding kamarnya. Ulang tahunnya hanya tinggal beberapa jam lagi, tapi ia hanya sendirian di dalam kamar, ditemani sebuah ponsel hitam yang bisu. Terlihat sangat menyedihkan. Pesta yang dijanjikan hyungdeul-nya pun sepertinya hanya tinggal angan-angan. Mereka terlalu sibuk untuk mengadakan sebuah pesta. Lihat saja, bahkan sudah semalam ini, belum ada satu pun dari mereka yang pulang.

“Aisssh…. Aku benci ulang tahun..” teriaknya sambil menutup matanya dengan sebuah bantal.

Setelah hampir setengah jam meratapi nasibnya, terdengar suara langkah kaki memasuki kamarnya, membuat Donghae mendongak dari balik bantalnya dan mendapati Leeteuk dan Eunhyuk dihadapannya.

“Donghae-ya, mianhae.. Yang lain masih ada jadwal” Leeteuk duduk ditepi tempat tidurnya sementara Eunhyuk duduk diatas tempat tidur Leeteuk. “Hanya hyung dan Hyukie yang bisa. Kami sengaja merecord acara untuk Sukira agar kami bisa merayakan ulang tahunmu” jelas Leeteuk.

Donghae membenarkan posisinya hingga kini ia bersandar pada tempat tidurnya, “Seharusnya tidak perlu seperti itu Hyung, Sukira jadi tidak bisa live gara-gara aku”

“Gwenchanna. Ini kan ulang tahunmu, harus dirayakan” Eunhyuk mengambil salah satu topi Donghae dari dalam lemari dan memakainya. “Kajja. Kita berangkat sekarang saja”

“Oddiga??” tanya Donghae.

Leeteuk mengambil bantal Donghae dari lantai yang tadi sempat ditendangnya karena kesal”Hyung sudah memesan tempat untuk kita makan bersama merayakannya”

Donghae terlihat enggan dan kembali membaringkan tubuhnya, “Ah, tak perlu Hyung. Kini makan disini saja. Lagipula kita kan hanya bertiga, untuk apa jauh-jauh pergi sampai harus memesan tempat. Lagipula tak ada yang spesial. Biasa saja.”

“Jadi menurutmu, kami saja tidak cukup??? Kalau hanya dengan kami tidak akan ada artinya??” tanya Eunhyuk yang sudah kembali duduk diatas tempat tidur Leeteuk dengan nada terluka.

Donghae cepat-cepat bangkit,”Anniya, bukan itu maksudku, hanya saja–”

“Jadi kau tidak ingin merayakannya karena hanya ada kami berdua begitu??” tambah Leeteuk lagi.

Donghae menggeleng keras lalu memeluk lengan Leeteuk yang ada disampingnya, “Anniya Hyung, jjinja. Bukan itu maksudku. Aku sangat berterima kasih kalian mau merayakannya untukku. Mianhae Hyung. Kajja, kita pergi sekarang” ucapnya cepat lalu bangkit dan mengganti pakaiannya, sementara Leeteuk dan Eunhyuk diam-diam tersenyum dibelakangnya.

***

14 Oktober 2011  22:30 , mobil Eunhyuk

Donghae duduk dibelakang sementara Eunhyuk menyetir dan Leeteuk disampingnya. Mereka sibuk bercerita dari tadi tapi Donghae tidak punya niat untuk mendengarkan apalagi menanggapi. Ia hanya menatap kearah jalanan melalui jendela disampingnya. Ia sendiri tidak tahu kemana mereka akan pergi. Ia tidak perduli, toh kemana saja tidak ada bedanya baginya. Sebenarnya sekarang ia hanya ingin tidur dikamarnya dan menutupi dirinya dengan selimut tebal lalu berharap ia tertidur hingga hari terlewatkan, tapi ia tidak mungkin melukai hati kedua hyungnya yang sudah dengan sengaja menyempatkan diri untuknya.

“Donghae-ya, apa Narin sudah menelponmu??” tanya Eunhyuk melalui spion tiba-tiba membuyarkan lamunannya.

Donghae meremas ponselnya yang tidak bersalah, dan menatap kesal pada layarnya yang gelap. Sepertinya tidak ada tanda-tanda Narin akan menelponnya. Ia tahu ini belum waktunya, tapi entah mengapa ia merasa kalau Narin tidak akan mengucapkan selamat padanya, mungkin saja gadis itu lupa karena terlalu sibuk dengan kegiatannya atau entahlah, Donghae dari tadi sudah memaksa otaknya untuk berhenti memikirkan hal itu, tapi pertanyaan Eunhyuk justru membuatnya mengingat itu lagi.

