[OneSpace] Special for You

“Ting Tong–”

Na Rin menekan bel dorm lantai 12. Tak berapa lama terdengar suara derap langkah orang yang berlari dari dalam.

“Nuguse-  ah..Na Rin-ah,chakamannyo..” teriak orang yang di dalam.

Sesaat kemudian pintu terbuka dengan Shindong yang tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya lebar.

“Na Rin-ah..Sudah lama kau tidak kemari-” teriak Shindong sambil memeluk Na Rin erat.

“Ukh.. Oppa bogoshipo..” sahut Na Rin dengan susah payah karena Shindong menghambat udara masuk ke paru-parunya.

“Ayo masuk, kebetulan semua sedang berkumpul disini, Donghae juga ada” ajak Shindong sambil mengambil alih semua barang bawaan Na Rin yang lumayan banyak.

“Aku memang mau ketemu sama oppadeul semua kok, bukan cuma sama Donghae.”

“Sudahlah, tak perlu malu. Kau pasti rindu dengannya kan. Beberapa bulan ini tak bisa ketemu karena dia sibuk di China, ya kan? Oppa tau kok, Oppa juga rindu sama dia. Tapi Oppa lebih rindu samamu… Hehe.” Shindong nyengir sambil mencubit pipi Na Rin, sementara yang bersangkutan cuma bisa pasrah.

Saat masuk ke ruang tengah nampak beberapa member sedang berkumpul. Ada Kyuhyun yang sepertinya sedang battle games dengan Eunhyuk beserta Heechul dan Yesung sebagai supporter di belakangnya. Ada Ryeowook dan Sungmin di dapur. Dan ada Leeteuk yang duduk di sofa sambil membaca entah apa dengan Donghae yang tertidur nyenyak di pangkuannya.

Yang pertama kali melihat kedatangan Na Rin adalah Heechul dan teriakannya membuat member lain kaget dan langsung menyerbu Na Rin.

“Na Rin-ah..” teriak mereka serempak.

Eunhyuk langsung melemparkan stick ps nya -membuat Kyuhyun mencak2- dan memeluk Na Rin. Yang lain tersenyum. Sementara Leeteuk -yang sepertinya ingin berdiri namun tak bisa- hanya bisa melambai-lambai dari tempat duduknya.

“Annyeong oppadeul–“sapa Na Rin lalu beranjak mendekati Leeteuk.

“Dia kenapa Oppa?” tanya Na Rin sambil menunjuk Donghae yang masih lelap, “Sakit??”

“Ani. Dia hanya mengantuk tapi tak mau tidur sendirian di kamar,” jelas Leeteuk sambil membelai pelan rambut Donghae.

Na Rin mendengus. “Tchh- dasar manja!!

Na Rin lalu menunduk dan mendekat ke wajah Donghae, lalu dengan sengaja memencet hidung Donghae. Leeteuk yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.

“Dia sudah tidur lama kan Oppa?” tanyanya masih dengan tangan di hidung Donghae.

Leeteuk mengangguk. “Hmm… 15 menit lagi pasti kakiku kena kram..”

Beberapa saat kemudian, Donghae bergerak-gerak gelisah. Kepalanya bergerak kekiri-kekanan terus-menerus sampai akhirnya dia terlonjak bangun sambil terbatuk-batuk.

Na Rin melambai-lambai di depannya tanpa merasa berdosa sedikit pun. “Annyeong Hae-hae” sapanya.

Donghae menggosok-gosok matanya. “Rin-rin..” gumamnya tak jelas. “Ya- kau mau membunuhku ya??” teriaknya setelah sadar penuh.

Na Rin hanya menggeleng-geleng tak perduli. “Tidak, aku hanya menyelamatkan Teukie Oppa dari kram kaki, ya kan Oppa??”, lalu mengedipkan  mata pada Leeteuk, sementara yang bersangkutan mengangkat tangan tak ingin kena masalah.

“Kau selalu lebih menyayangi hyungku dari pada aku, aku kan masih ngantuk-” rengek Donghae manja.

“Ya sudah tidur saja lagi, tapi jangan menyusahkan Teukie Oppa” ucap Na Rin kejam membuat bibir Donghae maju beberapa senti dan berlari mencari perlindungan dari couple ikannya.

“Hyukkie, aku masih ngantuk” ucapnya manja, namun dengan tidak berprikemanusiaan Eunhyuk menendangnya.

