[Family] 13elieve…

Narin meremas ponselnya kuat-kuat dan melangkah ragu masuk ke ruang tengah dorm lantai 12 yang gelap. Dia tahu Donghae-nya ada didalam. Sedang tidak bisa kemana-mana karena luka yang didapatnya saat shoooting Dream Team beberapa hari yang lalu. Namun yang membuatnya heran adalah kenapa ruangannya dibiarkan gelap seperti ini. Semua orang tahu kalau aliennya yang bodoh itu sangat penakut. Apalagi sendirian seperti ini saat member lain mengerjakannya schedule-nya masing-masing. Kecuali Yesung dan Sungmin yang juga terluka mungkin sedang ada di dorm bawah.

Narin buru-buru membekap mulutnya saat melihat pemandangan didepannya. Matanya terasa panas dan basah. Pemandangan ini benar-benar menyakitinya.Ia bisa melihat Donghae-nya yang berbaring disofa dengan bantuan cahaya lampu dapur yang redup.Tangan kanannya terjatuh menyentuh lantai sementara tangan kirinya diangkat menutupi matanya. Ia tahu kalau Donghae-nya itu tidak sedang tidur karena walau sangat pelan ia bisa mendengar suara isakan tertahan dari aliennya itu. Narin menyeka air matanya hingga akhirnya ia bisa melihat dengan jelas ada air mata yang jatuh dari pipi kanan orang yang sangat disayanginya itu. “Hae…” dengan suara bergetar akhirnya gadis itu membuka mulutnya.

Narin melangkah perlahan lalu berjongkok tepat disebelah Donghae dan menghapus air mata di pipi kanan Donghae, mendesah saat melirik perban yang menutupi sebagian kakinya.

“Hae.. kau mau aku hidupkan lampunya??” tanya Narin pelan. Donghae hanya menggeleng. Tidak berniat mengubah posisinya sama sekali walau tahu Narin ada disebelahnya. Narin mengelus pipi Donghae yang kembali basah sekaligus berusaha menahan tangisnya sendiri.

“Kau sedang ingin sendiri?? Aku bisa kembali besok-”

Donghae menurunkan tangan kirinya. Menatap hampa ke langit-langit. Air matanya mengalir deras di kedua sudutnya.

“Dia memutuskan untuk pergi lebih awal” ucapnya pelan seperti sedang bergumam. “Tak ada yang bisa kulakukan” kini ia mulai terisak. “Aku bahkan tak berusaha menahannya. Dasar Bodoh!!” kali ini ia menjerit.

Narin memegangi tangan Donghae yang bebas, lalu memaksanya untuk duduk dan mendekapnya erat.

“Apa ini soal Heechul oppa??” tanyanya hati-hati, tak mau membuat lelaki dalam pelukannya itu menjerit lebih keras. Donghae mengangguk di bahu Narin masih dengan isakannya yang menyedihkan.

“Apa dia sudah menjelaskan alasannya??” Narin melanjutkan, yang kembali dijawab hanya dengan anggukan oleh Donghae.

“Itu artinya ia sudah memikirkan ini semua dengan matang dan keputusan inilah yang menurutnya baik untuk kita semua.” Narin mengusap-usap punggung Donghae mencoba menenangkannya.

“Tapi kenapa dia mesti pergi lebih awal?? Tidak bisakah dia menunggu Teukie Hyung sehingga mereka bisa pergi bersama?? Tidakkah kau rasa dia terlalu egois??” teriaknya frustasi. Narin terdiam, tidak punya jawaban apapun untuk yang satu ini.

Donghae melepaskan pelukan Narin dan menatapi lantai dibawahnya. “Aku bodoh ya??” ia tersenyum miris. “Aku bahkan tidak mengatakan apa-apa saat ia memutuskan untuk pergi lebih awal. Aku bahkan tidak berusaha untuk menahannya, hanya diam seperti orang bodoh.”

Narin menangkupkan kedua tangannya di wajah yang sangat dikaguminya itu. Menatapi setiap inchi-nya. Dan dia bisa melihatnya dengan jelas. Wajah lelah dan kantung mata yang tebal. Bekas air mata yang masih menempel di pipinya. Dan bola mata yang tak sebening biasanya. Ia tidak suka ini. Ini bukan wajah Donghae-nya. Ini bukan alien bodohnya yang selalu tersenyum kekanakan.

“Yang kau lakukan itu sudah benar. Kau tidak bisa menahannya. Karena ini sudah menjadi keputusannya. Justru Heechul oppa akan sedih kalau kau tidak mendukungnya. Jangan menghakiminya dengan mengatakannya egois. Dia pasti sudah memikirkan segalanya. Ini juga pasti sangat berat untuknya. Cobalah untuk mengerti dia.”