“Anniya, mungkin ia sibuk” jawabnya singkat. Ia mengambil selimut dari jok belakang dan berbaring sambil menutupi tubuhnya dengan selimut, “Hyung, bangunkan saja kalau sudah sampai” lalu menutupi kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya.

Leeteuk menoleh kebelakang dan mendapati Donghae yang sudah tertutup sempurna dengan sebuah selimut biru lalu menyahut, “O, tidurlah dulu, nanti hyung bangunkan”

***

14 Oktober 2011  23:30 , pantai Kyungsam

“Donghae-ya, Donghae-ya, irona–”

Donghae menggosok-gosok matanya dan memandang ke sekelilingnya. Ia ternyata ketiduran dan baru sadar setelah Leeteuk membangunkannya.

“Hyung, dimana ini??” Donghae menutup pintu mobil Eunhyuk lalu meneliti keadaan sekelilingnya. Mereka ada di pantai, Donghae bisa mendengar suara ombak dan merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Tak ada yang menjawabnya karena kedua hyungnya itu sudah berjalan duluan meninggalkannya. Donghae kemudian ikut berjalan mengikuti keduanya. Pantai ini sepi, ia bisa melihat dengan bantuan cahaya dari tempat-tempat makan yang berdiri di sepanjang pantai,  hanya ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan menikmati pantai, dan juga beberapa anak kecil yang sedang bermain kembang api.

Mereka lalu duduk disalah satu kursi panjang yang ada di pantai itu. Donghae melirik ponselnya, layarnya tetap hitam sama seperti beberapa jam yang lalu. Ia mendesah, suara deburan ombak justru membuatnya semakin sensitif. Lagipula untuk apa sih hyungnya mengajak ke pantai malam-malam seperti ini. Untuk apa jauh-jauh merayakan ulang tahun kalau hanya ada 3 orang seperti ini. Bukankah ini terasa lebih menyedihkan daripada merayakannya bertiga di dorm. Kalau di dorm setidaknya Donghae masih bisa melihat fansnya yang berkumpul sambil mengucapkan selamat padanya. Tapi disini apa yang bisa dilihat.

“Hyung, ak–” Donghae berbalik hendak mengatakan sesuatu pada kedua hyungnya namun ternyata keduanya sedang serius sekali membicarakan sesuatu yang terjadi di Sukira tadi bahkan tak ada yang menoleh saat ia memanggil.

Ia kembali melirik keduanya, tapi tak ada tanda-tanda mereka mendengarkan, “Sempurna” gumamnya pada dirinya sendiri. Untuk apa  jauh-jauh kemari kalau hanya untuk membicarakan Sukira. Tak bisakah mereka membicarakannya nanti saja. Tak bisakah mereka memperhatikannya dulu untuk saat ini saja. Atau tidak bisakah mereka setidaknya mengajaknya ikut berbicara.

Donghae melirik jam tangannya. 10 menit lagi pukul 12, dan 10 menit lagi dia akan berulang tahun. Ia lalu menatap kesal pada ponselnya yang tetap membisu. Tetap tak ada tanda-tanda Narin akan menelponnya, begitu juga dengan member lainnya.

Ia lalu bangkit dan berdiri dihadapan kedua hyungnya yang super tega itu. “Hyung..” panggilnya, tak ada yang menoleh. Keduanya masih asyik dengan dunianya.

“Hyuuung—-” teriaknya kesal. Leeteuk dan Eunhyuk yang tersadar menatapnya kaget.

“Hyung, ayo pulang. Untuk apa kita disini, seperti orang bodoh. Aku ingin pulang saja” ucapnya ketus lalu beranjak pergi menuju tempat mereka memarkirkan mobil.

“Ya– Donghae-ya. Lee Donghae–” teriak Leeteuk dan Eunhyuk memanggilnya, ia tak perduli dan tetap berjalan namun tiba-tiba–

“DUAARR— DUARRR”

Donghae terkaget dan langsung berbalik lalu menatap langit.  Kembang api yang sangat cantik dan besar meledak-ledak susul-menyusul mewarnai langit malam, membuat Donghae kini bisa melihat jelas indahnya pantai yang sejak tadi menjadi salah satu penambah kesedihannya hari ini. Kembang apinya besar dan sangat bagus, seperti kembang api yang biasa dilihatnya diacara tahun baru. Sangat indah dan penuh warna.