“Ya-minggir, aku sedang battle. Nanti aku kalah lagi dan menjadi pembantu si magnae tengil ini selama seminggu.”

Donghae pun menyerah, mengambil posisi di pojokan sofa sambil meratapi nasibnya.

“Oh ya, aku bawa bahan untuk membuat stroberi shortcake, apa Oppadeul nanti mau memakannya?” tanya Na Rin sambil melirik Eunhyuk.

Eunhyuk yang mendengar stroberi disebut-sebut langsung reflek mengalihkan pandangannya dan mengangguk.

“Aku mau… Aku mau. Tentu saja aku mau Rin-ah..” Eunhyuk mengiba-iba.

Setelah itu terdengar suara “GaMe Over” dari tv dengan Kyuhyun yang melonjak kegirangan.

“Selamat Hyung, mulai besok kau adalah pembantuku.” Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Eunhyuk pelan tanpa perduli norma-norma kesopanan. “Gomawo Rin-ah” ucapnya pada Na Rin sambil mengacungkan jempolnya.

Eunhyuk menatap Kyuhyun dan Na Rin dengan pandangan tidak percaya. ” Jadi kalian bersekongkol untuk- Aissh, sudahlah. Keluarga Cho memang keturunan evil.”

Eunhyuk berlari pada Donghae mencoba mengadu, namun kali ini mendapat tendangan balas dendam dari Donghae. Semua yang melihatnya tertawa.

“Itu balasan karena kau menendang Hae-hae ku Oppa” ucap Na Rin membela Donghae, membuat Donghae tersenyum senang, namun cepat-cepat ditutupinya berpura-pura masih marah.

“Wookie Oppa kajja, aku akan membantumu membuat makan malam sekalian membuat cake nya..”

Na Rin pun membawa bungkusan yang tadi dibawanya ke dapur, diikuti Ryeowook dan Sungmin.

“Hae-hae gak mau bantuin??” tanya Na Rin sambil memasang aegyonya.

Donghae masih dengan tampang pura-pura cemberutnya menggeleng. “Shireo… Aq masih kesal.”

“Ya sudah, kalau kesalnya sudah selesai, tolong bantuin ya” pinta Na Rin lalu melenggang santai ke dapur.

***

Semua sudah selesai makan malam dan kembali berkumpul ke ruang tengah ditemani stroberi shortcake yang semua hiasan stroberinya lenyap ke perut Eunhyuk.

“Oh ya Oppadeul, aku ada sesuatu untuk kalian semua.” Na Rin kembali membuka barang-barang bawaannya tadi dan mengeluarkan isinya satu persatu. “Kemarin aku sempat liburan ke Busan bersama teman-temanku dan aku membawakan hadiah ini untuk kalian..”

Semua member kini mendekati Na Rin kecuali Donghae yang tetap duduk di pojokan. Dia memang sedang cemberut lagi, kali ini pasalnya adalah karena dia tidak bisa makan cake buatan Na Rin banyak-banyak karena memang tidak tahan dengan makanan manis. Saat memasak tadi, Donghae sudah merengek rengek minta dimasakkan bulgogi, salah satu makanan kesenangannya, tapi ditolak mentah-mentah oleh Na Rin dengan alasan tidak sempat, bahannya tidak ada atau alasan-alasan lainnya. Na Rin memang lebih mahir masakan pastry dan cake daripada yang lainnya. Jadi Donghae hanya bisa diam dan memasang wajah cemberut. Tapi sepertinya Na Rin tidak memperhatikan.

“Ini sarung tangan warna untuk Teukie oppa.” Na Rin menjulurkan sebuah kotak berisikan sebuah sarung tangan kepada Leeteuk.

“Gomawo Rin-ah.. Wah, ini lembut sekali-“sahut Leeteuk sambil mengelus-ngelus sarung tangannya dan langsung memakainya.

“Itu aku dapat di butik temanku Oppa, bagus kan?? Dan ini untuk Hyukkie Oppa. Ini benar benar ditakdirkan untukmu Oppa” Na Rin memberikan Eunhyuk sebuah topi dengan detil monyet-monyet kecil di sekelilingnya. Eunhyuk menerimanya setengah hati, bingung antara senang atau kesal namun dia tetap mengucapkan terima kasih.