Donghae mengangguk. “Tapi kenapa rasanya sakit sekali?? Disini–” ia memukul-mukul dadanya.

“Itu karena kau sangat menyayanginya. Kau tau kalau kau tidak bisa lama-lama jauh darinya. Dia hyungmu yang sudah kau anggap keluargamu sendiri. Memang rasanya sangat sedih. Tapi dia tidak pergi kemana-mana. Dia hanya melakukan tugasnya sebagai seorang lelaki. Kau juga akan melakukannya suatu hari nanti. Dia tidak akan lama. Tanpa terasa nanti dia sudah kembali dan kau bisa bermain lagi dengannya. Bisa bersama lagi diatas panggung dengan hyung dan dongsaengmu yang lain dan dengan bangga mengatakan bahwa kalian adalah SUPER JUNIOR. Yang kau perlukan adalah PERCAYA dan semuanya akan menjadi nyata.”

Donghae menatap Narin seperti mencari kebenaran dari kata-kata yang diucapkan gadis itu lalu mengenggam tangannya. “Benar. Mereka semua akan kembali dan kami akan bersama lagi seperti dulu. Tak ada yang kurang.”

***

Narin mendongak saat mendengar langkah kaki seseorang yang masuk. Donghae sudah tertidur pulas di pangkuannya. Mungkin terlalu lelah menangis atau mungkin karena pengaruh obat yang tadi diminumnya.

“Oppa, kau sudah pulang?? Kau sendirian??” tanyanya saat melihat Leeteuk yang datang sendirian, dia bisa melihat gurat kesedihan di wajah leader no.1 itu dengan jelas, karena memang dia sudah menghidupkan lampu ruang tengah saat Donghae tertidur.

“Oh, Rin-ah. Kau datang?? Dia tidur??” bisik Leeteuk sambil menunjuk Donghae.

“Nde. Apa kau lapar Oppa, mungkin aku bisa memasakkan sesuatu untukmu.”

Leeteuk menggeleng lalu duduk di lantai di depan sofa yang diduduki Narin. Ia mendesah berat membuat Narin yang melihatnya khawatir.

“Oppa gwenchanna?? Soal Heechul oppa, apa memang–” Narin ragu-ragu melanjutkan pertanyaannya.

Leeteuk menghela nafas. ” Nde. Semua sudah diputuskan. Dia akan pergi 1 September nanti. Itu memang sudah keputusannya. Tak ada yang bisa dilakukan selain mendukungnya.”

“Bagaimana denganmu oppa?? Apa kau baik-baik saja??”

Leeteuk mengangkat bahunya. “Aku baik-baik saja. Lagipula kami memang akan pergi. Hanya saja karena ia tiba-tiba memutuskan untuk pergi lebih awal, aku agak sedikit shock. Aku justru lebih mengkhawatirkannya.” Leeteuk menunjuk Donghae dengan dagunya. ” Apa dia… menangis??”

Pertanyaan Leeteuk membuat Narin mengerutkan keningnya. Apa sebenarnya maksud pertanyaan itu. “Bagaimana kau bisa tahu oppa?? Nde. Dia memang menangis. Aku menemukannya terisak menyedihkan disini dengan lampu yang tidak dihidupkan sama sekali. Ada apa oppa??”

Leeteuk memijit pelipisnya. “Beberapa hari ini dia terus terlihat seperti sedang menahan perasaannya. Saat Chullie memberitahukan alasannya kemarin, dia hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun. Tidak merengek, tidak menangis seperti biasa. Berbeda sekali saat dulu Kangin pergi, dia terus merengek-rengek agar Kangin menunda keberangkatannya. Melakukan hal-hal bodoh berharap Kangin tidak jadi berangkat. Aku justru tidak tahan melihatnya yang seperti ini”

Narin mengusap pipi Donghae pelan, berusaha menghapus sisa-sisa air mata yang masih membekas. ” Dia akan baik-baik saja oppa. Dia hanya berusaha terlihat kuat didepan yang lainnya walau mungkin sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa berbohong didepanmu. Keundae.. Benarkah kau baik-baik saja oppa?? Karena kau tidak terlihat baik.”

Leeteuk menatapi langit-langit dengan pandangan hampa sama seperti yang Donghae lakukan tadi. “Entahlah. Terlalu banyak yang ada dipikiranku sekarang. Apa yang akan terjadi setelah ini?? Bagaimana dengan member yang lain?? Lalu apa yang akan terjadi kalau aku juga sudah pergi?? Masih bisakah semua ini dipertahankan?? Semua ini terus berputar-putar menggangguku.”