“Uri Donghae, Saengil Chukahamnida…”

Ia terlalu asik memandangi  kembang api sampai akhirnya teriakan itu menyadarkannya. Dibawah kembang api yang sangat indah itu ternyata telah berdiri 8 member Super Junior dan seorang gadis.

“Donghae-ya…..”teriak mereka bersamaan.

Donghae berjalan mendekat lalu menatap mereka satu persatu, sampai akhirnya, “hiksss… hikssss..”

***

Donghae dan Narin duduk di salah satu kursi panjang yang ada dipantai. Donghae yang tadinya sempat menangis karena tidak tahu menahu tentang party ini, kini sudah mulai tersenyum lagi. Ia juga sudah puas membalaskan dendamnya kepada para member dengan melempari mereka dengan cake dan beberapa makanan yang berakhir dengan perang kue. Setelah membersihkan diri ia mengajak Narin duduk sedikit menjauh dari para member.

“Sekarang jelaskan padaku mengapa kau ada disini?? Bukankah kau sedang ada study tour?? Kau membohongiku!!” ucap Donghae.

Narin hanya bisa nyengir lebar, “Hehe.. Aku kan ingin memberikan surprise padamu. Dan aku tidak berbohong, aku memang ada study tour di daerah ini, hanya saja hehehe… aku berbohong soal tanggalnya” jelas Narin sambil menggaruk-garuk pipinya.

“Jelaskan semuanya!!!” perintah Donghae.

“Aku memang ada study tour, hanya saja kami pergi sejak tanggal 12 dan selesai tanggal 14 pagi tadi. Jadi saat semua teman-temanku kembali ke Seoul aku tinggal disini, bekerja keras menyiapkan segalanya sendiri”

“Tch– itu artinya saat aku meneleponmu kemarin saat kau akan berangkat, itu juga bohong kan??” dengus Donghae.

“Hehehe” Narin hanya bisa nyengir, membuat Donghae menjitak kepalanya pelan.

“Ya– bocah jelek hilangkan kebiasaanmu membohongiku. Sekarang cepat katakan, kau berbohong soal apalagi!!”

“Saat kukatakan aku terlalu sibuk untuk mengangkat telepon, sebenarnya itu bohong, karena memang aku sengaja mematikan ponselku, supaya surprise-nya lebih keren” jelas Narin tanpa merasa bersalah.

Donghae mengangguk-angguk, “Lalu??”

Narin menggaruk-garuk pipinya lagi, “Mmm… soal aku akan memberikan hadiah itu…. hehehe” Narin memasang puppy eyesnya, “Aku tidak punya hadiah, terlalu sibuk menyiapkan ini semua, jadi tidak sempat. Lagipula kan uangmu banyak, jadi hadiahnya kau beli sendiri saja ya apa yang kau mau??”

Donghae menangkap leher Narin berupa-pura mencekiknya, “Ya– bocah jelek, kau ini benar-benar…”pekik Donghae, mereka lalu tertawa dan Donghae menarik Narin kepelukannya.

“Gomawo,eh?? Kau pasti lelah menyiapkan ini semua untukku, dan aku hanya bisa menggerutu saja seharian ini mengira kau melupakanku. Gomawo, kau sudah membuat ulang tahunku kali ini terasa sangat spesial. Dan aku ingin kau tetap ada disetiap ulang tahunku yang akan datang”

“Hehehe..” Narin hanya tertawa di dada Donghae, kemudian ia menarik diri dan mengecup pipi kiri Donghae.

Donghae memicingkan matanya menatap Narin,”Apa itu karena aku sedang berulang tahun??”tanyanya.

“Eung..” angguk Narin.

“Kalau begitu karena aku sedang berulang tahun, apa boleh minta disini??” tanya Donghae lagi kali ini menunjuk bibirnya.

Narin memicingkan matanya ganas, membuat Donghae mengangkat tangannya, menyerah, “Baiklah. baiklah, kalau begitu sebagai gantinya di sebelah kanan juga, tapi setelah aku menghitung sampai 3 baru kau boleh melepasnya, bagaimana??  Kau kan tidak membawa hadiah untukku”

Narin akhirnya mengangguk,”Tapi kau harus janji menghitung dengan benar, jangan coba-coba memperlambatnya”ancamnya.

Donghae mengangguk lalu memajukan pipi sebelah kanannya pada Narin, dan menutup matanya saat bibir Narin menyentuh pipinya,”1………….2…………..”

“YA!!! LEE DONGHAE!! CHO NARIN!!!”

-enD-

=============================================

“YA!!! LEE DONGHAE!! CHO NARIN!!!”