Heechul mendapatkan sebuah cermin antik. Shindong mendapat sebuah beanie yang keren. Sungmin, sebuah weker berwarna pink berbentuk kelinci, sebuah kacamata hitam untuk Siwon dan Kyuhyun tentu saja mendapat kaset game terbaru.

“Dan ini yang terakhir untuk Wookie Oppa.” ucap Na Rin sambil mengulurkan sebuah buku resep ‘Kreatif dan Menyehatkan’.

“Nde, gomawo” sahut Ryeowook senang.  “Dengan ini aku bisa membuat Kyunie makan sayur tanpa dia sadari. Hehe-”

“Andweyo-” jerit Kyuhyun. “Hyung, jangan coba-coba memasukkannya ke makanan ku. Aku bisa mencium baunya. Kalau kau masih berani. Lihat nanti akibatnya,” Kini Kyuhyun mengancam Ryeowook dan langsung mendapat jitakan dari Heechul.

“Ya!! Seharusnya kau berterima kasih karena dia sudah mau memasak untukmu, bukan malah mengancamnya”

“Arraso–” ucap Kyuhyun mengalah. Tak ada yang akan menang melawan cinderella.

“Lalu mana hadiah untukku??” tanya Donghae akhirnya buka suara. Dia sudah sangat bersabar menunggu dari sejak pertama Na Rin membagi bagikan hadiahnya.  Dia mencoba berfikiran positif kalau hadiah untuknya spesial jadi diberikan belakangan. Tapi setelah sekian lama, tak ada tanda tanda Na Rin akan memberikannya hadiah. Barang barang bawaannya juga sudah habis tak bersisa apapun. Dan ini membuatnya kesal._

“ah, Hae-hae ternyata disitu, kirain pergi entah kemana. Habis dari tadi gak ada suaranya” ucap Na Rin santai pura-pura tidak memperdulikan wajah cemberut Donghae. “Mianhae, tapi untuk Hae-hae gak ada. Kemarin aku berencana mencari yang spesial tapi butuh waktu yang lama karena tak menemukan yang bagus. Saat mau cari di tempat lain, ternyata sudah tak sempat karena harus pulang. Mianhae– gak marah kan??”

Wajah Donghae yang dari tadi sudah cemberut kini memerah. Matanya berkaca-kaca. Dia memandang Na Rin tidak percaya, bagaimana mungkin hanya dia yang tidak dapat hadiah semantara yang lainnya dapat. Bahkan Siwon yang tidak ada disini pun punya hadiah. Donghae ingin menangis tapi ditahannya saat sadar semua member lain memperhatikannya, akhirnya dia bangkit berlari ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya keras.— T.T

Di ruang tengah semua member tengah menatap Na Rin meminta penjelasan. Terutama Leeteuk yang sepertinya tidak rela dongsaeng kesayangannya dibuat seperti itu.

“Kau benar-benar tidak membeli apa-apa untuknya Rin-ah??” tanya Leeteuk.

Na Rin hanya tersenyum misterius. “ Aku memang tidak membeli apapun untukknya oppa, tapi aku punya hadiah lain untuknya kok. Maaf ya oppa, sudah membuat dongsaeng kesayanganmu menangis.”

Leeteuk Mengangguk. “Ya sudah kalau kau memang punya rencana lain. Dia memang cengeng kok. Aku hanya tidak suka kalau kalian sudah bertengkar.” Jelas Leeteuk.

“Mianhae oppa”.

“Gwenchanna. Sudah malam, biar aku bujuk dia dulu supaya mengantarmu pulang.” Kata Leeteuk sambil berdiri.

Na Rin menggeleng-geleng. “Ani..ani, gwenchanna oppa, aku bisa pulang sendiri kok, belum terlalu malam. Masih ada bis. Dia pasti masih marah, biarkan saja dulu.

“Atau kau mau aku yang mengantarkan Rin-ah??” tanya Eunhyuk sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.

“Hahaha oppa- jangan seperti itu. Kau membuat ku jadi ingin memeliharamu!!” ujar Na Rin sambil mencubit kedua pipi Eunhyuk gemas. “ Kau pasti bisa jadi monkey yang sangat imut oppa.”

Eunhyuk mengamuk. “Ya!!! Apa maksudmu hah?? Kau dan si ikan itu sama saja. Kalau mengejek tak tanggung-tanggung.”