Narin menyeka air matanya yang entah sejak kapan mengalir. “Oppa, percayalah. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan terjadi apa-apa setelah ini. Kalian tetaplah Super Junior. Tidak akan ada yang berubah. Heechul Oppa hanya pergi untuk melaksanakan kewajibannya. Begitu juga denganmu. Begitu juga dengan yang lainnya. Begitu juga dengan seluruh namja di negara ini. Kalian akan kembali dan kami, ELF, pasti akan menunggu oppa. Jangan ragukan kekuatan kami oppa. Kalau kami bisa menunggu Kangin Oppa, mengapa kami tidak bisa menunggu Heechul Oppa, menunggumu dan menunggu yang lainnya?? Yang perlu kau lakukan hanyalah satu oppa. PERCAYA, dan semuanya akan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.”

Leeteuk diam, seperti sedang mencerna perkataan Narin satu-persatu. “Geurae. Bagaimana bisa aku meragukannya?? Satu-satunya yang ingin kupertahankan di dunia ini adalah SUPER JUNIOR, aku pasti bisa melakukannya. Tidak akan ada yang berubah. Tidak akan lama kami pasti akan berkumpul lagi dan bersama ELF kami akan menutupi seluruh dunia dengan lautan Sapphire Blue.”

Narin mengangguk. ” Geurae oppa. 13ELIEVE to PROM15E SUPER JUNIOR

***

## jiyahhh, geje bener… malu sendiri bacanya–
belum sempat ber-alay ria gara-gara si alien babo jatoh, eh
malah dapat kabar kalau Heenim mau wamil 1 September/buru-buru amat mas/
udah gitu ngelihat wajah salah tingkah-nya si ikan dehidrasi
di strong heart waktu ditanya tentang pacar, jadi pengen nyubitin deh…
😄 alay amat dahhhh ##

 

8 thoughts on “[Family] 13elieve…

    • sudah jangan sedih2–/pat pat/
      tpi lucu juga tuh kalo mereka smw wamil bareng, ntar camp-nya penuh ama anak suju donk..
      trus malam2 malah jadi konser lagi….XD

      gomawo sudah baca~~

      • hyaa..telatt bcanyaa…hmm
        tp g papa…
        sgtu syangnya ya haeppa ma hyungnya itu??
        tp klo suju wamil massal,,hwaaaa…
        bsa2 x ikut wamil jd ELF smua..hahaha
        konser tiap malem..hwaaa,,,seru tuh,,,
        hehehee

        ^_13ELIEVE TO PROM15E SUPER JUNIOR_^
        saranghaeyo oppadeul….

      • sayang doonkkk…
        Lee Donghae tak bisa hidup tanpa hyungnya…
        bagusan wamil massal deh.. nungguinnya cuma 2 tahun..
        abis itu balik lagi lengkap..

        sama aja kayak nunggu buat album baru..
        dari pada satu satu kayak gini…

  1. huft…. sedih deh baca ff ini jd inget pas heechul wamil. chingu,punya twoitter / fb? add aku di sarasticha ayu pamargi / @sarasticha
    aku mau dong jd couplenya ryewook buat ffmu

    • twitter?? kan ada postingannya tuh diatas..
      ntar aku follow..
      tpi harap maklum, saya blom mahir…😀

      sama ryeong?? Boleh.. Boleh..
      ada ide ceritanya gak??

  2. “Oppa, percayalah. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan terjadi apa-apa setelah ini. Kalian tetaplah Super Junior. Tidak akan ada yang berubah. Heechul Oppa hanya pergi untuk melaksanakan kewajibannya. Begitu juga denganmu. Begitu juga dengan yang lainnya. Begitu juga dengan seluruh namja di negara ini. Kalian akan kembali dan kami, ELF, pasti akan menunggu oppa. Jangan ragukan kekuatan kami oppa. Kalau kami bisa menunggu Kangin Oppa, mengapa kami tidak bisa menunggu Heechul Oppa, menunggumu dan menunggu yang lainnya?? Yang perlu kau lakukan hanyalah satu oppa. PERCAYA, dan semuanya akan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.”

    Ya Allah nangis baca FF ini, apalagi sama part diatas.
    Semuanya tidak baik-baik saja.
    Tidak.
    Banyak E:F telah berpaling.
    Tidak terjadi apa-apa? Banyak yang telah terjadi selama Leeteuk Oppa dan Heechul Oppa wamil. Banyak yang telah berubah.
    ELF banyak yang nggak bisa nepatin janji ke Leeteuk Oppa.
    Ya Allah kasihan kali uri leader😥
    Tidak hanya ditinggal ELF namun juga Appa, Halmoni, dan Haraboji.
    Bahkan mereka bertiga juga meninggalkan aib yang harus ditanggung Leeteuk Oppa.
    Ya Allah kuatkan dia😥
    Kuatkan Uri Leader😥
    Kuatkan Leeteuk oppa dan Juga member Super Junior lainnya😥
    Kuatkan mereka😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s