Donghae membuka matanya setelah mendengar teriakan itu sementara Narin gelagapan dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

“Ya!!! Hyung, kalian mengganggu saja. Jarang-jarang Narin mau menciumku, kalian kan tau itu!!!”protesnya jengkel.

“Hyung, ini kan ulang tahunmu, masa kau hanya dapat ciuman di pipi?? Yang benar saja, kenapa tidak disini??” Kyuhyun si evil menunjuk bibirnya, menggoda Donghae.

“Ya!!! Kalian pergi saja, jangan mengganggu. Lagipula kalian ini tega sekali. Masa kalian membiarkan Narin mengerjakan acara ini sendirian. Kalian kan seharusnya ikut membantu. Aku kan keluarga kalian juga” balas Donghae sambil menunjuk para member.

“Dia bilang dia mengerjakannya sendirian??? Dasar bocah, kemana dia pergi??” tanya Kyuhyun berapi-api lalu pergi mencari Narin yang memang sudah kabur karena malu.

Donghae memandang member lain meminta penjelasan.

“Dia bilang kalau dia mengerjakan semuanya sendiri?? Kalau benar itu artinya dia memang punya keturunan evil” ucap Leeteuk. “Karena yang dia lakukan hanyalah menyuruh kami ini dan itu seperti mandor besar, dan memaksa kami membayar semuanya dengan alasan kalau dia masih anak sekolahan yang tidak punya uang”

Donghae menatap Leeteuk tak percaya lalu mengejar Kyuhyun mengejar Narin, “YA— BOCAH JELEK TUKANG BOHONG!!! KEMARI KAU!!!”

kkeut-

Haehae, saengil chukae—-

actually, ff ni aku ikutin project bday..
tapi setelah diteliti ternyata  bnyak sekali typo…
hehehe….
hehehehe…./cuma bisa cengengesan/

And as always
Need- Need ur Comment Please—-

Love, Love and Only HaeLove,

22 thoughts on “[OneSpace] A Beautiful Birthday…

  1. hha…
    bocah jelek?????????
    masa sama pacar sendiri manggilnya gitu
    dasar hae hae ada2 aja…
    ffnya bagus yang terakhirnya bikin ketawa

    • harap maklum deh, sama orang senarsis dy mah semua orang jelek, cma dia doank yg cakep, ya gak??? /lirikhae/

      tenKyu udah dipuji, jadi malu deh…
      eh- awas jgn ketawa sendirian lho~~~
      CHU~

      • ah telat ngingetinnya udah ketawa2 sendiri…
        tapi emang bagus koq…
        aku mah selalu suka kalo baca ff yang castnya donghae tapi sama OC
        dapet banget feelnya

        pegangin idung nya tuh biar ga terbang…hhe (kabur bareng abang siwon)

      • wahhh… dipuji lagi… jadi makin gede ni kuping..
        //tangkap ekor kuda abang siwon, ikutan naik, tinggalin haehae/

        Nb. Wahh, badan kuda abang siwon bagus ya… =b=

  2. salam kenal………
    begitu nemu ini lngsung baca2 smua ff-ny,keren banget,hae gemesin,pngin bawa pulang aja!!
    terus buat karya2 lain ya..you’re such a good author,really!!!!!

    • salam kenal juga….
      panggil aja el ato yeong, ato rin ato terserah deh…kke–

      udah baca smw?? wah.. saya jadi malu/blushing/
      kalo smpat komen ya di setiap page yg dibaca, sbgai kritik dan saran,
      mau ya?? ya?? ya?? /kedipkedippuppyeyes/

      hae-nya boleh koq bwa pulang tpi jgn lama2 ya, biar saya jg kebagian..😄

      sering2 mampir…..
      Annyeong~~~~~

  3. @ hae-yaa
    eh? ada ya kuda wajahnya ganteng kaya abang siwon?
    hhe (kabur bawa donghae. aku ambil lagi donghaenya hhe)…
    hhe..
    makin hari kayaknya tu orang2 makin ganteng aja…hhe

    • ada donk… tapi cuma atu2nya,, tuh si siwon..
      bawa aja dah tu donghae…
      saya lagi bosen,, pengen selingkuh ama ikan teri dulu//lemparhaehae-sekap eunhyuk//

      hehe– makin hari makin kurang ajar aja tuh cakepnya..

  4. hahahaha asli aku ngakak. wah si narin tukang boong yah. kabur yang jauh nariin sebelum dilendes pangeran evil. untung raja evilnya lagi wamil hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s