“Tapi yang dikatakan Na Rin itu benar hyung” celetuk Kyuhyun ikutan. “ Kau memang sangat cocok jadi hewan peliharaan. Sangat amat cocok. Seperti memang ditakdirkan untuk itu.”

Eunhyuk melempar stik ps yang ada didekatnya ke kepala Kyuhyun. “Ya!! Cho Kyuhyun, Cho Na Rin – Kalian memang keturunan Evil.”

Leeteuk mencoba melerai mereka, “Sudahlah- jangan bertengkar lagi. Tunggu dulu disini rin-ah. Kalau memang dia tak mau, terpaksa kau pulang dengan Eunhyuk” ucapnya.  “dan tidak ada pulang sendiri.” katanya lagi saat Na Rin hendak membuka mulutnya.

Leeteuk mengetuk pintu kamar Donghae yang juga kamarnya. ” Donghae-ah, sudahlah. Kau kan sudah sering dapat hadiah dari Na Rin. Jangan seperti ini. Sudah malam, cepat antar Na Rin pulang.”

Tidak ada jawaban dari dalam. Leeteuk pun mencoba membuka pintu namun ternyata Donghae menguncinya dari dalam.

“Donghae-ah, kau mau membiarkan Na Rin pulang sendiri hah?? Jangan seperti anak kecil. Cepat buka pintunya!!”

“Shireo-” sahut Donghae dari dalam.

Eunhyuk yang melihatnya menjadi tidak sabar. “Hyung, sudah biarkan saja bocah itu. Na rin-ah, kau pulang bersamaku saja. Si ikan itu memang tidak bisa diharapkan. Lagipula kau tidak aman pulang dengannya. Dia tidak bisa menyetir dengan benar. Kajja”

“Donghae-ah, kau ini benar-benar…-“ kata Leeteuk akhirnya menyerah.

Na rin menghela nafas. “Ya sudah oppa, aku pulang bersama Hyukkie Oppa saja” katanya pada Leeteuk.

“Hae-ya, aku pulang dulu. Marahnya jangan lama-lama ya. Jangan sampai Teukie oppa tidak bisa tidur karena kau menangis semalaman.” Ucap Na Rin lalu mengedip nakal pada Leeteuk.

Terdengar suara “bugh” pelan dari dalam. Sepertinya Donghae melemparkan sesuatu dan mengenai pintu. Hal ini justru membuat yang lainnya tertawa.

Leeteuk lalu mengacak-acak rambut Na Rin. “Kau ini memang setan kecil. Sudah tau dia sedang marah, kau malah menggodanya.”

“Hehehe… Biarkan saja dia itu. Annyeong oppadeul. Kajja Hyukkie oppa!!”

***

Donghae menatap layar ponselnya. Ini sudah kesekian kalinya Na Rin mengiriminya pesan namun tak satu pun dibalasnya. Dia memang masih marah soal hadiah yang kemarin namun ini sudah hari ke-3 dan dia sendiri merasa kalau dia sudah kelewatan. Na rin tetap mengiriminya pesan menanyakan keadaannya, apakah dia masih marah atau tidak, bagaimana kegiatannya hari ini. Walaupun Donghae tidak membalasnya sama sekali, namun Na Rin sepertinya tidak ambil pusing dan tetap mengiriminya pesan. Member lain yang tahu akan hal ini, marah besar padanya. Mereka menganggap kalau dia sangat kekanakan dan menyuruhnya minta maaf tapi apa boleh buat, egonya terlalu besar. Dia tidak ingin minta maaf duluan, karena baginya Na Rin lah yang salah, bukan dia. Jadi Na Rin lah yang harus datang dan minta maaf padanya.

“arrrgh..” teriak Donghae frustasi sambil berguling-guling di tempat tidurnya. Sekarang hanya ada dia di dorm atas. Semua penghuninya punya jadwal sendiri-sendiri.

“Ya!! Pabo- apa susahnya sih minta maaf??” ucap Eunhyuk yang tiba-tiba masuk dan membuat Donghae terlonjak.

“Ya!! Kau tak tau cara ketuk pintu ya?? Kau bisa membuatku kena serangan jantung, monkey!!”

“Kenapa kau harus menyiksa dirimu sendiri dengan masalah sepele seperti ini. Kau tinggal datang ke rumahnya lalu bilang ‘Mianhae Na Rin-ah, tapi lain kali kau harus ingat hadiah untukku’. Itu saja cukup. Selesai-”

“Ini bukan masalah sepele dan aku tidak mau minta maaf duluan. Dia yang harus minta maaf padaku. Bagaimana bisa dia melupakanku yang kekasihnya tapi ingat kalian semua.” Balas Donghae keras kepala.

“ Dengar baik-baik ya ikan babo. Pertama- ini memang masalah sepele, hanya tentang sebuah hadiah. Kau saja yang membesar-besarkannya. Kedua-sejak pertama dia sudah minta maaf padamu dan mungkin sudah berkali-kali dia mengirimimu pesan minta maaf tapi kau tak membalasnya. Jadi apa maksudmu dengan dia yang harus minta maaf duluan?? Dan yang ketiga dan yang terakhir-“ Eunhyuk menarik nafas. “Apa kau tidak ingat apa yang dibilangnya kemarin hah?? Dia kan sudah bilang. Dia sengaja mencari yang spesial untukmu tapi tidak mendapatkannya dan saat dia ingin mencari lagi, waktunya tidak sempat. Bukan karena dia melupakan hadiah untukmu. Dan demi Tuhan Lee Donghae. Kenapa sih kau terus-terusan cemburu pada kami?? Dia tidak mungkin lebih menyayangi kami daripada kau. Kalau memang seperti itu kenapa dia mau pacaran denganmu. Kenapa tidak dengan kami saja, hh??”

Donghae memberikan death glarenya pada Eunhyuk lalu bangkit dari tempat tidurnya dan mendorong Eunhyuk sekuat tenaganya. “Keluar!! Aku tak mau mendengar ocehan darimu. Cepat pergi!!”

“Ya ya ya- apa-apaan… Ya Donghae-ah”. Eunhyuk yang tiba-tiba didorong paksa oleh Donghae hanya bisa terkaget—kaget. Donghae langsung menutup dan mengunci pintu setelah Eunhyuk keluar dari kamar.

“Ya Donghae-ya. Kau ini kejam sekali.” teriak Eunhyuk sambil memukul-mukul pintu. “ Seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah memberikan konsultasi gratis padamu. Bukan malah diusir dengan cara memalukan seperti ini. Ya!! Lee Donghae!!”

Hening. Tidak ada jawaban apapun dari dalam. “Aissh… – dasar ikan babo. Aku jadi seperti bicara dengan pintu saja” umpat Eunhyuk pelan.

***

Na rin menekan bel dorm 12 dan kali ini disambut oleh Ryeowook dan Eunhyuk.

“Ah mianhae oppa. Aku merepotkan kalian.”

“Sudahlah ayo cepat. Kau datang terlambat. Kita cuma punya waktu 3 jam sebelum dia pulang.” jelas Eunhyuk sambil menarik Na Rin ke dapur.

Na rin sengaja datang hari ini disaat Donghae sedang ada schedule. Dia sudah punya rencana untuk kekasihnya yang masih ngambek itu, dan untuk itu dia butuh bantuan member lainnya. Saat ini hanya ada Eunhyuk dan Ryeowook tapi Leeteuk,Sungmin dan Heechul berjanji akan pulang lebih cepat untuk membantunya. Rencananya Na Rin akan memasak Bulgogi yang diminta Donghae kemarin sambil merengek-rengek. Alasan Na Rin kemarin tidak memasakkan makanan itu karena memang dia tidak bisa. Dan dia sudah belajar selama beberapa hari ini untuk membuatnya. Hari ini dia harus mengembalikan senyum manis aliennya itu. Na rin tersenyum senang saat melirik hadiah yang sudah disiapkannya. ‘Hae-hae pasti senang’ gumamnya.

“Ah, kenapa mesti Hyukkie Oppa sih yang libur, kenapa tidak Sungmin Oppa saja, dia kan pintar masak tidak seperti Hyukkie Oppa yang pasti hanya bisa merusuh!! ” ujar Na Rin sambil melirik Eunhyuk.

“Ya!! Apa maksudmu?? Sudah untung aku mau membantumu.  Aku hanya sudah tidak tahan melihat si ikan babo itu berguling guling seperti ikan kena dehidrasi hanya karena gengsi menelponmu. Kalau tidak aku juga tidak mau capek-capek ke dapur.. ” sahut Eunhyuk kesal.

Na rin dan Ryeowook tertawa. ” Haha.. Aku hanya bercanda Oppa. Kau memang baik sekali Oppa.Kau pasti tidak tahan kan lihat couplemu uring-uringan seperti itu. Kau kan sangat mencintainya, Geurae,oppa??”

Eunhyuk melempar Na Rin dengan potongan strawberry yang sedang dimakannya, namun Na Rin mengelak dan berakhir menempel di dinding dapur.

“Hyung… Cepat bersihkan. Sekarang!!!” jerit Ryeowook.

“Aissh… Jjinja”

***

Sudah hampir pukul 7 malam. Sebentar lagi Donghae pulang. Leeteuk,Heechul dan Sungmin yang datang belakangan sedang membantu membereskan meja dan kursi. Ryeowook dan Eunhyuk sedang membereskan peralatan kotor, sementara Na Rin menyusun makanan ke atas meja.

Leeteuk masuk ke dapur tergesa-gesa sambil menepuk nepuk tangannya.

“Ya ya ya- aku baru saja mengiriminya pesan. Dia sudah ada dibawah sekarang. Ppali.. Ppali..!

Donghae membuka pintu dorm nya dan mendapati ruangan yang gelap gulita. “Hyung..” panggilnya sambil meraba-raba mencari sakelar lampu.

Tiba tiba lampu menyala dan tampak empat hyung dan satu dongsaengnya sedang berbaris rapi dengan wajah tersenyum lebar sambil melambai lambai padanya..

“Hyung ada apa?? Apa yang sedang kalian lakukan??” tanya Donghae dengan wajah bingung.

“Ini hadiah untukmu agar tidak uring-uringan dan marah marah lagi. Jaajaan….” sahut Leeteuk lalu mereka semua minggir ke samping dan membuat Donghae kaget. Dia bisa melihat Na Rin di meja makan dengan posisi yang sama dengan membernya. Tersenyum sambil melambai-lambai.

“Rin-rin.. Apa yang-“. Donghae terdiam saat Na Rin menariknya lalu memaksanya duduk.

“Lihat, ini masakan yang Hae minta kemaren kan?? Aku dan Oppadeul sudah memasakkannya khusus untukmu. Ayo dimakan” pinta Na Rin. “Oppadeul.. Kita makan juga.”

Member yang lain mendekat. “Apa kami boleh ikut makan??” tanya Ryeowook ragu ragu.

“Tentu saja Oppa, ini kan hasil kerja keras kalian juga.”

“Apa kami tidak mengganggu??” tanya Heechul sambil melirik Donghae, membuat Na Rin juga ikut melirik Donghae. “ahh oppa, ayolah.”

Mereka semua pun duduk, Na rin mengambilkan makanan untuk Donghae. Tapi Donghae hanya diam menunduk menatapi makanan di hadapannya.

Na rin menghela nafas. ” Hae masih marah ya? Atau tidak suka?? Kenapa diam saja?? ”

Heechul yang tidak sabar pun memukul kepala Donghae. “Ya, jangan berakting lagi. Kau lapar kan?? Sudah makan saja.. ”

“Donghae-ah, mau sampai kapan kau marah??” Kali ini Leeteuk angkat bicara. “Na rin kan sudah berkali-kali minta maaf padamu. Dia juga sudah susah payah datang kemari dan memasakkan ini semua untukmu. Kemarin kan kau yang meminta ini. Kenapa kau tidak menghargainya”

Ryeowook mengangguk angguk. “Iya hyung, kami juga sudah ikut membantu. Setidaknya kau kan bisa sekedar mencicipinya.”_

“Ya!!! Apa kau tidak merasa keterlaluan??” Eunhyuk ikut memarahi donghae. “ Na rin sudah berkali-kali minta maaf padamu, mengirimimu pesan tapi kau sama sekali tidak membalasnya. Seharusnya kau yang minta maaf padanya. Dia juga sudah memberimu surprise seperti ini hanya agar kau tidak marah lagi. Kau malah bertingkah seperti anak kecil”

Donghae masih menunduk sehingga dia tidak melihat kalau member yang beserta Na rin saling mengedipkan mata. Tiba tiba saja terdengar suara isakan, Donghae menangis.

“Hiks mianhae. Aku memang keterlaluan- hiks..”

Donghae sesenggukan. Dia hanya menunduk menatapi meja dihadapannya. Tiba-tiba saja semua member beserta Na Rin tertawa terbahak-bahak. Membuatnya mendongak kebingungan.

Leeteuk menghampiri Donghae dan memeluknya dari belakang sambil menahan tawanya. “Haha… Mianhae Donghae-ya. Sudah berhenti menangis. Kau tak malu dengan Na Rin. Kau kan namja..”

“Hae-ya, mianhae.. Oppadeul yang memaksaku untuk ikut rencana mereka. Maaf…”

Donghae menatap mereka satu-persatu seperti sedang mencerna semuanya “Aku benci kalian semua…”

***

Setelah dengan sangat hati hati menyetir akhirnya Donghae menghentikan mobilnya di depan rumah Na Rin. Donghae membukakan seatbelt Na Rin..

“Ya sudah. Masuklah. Jangan lupa kunci pintunya. Jaljja…”

Na Rin diam-diam tersenyum. Donghae dari tadi terus menghindari matanya. Berusaha sebisa mungkin agar mereka tidak bertatapan, dan itu justru membuat Na Rin geli. Dia tahu Donghae masih sedikit kesal karena dikerjai namun berpura pura tenang karena tak ingin dianggap kekanakan..

“Hae….” panggil Na Rin manja..

“Hmm…” sahut Donghae yang masih tetap memandangi setir mobil yang sepertinya tampak begitu menarik malam ini.

“Masih kesal ya??” goda Na Rin..

Donghae menggeleng, masih tetap meneliti setir mobilnya.. “Tidak, tidak apa apa. Itu memang balasan untukku yang sudah keterlaluan beberapa hari ini. Aku tidak kesal.”

Na Rin diam dan menatap ke arah Donghae untuk beberapa lama, berharap Donghae berbalik dan menatapnya. Namun sepertinya ‘si hyperaktif Donghae’ tidak beredar malam ini diganti dengan ‘si sensitif Donghae’. Na rin pun menghela nafasnya. Menempelkan kedua tangannya di pipi Donghae dan memaksa Donghae menatapnya.

“Dengar ini baik-baik my super sensitif boy Lee Donghae. Aku minta maaf karena tadi ikut ambil bagian bersama Oppadeul mengerjaimu. Aku sudah menjelaskannya padamu dan kau sudah memberiku maaf. Jadi untuk masalah ini kita anggap selesai. Lalu untuk masalah bulgogi. Kau mau tau alasan kenapa aku tidak mau memasakkannya kemarin untukmu??” Donghae mengangguk.

“Karena sebenarnya aku tidak tahu bagaimana cara memasaknya. Aku tidak ingin mengatakan yangg sebenarnya karena malu. Dan aku juga tidak ingin memaksa membuatnya untukmu, karena aku takut kau tidak menyukainya.. Jadi beberapa hari ini aku belajar membuatnya dan hasilnya adalah yang tadi kita makan bersama Oppadeul. Untuk itu aku minta maaf. Apa permintaan maafku diterima??”

Donghae mengangguk-angguk sambil mengerucutkan bibirnya persis seperti anak umur 5 tahun yang sedang dimarahi ibunya.

Na rin melepaskan tangannya dari wajah Donghae.Menggenggam tangannya lalu memain mainkannya. “Itu artinya masalah kita selesai. Apa masih ada yang mengganggu pikiranmu?? Aku tidak punya Donghae yang seperti ini. Donghae-ku adalah namja tampan yang ceria. Yang sangat manis kalau sedang tersenyum.Aku tidak suka melihatmu seperti ini”

Donghae menggeleng lalu mengalihkan pandangannya lagi, kali ini ke jendela di sampingnya..

“Hae….”

“Baiklah.. baiklah. Aku akan mengatakannya- ”  ucap Donghae menyerah..

“I’m waiting.”

Donghae memainkan ujung bajunya. “Mmm… Apa-”

“Ya??”

“Apa.. Apa memang…. mmmm–”

“Mmm??”

“Apa… Apa memang tidak ada hadiah untukku??” ucap Donghae cepat-cepat.

Na rin mengerutkan keningnya, lalu kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia tahu Donghae pasti bertanya tentang hadiah itu. Tapi dia tidak tahu bakal selucu ini. Wajah Donghae saat mengatakannya tiada duanya. Sia sia saja Donghae cemburu pada member lain yang bisa melucu di setiap variety show. Karena tanpa dia sadari, dia sendiri sangat lucu. Kepolosannya membuat orang tak bisa menahan tawa. Sangat menggemaskan…

“Aku tahu seharusnya aku tidak mengatakannya” gumamnya  sambil memajukan bibir nya lalu berbalik membelakangi Na Rin.

“Ha ha.. Mianhae. Aku tidak akan tertawa” Na Rin menutupi mulutnya berusaha menahan tawanya. “Jadi, kau ingin hadiah??”

“Eung.. Bahkan Siwon yang tidak di dorm saja dapat hadiah.”

Na Rin diam-diam mengambil hadiahnya dari dalam tas. “Lalu hadiah apa yang kau inginkan??”

“Apa saja”

“Apa saja?? Lalu apa seperti itu sikap orang yang meminta hadiah??” Na Rin menyilangkan kedua tangannya di depan dada berpura-pura galak.

Donghae pun membalikkan badannya menghadap Na Rin namun matanya tetap kearah lain. “Cepat keluar. Aku mau pulang saja. Kau dari tadi hanya menggodaku.”

Na Rin melambai-lambaikan sebuah kado di depan wajah Donghae. “Apa ini yang kau inginkan??”

Donghae mendongak lalu dengan cepat menyambarnya. “Ini untukku??” tanyanya antusias sambil membuka hadiahnya pelan-pelan. “Wahhh, yeppoda.. Gomawo..Kau yang membelinya??” Donghae mengeluarkan sebuah syal berwarna biru langit. Di ujungnya terdapat tulisan ‘Lee Donghae- Cho Na Rin’ dan di ujung satunya terdapat tulisan ‘Mr and Mrs Alien’ dan disampingnya terdapat gambar dua alien kecil dengan antenna di kepalanya sedang bergandengan tangan.

Na Rin menarik syal itu dari tangan Donghae dan memakaikannya di leher Donghae. “Tidak. Aku tidak membelinya. Aku merajutnya sendiri. Special for you. Saat liburan di Busan kemarin, aku belajar membuatnya namun ternyata sangat susah mengerjakannya hingga tidak bisa selesai tepat waktu. Jadi kemarin aku hanya bisa memberikan hadiah untuk oppadeul yang aku beli. Bagaimana??? Apa kau suka??”

Donghae mengangguk-angguk. “Eung.. Tentu saja aku suka. Kau benar-benar merajutnya sendiri?? Hebat sekali. Aku benar-benar menyukainya. Aku pasti akan menjaganya dengan baik. Gomawo” Donghae memeluk Na Rin lalu mengecup pipinya cepat.

“YA!!! Apa-apaan itu??” teriak Na Rin.

“Itu sebagai hadiah balasan untukmu. Wahh, lembut sekali. Aku tidak akan biarkan siapapun menyentuhnya.” Ucap Donghae masih mengagumi syal barunya.

“Kau memang harus menjaganya. Aku tak mau dengar karena kecerobohanmu tanpa sengaja kau merusaknya atau meninggalkannya di suatu tempat. Kalau itu terjadi, Aku tak akan memaafkanmu.”

“Aku janji.” Donghae mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V. “Keundae, kau kan bisa bilang kemarin kalau kau sudah punya hadiah special untukku, jadi aku tidak perlu kesal dan cemburu dengan hyungku sendiri. Kenapa kau harus membohongiku??”

Na Rin tertawa. “Kalau aku memberitahu, namanya tidak surprise lagi. Lagipula aku memang ingin mengerjai mu, karena kau itu gampang sekali dikerjai. Wajahmu kalau sudah seperti itu tiada duanya. Semua orang langsung terhibur. Aku tak bisa menahan tawaku kalau sudah melihatmu seperti itu. Sangat menyenangkan.”

Donghae mendengus kesal.“Tch- jadi mengerjaiku itu sangat menyenangkan, hah??? Kau memang menyeramkan. Cho Na Rin, AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU.. !!!”

Na Rin membuka pintu, lalu berlari sambil berteriak. “LEE DONGHAE, AKU JUGA MENYAYANGIMU!!!”

Credit photo : from google haraboji with some editing–

6 thoughts on “[OneSpace] Special for You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s